Pembaca sekalian, sebelumnya saya mohon uzur bila tulisan saya mengenai Syaikh Rabi belum terpublish hingga kini, karena tulisan tersebut baru saya lanjutkan kembali setelah vakum lama karena sebuah urusan.

Adapun sekarang ini sambil menunggu tulisan tersebut keluar saya ingin menukilkan sebuah pengakuan terbuka Dzulqarnain seorang dai asal Makassar terhadap kekalahannya saat ia melawan Lukman Ba’abduh dan Muhammad Umar As-Sewed.

baca lebih lengkap

Advertisements

58 thoughts on “Dzulqarnain Akhirnya Galau: “Hidup Segan Matipun Tak Mau!”

  1. Na’am ustadz, ana sependapat dengan antum. sedikit kecewa dengan ruju’ dan tulisan ruju’ beliau, ana ngefans sama beliau tp ana tidak fanatik, seperti kata antum berdirilah di barisan Allooh dan RasulNya.

    Antum kemana aja tadz, ana kangen 😛
    kemarin antum hadir di dauroh mana Isti’qlal atau muhajirin wal anshor?
    antum nggak bahas mengenai pilpres :mrgreen:

  2. Allahumma inni as aluKa HUBBAK wa Hubba manYUHIBBUK wa ‘amalalladzi yuballighuni ilaa HUBBAK..

    Semoga Alloh melindungi saya dan anda semua dari nge-fans sama orang yg salah

    Amiin ya Robb

  3. Psikologisnya nunduk-nunduk yang akhirnya terlihat seperti yang bingung, kasihan….
    coba cek banteng kalo mau nyeruduk,pasti nunduk….

  4. Bismillah. Afwan Ustadz! Krax pertxaan ana tidak terkait dengan tulisan diatas..tpi mohon kirax tuk dijawab karena ana sangat butuh dgn jawabnx..pertexaanx seperti ini:
    Bagamana keadaan pernikahan seseorang jikalau sang suami pernah menyuruh istrinya tuk datang kekantor urusan Agama untuk mengurus surat cerai secara baik2 dan ini dsampaikn lewat telpon dmlm hari setelah sebelumx terjadi percekcokan disiang harix akan tetapi sang istri tidak datang pada waktu itu sehingga surat cerainya tidak jdi dibuat. Apakah ini masuk kategori talak 1 atau 2 atau bgmn, karena setahu ana surat cerai itu bsa dibuat jikalau sdah masuk talak 3 dan sang Suami menyuruh istrix datang tuk buat surat cerai. Mohon penjelasanx Ustadz atau mungkin yg punya faidah tentang ini…krena masalahx mereka terkadang masih melakukan hubungan suami Istri..

      1. Kalau kata cerai jarang. Hanya saja kata2 kamu kembali saja keorang tuamu itu sangat2 sering dan dalam kehidupan sehari2 kebanyakn tidak tinggal serumah karena setiap tinggal serumah maka berselang beberapa minggu kmudian terjadi lgi perselisihan dan kata2 Tinggal saja dirumah orang tuamu kembali lgi terulang…

      2. butuh mediasi dulu, anti cari satu orang yang dianggap pintar dan bijak dalam komunikasi kemudian pertemukan dengan satu orang dari pasangan anti yang dianggap bijak untuk diajak bermediasi dulu membahas persoalan yang terjadi secra baik-baik dan dicarikan solusinya. soalnya kalo anti ama pasangan anti, ngga bakalan bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi,ujung2nya ya itu tadi kata2 yang terlalu terburu2 sudah diucapkan tanpa tahu konsekuensinya seperti apa? kalo boleh tahu umur berapa sekarang?

  5. 28thn ustadz dan situasi ini da berjln selama 7 tahun. Mf usatadz, apkah pembtlan nikah seseorag dtentukn dgn adax surat nikah dan apa konsekuensi dibalik kata2 cerai yg dsertai dgn keinginan langsung mengurus surat cerai?

    1. surat cerai itu urusannya dengan hak anti sebagai warga negara. jadi ngga ada hubungannya dengan agama ansich. hanya saja karena di indonesia ini agama masuk dalam wilayah kekuasaan negara maka terjadilah pencatatan pernikahan itu dan itu diatur dalam UU kalo ga salah.
      sebenarnya, tanpa surat nikah anti nikah dengan memenuhi syarat nikah yang dipersyaratkan Islam maka anti sah dalam menikah dan sudah halal melakukan hubungan suami istri, begitupun dengan bercerai. bila syarat sudah terpenuhi maka bercerai itu dianggap sah meski tanpa surat.
      urusan surat tersebut hanyalah untuk memudahkan siapaun yang sudah bercerai agar ingin nikah lagi secara tercatat. Intinya surat hanyalah bagian dari birokrasi pemerintahan kita yang menaungi agama Islam di dalamnya. Ini penjelasan saya secara teknis. adapun secara inti masalah: Maka sebenarnya yang menceraikan itulah yang lebih tau, makanya ana bilang dari kemarin2, butuh mediasi! tanya baik2 pasangan anti apakah ia memang berniat bercerai atau hanya sekedar marahan saja. Ingat ya mediasi hanya dilakukan oleh hakam, yaitu orang yang dipandang bijaksana dalam menyelesaikan urusan.

