Kemana Mereka Semua di Saat Syaikh Rabi Ditikam? Menguji Kesetiaan Lukman Ba’abduh dan Firqahnya Terhadap Syaikh Rabi bin Hadi Al-Madkhali

Sungguh mengherankan hingga hari ini, detik ini belum ada juga bantahan yang keluar dari Lukman Ba’abduh dan Firqahnya terhadap tudingan Firanda kepada Syaikh Rabi bahwa beliau bermanhaj khawarij.

Pembiaran semacam ini tentu menjadi tanda tanya besar bagi kita semua, sebenarnya Lukman Ba’abduh dan firqahnya ini benar-benar pendukung/pengikut Syaikh Rabi atau bukan? Atau jangan-jangan hanya menjadikan beliau tameng saja untuk menutupi kebobrokan manhaj mereka selama ini sehingga mereka selalu aman dari tahziran para ulama besar.

Dan ketika tameng tersebut mulai rusak olehnya banyaknya serangan maka mereka mulai mencari akal agar mendapatkan tameng baru. Maka jangan heran bila di blog www.tukpencarialhaq.com mulai bermunculanlah “Syaikh-Syaikh Baru” seperi Badr bin Muhammad Badr, dll atau dalam bahasa Lukman untuk menghina Mustafid Dammaj yang berkunjung ke Indonesia dengan gelaran: “Syaikh jadi-jadian”.

Yang intinya mereka semua akan dijadikan “ban serep” ketika “ban utama” yang selama ini mereka gunakan dapat menjadi kempes sewaktu-waktu.

Coba renungkan, antara “manhaj mutasyaddid” dan “bermanhaj khawarij” yang dituduhkan Firanda kepada Syaikh Rabi mana yang lebih berat timbangannya?

Firanda berkata dalam AADRR (bag 4):

Kedua : Syaikh Rabî’ tentu sepakat bahwasanya untuk para pelaku maksiat, maka berlaku pembagian cinta dan benci –sebagaimana telah lalu-, karena jika tidak sepakat maka akan terjerumus kepada manhaj khawarij yang membenci pelaku dosa besar secara total.

Sayangnya oleh Lukman Ba’abduh dari episode pertama hingga episode keenam bantahannya dan juga antek-anteknya semisal Abu Muawiyah Askari dan Ruwaifi bin Sulaimi dalam bantahan kepada Firanda, sekalipun ia tidak membantah bahkan menyentil sedikitpun tudingan Firanda ini, malah sibuk membantah apa-apa yang juga sudah dibantah oleh orang lain mengenai serangan balik orang-orang yang Pro Sayyid Quthb (meski tidak semua karena adanya yang hanya ingin memisahkan antara yang haq dan yang batil dari tudingan gelap tersebut) atas penafsiran Syaikh Rabi terhadap kalam Sayyid Quthb mengenai masyarakat Jahiliyah menjadi masyarakat kafir.

Padahal lubang yang dibuat Firanda terhadap Syaikh Rabi sangatlah besar, yaitu gelaran “khawarij.” Yang mana di Saudi Arabia sana orang-orang yang berpaham khawarij kediaman mereka hanyalah di penjara. Apalagi kalau kita mendudukan khawarij dalam timbangan manhaj tentu lebih parah dari dipenjara.

Apapun itu, tentu saja ini adalah tuduhan yang tidak baik kepada Syaikh Rabi bila tidak diclearkan dengan baik dan dengan sesegera mungkin oleh para pendukungnya.

Entah apa yang dipikirkan oleh Lukman Ba’abduh dan Firqahnya tersebut, gelaran “mutasyaddid” dari Firanda atas Syaikh Rabi begitu cepat mereka patahkan dengan bantahan demi bantahan namun gelaran “khawarij” atas Syaikh Rabi mereka biarakan begitu saja? Sungguh firqah yang aneh?

Mereka ini ibarat orang yang berada dalam rumah yang terbakar. Semua orang mencari air untuk memandamkan sumber api terbesar namun mereka hanya mencari api yang kecil lalu meniup-niupnya agar padam. Hanya karena merasa sama-sama dianggap memadamkan apinya. Lantas apa jadinya kalau api tersebut tidak padam dan membakar mereka sendiri?

