tanda-tanya-770395

Update 1.1: Ada Apa Ini?

Pengantar 

Semua berawal dari jamaah pengajian agama yang dipimpin dan dibina oleh Bapak H. Jakfar Umar Thalib. Semakin lama tanpa terasa jamaah pengajiannya bertambah banyak, lalu muncullah ide dari mereka untuk mendirikan Pesantren (Ihyaus Sunnah) sebagai pusat keilmuan Islam dengan ia sendiri sebagai corongnya.

Menjadi seorang guru agama tidak serta merta membuatnya “aman” dari “cobaan” yang menerpanya di dunia ini. Dan jangan dikira pula hanya karena beliau guru agama maka beliau bisa kebal terhadap godaan.

Godaan yang paling berbahaya bagi ahli agama adalah “godaan ilmu.” Bilamana seseorang belum sanggup memikul suatu ilmu maka ia akan disesatkan oleh ilmu tersebut, dan itulah yang terjadi pada Bapak H. Jakfar Umar Thalib.

Dari sini murid-murid, pengikut-pengikutnya mulai meninggalkannya dan membentuk koloni tersendiri. Dan jadilah beliau mainan dan bulan-bulanan para eks muridnya dengan gelar Jamarto.

Diantara mereka terdapat dua orang berpengaruh yang disegani oleh eks murid-murid Bapak Jakfar Umar Thalib, yaitu:

Selain mereka terdapat pula murid-murid junior yang kerap kali tidak satu jalan dengan dua senior mereka ini. Mereka adalah Bapak Dzulqarnain, Jakfar Shalih, Hanan Bahanan, dll.

Dan dengan berpisahnya mereka dari Bapak  Jakfar Umar Thalib, bukan berarti mereka lolos dari “godaan” tadi. Godaan ilmu akan selalu memburu siapa saja yang menginginkan mereka sehingga dari sanalah akan nampak keilmuan atau kejahilan hingga kesesatan seorang dai.

Sekarang ini publik salafi begitu dihebohkan oleh bangkitnya hantu yang bernama (www.tukpencarialhaq.com) dari kuburnya yang sunyi senyap di atas nisan yang bertuliskan “Eks Lasykar Jihad.”

Seakan buta dan tuli dari peristiwa terdahulu yang menguburnya hidup-hidup, hantu ini kini bangkit dan berkeliaran ke sana kemari menggigit, memakan, mengunyah daging-daging kaum muslimin yang dianggapnya layak untuk dimakan.

Namun dibalik itu, di sana terdapat Boss Besar yang mengendalikan hantu ini dari belakang layar. Dan Boss tersebut adalah Bapak Lukman bin Muhammad Ba’abduh.

Sama halnya dengan Bapak Jakfar tadi, Bapak Lukman bin Muhammad Ba’abduh dan Umar As-Sewed pun jangan dikira karena telah terpisah dari Bapak jakfar sehingga menjadi amanlah mereka dari godaan, justru beliau-beliau ini mengalami hal yang sama dengan apa yang dialami oleh Pendahulunya, Jakfar.

Lagi-lagi eks murid-muridnya membentuk koloninya sendiri dan melakukan perlawanan terhadap keduanya hingga menjuluki keduanya dengan sebutan:

  • Siluman Badut
  • Umar Cerewet

Tentu saja ini adalah gelar hinaan bagi mereka dari para eks murid-muridnya. Hal ini terjadi tentu saja disebabkan karena beliau-beliau ini masih belum sanggup memikul ilmunya tersebut hingga merekapun pun disesatkan oleh ilmunya sendiri. Dan jadilah beliau, terutama Bapak Lukman bin Muhammad Ba’abduh seperti sekarang ini. “Sesat dan menyesatkan” tentunya bersama budaknya yang tercinta, yaitu hantu (www.tukpencarialhaq.com) yang dimainkan oleh seseorang yang bernama Purwito a.k.a. Abdul Ghafur Al-Malanji.

Semoga Allah mengembalikan mereka ke jalan yang benar. Amin.

Pembahasan

Hantu ini bernama tuk pencari alhaq. Dari namanya saja terlihat bahwa orang ini tidak paham mengenai akidah yang lurus.

Saya pribadi sebagai orang yang masih terus mencari Al-Haq merasa “najis” bilamana saya mencari Al-Haq di blog hantu ini, sebab Al-Haq datangnya dari Tuhan kita, Allah; bukan dari blog hantu seperti ini.

Allah berfirman:

الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ   

“Kebenaran itu datang dari Tuhanmu maka jangalah kamu termasuk orang yang ragu!” (Al-Baqarah: 147)

Kemudian blog hantu ini diberi embel-embel: “Blog Anti Teroris, Menyajikan Bukti dan Fakta Yang Nyata.”

Dari slogan ini nampak bahwa orang ini ingin “cuci tangan” dari hukum UU ITE bila terdapat pihak yang ingin menjeratnya karena adanya ketidaksukaan mereka dengan hantu ini (seperti pencemaran nama baik, dll), dengan cara mengesankan kepada publik bahwa mereka adalah pendukung pemerintah dan aparatnya dalam memerangi terorisme. Sehingga apapun yang mereka lakukan di dunia maya maka mereka takan tersentuh hukum karena mereka adalah pendukung Pemerintah dalam memerangi paham terorisme.

Apa yang mereka lakukan ini tentu saja sah-sah saja sebagai warga negara yang baik, namun dalam Islam perbuatan mereka ini tentu saja tidak dibenarkan. Karena dari konten blog hantu penguyah bangkai mayat ini kita bisa melihat mereka sendiri adalah berpaham teroris, sebab dalam blog ini yang kami lihat isinya hanyalah teror semata kepada pihak-pihak yang tidak mereka senangi.