      Masalahnya kadang kami ngga bisa maen menghukumi keadaan dengan dalil tersurat maupun tersirat sesuka kami hanya karena kami menganggap itu cocok ini ngga cocok, karena ada missing link yang harus disambung dulu, yaitu budaya… budaya kita dengan budaya di Arab ((tempat dimana dalil2 itu lahir)) itu berbeda… makanya perlu hakam untuk mendiagnosanya agar bisa memberikan resep yang bener yang telah disediakan oleh Al-Quran dan Hadits!

      1. Lantas bgmn mana pula jika keadaan suami jauh dari ketaatn, yakni sholat jummat dalam setahun bsa dihitung jari dan apalagi sholat 5 waktu bsa dkata hampir tidak ada. Klw tuk masaalah diatas terkadang hax pasrah dalam doa tuk Datangx hidayah ke sang Suami.. Ya ustadz apakah seorg wanita minta untuk diceraikn dgan dasar tidak suka dengan Agama suami itu boleh?

  6. Apakah memperthnkan pernikhan dgn alasan anak2 akan bernilai pahala bagi seorang istri walaupun itu semua harus ia lewati dengan susah payah?

    1. Baik. Jadi begini, mengenai permasalahan yang anti adukan di sini ana akan berusaha menjawab dengan jawaban yang terbaik, semampu yang ana bisa. Untuk gampang anti pahami ana buat point per point.
      1. Ciri seorang hakim yang jujur dan bijaksana adalah tidak membuat keputusan sepihak dari laporan sepihak, artinya ia wajib dan harus mendatangkan dua orang yang bersengketa baru memutuskan tentang hukum yang sebenarnya/seharusnya/sebaiknya berlaku bagi keduanya.
      Artinya, di sini yang melapor di sini cuma anti otomatis ana akan terbawa dengan berita-berita yang anti bawa dalam membuat keputusan. Untuk yang ini ana menghindar karena ana ngga bisa melangkah jauh sebab itu akan keluar dari rel karena yang datang ke ana cuma 1 pihak pengadu. .
      Oleh karena itu dari awal ana menuntut adanya hakam dalam menengahi atau melakukan mediasi antara kalian ber-2.
      Karena begini, sebelum membuat keputusan yang adil dan bijak, ana harus tanya suami anti juga kenapa dia sampai berbuat begitu ke anti. Khan bisa saja ada sesuatu dari anti yang tidak ia suka sehingga ia jadi seperti itu. Mungkin saja di depan ana ia akan bercerita ttng jeleknya anti, dll. Intinya kebanyakan orang yang bersengketa hanya bisa saling melihat kesalahan orang lain tanpa mau koreksi diri. Atau bisa juga dari faktor luar. Intinya informasi yang masuk ke ana harus seimbang dulu baru mengeluarkan keputusan. Kalau ngga ana ngga bisa jawab.