Coba lihat, ketika Syaikh Rabi ditikam seperti ini mereka malah mendiamkannya. Apakah memang karena demikianlah kenyataannya (Syaikh Rabi memang tertangkap basah bemanhaj khawarij seperti hasil deteksi dari Firanda) atau karena tidak mampu untuk membantahnya saja sehingga melarikan bantahan ke pengkafiran masyarakat Jahiliyah oleh Sayyid Quthb semata? Atau dalam bahasa Firanda Andirja:

Akan tetapi ternyata belum nyambung juga dengan kritikan saya terhadap Syaikh Robi’ yang membawa (1) pemikiran khowarij (karena beliau berpendapat seorang mubtadi’ muslim harus dibenci total 100 persen) dan (2) Syaikh Robi berdusta atas salaf (karena mengatakan para salaf menghajr tanpa melihat maslahat)

Ini jelas sangat “memalukan” untuk ukuran firqah Lukmaniyah yang “berilmu tinggi setinggi pohon yang lemah akarnya” bila terus membiarkan hal ini terjadi.

Selain Firqah Lukmaniyah ini terdapat juga dai yang cukup berpengaruh yang begitu royal dengan belanja titel: dari murid “Syaikh Muqbil”, “Syaikh Rabi”, “Syaikh Ubaid”, dll hingga “Syaikh Shaleh Fauzan”, yaitu Dzulqarnain.

Dalam laman websitenya, ia sudah berjanji akan membantah tuduhan Firanda ini. Tinggal kita lihat kedalaman pemahaman dan bantahannya selain dari tutur kata yang berisi “hinaan” dan caci maki kepada Firanda. Karena tidak ada yang kami lihat dari bantahannya kepada Firanda sejauh ini selain hanya cibiran mengenai akhlak Firanda semata.

Tidak ada Jarh Mufassar sama sekali yang dapat kita jumpai dari bantahannya kepada Firanda. Mungkin saja karena itu baru pengantar darinya. Tapi semoga saja bantahan berikutnya tidak membuat kita semua kecewa dan menangis sedih karena gagal membuktikan ucapannya sebagaimana dulu kala saat ia berjanji akan meladeni Firanda namun malah mengundurkan diri dan mencabut tulisannya. Dzulqarnain berkata:

Berangkat dari seluruh hal itu, Saya tidak akan mendiamkan pemikiran-pemikiran Ustadz Firanda yang membahayakan umat dan manhaj Salaf.

Insya Allah, Saya akan menjelaskan kenistaan pemikirannya dalam sejumlah tema pembahasan:

1. Dosa Firanda terhadap Ilmu dan Ulama

2. Membela Prinsip Ahlus Sunnah Seputar Pembahasan Iman

3. Penyimpangan Firanda Seputar Manhaj Muwâzanah

4. Mengupas Pemikiran Firanda Seputar Hajr, Tahdzir, dan Menyikapi Kesalahan

5. Firanda dan Pembelaan terhadap Ihyâ` At-Turâts

6. Memeriksa Orang-Orang Bermasalah yang Dibela oleh Firanda

7. Tuduhan Haddadiyah terhadap Orang yang Mengkritik dengan Haq

8. Harga Kedustaan di sisi Firanda

9. Mengharuskan Pendapat yang Tidak Diucapkan oleh Pengkritiknya

10. Firanda dan Menimbang dengan Dua Timbangan

Lepas dari itu, kami sendiri dalam tulisan sebelumnya pernah mempertanyakan apakah Syaikh Rabi akan bernasib sama dengan Syaikh Yahya?

Seandainya apa yang dikatakan oleh Firanda ini memang benar adanya dan dijadikan bahan kajian oleh Haiah Kibaril Ulama dan Lajnah Daimah Lil Ifta khususnya, mengingat Syaikh Rabi termasuk dai yang cukup berpengaruh yang ucapannya sering diambil oleh penuntut ilmu sehingga mengakibatkan keluarnya vonis dari mereka bahwa Syaikh Rabi adalah bermanhaj khawarij, terlebih Firanda memiliki bukti tulisan Syaikh Rabi yang ia jadikan landasan untuk menuduh Syaikh Rabi bermanhaj khawarij maka apakah mereka semua akan tetap setia dengan Syaikh Rabi…?