Visi dan Misi blog hantu ini kami lihat lebih banyak berorientasi dalam permasalahan manhaj, sebuah permasalahan yang menurut kami sangat sangat sensitif dan berbahaya bila urusan ini dipegang oleh yang bukan ahlinya karena kalau sudah tidak lagi dipegang oleh ahlinya maka tunggulah “kiamat”nya tiba.

Dan apa yang kita takutkan akhirnya …. terjadi juga!

Target blog hantu ini adalah menggigit, menguyah, menelan daging tokoh agama tertentu, bukan menghantam pemikiran yang keliru sama sekali. Mencintai tokoh tertentu bukan mencintai dan mengikuti pemikiran yang shahih.

Artinya kalau ada dua ulama yang berpemikiran sama (A dan B) dan terjatuh dalam kesalahan, namun salah satunya (A) idola mereka dan yang satunya (B) bukan idola mereka maka mereka akan menghabisi yang bukan idola mereka (B) dan menutup mata dari pemikiran sesat ulama yang mereka ikuti/idolakan (A).

Begitupula bila ada dua orang ulama yang berpemikiran sama (C dan D) dan benar dalam pemikirannya, salah satunya idola mereka (C) dan satunya lagi bukan idola mereka (D) maka mereka akan membawa-bawa pemikiran ulama yang mereka senangi untuk diekspos ke publik dan membangga-banggakannya lalu menutup mata dari ulama yang tak sejalan dengan mereka (D), meskipun ulama tersebut memiliki pemikiran yang sama dengan ulama idola mereka (C).

Ini menunjukkan bahwa pada hakikatnya mereka ini bukan mengikuti kebenaran tapi mengikuti si fulan, dan ini adalah sesesat-sesatnya manhaj, karena merupakan manhaj warisan dari ahlul kitab (yahudi dan nashara) yang menyimpang.

Dan nyawa blog ini terletak pada “standar ganda”-nya, tanpa standar ganda maka blog ini tidak dapat hidup di dunia maya ini. Sungguh ironis memang, untuk hidup saja ia harus berhutang dan mengemis pada kesesatan standar ganda, sebuah manhaj dan akidah yang dipakai oleh kaum munafik di zaman Nabi.

Baik, tanpa berpanjang lebar lagi mari kita langsung saja masuk ke bantahannya.

Bantahan

1. Bantahan Terhadap Pihak Yang Alergi Tahdzir & Alergi Manhaj Serta Meragukan Keilmuan Asy-Syaikh Rabi’

Sebuah kesalahan fatal (bila tidak ingin disebut kebodohan) dilakukan di sini, dimana untuk membela syaikh Rabi bin Hadi Al-Madkhali dalam permasalahan manhaj mereka malah meminta rekomendasi atau bantuan dari muridnya yang tidak memiliki kapasitas dan kredibilitas di mata dunia.

Seandainya mereka ini mau bersikap “cerdas”, tentu mereka akan melayangkan pertanyaan ke lembaga agama yang paling otoritatif di Arab Saudi, yaitu Haiah Kibaril Ulama yang menjadi corong keilmuan para ulama sesungguhya, seperti yang mereka lakukan ketika menyerang Syaikh Ali Hasan Al-Halabi, bukan malah bertanya kepada muridnya yang bernama Abdullah bin Abdurrahim Al Bukhary yang hanya dikenal dan diakui dikalangan mereka sendiri.

Apakah mereka takut? Takut sewaktu-waktu Haiah mengeluarkan fatwa negatif mengenai Syaikh Rabi bin Hadi? Seandainya itu terjadi maka akan kemana lagi mereka berlabuh?

Dari sini saja kita dapat mengetahui kebodohan manhaj blog hantu ini, karena tidak memiliki ilmu apa-apa dalam metoda kemanhajan-nya bahkan cenderung menyelisihi firman Allah berikut ini:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Bertanyalah kepada Ahli Dzikri jika kamu tidak tahu” (An-Nahl: 43)

Apakah ditengah-tengah ulama yang berkumpul di Haiah, yang ahlu dzikri itu adalah Asy Syaikh Abdullah bin Abdurrahim Al Bukhary?

Bila kita mau jujur dengan apa yang terjadi di masa salaf, maka akan kita temukan bahwa ketika mereka bersama orang yang lebih mengetahui darinya maka mereka enggan menjawab pertanyaan penanya.

Seperti Imam Ahmad ketika ditanya suatu permasalahan, sementara Imam Syafi’i masih ada di sisinya maka beliau menyerahkan kepada Imam Syafi’i untuk menjawabnya. Dan begitulah manhaj para ulama sesungguhnya. Bukan manhaj abal-abal yang dirintis oleh blog hantu ini.

2. Dukungan Asy Syaikh Al Luhaidan Mendustakan Klaim Si Hizbi Khabits Firanda

Penyakit lama yang terjadi di era LJ berupa pembodohan terhadap masyaikh terulang kembali.

Beginilah kenyataan manhaj para pedagang di setiap zaman, ia selalu mengharapkan barang berkualitas dengan harga semurah-murahnya. Padahal kenyataan yang ada adalah: “Harga tak pernah bohong!”

Tak ada barang mahal berkualitas rendah, dan tak ada barang murahan berkualitas tinggi.

Syaikh Luhaidan adalah seorang mufti KSA yang tidak terlalu mengenal syaikh Yahya dan Dammaj.

Tentunya sebagai seorang manusia biasa beliau akan menghukumi sesuatu berdasarkan batas pengetahuannya, dalam hal ini adalah syaikh Rabi.