      2. Ana ngga mau memenangkan salah satu dari kalian ber-2 (cerai). Kalian berdua harus sama-sama menang (rujuk), sebab kalau ana menangkan salah satunya, terutama anti karena melapor ke sini maka akan ada pihak ketiga yang dirugikan. Karena bersama kalian itu ada anak-anak kalian. Mereka punya hak atas kalian, sandang, pangan, papan, pendidikan, kasih sayang, dll. Kalau kalian berpisah maka bagaimana dengan tumbuh kembang anak-anak kalian. Lain cerita kalau anak-anak kalian sudah dewasa dan bisa mencari penghasilan sendiri, kalau mau cerai ya silahkan saja sepanjang itu tidak merugikan kalian berdua dan orang lain.
      3. Kalau yang anti tanya ingin berpisah dari dari suami dengan alasan tidak suka dari agama suami, maka jawaban ana. Sejauh ini dalam sejarah, para sahabiyat Nabi hanya minta cerai kalau suami mereka murtad/keluar agama. Kalau karena kelakuan minus, maka yang ana tahu mereka biasanya tidak jadi cerai karena apa-apa yang dianggap sebagai biang kerok penyebab perceraian diperbaiki bersama, kecuali karena faktor lain.
      Nabi saja dalam satu kasus pernah hampir menceraikan Aisyah tapi tidak jadi. Dan dalam kasus yang berbeda juga hampir menceraikan Aisyah dan Hafshah karena suatu kasus juga tapi tidak jadi. Mereka lebih memilih mempertahankan rumah tangga mereka.
      Kalau masalahnya hanya karena jarang shalat maka hendaknya di nasihati. Dan yang berhak menasihatinya adalah orang yang paling ia hormati/yang ia dengarkan omongannya, bukan anti, karena sepertinya ia tidak hormat kepada anti ((berdasarkan status laporan anti)). Maka silahkan anti mengadu ke orang ini, siapa yang paling ia dengarkan omongannya.
      Insya Allah hatinya akan terbuka untuk melaksanakan shalat. Nah kalau bicara kelakuaannya, katakanlah yang minus tidak sesuai dengan standar yang anti mau, maka saran ana anti juga sebaiknya memperbaiki diri anti dulu jangan terlalu menuntut suami anti agar sempurna di mata anti, karena boleh jadi juga sebaliknya ia memandang anti itu minus di matanya lalu ia ingin anti itu perfect namun ia sendiri enggan memperbaiki dirinya.
      Oleh karena itu siapa tahu ia akan respek ke anti dan luluh hatinya untuk memperbaiki dirinya karena meliahat anti yang memperbaiki diri terlebih dahulu, sebab sudah banyak terjadi hal seperti ini, yaitu menasihati dengan perbuatan bukan dengan ucapan.
      Karena di zaman sekarang semua orang hampir sudah tahu mana yang buruk dan mana yang baik bagi mereka hanya saja mereka sulit mempraktikkannya oleh karena itu mereka butuh teladan bukan omong kosong.
      4. Banyaklah berdoa dan berharap kepada Allah dengan penuh kesabaran, karena hanya dialah yang bisa merubah manusia. Berdoalah kepada Allah agar suami anti menjadi suami yang shalih dan berdoalah kepada Allah agar anti bisa menjadi istri yang shalihah dan berdoalah kepada Allah agar kalian berdua bisa menjadi orang tua yang shalih dan shaliha bagi anak-anak kalian. Jangan gampang menyerah. Insya Allah semua kesabaran anti itu agar diganjar oleh Allah, tidak akan ada yang sia-sia.

      Terakhir ada satu perempuan yang bisa anti jadikan teladan, yaitu Asyiah, istri Firaun, ia tidak pernah mintai cerai karena kelakuan bejat suaminya. Bahkan ia dipuji karena kesabarannya hidup bersama Firaun sampai pada masa ia diajak Musa untuk meninggalkan Mesir dan Firaun. Semoga anti bisa seperti ia.

      1. kalau sudah perempuan, mulutmu beraroma wangi @admin, seperti ustadz paling top dimuka bumi ini, seolah sudah paling benar…hehehehe…

        @pencari al haq jangan mau percaya perkataan ustadz predator, belajar saja gak jelas dia dimana?, jangan jangan copy paste saja dari web muslim dll,, (gak capek ngetik segitu banyak gan!) hahahahah..,

        coba anti camkan slogannya “YANG BENAR BELUM TENTU BENAR, DAN YANG SALAH BELUM TENTU SALAH” jadi bisa benar bisa salah,, waspadalah, sekarang banyak ustadz ngawur!!,, hahahahaha….

        hati2 anti, jangan2 anti sudat curhat dengan bala tentara iblis,, hiihhihihih…

  7. melamar jadi dai belum berani, karena ada kelainan kejiwaan….malah jadi pegawai KUA.

    1. oh ya… :mrgreen:
      Jadi ente ingin bilang otak ente cuma segini isinya. 😛 :mrgreen: . Ane pikir apa?

      Entah apa jadinya agama ini kalau Nabi tidak mau melayani orang susah yang bertanya, Umar saja dalam keadaan main-main, iseng, usil di saat nabi lagi serius berdakwah/memberikan muhadharah kemudian ketika selesai nabi buka sesi tanya jawab lalu apa yang dilakukan Umar, ia malah bertanya dengan main2: siapa ayahku? (seaka tidak ada pertanyaan penting saja padahal semua orang sudah tau jawabannya) masih saja Nabi mau ladeni.

      Apalagi ini datang seorang yang sedang susah minta saran lalu apa jadinya agama ini kalo ia tidak ditanggapi. Untungnya Islam ngga dinilai dari isi otak orang2 seperti ente ini. Intinya jelas, ente datang ke sini hanya untuk menunjukkan isi otak ente yang NOL BESAR. hehehe :mrgreen:

      Ayo jangan berhenti. Mengacaulah yang banyak dan sesering mungkin karena dengan begitu kebodohan ente akan semakin terus terlihat, untung ente cuma pake akun coba pake nama asli bisa hancur kali kredebiltitas ente. 😛 :mrgreen:

      1. @admin: Great Point..(y)

        selingan, admin…
        mana lah yg lain, kok berhenti

      2. tau darimana Umar bertanya seperti itu dengan “NABI” Nabi siapa yaH???! tau dari mana??, harus dengan bukti gogon?? hehehehe….

