Arti Assalamu Alaikum Warahmatullah Wa Barakatuh?

Sembari menunggu tulisan-tulisan kami yang lain (mohon maaf kalau admin memang agak lelet karena terlalu banyak kesibukan), maka pada kesempatan ini Penulis ingin mencoba membahas (baca: merefleksikan secara kritis) makna dari ucapan “salam” yang sering kita sampaikan sehari-hari.

baca lebih lengkap

Advertisements

7 thoughts on “Assalaamu ‘Alaikum Warahmatullaah Wa Barakaatuh?

  1. 1+1=2 namun kenapa ketika 1+…=2
    ===========
    kalo boleh menafsirkan:
    mereka ingin diakui muslim/mukmin, namun kenyataannya muslim/mukmin dalam alquran bukan cerminan mereka… hahaha lucu. soalnya kalo sama khan ngga mungkin anomali.

    1. antum betul abu muawiyah dan untuk menyelaraskannya haruslah dengan ilmu, tanpa ilmu isi al-quran hanyalah lukisan bukan kenyataan. ya hanya dilihat-lihat saja isinya dan didengar2 saja bacaaannya. Sebab ilmu adalah penghubung/jembatan antara manusia dengan al-quran.

  2. Pembahasan yang bagus sebagai selingan tujuan & nama dari blog ini.

    “predatortukpencarialhaq”

    Membabat mereka-mereka,hingga keacuhan diantara mereka untuk menjawab salam.
    Hanya menjawab salam dikalangan mereka saja.padahal menjawab salam adalah hak “setiap” muslim,bukan “salafiyyin” saja.

    1. setahu saya tidak ada! Tidak semua hal dijawab Al-Quran dan Hadits secara tegas dan detail, karena kehidupan ini terus berubah, sementara Al-Quran dan Hadits telah sempurna dan dibukukan, tidak lagi berubah dan turun menjawab permasalahan manusia. Oleh karena itulah Al-Quran tidak turun sekaligus melainkan berangsur-angsur, itu semua karena keadaan sehingga terjadilah nasikh mansukh, hadis pun begitu, ada pula hukumnya yang berubah oleh keadaan.
      Rokok itu masuk dalam bab ijtihad, makanya sampai hari ini tema tentang rokok terus debatibel, karena tidak ada dalilnya yang sharih/jelas, sebab halal haram hanyalah milik Allah. Dan tidak boleh seorang muslim mengharamkan apa yang halal atau sebaliknya. Hanya saja dalam menimbang masalah ini mayoritas ulama terutama Ahlussunnah memakruhkan bahkan mengharamkannya berdasarkan dalil umum yang mengarah pada bahaya, sebab rokok memiliki bahaya bagi pelakunya. Di sinilah kesamaan illatnya.
      Jadi kalau ditanya tentang dalil bahayanya merokok maka itu ada dan banyak sekali dalam Al-Quran dan Hadits, tapi kalau ditanya dalil yang mengharamkan rokok itu maka tidak ada! Mohon kedua hal ini bisa dibedakan dengan jelas! wallahu a’lam.
      terakhir mohon dicamkan bahwa yang dilarang oleh Allah itu bukan hanya menyangkut yang haram-haram saja sehingga kita “fokus” di sana saja, tapi juga menyangkut hal yang berbahaya juga, dan ini yang tak boleh dilupakan!

  3. #terakhir mohon dicamkan bahwa yang dilarang oleh Allah itu bukan hanya menyangkut yang haram-haram saja sehingga kita “fokus” di sana saja, tapi juga menyangkut hal yang berbahaya juga, dan ini yang tak boleh dilupakan!#

    ————-
    INi mirip kasus katak lho, dilarang membunuh tapi tidak dilarang dipakai buat berobat/makan.
    أَنَّ طَبِيبًا سَأَلَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ ضِفْدَعٍ يَجْعَلُهَا فِى دَوَاءٍ فَنَهَاهُ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ قَتْلِهَا.

    “Ada seorang tabib menanyakan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai katak, apakah boleh dijadikan obat. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang untuk membunuh katak.” (HR. Abu Daud no. 5269 dan Ahmad 3/453. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

    kesimpulannya:
    premis 1: dilarang membunuh katak ada dalilnya
    premis 2: katak tidak dilarang dijadikan obat tidak ada dalilnya
    konklusinya: kembali ke point 1; dilarang membunuh katak meski untuk dijadikan obat.

    kasus rokok:
    Premis 1: dalil haramnya rokok tidak ada
    premis 2: yang ada dalilnya adalah tentang yang berbahaya, merugikan, tidak baik, dll
    Premis 2: rokok ternyata berbahaya, merugikan, tidak baik, dll
    premis 3: rokok tidak haram, tapi kalau dihisap berbahaya, merugikan, tidak baik, dll
    konklusinya: karena menghisap rokok itu berbahaya, merugikan, tidak baik, dll maka merokok itu haram hukumnya.

    sederhana bukan @akhi umar.

Comments are now closed.