Beliau lebih mengenal syaikh Rabi dan kiprah dakwahnya dibandingkan syaikh Yahya, tentunya dalam hal ini pembelaan beliau cenderung ditujukan kepada syaikh Rabi. Dan ini logis dan rasional.

Tapi permasalahan ini sebenarnya tidak terletak di sini, blog hantu ini dengan fatwa syaikh Al-Luhaidan mengenai tahzir syaikh Rabi kepada syaikh Yahya ingin mengesankan bahwa kalau syaikh Rabi sudah mentahdzir maka beliau tidak mungkin salah.

Inilah dia inti masalahnya yang sebenarnya.

Lalu apakah benar tahzir syaikh Rabi kepada orang yang ditahdzirnya adalah selalu benar?

Ini yang perlu kita analisa kembali.

Masih teringat di memori kita bagaimana syaikh Rabi sendiri meralat tahzirnya kepada Bapak Lukman bin Muhammad Ba’abduh. Dulu beliau katakan orang ini (Lukman) adalah penyusup yang berbau ikhwani, namun sekarang ia meralat ucapannya dan menyatakan dukungannya terhadap Bapak Lukman dan kiprah dakwahnya di Indonesia.

Cukuplah ini sebagai bukti bahwa tahzir Syaikh Rabi tidak selalu benar!

Dan kalau sampai blog hantu ini meyakini bahwa tahzir syaikh Rabi adalah selalu benar maka tentu saja mereka menelan kembali muntahannya sendiri.

3. Benarkah Para Ulama Kibar Tidak Pernah Membicarakan Bantahan Di Majelis-Majelis Mereka? Bag.4

Semakin ke sini, semakin kita menemukan cara berpikir yang sangat aneh kalau tidak ingin dikatakan bodoh dan dangkal yang ada pada pemilik blog hantu ini.

Di sini ia membawakan kalam syaikh Muhammad bin Hadi yang menceritakan mengenai sikap Imam Ahmad kepada para ahli kalam dalam merespon “syubhat” Muhammad Barmin cs yang tidak setuju dengan adanya daurah manhajiah yang dikhusukan untuk membantah tokoh tertentu.

Kami sungguh tidak mengerti dimana relevansinya syubhat Muhammad Barmin ini sehingga layak dihantam dengan kisah Imam Ahmad dalam menyikapi ahlul kalam sebagaimana yang dikutip oleh syaikh Muhammad bin Hadi.

Sejauh ini kami melihat bahwa kalam Muhammad Barmin cs bertujuan untuk mengajak publik salafi yang notabene masih penuntut ilmu untuk sibuk dengan ilmu bukan berbantah-bantahan karena ini akan memalingkan mereka dari menuntut ilmu.

Beda halnya dengan para ulama, mereka memang memiliki kualifikasi khusus untuk membantah. Seperti yang dilakukan oleh Imam Ahmad tersebut. Artinya kalau mereka membantah maka itu tidak akan memalingkan mereka dari ilmu, justru semakin menguatkan keilmuan mereka. Lain halnya bila hal ini dilakukan oleh para penuntut ilmu, maka dengan apa ia akan membantah?

Semangatkah?

sebagai penutup point 3 ini, kami hanya ingin menyampaikan: “Tidak ada teko kosong yang dapat mengeluarkan air”

4. Hadiah Manhaj Teruntuk Aktivis Yang Alergi (& Penggembos) Manhaj

Postingan terbaru dari si hantu ini, seakan ia ingin menunjukkan bahwa ia tak terbendung, layaknya seorang striker bola yang menggiring bola ke gawang lawan yang tak mampu di halau oleh para bek lawan hingga ia akhirnya berhasil memasuki area penalti lawan dan berhadap-hadapan dengan penjaga gawang dan bersiap-siap untuk menendang.

Pertanyaan kita di sini adalah apakah bolanya nanti akan berhasil masuk gawang atau tidak? Inilah yang akan kita bahas bersama.

Dengan postingan yang ini ia ingin mengatakan bahwa ulama senantiasa mendukung mereka.  SIlahkan saja mereka beranggapan demikian.

Tapi benarkah itu? Mari kita mulai membahasnya.

Sebuah pertanyaan yang berisi “tuduhan gelap” dilayangkan kepada Syaikh Muhammad bin Hadi mengenai aktivis yang alergi manhaj, kami tidak tahu siapa orang-orang yang dituduhkan ini, tapi bila melihat konten si blog hantu ini, tentu dai yang dikesankan alergi manhaj oleh si Purwito a.k.a hantu manhaj pemakan bangkai ini adalah muhammad barmin cs. dan bisa jadi kami juga termasuk salah satunya.

Namun ada yang menarik dalam tanya jawab bersama Syaikh Muhammad bin Hadi kali ini, dan ini juga yang kami maksudkan dengan bola di atas apakah masuk ke dalam gawang atau tidak?

Sebagaimana yang sudah-sudah, kita sudah tidak kaget lagi dengan pembodohan mereka terhadap ulama dengan cara melakukan pembohongan publik, yaitu sebuah kebohongan yang mana akhirnya publik mengetahuinya.

Modus mereka adalah mengesankan sesuatu yang tidak benar secara realita kepada para ulama agar mereka menghukumi realita tersebut sebagaimana persangkaan mereka (waham akut tingkat tinggi). Contoh.