        “Ayo jangan berhenti. Mengacaulah yang banyak dan sesering mungkin karena dengan begitu kebodohan ente akan semakin terus terlihat, untung ente cuma pake akun coba pake nama asli bisa hancur kali kredebiltitas ente.

        nah nama asli ente siapa?? ckckckckc….. apakah ente terlahir langsung diberi nama oleh ortu ente predator??!, hihihihih…..

      3. tau darimana Umar bertanya seperti itu dengan “NABI” Nabi siapa yaH???! tau dari mana??, harus dengan bukti gogon?? hehehehe….

        ciri orang bodoh karena ga belajar, apa2 semua ditanya!!! 😛
        wajar aja tong-nya kosong, sampah aja ga ada, saking kosongnya 😛
        :mrgreen:

  8. inikah jawaban seorang ustazd??, ustazd pantat ente, hahahaha…

    pakai dalil dooong.., pantatt, hahahahah…

    1. dengar ya, ana ngga bakal memoderasi komentar ente. Semua koment ente akan ana loloskan terus. Karena yang ana lihat ente ini sedang menumbuh mengembangkan karakter yang (maaf) bejat dalam diri ente. 😛

      seandainya (ini cuma seandainya ya… jgn kepedean ya 😛 ) ente jadi ustad di tngh masyarkat ente maka karakter ini aka terus semakin berkembang pesat. dan jadilah ente secara permanen memiliki karakter yang bejat ini tanpa ente sadari bahkan ente sudah tidak mampu lagi mengendalikannya.

      Dan saat ente ga bisa mengendalikan diri ente maka karakter ini akan keluar menampakkan dirinya yang sebenarnya di tengah masyarakat ente. hehehe.

      Jadilah mereka semua tau siapa sebenarnya ente. hehehe lucu :mrgreen:

      Seandainya di akhirat kita bertemu maka ana lah orang yang pertama kali menertawakan ente di sana :mrgreen:

      @ semua pembaca

      lucu ngga melihat ada orang yang terus menghancurkan nilai kemuliaannya sebagai manusia dengan kata-kata yang ia tanam sendiri. :mrgreen:

      #Dia yang mengasah pisau hingga tajam sambil melamunkan lawannya

      dia pula lah yang pertama kali melukai dirinya dengannya karena lamunannya# :mrgreen:

      #Dia yang bersusah payah menggali lubang untuk menjebak musuhnya

      Dia pulalah yang pertama kali terpeleset masuk ke dalamnya#

      Bodoh :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

      1. hahahaha….habis amunisi??

        “Seandainya di akhirat kita bertemu maka ana lah orang yang pertama kali menertawakan ente di sana”

        ente gak nyadar, emeng ente di surga??, jahanam kali tempat kembali ente,
        seburuk-buruk tempat kembali ente ya jahanam,,, hihihihiihi…..

        stop menyebar fitnah, jangan pakai nafsu tetapi ilmu gon, hehehe…

        @semua pembaca

        hati hati sama blog(orang)ini, orang ini memahami agamanya hanya dengan akal, tidak memiliki dalil yang kuat, bahkan lemah

        hahahaha… bodoh!!

      2. ente gak nyadar, emeng ente di surga??, jahanam kali tempat kembali ente,
        seburuk-buruk tempat kembali ente ya jahanam,,, hihihihiihi…..

        stop menyebar fitnah, jangan pakai nafsu tetapi ilmu gon, hehehe…

        Baik, mari kita menggunakan ilmu. Ane paling seneng meladeni orang jahil, karena apa yang ane jelasin dapat dibaca juga oleh semua orang jahil lainnya yang berkeliaran di blog ini. jadi ngga perlu repot2 menjelaskan ke banyak orang jahil. :mrgreen:

        Dengar ya, Ane ga pernah bilang ane di surga seperti yang ente sangkakan, ana cuma bilang “akhirat.” Jadi jangan berdusta dan mengarang cerita 😛 ! Kebodohan 1 sudah muncul dari ente. :mrgreen:

        kebodohan ke 2: ente artikan akhirat yang ana bilang sebagai surga sehingga beranggapan bahwa ana masuk surga, ini juga kebodohan yang sudah tak tertolong lagi 😛 , karena perkara masuk surga dan neraka adalah hak mutlak dari Allah, seseorang tidak bisa melakukan perkiraan berdasarkan amalnya! 🙂

        kebodohan 3: ente hanya mengartikan akhirat= surga. INi jelas kebodohan karena seperti yang ana katakan kemarin ya, ente itu ibarat tong kosong nyaring bunyinya, itulah perumpaan ilmu ente. 🙄

        Bener2 kosong dari ilmu dan ga tau apa2 seikitpun, yang ente tahu hanyalah memamerkan kebodohan dan kejahilan ente sambil berbangga diri dengan bertanya dengan dalih: mana dalilnya?. 😛

        dengar ya, Akhirat adalah destinasi manusia setelah kehidupan mereka di dunia ini. Akhirat bisa bermakna ganda: 1, surga seandainya si fulan ini memang ditakdirkan masuk surga dan juga bisa bermakna 2, neraka seandainya si fulan ditakdirkan masuk neraka. Itu semua tergantung konteks dimana ALlah menggambarkan keadaan hambanya.