Atau akan meninggalkannya sebagaimana mereka meninggalkan Syaikh Yahya dan lalu mengeluarkan bantahan dan hinaan kepada Syaikh Rabi sebagaimana yang mereka lakukan kepada orang-orang yang sebelumnya?

Kita lihat saja nanti bagaimana keadaan firqah Lukmaniyah ini…

Untuk catatan saja: Awalnya sebelum Lajnah Da`imah mengeluarkan vonis kemurjiahan Syaikh Ali Hasan Al-Halabi atas kitabnya maka yang terjadi di awal-awalnya adalah seperti yang Anda lihat dari Firanda dan Lukman ini, terdapat oknum-oknum gelap di sana yang senang mengadu domba dan menyalakan api fitnah. Lalu melaporkan kepada Lajnah Daiman mengenai kitab “Ath-Tahdzir min fitnah at-takfir” dan “Shaihatu nadziir” yang ditulis oleh Syaikh Ali yang mana kitab ini sudah mendapat lampu hijau dari para ulama termasuk Syaikh Rabi di dalamnya.

Syaikh Rabi pun yang dulunya memiliki hubungan dekat dan pro Syaikh Ali Hasan Al-Halabi ketika menghadapi fatwa Lajnah Da`imah ini akhirnya lebih memilih mengundurkan diri dan bermusuhan dengan Syaikh Ali daripada ia harus bermusuhan dengan Lajnah Da`imah. Mengorbankan satu orang lebih daripada mengorbankan banyak orang.

Inilah yang membuat Syaikh Ali “kecewa berat” kepada Syaikh Rabi dan mengerahkan massa yang banyak di webnya http://www.kulalsalafiyeen.com untuk melakukan counter attack atas Syaikh Rabi dan para pendukungnya.

Semoga apa yang saya tulis ini bisa dijadikan renungan oleh banyak pihak. Amin.

Wallahu a’lam.

22 thoughts on “Kemana Mereka Semua di Saat Syaikh Rabi Ditikam? Menguji Kesetiaan Lukman Ba’abduh dan Firqahnya Terhadap Syaikh Rabi bin Hadi Al-Madkhali”

  1. dan salah satu sikap pengecut adalah tidak memberitahu namanya dan hanya bisa bicara walaupun itu dirasa al haq.

  2. Memang indah ya ust manhaj salaf ini,sebab sekecil apa pun penyimpangan di dalam aqidah & manhaj akan diketahui umum. Sehingga tinggallah kejernihan manhaj yang haq ini allahuakbar

    1. Ini dia salah satu sisi hikmah dibalik setiap perselisihan yang terjadi.
      kebanyakan orang awam memang selalu menganggap berselisih itu jelek, padahal tanpa ada perselisihan takan ada “furqan bainal haq wa batil” (pembeda antara yang benar dan salah)

  3. Bismillah, Wah bahaya nih blog, jangan2 ente penyusupnya bro? yag mengadu 2 sisi… Bahaya nih, ngomporin kiri kanan, dengan sok ilmiah, jangan2 s###h ente bro….

    1. Anda harus paham apa itu kritik. Tanpa ada kritik mengkritik maka agama ini akan seperti agama ahlul kitab. Saat ada yang mulai menyimpang didiamkan. lalu lama kelamaan dianggap biasa, maka jadilah apa yang biasa itu dianggap sebagai agama.
      Ya seperti Anda ini, bersikap diam terhadap kesalahan dan kekeliruan yang lain, berpihak pada golongan tertentu dengan mendiamkan yang haq dianggap sesuatu yang baik dan bagian dari agama Anda. Tapi maaf tidak bagi kami. Kalau Anda tidak senang blog ini silahkan tinggalkan saja. Urusan orang mukmin itu mudah, gitu kata Syaikh Rabi.
      Ilmiah, sok ilmiah, atau apapun itu kami sudah tak terpengaruh dengan itu. Silahkan bawakan kritik Anda di sini jika Anda ingin memperbaiki. Hujatan hanya akan menambah kebodohanan, tapi dengan Anda mengkritik kami maka pintu pengetahuan baru akan terbuka.
      Terakhir bedakan Antara hujatan dan kritik. Sebab yang Anda lakukan hanyalah menghujat.Wallahu a’lam.