Anggap saja saya, misalnya saya mendatangi Lajnah Daimah lil Buhuts wal Ifta KSA. Kemudian saya bertanya kepada mereka (seperti ini):

Wahai syaikh kami, di negeri kami terdapat para perusak dakwah, pecinta hizbiyah, ahlul bidah, ikhwani yang menyamar menjadi salafi ahlus sunnah, di antara mereka ada yang bernama Lukman Ba’abduh, Purwito, Umar As-Sewed, dll

Dalam setiap aksinya mereka selalu mencerai beraikan barisan dakwah salafiah di negeri kami, bahkan memisahkan istri dengan suaminya, orang tua dengan anaknya bila terdapat perbedaan manhaj mereka dengan orang-orang ini.

Lalu dijawab oleh Lajnah Daimah (misalnya): Mereka adalah orang sesat dan menyesatkan, tahzirlah mereka di depan manusia agar mereka menjauhi mereka.

Lalu fatwa ini saya ekspos ke ruang publik. Dan jadilah Bapak Lukman, Purwito dan segala kroco-kroconya disesatkan oleh semua orang dan menjadi rugilah mereka karena dakwah mereka mulai ditinggalkan oleh banyak orang.

cat: sebenarnya bukan “misalnya”, sudah jauh-jauh hari saya rencanakan ini, untuk bertanya langsung ke lajnah, dengan tujuan agar hantu-hantu manhaj ini paham betapa fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Tapi kembali saya urungkan karena, ini jelas perbuatan setan. seperti saat ia memfitnah hawa dan Adam dengan buah khuldi. Ia kesankan buah tersebut adalah buah yang dapat membuat mereka hidup abadi hingga mereka pun memakannya lalu datanglah teguran Allah kepada mereka berdua dst.

Dan tentu saja perbuatan setan tidak kami ikuti karena ia adalah musuh yang nyata, tapi ngga tahu deh kalau dengan si Purwito dan Boss Besarnya?

  • Apakah harus melakukan fitnah baru dianggap salafy?
  • Apakah harus melakukan fitnah agar dianggap membela sunnah, dsb?

Dengan demikian bisa kita katakan bahwa terdapat firqah baru di Indonesia ini yang yang mencari keuntungan dakwah dengan cara menebar fitnah dan menipu daya para masyaikh ahlussunnah, dan firqah tersebut kita namakan Lukmaniyah. 

Sekarang kita lanjutkan kembali:

Ketika mereka menanyakan kepada Syaikh Muhammad bin Hadi mengenai aktivis dakwah tersebut maka apa jawaban beliau?

“Apabila benar demikian sifat mereka, maka tahdzirlah mereka ini. Dikarenakan orang yang tidak menyukai pembahasan Manhaj Al Haq, Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Al Haq, pembelaan terhadapnya, tegar berprinsip dengannya dan mentahdzir orang-orang yang menyelisihinya, maka ia telah berkubang dengan kejelekan. Janganlah dirimu bersama mereka.

Tolong digaris bawahi kalimat syaikh berikut ini:

Apabila benar demikian sifat mereka…

Apa yang bisa kita tangkap dari ucapan ini?

Tentu saja Syaikh Muhammad bin Hadi menjaga dirinya dari jilatan lisan-lisan mereka yang beracun dengan firman Allah berikut ini:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Al-Hujurat: 6)

Dalam hal ini, Syaikh (Alhamudillah) bukan lagi orang yang gampang tertipu dengan mereka. Dan ini dibuktikan dari ucapan pembukanya di atas: Apabila benar demikian sifat mereka…

Syaikh tidak ingin menyesal atas perbuatannya yang bilamana sewaktu-waktu mengeluarkan fatwa dengan sembarang kepada orang-orang yang tidak pantas menerimanya. Karena ia tahu konsekuensinya, seandainya fatwa yang ia keluarkan tidak benar, maka tentu ia akan menimpakan musibah kaum tersebut sebagaimana yang difirmankan oleh Allah dalam surat al-hujurat di atas.

Dengan kata lain ucapan syaikh: Apabila benar demikian sifat mereka…

adalah cerminan dari sabda Nabi berikut ini:

«إِنَّمَا أَنَا بِشْرٌ، وَأَنْتُمْ تَخْتَصِمُونَ إِلَيَّ، وَلَعَلَّ أَحَدَكُمْ أَنْ يَكُونَ أَلْحَنَ بِحُجَّتِهِ مِنْ بَعْضٍ، فَأَقْضِي نَحْوَ مَا أَسْمَعُ مِنْهُ، فَمَنْ قَضَيْتُ لَهُ بِشَيْءٍ مِنْ حَقِّ أَخِيهِ، فَلَا يَأْخُذَنَّ مِنْهُ شَيْئًا، فَإِنَّمَا أَقْطَعُ لَهُ قِطْعَةً مِنَ النَّارِ

“sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa. Aku akan memutuskan perkara dari persengketaan ini berdasarkan apa yang aku dengar dari kalian. Dan bisa jadi salah seorang dari kalian lebih lihai dalam berargumen daripada yang lain. Maka barangsiapa yang aku tetapkan baginya sesuatu hal yang sebenarnya itu adalah hak dari orang lain. Maka pada hakekatnya ketika itu aku telah menetapkan baginya sepotong api neraka‘”. (HR. Abu Ya’la dalam Musnadnya dengan sanad yang shahih)

Jadi, syaikh tahu betul bilamana ulama adalah daging yang paling digemari oleh lalat-lalat, seandainya daging tersebut tidak dijaga dengan “zat pelindung” (ayat dan hadis Nabi di atas) tentu lalat-lalat tersebut akan menanam larva di dalamnya. dan dari daging tersebut larva-larva tadi akan menetas kembali seperti lalat-lalat tadi.