        Jadi keliru kalo ente menganggap akhirat = surga saja, . Apa ilmunya atau apa dalilnya atas pendapat ini?
        Ini dia dalilnya.

        وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَى فِي خَرَابِهَا أُولَئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَنْ يَدْخُلُوهَا إِلَّا خَائِفِينَ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

        “dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalanghalangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.” (Al-Baqarah: 114)

        lihat orang kafir yang dicela dalam ayat ini Allah katakan di akhirat mereka mendapat siksa yang berat. Sekarang siapa yang ga pake ilmu, ana atau ente?

        Kalaulah ente meyakini bahwa ente ini benar, keyakinan ente ini benar dan ana yang salah maka tentu saja orang-orang kafir ini berada di surga, karena Allah menyebut mereka berada di akhirat.

        Coba Lihat, ajaran sesat dari mana yang sedang ente coba kembangkan? betapa bodohnya ente. :mrgreen:

        Dengar ya orang seperti ente ini ngga ada nilainya di mata ana. Cuma karena banyak orang jahil yang suka berkeliaran di sini maka ana bela-belain menanggapi ocehan/bacotan ente yang NOL BESAR ini agar dapat diambil faidah oleh mereka yang terbuka hatinya. Jadi jangan G-R ya, karena ente itu ngga dianggap di sini. 😛

        kebodhan ke 4: ente katakan ana masuk neraka jahannam. ya akhi ente ini mau jadi TUhan ya sehingga bisa tahu siapa saja yang masuk surga dan neraka, bahkan memperkirakan ana masuk neraka. Lihat, coba lihat makin ke sini ente malah makin jadi Thaghut khan, mau menyaingi ALlah dalam hak-hak Allah!

        Dari awal ana sudah bilang : Orang seperti ente ini makin bicara makin keliatan tololnya, makin bertingkah makin melampaui batas. Lalu apa yang ente dapatkan dari keisengan ini? 🙂 Surga kah? 😛

        :mrgreen:

        Ana mau tanya sama ente, menurut dengan ente pake nama samaran baru begitu apakah ente bisa selamat dari kebodohan berikutnya meski kebodohan ente atas akun ini dan itu terus ditelanjangi di sini. ente bisa saja mengelak sambil berlari dan masuk ke sini dengan nama lain lagi seakan2 ente ngga pernah jadi bodoh di sini tapi apa ente pikir itu bisa merubah ente menjadi alim? :mrgreen:

      3. %*&((((*^%$########*****&&^%^#@,

        sebenarnya ente pinter tapi bodoh,,,hahahaha…., jangan emosi gon!

        Dengar ya orang seperti ente ini ngga ada nilainya di mata saya. Cuma karena banyak orang jahil yang suka berkeliaran di sini maka ana bela-belain menanggapi ocehan/bacotan ente yang NOL BESAR ini agar dapat diambil faidah oleh mereka yang terbuka hatinya. Jadi jangan G-R ya, karena ente itu ngga dianggap di sini. hahahaha….

        Blog ente sdh terbukti, pinter tapi bodoh, hahahaha…

  9. @admin: salut sm sikap konsisten antum meloloskan setiap komen yg masuk sekotor apapun ucapannya. Tdk ana temukan di blog manapun. Maju terus min, toh kita tdk bisa maksa semua orang suka dan sependapat sama kita.

  10. @asli predator tuk pencari al haq

    Kamu masih punya Iman ga? Orang yang masih punya iman itu kata Nabi kalau tidak bisa bicara baik diam aja. Kamu itu udah jelas orang paling dungu di sini, kenapa sih jadi ga punya malu, tingkah kamu itu kayak binatang tau ga?

    @Admin.
    Ngapain sih antum meladeni orang dungu mirip binatang kayak gini, kayak ngga ada kerjaan aja? Luar biasa kesabaran Antum dalam meladeni orang gila seperti ini, salut ana.