      1. Hehe, hebat ente bro, kritik harus didudukkan pula secara hikmah, ya gak bro? Timbangan maslahat dan manfaat yag di dapat… Emang umat dapat apa bro dari blog ente ini, kebingungan??????? Mungkin sebagian akan bilang, wah ini blog paling pertengahan, tidak pro sana sini?????? Semua pihak dikritik, berarti semuanya ngawur… Lama-lama kayaknya kesalahan 2 pihak ini banyak ya…… Lalu anda sodorkanlah tokoh anda, ini lho yg inshaf… Ini lho yg adil dst……. Lalu terjadilah apa yag terjadi…..

  4. Hehehe…. Bunglon akan berubah warna sesuai dengan tempat dimana dia singgah… Namun orang yang diberikan taufiq oleh Allah akan tetap tahu bahwa bunglon adalah bunglon… Silahkan tertawa bro, Bi Idznillah…. Akan terungkap siapa ente, lihat saja…. Sungguh banyak diantara manusia yang mengaku-ngaku/ berjubah salafi dengan sederet kata2 indah yang melenakan orang-orang awwam, sungguh banyak juga diantara manusia ini yang mempunyai niat berbeda-beda dalam belajar agama… Dan semuanya akan rontok di tengah jalan…. Jika Niatan itu tidak ditujukan semata-mata Ikhlas mengharap wajah Allah…
    Ya Allah hancurkanlah makar-makar musuh da’wah, sebagaimana engkau hancurkan musuh-musuh para rasul dan nabimu di masa lalu…

    1. Hehehe…. Bunglon akan berubah warna sesuai dengan tempat dimana dia singgah…

      betul sekali. 100 buat Antum! Selamat ya! Smiley

      Namun orang yang diberikan taufiq oleh Allah akan tetap tahu bahwa bunglon adalah bunglon… Silahkan tertawa bro, Bi Idznillah….

      Smiley

      Akan terungkap siapa ente, lihat saja….

      Oh takut… Smiley

      Sungguh banyak diantara manusia yang mengaku-ngaku/ berjubah salafi dengan sederet kata2 indah yang melenakan orang-orang awwam, sungguh banyak juga diantara manusia ini yang mempunyai niat berbeda-beda dalam belajar agama… Dan semuanya akan rontok di tengah jalan…. Jika Niatan itu tidak ditujukan semata-mata Ikhlas mengharap wajah Allah…
      Ya Allah hancurkanlah makar-makar musuh da’wah, sebagaimana engkau hancurkan musuh-musuh para rasul dan nabimu di masa lalu…

      Amin ya Rabbal Alamin. Mudah-mudah firqah ente rontok semua. Allahumma Amin.

      Smiley

      Dan semuanya akan rontok di tengah jalan…. Jika Niatan itu tidak ditujukan semata-mata Ikhlas mengharap wajah Allah…

      Apakah itu artinya juga, golongan sesat dari kalangan sufi, syiah yang masih bertahan hingga hari karena mereka semua ikhlas mengharap wajah Allah? Kalau memang demikian tolak ukurnya, berarti sufi, syiah, dll itu benar ya? Cuma nanya lho.

  5. @adminPTPAH,
    NAMPAK SEKALI TAK ADA KEIKHLASAN PADA ANTUM UNTUK MENYAMPAIKAN KEBENARAN,
    KALAU ITU MEMANG BENAR, PENUNTUT ILMU YG MENGHARAPKAN WAJAHNYA PASTI AKAN MENGIKUTI,

    ”’APAKAH ANTUM MASIH TAKUT CELAAN MANUSIA”’ JIKA ANTUM MENAMPAKAN JATIDIRI ANTUM?
    ANTUM TAKUT DICACI OLEH YG PRO ATAU YANG KONTRA DENGAN ANTUM, JIKA ANTUM MENYAMPAIKAN KEBENARAN?
    ATAU ADA MASLAHAT PRIBADI YG ANTUM INGINKAN DARI FITNAH INI? SEMOGA TIDAK