Artinya adalah sudah menjadi kenyataan bahwa para ulama senantiasa (hanya bisa) menghukumi setiap perkara berdasarkan zhahirnya, (apa yang nampak bagi mereka). Misal:

  • Premis 1 (ayat Al Quran: Al-Maidah: 38 ): Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.  
  • Premis 2 (waham: realitas palsu yang diajukan kepada ulama): Purwito adalah pencuri
  • Kesimpulan (fatwa ulama): Purwito harus dipotong tangannya!

Baik ayat maupun kesimpulan ulama jelas tidak keliru, hanya saja persamalahannya ini ada pada premis 2, yaitu benarkah Purwito mencuri?

Inilah yang menjadi soal besar yang tidak bisa diselesaikan hingga hari ini. Beberapa orang yang memang sakit hatinya, tanpa bukti yang kuat hanya berlandaskan suuzhan langsung menuduh si Purwito ini pencuri hingga ia pun dihukum potong tangan.

Semoga kita semua terjauh dari orang-orang yang seperti ini. Amin. 

Dengan demikian dosa atas fitnah ini tidak ditanggung oleh syaikh Muhammad bin Hadi melainkan ditanggung oleh si Penanya dan orang-orang yang senantiasa satu manhaj dengannya (Lukmaniyah)

Jadi, bila ini dianggap hadiah Manhaj (box dengan pita merah) oleh si hantu pemakan bangkai ini maka kami katakan: 

“Sorri, bingkisan ente kosong!” 

Kalau ngga ada duit buat memberikan hadiah

jangan coba-coba menipu ya!

Dengan demikian, bila kita kembali pada ilustrasi seorang striker yang sudah berada di kotak penalti untuk menceploskan bola ke gawang lawannya maka di saat ia dengan pedenya mengambil ancang-ancang atau kuda-kuda untuk menendang maka si penjaga gawang diam saja, santai-santai saja tanpa bergerak sedikutpun tanpa ketakutan, apalagi, karena si penjaga gawang tahu ia bukan algojo penalti maka ia pun menendang bola tersebut ke arah gawang….

Namun sayangnya bola tersebut malah terbang ke arah penonton yang berada di tribun atas maka menangislah si striker tersebut, karena ini adalah pertaruhannya, sebab ini adalah menit, detik terakhir dari pertandingan, dari sebuah percobaan yang mana bila sampai gagal maka berakhirlah semuanya.

dan akhirnya yang terjadi adalah timnya kalah, dan jadilah si striker ini menjadi cemoohan oleh banyak suporternya karena tidak mampu mengeksekusi bola di area penalti lawan. Dan jadilah ia menyesal seumur hidupnya.

Demikianlah bantahan ini saya cukupkan sampai di sini. Semoga saya ada waktu untuk melanjutkan bantahan-bantahan lainnya. Amin

Untuk bantahan selanjutnya akan kami tulis kembali nantinya.

208 thoughts on “Update 1.1: Ada Apa Ini?”

  1. Bismillah.
    Coba deh teman-teman perhatikan, siapa yang lebih mirip dajjal?
    -Orang ini merekomendasikan orang untuk keluar dari agama Alloh (syiah kafir)
    -dia juga merekomendasikan orang untuk berzina
    -and than, namanya itu lho. Seperti salah satu ciri dajjal. Sliwer.. dajjal matanya buta sebelah sehingga membuat pandangan matanya jadi sliwer. (Nama akun G+ nya Robby Sliwer)

    Dalam kitab mukhtashor Tuhfah Al-Wadud Bi Ahkam Al Maulud karya Imam Ibnul Qoyyim Rohimahulloh ada pasal ttg “Penjelasan Tentang Hubungan Antara Makna Sebuah Nama Dengan Penyandang Nama Tersebut”

    Beliau Rohimahullah menulis, “Nabi Sholallohu alaihi wa sallam melarang orang bernama Harb atau Murrah untuk memerah susu kambingnya. Banyak sekali orang bernama jelek, dalam kenyataan penyandang nama itu benar-benar sebagai orang yang berkondisi jelek. Abu Al Fath Ibnu Junni menuturkan, “Selama sekian lama aku selalu mendengar nama tanpa mengetahui artinya. Tiba-tiba saja aku berkeinginan meneliti hubungan antara makna dan lafalnya, lalu ta’bir di balik itu. Ternyata PENYANDANG NAMA ITU TEPAT SEPERTI NAMANYA, ATAU SETIDAKNYA MIRIP”. Riwayat-riwayat yang juga ikut menguatkan hal di atas sangat banyak, MAKA JARANG SEKALI KITA DAPATKAN NAMA BURUK YANG TIDAK MENUNJUKKAN PEMILIK NAMA YANG JUGA BURUK. Aku menyebutkan hal itu kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rohimahullah. Beliau berkata, “Hal seperti itu sudah sering kali aku alami sendiri”. Saat Al-Wahsyi (pembunuh Hamzah) masuk Islam, ia berdiri di hadapan Nabi. Beliau amat membenci nama dan perbuatannya. Maka beliaupun bersabda, “Jangan perlihatkan wajahmu kepadaku”. (rowahul Bukhori fi shohihi 4072) ~ Mukhtashor Tuhfah Al-Wadud Bi Ahkam Al Maulud/9/95.

    Jadi apa yang saya tulis pada komen kemarin itu punya dasar. Ga asal komen apa lagi pakai kata-kata nista.

    Imam Abul Hasan Ali Al-Mawardiy Rohimahullah berkata, “Sebagian Ahli Hikmah berkata, “Orang bodoh memandang dengan pandangan matanya. Sementara orang yang berakal itu memandang dengan hatinya dan pikirannya”. ~adabud dunya wad diin/23

    Berhubung sliwer so no wonder if can’t see well.