    1. @Husen
      Mungkin aja dia lagi butuh perhatian dan kasih sayang di sini krn di rumah ato di lingkungannya dia ga mendapatkannya, makanya datang sambil ngamuk2 di sini dan menghina tanpa alasan yang jelas, biar diperhatiin gituh. :mrgreen: Soalnya banyak khan yang stress ngamuk2 di sini minta perhatian trus ana perhatiin dan mereka berhasil mendapatkan perhatian ana (Ini sebagai bukti bahwa ana sayang kepada para mukhaliffin atas dasar Iman: yarhamu bainahum). Makanya dia (MIrza) ngiri, dia juga pengen dapat kasih sayang yang sama seperti yang lain. 😛
      Sebab cuma itu yang bisa dia lakuin, kalo dia pengen ngajakin ana berhujjah pasti dia bawa dalil utk membantah, tapi apa iya, ia bisa… :mrgreen: soalnya ana ga liat ilmu dari setiap ucapannya kecuali sekedar penampakkan dari kebodohannya yang sangat ia sayangi dan tidak mau dibiarkan pergi dari dirinya. :mrgreen:

  11. @Ust Admin
    Ana memang awam dlm dkwah salaf, tapi ana kecewa sama antum krn mau menanggapi gonggongan anjing hitam yg tidak bisa apa2 selain menggonggong. Harusnya waktu antum dipk buat menulis lg bukan buat bermain dengan anjing dan gonggongannya. Maaf ya admin bila ana lancang sama antum.

    1. @ Angga
      maaf ya, akun asli predator tuk pencari al haq, biar bagaimanapun kebejatan tingkah yang dia lakukan, ia tetap manusia. Ia bukan anjing, lagian mana ada sih anjing bisa nulis di blog begini? :mrgreen:

    2. @angga:Beh beh, anda sudah berlebihan sekali. Sabar donk. Fir’aun yg manusia paling jahat sepanjang zaman aja sama Alloh nabi musa alaihis salam masih disuruh ajak ngomong baek2. Si mirza kan kejahatannya masih sebatas kejahatan verbal jd Slow aja ye, jangan dimasukin ke dlm ati. Hehee

    3. hahaha, ini lagi dari planet mane ente, sama dungunya dengan bos ente, jilat tuh pantat adminnya, hahahaha…

  12. kalo diperhatiin ada beberapa akun yg punya gaya bahasa yg sama kayak si mirza. Hihihi, dasamuka walaupun ganti2 wajah ttp aja yg keluar ucapan nista. Asal bukan si abu gosok aja balik lagi. Beh beh, ngenes liat nasib tu orang. *pensive*
    Oke, setia nunggu New release. barokallahu fiik.

    1. @NL
      orang dengan berbagai akun seperti mirza atau apapun itu memang dari awal sengaja saya ladenin… ya saya angkat tinggi2 (dibuat ngelunjak) dulu setelah tinggi baru saya jatuhkan kembali hehehe,, liat aja nasib saja sekarang… dia sangat tersiksa sekali 😛 karena ga saya tanggapin. :mrgreen:
      bahkan makin ke sini makin sesat khan? liat udah berani ngancam ke neraka segala, ya inilah orang sesat beramal dengan amalan thaghut tapi ngga nyadar. Ya jadilah orang ini sesat sejauh2nya. kasian ngeliatnya. :mrgreen:

      1. gue cap elo pinter tapi bodoh,,, dibaca kembali komen gue dari awal, emang gue bilang akhirat hanya surga aja yaa??

        “ente gak nyadar, emeng ente di surga??, jahanam kali tempat kembali ente,
        seburuk-buruk tempat kembali ente ya jahanam,,,

        berarti ane bilang ada surga dan ada jahanam kan,,hihihihiihi…..”

        ini komen ente
        “Dengar ya, Ane ga pernah bilang ane di surga seperti yang ente sangkakan, ana cuma bilang “akhirat.” Jadi jangan berdusta dan mengarang cerita 😛 ! Kebodohan 1 sudah muncul dari ente. :mrgreen:

        lalu… jika bukan di surga atau neraka, lantas ente di akhirat ngapain, tertawa doang?? hahahaha….

        kebodohan ke 2: ente artikan akhirat yang ana bilang sebagai surga sehingga beranggapan bahwa ana masuk surga, ini juga kebodohan yang sudah tak tertolong lagi 😛 , karena perkara masuk surga dan neraka adalah hak mutlak dari Allah, seseorang tidak bisa melakukan perkiraan berdasarkan amalnya! 🙂

        nahh.. ini ente pinter (jangan gr dulu)

        kebodohan 3: ente hanya mengartikan akhirat= surga. INi jelas kebodohan karena seperti yang ana katakan kemarin ya, ente itu ibarat tong kosong nyaring bunyinya, itulah perumpaan ilmu ente.”

        kita ini sama saja, emang ente bukan tong kosong??(jangan terlalu pd) hahahaha….

        disimak lagi yaa.. ketahuan ente nanggapin komen ane hanya pake nafsu.. hal=hahahah… ahlul ahwa,

        berarti kan ente ya bodoh, hihihihih….

