Ummu Abdillah Al-Wadi’iyyah: Ahlul Ilmi yang Tak Tergoda Fitnah

Terdapat artikel yang diposting forumsalafy dan dicopas tukpencarialhaq mengenai Ummu Abdillah Al-Wadi’iyyah.  Saat saya membacanya, betapa kagetnya saya… dulu pengganti Syaikh Muqbil, muridnya; Syaikh Yahya yang mereka hancurkan kehormatannya, sekarang putri beliau pun dibidik oleh mereka untuk dijatuhkan kehormatannya.

Entah manusia macam apa mereka ini, dimana hati nuraninya, kalau yang mengkritik Ummu Abdillah adalah orang luar yang tidak pernah bersentuhan dengan Syaikh Muqbil dan Dammaj saya anggap masih wajar, namun kali yang berani menjatuhkan kehormatan Ummu Abdillah adalah para mantan murid Syaikh Muqbil yang durhaka, betapa hinanya mereka ini.

baca lebih lengkap

Ketuk Palu: Sudahi Perkara Al-Imam dengan Dalil!

Sesungguhnya keteguhan Al-Imam dengan watsiqah batilnya haruslah disikapi dengan cerdas, bukan dengan ketololan sebagaimana yang “diteladankan” sejak lama oleh si “penulis binal” http://www.tukpencarialhaq.com yang makin hari makin “blangsatan” saja dalam menyantap daging para dai dan ulama, terutama al-Imam.

Sangat miris sekali melihat mereka terus menyantap daging al-Imam seakan daging tersebut adalah “santapan neraka” yang tidak pernah habis bagi mereka untuk dimakan. Betapa hinanya keadaan mereka.

baca lebih lengkap

Seputar Syaikh Washiyullah Abbas dan Dzulqarnain… Berpikirlah Dewasa wahai Salafiyyun

Entah bagaimana harus memulainya, yang jelas firman Allah berikut ini sepertinya sangat layak untuk dicambukkan kepada mereka yang mengaku salafiyun di Indonesia.

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak merubah nasib suatu kaum sampai mereka sendiri mau merubahnya” (Ar-Ra’d: 11)

baca lebih lengkap

Belajar Singkat dari Ustadz Jafar Umar Thalib

Dulunya Jafar Umar Thalib seperti singa karena auman dakwahnya yang mampu menggetarkan dada para pemuda sehingga mereka tertarik mengikutinya ke dalam dakwah salafiyah yang ia bawa dari hasil menuntut ilmu, namun setelah fitnah yang terjadi padanya, ia pun tidak lebih seperti kucing, meongannya hanya dianggap angin lalu oleh mereka, namun justru inilah yang menjadi warna baru baginya saat ini, dimana dengan meongannya ini ia tetap bisa menarik hati sebagian manusia ke dalam dakwah Ahlussunnah secara umum, mudah-mudahan secara khusus juga.

baca lebih lengkap

Jilid II? Anti Klimaks!

Entah harus darimana memulainya, yang jelas ini memang benar-benar sesuatu yang lucu dan membuat pembaca menyengir. Dan kelucuan ini dimulai dari Al-Akh Al-Ustadz Dzulqarnain yang kini telah bergelar “Asy-Syaikh…”

Al-Ustadz Asy-Syaikh Dzulqarnain Al-Makassari (SDM) sepertinya masih belum terima dengan kejadian setahun yang lalu, kala ia melawan Lukman Ba’abduh Cs dan Firanda Cs sekaligus.

baca lebih lanjut