    At last, itu serius ya jama’ tholibun itu thOlabun pake fathah???!
    How pathetic.

    *)kalo mau dilanjutkan caci makinya tafadhol. Admin juga ga larang. Thohurun InsyaAllah.. Orang2 mulia sebelum ini juga sudah biasa mendapat yang lebih dari celaan. Aina nahnu min haa’ulaa’?
    Dan biarkan dunia melihat kamulah bukti hidup kebenaran perkataan ahlul ilm bahwa namamu seperti sifatmu dan sifatmu seperti namamu.

    1. @ibnatu choh fe hung,
      iya ente paling pintar, ente paling bagus ilmu nahwu nya, hiiii…, apakah ente tidak menyedihkan(pathetic)??, heeee…., ente siape??, dannnnnnn…., akhirnya keluar juga kata2 KAFIR nya, ente blom tahu siapa ane, truss vonis ane KAFIR, hati2 lho tuduhan itu bisa berbalik??,, ga usah bawa bawa perkataan imam dan sejenisnya? sepertinya ente sudah yang paling benar…., belajar lagiiiii….. jangan setengah setengah…. ente bukan orang arab tapi orang yang jahilll

      1. @admin: sie-sie ni pangmang wo may khuansi sencai wo hao hao…😀

  2. @predator, @ibnatu choh, @abu Abdurrohman, @ikutan ngasih link,
    atau siapa saja, yg sudah ikut comment atau yang sekedar baca saja…
    ane mau minta ma’af sebesar besarnya, jika ane sudah bikin sakit hati Bapak2 dan Ibu2 sekalian, ane khilaf..ane sudah bertaubat…mohon terima permohonan ma’af ane, ane jadi ingat pendosa yang sudah membunuh 99 nyawa, lalu ia ingin bertaubat.., ane takut siksa neraka.., lagian tidak ada yang dapat menjamin hidup ane sampe waktu ashar, jika ane tidak bertaubat dari sekarang, sekali lagi ane minta ma’af…, semoga kita selalu diajuhkan dari fitnah.. dan semoga dosa2 kita diampuni…

    1. @Abu Gosok
      Ente mau berubah lagi dan bertingkah lebih gila lagi dari ini lalu mengaku bertaubat lagi… ngga ngaruh buat ana.:mrgreen: soalnya, Ana sudah sering menangani manusia psikopat.😛:mrgreen:

      setahu ana orang bertaubat itu bukan karena takut siksa neraka, tapi karena rindu… sebab asal kata tobat itu adalah kembali, seperti seseorang yang keluar rumah untuk safar sekian lamanya lalu karena ingat bahwa ia punya rumah ia pun ingin taubat/kembali kesana. seperti itulah permisalan taubat. kenapa begitu? karena pada dasarnya jiwa manusia itu bersifat fitrah, namun ketika ia lahir maka lingkungan budayanya mulai membentuknya hingga fitrahnya ternoda. Saat ia merasa dan menyadari bahwa fitrahnya terkotori dan ingin mendapatkan fitrahnya kembali seperti dulu kala saat itulah ia kembali kepada TUhannya karena dari-Nya lah fitrahnya itu berasal. wallahu a’lam.

      kalau takut neraka lantas bertaubat maka itu ngga ngaruh sama sekali!

      يُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ

      “Dia menyiksa siapa saja yang dia kehendaki.”

      Betapa banyak orang yang karena takutnya pada neraka justru tidak menyelamatkannya dari neraka…😛

      Intinya, setelah ente ini akan ada banyak lagi orang-orang setipe ente ini yang akan terus begentayangan di blog ini, siapa mereka? entahlah ditunggu saja kedatangannya…:mrgreen:

      dan dari mereka2 ini ente akan melihat cermin ente sendiri nantinya.:mrgreen:

      1. @admin&all: setelah hampir sepekan g buka blog ini ada rasa rindu dengan saudara-saudaraku semua.. @ana lagi ditahdzir juga g telpn..

        Mohon doanya dari saudara-saudaraku semua ya.. saat ini saya sedang mengembangkan usaha hidrofarm dan sedang menyusun konsep pembangunan greenhouse. Doakan saya tetap istiqomah dan menjaga hijab saya. InsyaAllah hidrofarm metode yg saat ini paling aman saya geluti dibanding usaha-usaha lain yg direkomendasikan keluarga saya.
        *)InsyaAllah bisa tergambar oleh saudara2 semua seperti apa sepak terjang bule tiong hoa dalam urusan dunia..

      2. Bismillah. Sedikit ralat dari komen di atas. Yang saya maksud pada tulisan *)InsyaAllah bisa tergambar oleh saudara2 semua seperti apa sepak terjang bule tiong hoa dalam urusan dunia..

        Adalah kebanyakan orang di sekitar saya yg selalu nendesak saya untuk punya usaha seperti kebanyakan klan kami. Jadi terpaksa saya berbuat sesuatu biar g “nganggur”.

      3. To Ibnatu Choh

        I don’t feel well….
        I’ll call u on Friday, insyaAllah

        *)kalau anti ada pin BB, sms in ke ana ya…

      4. @anna lg ditahdzir: Syafakillah.. laa ba’sa thohurun InsyaAllah.
        InsyaAllah pin nya saya smsin..