    USTADZ FIRANDA DAN
    USTADZ LUQMAN.BAABDUH
    ADALAH DA’I YG MEMPUNYAI BANYAK MANFAAT BAGI UMAT,KALAU MEREKA BERDUA TERJATUH DALAM KESALAHAN ADALAH HAL YANG WAJAR KARENA MEREKA MANUSIA,
    NAMUN,
    SAMPAIKANLAH NASEHAT DENGAN LEMBUT, MEREKA BERDUA ADALAH USTADZ
    TEMPATKAN LAH MEREKA BERDUA SESUAI KEDUDUKANNYA, DENGAN MENYEMATKAN NAMA”USTADZ”’DIDEPAN NAMA MEREKA BERDUA,SECARA TDK LANGSUNG ANTUM MENGAJARI KAMI PARA PENUNTUT ILMU UNTUK TDK MENGHORMATI MEREKA,PADAHAL DENGAN PERANTARAAN MEREKA KAMI MENDAPAT HIDAYAH
    JIKA ADAB ANTUM SANTUN DALAM MENYAMPAIKAN NASEHAT,
    ITU LEBIH NAMPAK KECINTAAN ANTUM DAN KASIH SAYANG ANTUM KEPADA MEREKA BERDUA,INGIN MEREKA BERDUA ISHLAH,, BAARAKALLAHU FIIKA.

  6. menurut ana dimasa fitnah ini, memang hrs ada blog semacam ini spy tdk ada yg merasa paling benar.
    adapun jika ada salah ya tinggal dikritik aja. gitu aja kok repot. dan knp perlu menyembunyikan identitas… krn identitas di dunia luar skrg angker. kl udah ketahuan si fulan lah yg berseberangan maka kbnykanya TAHDZIR lngsng keluar, shgg mengancam kenyamanan menikamati keindahan islam didunia ini.
    Sy tdk setuju dg pendapat masalah keihlasan krn ini perkara hati. Namun yg kita lihat si ust admin selalu mendudukkan perkara pada tempatnya sesuai pandangan manhaj salaf insya Alloh. Bukan dg pandangan syiah, sufi, khowarij dll dr ahlul bidah. hny saja dg memposisikan sbg penengah.
    trus, jujur nih. insya Alloh ttp bermanfaat untuk memperluas pengetahuan kita. kl ada yg kebingungan, ya tinggal tanya dung….

  7. Alhamdulillah..semoga ada faedah dan manfaat, akhirnya ada juga yang berani bersuara lantang dan semoga yang ada di blog ini hanya fakta kebenaran dan kenyataan. Dan bagi kebanyakan pengunjung disini adalah para fans tukpencari…dan damma…. makanya gag heran mereka mulai melakukan pembelaan dan serangan. Pesan saya bagi mereka : coba kalian lihat sendiri blog kebanggaan kalian, siapa adminnya ?? masih mending blog ini menampilkan berbagai pertanyaan dan komen yang masuk, lha..di blog kebanggaan kalian apakah ditampilkan dan dijawab dengan cerdas ?

    1. Siapapun kalian……wahai saudaraku ( yang muslim saja ) dalam masa fitnah ini banyak beribadah kepada alloh , beramal dg ilmu , bentengi diri dg ilmu berjln dg para ulama….karena memahami al’quran dan assunahhrus dg pemhman salafunasholih…..para ulama adalah pewaris mereka…..pada zaman fitnah ini yang terpenting adalah realisasi ilmu bukan banyk coment , pengamat atau hanya komentator saja…..
      Kalian pernah menyaksikan pertandingan bola…..? Tentu jawabnya…..siapa yang paling pandai dan pintar…..jawabnya ….penonton dan komentatornya…..nah , oleh karena itu jadilah pemain kau akan ttau susahnya bawa bola dan susahnya menghindar dari hadangan lawanmu dan kaupun akan sadar da,wah lebih susah dari itu…..ajarkan umat aqidah yg benar , fiqih, akhlaq dll…..terus berda,wah jg tersanjung dg yg memuji dn jgn terpukul dg yg mencela mengharap semua manusia ridho adalah gila…….

  8. diam disaat fitnah adalah keselamatan baginya. lari dan menjauh darinya adalah keamanan baginya, dan bersabar terhadapnya adalah taufiq dariNya. ittaqillaha haitsuma kunta.

  9. tadi ana sudah sampaikan beberapa kalimat, tapi gak ada respon alias gak bisa masuk. gak tau itu dipandang basi kali…ya maklum

Comments are closed.