1

 

Ringkasan yang Berbobot

Dalam Membantah Pengantar Syaikh Rabi yang Tidak Bermutu

Susunan:

Abu Abdurrahman Yahya bin Ali Al-Hajuri

Penerjemah: Daripada susah, sebut saja Hajuriyyun!

copyright predatortukpencarialhaq.wordpress.com

silahkan download kitab aslinya di sini.

baca lebih lengkap

Advertisements

8 thoughts on “Terjemahan Nubdzatun Nabiilah: Persembahan Dari Hajuriyyun Untuk Madkholiyyuun di Seluruh Indonesia

  1. tak sabar ku menunggu kelanjutannya. semoga Allah menjaga admin kita. Amin..

  2. Mau tanya ustadz…, makna syahadat itu yang benar apa? apakah “tidak ada Tuhan selain Allah” ataukah “tidak ada Tuhan YANG PANTAS DISEMBAH selain Allah” ??? … , atau memang antum salah terjemah saja, barokallahufiik.

    1. ana tidak salah terjemah, itu terjemah benar adanya.
      tidak ada tuhan selain Allah (la ilaha illallah) adalah konsep tauhid. dan inilah yang dipakai dalam Al-Quran dan Hadits. adapun “tidak ada Tuhan YANG PANTAS DISEMBAH selain Allah” maka ini adalah penafsiran ulama atas makna syahadat tsb. telah berlaku terlebih dahulu makna ini pada banyak ayat dalam Al-Quran salah satunya:
      قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ
      Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. (Ali Imran: 64)
      Rasulullah tidak mengajak mereka bersyahadat tapi hanya menyatukan kalimat. dan kalimat ini ada pada makna yang sedang antum bicarakan. semoga bisa dimengerti.

  3. afwan, nama kunyah penyusunnya yg benar abu abdurrohman atau abu abdirrohman…?

    1. menurut nahwu: abu abdirrahman. namun ana tulis abu abdurrahman hanya untuk menyesuaikan dengan penulisan indonesia saja. karena perubahan2 semacam itu terkadang membingungkan sebagian orang. orang jarang menyebut abdirrahman, karena yang ma’ruf abdurrahman.

  4. ana harap para ikhwan yg awan seperti ana jangn ada terbesit dalam hati kita merendahkan para ulama dalam membaca tulisan ini krn bgaimana pun syaikh yahya,syaikh robi’ adalah ulama tidak maksum yg maksum hanya rasulullah tanpa mengurangi kemuliyaan mereka ulama salafiyah yg kita cinta bersama

Comments are now closed.