    2. Lho… gitu aja tho endingnya.???
      Lucu jg. Paling ngenes endingnya orang ga jelas. Pinjem istilah ibnatu choh: hao patetik.
      Catatan ya buat semua: untuk baca tulisan yg ada di blog ini memang musti punya kemampuan iQ & eQ.. iQ untuk faham apa yg dimaksud penulis-admin, eQ untuk tetap tenang saat mendapati hal2 yg tidak sependapat sehingga kalo punya kemampuan monggo didiskusikan secara cerdas dan berkualitas. Kalo 2 kualifikasi ini ada di kalian Insyaallah bisa ngikutin dengan damai. Tp kalo g, ya liat aja contohnya disini banyak. Udah iQ standar eQ nya di bawah standar.

  3. Bismillah..
    terserah ente mau hujat atau mau bicara apa saja soal ana…, yang jelas ana sudah minta ma’af sama ente – ente, jika ente memaafkan, maka ana bersyukur, bahwa ente masih punya qolbu, berarti kesabaran ente tak ada batasnya, (karena batas kesabaran itu sampai maut menjemput,,)
    bukankan sabar itu ada tiga hal: sabar akan ibadah, sabar akan maksiat, dan sabar akan musibah.., tp jika tidak mema’afkan ana, yaa tidak mengapa…, karena ente bukan Al-Khaliq dan ente cuma manusia biasa.., dan ana harus banyak2 bersabar dan tawakal,,, ana hanya akan selalu mendo’akan semoga ente – ente bukan dari golongan yang 72 itu…Barakallahufiik…

      1. sebenarnya ana tidak suka aja melihat bantahan (Tidak hanya di blog ini saja) yang isi sebenarnya belum tentu benar, asli fitnah atau bukan, dan yang ikut komen, tahu masalah dengan jelas atau tidak, mungkin hanya sekedar ikut2an, tapi ana sadar berdebat tanpa ilmu itu bukan hal yang baik, apalagi sampai mencela, Astaghfirullah…

        “Orang yang paling di benci Allah adalah yang suka berdebat” (Muttafaq Alaihi). sekali lagi ana minta ma’af ya..

      2. kalo memang demikian adanya kenapa ente ga ngebantah saja dengan bukti yang valid, kenapa malah mengeluarkan kata-kata hina dina bukankah itu malah semakin menunjukkan bahwa ente ini 0 besar!

        “Orang yang paling di benci Allah adalah yang suka berdebat” (Muttafaq Alaihi). sekali lagi ana minta ma’af ya..

        kalo memang hadis ini sesuai dengan pemahaman hawa napsu ente maka salahkah Allah ketika berfirman:

        “Dan debatlah mereka dengan cara yang baik!” (al-ayah)

        kalo memang ayat ini yang benar atau antara hadis dan ayat ini serasi maknanya cuma akal ente saja yang nol besar sehingga tidak mampu menangkap maksud besarnya (lain cerita kalo ente menganggap paham ente yang benar, ayat dan hadis ini keliru:mrgreen: ), maka pertanyaan ana:

        Lalu kenapa ente mendebat ana dan orang-orang di sini dengan cara yang tidak baik (hinaan cacian makian) padahal Allah menyuruh dengan cara yang baik?

        otak ente ditaruh dimana?:mrgreen:

      3. Allah musta’an…, afwan yaa..,ana kira ente punya sifat tawadhu’, ternyata tidak sama sekali…, sepertinya ente punya hati keras sekali…,

        ana akan selalu berdo’a semoga ente diberikan Taufik dan Hidayah-Nya… agar kembali kepada jalan yang benar yang telah dilalui oleh Rasul dan para Sahabatnya dan tidak menyimpang lagi… Wallahua’lam

      4. jadi untuk dikatakan tawadhu dan ngga keras hati ana harus sesuai dengan jalan pemahaman ente atau penonton kebanyakan?:mrgreen:

        coba perhatikan ayat ini:

        وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

        (Al-An’am: 116)

      5. @predatortukpencarialhaq

        “A’uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim min hamzihi wanafkhihi wanaftsih…”

    1. @abu gosok saudaraku. Ana bersyukur kalo antum mau sadar. Ana menduga, kalo semua yg antum lakukan (melalui kata2) “dulu”, karena antum ndak srek dengan artikel dari admin di blog ini. Jadi kalo antum merasa begitu, tafadhdhol antum bantah secra ilmiyyah, entah mau nulis bantahannya di kolom komen di blog ini, bisa jg antum buat blog khusus utk bantah artikel2 disini. Bukankah selama ini kita diajarkan untuk mengembalikan segala perselisihan kepada alqur’an dan as sunnah?

      Contohnya akh admin, dia buat blog ini sbg bantahan bagi blog sebelah. Jadi terserah antum mau pilih cara yg mana.

      Ana jg minta maaf jika ada perkataan yg menyakiti hati antum. Hadanalloha wa iyyakum

  4. @ abu gosok:Memang indah jadi seorang muslim,setelah merasa salah maka saling memaafkan,Klo iman lg turun yang keluar ya kata-kata yang tidak bagus.
    Setelah sadar iman kembali naik ,maka langsung minta maaf.
    Walaupun pinter tapi dari lisan keluar kata yang jelek yah jadi jelek lahir batinnya penileannya.

  5. @admin,,,ditunggu artikel2nya kok gak kluar kluar malah komentar gak jelas di tanggapi
    faa’ridh ‘anil jaahiliin…

  6. Ya sabar aja toh mas, Beliau kan Admint disini, tentu harus menjaga silaturahimnya kepada pengunjung blog-nya.. Tegur, sapa, dan salam itu membuat kita smakin dekat dan akrab. Pembahasan yang ini aja belom kelar.. ( Jadi teringat tulisan, ” berdebat kok dijadikan suatu knikmatan dalam beragama..! ” )

  7. @NW: itu maksudnya saya?
    Kalau iya, saya jawab: ni yau yong kan.