      2. @mirza/anak panah atau apalah
        hah, cuman segini? 😛 yang banyak lagi dong komentnya, malu ya kedunguannya dipamerin di sini. Ngga usah malu lagee. Mana ada sih orang dungu punya malu… :mrgreen:

        Ditunggu lagi yah koment-komentnya. :mrgreen: kita-kita di sini senang loh liat show-nya orang dungu yg ga punya malu :mrgreen:

        kapan lagi coba bisa nonton parodi komedi orang dungu gratisan kayak gini? :mrgreen:

  13. hahahaha…. komplotan ahlul hawa…, jika kalian masih percaya tulisan si predator, maka tempat kembali kalian adalah jahanam… hahahaha…., tidak terkecuali

      1. inilah yang menyedihkan dari kalian, @admin nya ini pinter tapi bodoh, maksudnya pinter dalam hal ilmu (jangan gede rasa dulu), tapi bodoh karena sdh buat blog khurafat bahlul ini , hahahahaha…

        dan… buat lu yg membela @admin, kalian juga pinter tapi bodoh, pinter internetan, pinter mengaji, pinter berkhayal, mungkin sekarang pinter nyebar fitnah juga??! hahahaha…. akan tetapi bodoh karena selalu ngikutin blog ini, blog khurafat bahlul, hihihi…,

      2. @mirza/anak panah atau apalah
        hah, cuman segini? 😛 yang banyak lagi dong komentnya, malu ya kedunguannya dipamerin di sini. Ngga usah malu lagee. Mana ada sih orang dungu punya malu… :mrgreen:

        Ditunggu lagi yah koment-komentnya. :mrgreen: kita-kita di sini senang loh liat show-nya orang dungu yg ga punya malu :mrgreen:

        kapan lagi coba bisa nonton parodi komedi orang dungu gratisan kayak gini? :mrgreen:

  14. kasian…orang punya otak dan mulut apresiasinya mencela sesama…sibukkan diri-diri kalian dengan amal kebaikan. si pencela nanti tanggung jawab di depan Alloh di akhirat..gtu aja kok repot!!!

    @admin
    Baarokalloohufiikum

  15. @ mirza, anak panah dan koloninya
    yg bodoh yg gk ngikut dalil..jd ngikutnya hawa nafsu. coba kalian brkata baik kl gk bs diam aja jgn NGOMONG!! GK BOSEN APA NAMBAH DOSA..NIRU2 TINGKAH IBLIS aja menghalangi dari BAYYINAT. BAYYINAT sdh jelas,masa kalian gk bs bedain mana dari TEMAN-TEMAN KALIAN yg sengaja tutup kuping dari penjelasan dan pada suka mencela ngikut hawa nafsu tanpa mau cros cek berita.

  16. Akhirnya Dzul bertekuk letuk dikaki Luqman!
    Terbukti omongan syaikh Al-Malanji kalo Dzul seorang La’ab & Mutalawwin.. sehingga temen2nya kayak Abdul Barr & Abdul Mu’thi di tinggalkannya.. oh tidakkk!!!!

    #sad ending :mode on

  17. بسم الله الرحمن الرحيم
    Tinggalkan Prof.Dr.Robi’ Al-Madkholiy

    Tanya: Bolehkah mengoleksi kitab-kitab syaikh Robi’?.

    Jawab: Untuk apa?!.

    Kita membeli kitab-kitab tujuannya untuk kita pelajari lalu kita amalkan.

    Untuk apa kita membeli atau membaca kitab-kitabnya?!.

    Untuk apa capek-capek membaca kitabnya?!.

    Cukuplah pemikiran Prof.DR.Robi’ Al-Madkoliy itu sebagai alasan bagi kita untuk meninggalkannya, karena walaupun tanpa beramal yang penting mengucapkan syahadat itu cukup sebagai mu’min, ini pemikiran aneh dan nyeleneh.

    Kita mengoleksi, membaca, mengkaji kitab-kitab dengan tujuan untuk mengamalkannya, sebagaimana telah diketahui oleh siapa saja yang pernah mempelajari kitab “Ushul Tsalatsah” karya Al-Imam An Najdiy, yang beliau berdalil dengan perkataan Alloh Ta’ala:

    والعصر، إن الإنسان لفي الخسر….

    “Demi waktu, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian…..

    Pada kelanjutan ayat tersebut, Alloh sebutkan tentang iman dan amal sholih, dan permasalahan tentang iman ini telah diketahui oleh orang yang pernah mempelajari aqidah Ahlissunnah wal Jama’ah, sekalipun dia masih pemula, dia sudah tahu bahwa seorang yang mengaku sebagai mu’min tidak boleh tidak, harus baginya beramal sholeh, siapa yang tidak beramal sholih maka sungguh dia
    benar-benar dia telah merugi.

    Pemikiran Prof.DR.Robi’ Al-Madkholiy itu mirip dengan pemikiran Ubaid Al-Jabiriy yang berkaitan dengan komentarnya terhadap Jama’ah Tabligh, walaupun mereka kelompok bid’ah namun tetap memiliki iman sempurna, dan Alhamdulillah Syaikhuna Abu Hatim Yusuf Al-Jazairiy ‘Afallohu ‘anhu telah membantahnya sebagaimana dalam kitabnya “Al-Hujajul Kasyifah ‘an Fitnati Al-Jabiriy wa Dholalatihi Az-Zaifah”.