    Kenapa?
    Al Imam Ibnu Hibban rohimahulloh berkata: “Saudara itu dikenal ketika dalam situasi membutuhkan, sebagaimana istri itu diuji ketika dalam kondisi miskin, karena setiap orang dalam suasana senang adalah sahabat. Saudara yang paling buruk adalah orang yang tak mau menolong saudaranya ketika situasi susah dan membutuhkan.” (“Roudhotul ‘Uqola”/hal. 299).

    Mungkin itu juga yang menjadi motivasi admin merilis blog ini. Kalau saya sekedar meng-apresiasi saja. Bentuk syukur atas kepedulian admin pada Syaikhuna Yahya, Thullab dan yg bersama beliau -hafidzahumulloh fii kulli makan. Kalau kamu bilang saya jangan kemari karena akan berbahaya.. saya katakan, bahaya dimananya? Apa cacian, hinaan, dan makian itu yg dimaksud berbahaya? It’s neit belankrijt. Tidak penting. Saudara2 kita thullab mendapat lebih dari sekedar cacian, hinaan, dan makian. Kamu harus tahu. Saya mengetahui secara pasti langsung dari yang bersangkutan bahwa beliau diancam akan dibunuh oleh ashabul jam’iyyah kalau masih bersuara membela Syaikhuna Yahya.
    *)kenapa orang jawa yg katanya lembut2 jd sadis begitu?
    #geleng2

    Padahal Masyaikh, Asatidz, dan thullab hanya mengamalkan apa yang Alloh perintahkan bahwa seorang alim tidak boleh menyembunyikan apa yg dia ketahui dari kebenaran. Sebagai contoh apa yg ditulis oleh al Imam Ash Shon’ani Rohimahullah dlm kitab tathirul i’tiqod,
    “…fawajiba ‘alayya an unkiro ma awajiballohu inkaarohu, wa laa akuunu minalladzina yaktumuuna maa awjaballohu idzhaarohu”.
    _”…maka wajib bagiku untuk mengingkari apa yang diwajibkan oleh Alloh untuk diingkari. Dan aku tidak mau menjadi termasuk dari orang-orang yang menyembunyikan apa-apa yang Alloh wajibkan untuk dimunculkan”.

    Inilah sikap seorang ‘Alim Robbani. Dia merasa wajib menjelaskan pada ummat apa-apa yang telah ia ketahui dari kebenaran apapun resiko yang akan ia hadapi dalam proses dakwahnya.

    Kemudian seperti perkataan Al Imam Al Barbahariy Rohimahullah dalam kitab Syarhus Sunnah/29-30: “…wa laa yahillu an tuktaman nashihah lilmuslimiin, barrihim wa faajirihim fii amrid diin. Faman katama faqod ghosysyal muslimiin wa man ghosysyal muslimiin faqod ghosysyad diin, wa man ghosysyd diin faqod khoonaAlloha wa rosulahu wal mu’miniin”.
    _”…dan tidak halal untuk nasehat itu disembunyikan dari kaum muslimin, baik dari orang2 yang berbaktinya maupun orang2 yang jahatnya (mereka berhak dinasehati -pent) dalam perkara agama. Barang siapa menyembunyikan nasehat, sungguh dia telah menipu kaum muslimin. Barang siapa menipu kaum muslimin maka sungguh dia telah menipu agama ini. Dan barang siapa menipu agama ini, maka sungguh dia telah mengkhianati Alloh, RosulNya, dan mengkhianati kaum mu’miniin”.

    ni yau yong kan, NW.

    Waallohu A’lam bishowab…

    @admin:

    Semoga segera diberi nikmat sehat dan waktu luang bagi admin dan keluarga sehingga blog ini bisa kembali aktif seperti biasa.

    1. *) dars tathirul i’tiqod oleh Al Ustadz Abu Fairuz. Kalau mau dengar googling aja saya lupa linknya.

      @ikutan ngasih link, kalau punya linknya monggo di kasih disini.. siapa tahu bermanfaat.

      1. @xian ling: Si wang ni hue cau tau picau cue hao te. Sio sin hen tou pu kuai ren. Jazakillah khoiron katsir.

      2. waiyyak. wo zhi xiang yao rang ni dong.

        *)dari kemaren2 nggumun. Koq eneng uwong sing ngejai ngomong nggo boso cino.#kekel dewe.

  8. admin mana judul antum yg baru?ana sudah kangen ma tulisan antum yg baru

  9. Kalian adalah orang-orang berilmu, tidakkah cukup dengan saling berangkulan menda’wahi 120jt jiwa di Indonesia yang butuh akan dakwah kalian. Janganlah dengan berbantahan sehingga mencederai da’wah yang tlh kalian jalani.

  10. Hati2 klo bicara akh…!! Antum ahlus sunnah atau bukan..??
    dgn ucapan antum yg diatas, tlah mencerminkan buat kami klo antum bkan ahlus sunnah, karna ahlussunnah jka ingin mengkritik saudaranya, harus dngan sopan santun,
    Antum diajari nggak sm orang tuanya sejak kecil tntang sopan santun,

    Biasanya gaya berbicara yg diatas, gayanya anak jalanan yg nggk punya orang tua

  11. Bismillah,,,as syaikh Robi’ adalah ujian bagi manusia sebagaimana para ulama adalah ujian bagi manusia,,barang siapa yg mendeskriditkan terlebih sampai mencela syaikh Robi’ dan para ulama lainnya..maka CURIGAI atas ke istiqomahan orang tersebut terhadap islam…

Comments are closed.