    Walhamdulillah.

    Disampaikan oleh: Abu Ahmad Muhammad Al-Limboriy pada 17 Syawwal 1435 Di Darul Hadits Baihan Sana’a.

    Ini baru seruuuuuuuuuuu ya akhi

  18. Bismillah… Tidak tertarik dengan tahzir mubtadi terhadap syekh Al Imam…Sungguh, harusnya mereka harus mengakui akan kejelian Syekh Yahya dalam melihat penyimpangan seseorang…Entah siapa lagi yang akan terbongkar kedoknya…dan mudah2n saja mereka semua mau mengakui kesalahan mereka sebelum Allah bongkar kesalahan2 mereka…

    1. semoga mereka sadar dan bertaubat,bukti kejelian syaikh yahya-semoga Alloh menjaganya-,.purwito tobato lee…nek sik ndue urat isin

  19. hahaha terbongkar kesesatan mereka :
    Inilah bukti kerusakan akal pada LUQMANIYYUN (pengikut Luqman Baabduh):

    1. Dahulu ketika kita terangkan penyimpangan Al-‘Adaniy, Al-Wushobiy dan Al-Imam dengan bukti-bukti, mereka gembor-gembor untuk menjauh dari fitnah. Sekarang…? Mereka gembor-gembor untuk menolong yang haq dalam suatu fitnah. Mengapa baru sekarang?! Ya, karena sekarang datangnya dari arah Syaikh Robi’…!

    2. Dahulu mereka puja kitab AL-IBANAH sebagai kitab manhaj yang bagus. Dikaji beramai-ramai oleh para asatidz (ustadz-ustadz) mereka. Kita terangkan sekitar 45 poin penyelisihan dari manhaj salaf padanya, mereka tidak mau terima. Baru setelah Syaikh Robi’ instruksikan untuk tinggalkan kitab itu, mereka mundur diam-diam tanpa ada usaha menerangkan penyimpangan kitab tersebut. Yah, karena memang mereka tidak paham manhaj salaf, yang penting ikut fatwa Syaikh Robi’…!

    3. Dulu ketika Al-Imam gembor-gembor kalau Rofidhoh tidak kafir di saat kami berjuang melawan Rofidhoh, mereka diam seribu bahasa. Sekarang baru mereka katakan bahwa pernyataan Al-Imam itu batil. Mengapa? Karena datangnya dari arah Syaikh Robi’…!

    4. Dahulu, ketika Ahlu Dammaj (ikhwah yang di Dammaj) melakukan hijrah, mereka mencibir dan menghina. Sekarang mereka menyatakan bahwa seharusnya Al-Imam keluar saja dari daerahnya kalau khawatir dengan keselamatan dirinya. Berarti apa yang Syaikhuna Yahya putuskan dahulu itu haq. Mengapa kalian mencibir…?!

    5. Sekarang Muhammad bin Abdulwahab Al-Wushobiy yang dulu mereka junjung-junjung ketika membela Al-Imam dengan kaidah yang dahulu mereka gembor-gemborkan untuk membantah kita, akankah mereka sadar bahwa mereka itu di atas hawa nafsu dan penyimpangan?!

    (فلما زاغوا أزاغ الله قلوبهم)

    “Ketika mereka terus menyimpang dari al haq padahal telah mengetahuinya, maka Alloh palingkan hati mereka dari menerima hidayah (petunjuk), sebagai hukuman atas penyimpangan yang mereka inginkan sendiri.” (QS. Ash Shof: 5)

    Masih banyak lagi kerancuan-kerancuan mereka dalam menghukumi perkara yang semua itu kembalinya kepada perkataan Ibnul Qoyyim rohimahulloh di atas…

    Apakah suatu kebenaran, jika berasal dari Syaikh Yahya dan tidak diterangkan atau disetujui Syaikh Robi lantas menjadi kebatilan, sehingga kalian tidak mau menerimanya?!

    Apakah suatu kebatilan, jika didiamkan oleh Syaikh Robi’ lantas akan menjadi kebenaran, sehingga kalian tetap mempertahankannya?!

    TIDAK…! YANG HAQ TETAPLAH HAQ DAN BATIL TETAPLAH BATIL…!

    Alhamdulillah atas hidayah-Nya kepada kita, sehingga bisa mengetahui al-haq itu haq dan yang batil itu batil…

    Ditulis oleh: Abu Zakaria Irham bin Ahmad Al-Jawy -waffaqohulloh-

    1. alhamdulillah,…semoga saudara saudara kita kaum muslimin bertaubat dan kembali kejalan yg benar

  20. Sy hanya bisa berdoa, semoga allah memberikan kebaikan kepada kaum muslimin seluruh. Dan menyatukan barisan salafiyyin di Indonesia dan di seluruh permukaan bumi seluruhx

Comments are now closed.