Sudah bukan rahasia lagi bahwa Syaikh Rabi merupakan salah satu jajaran ulama yang “gampang terpancing” mengeluarkan fatwa oleh para “penanya gelap” yang suka mengadu domba dan merusak hubungan sesama manusia sehingga tidaklah mengherankan bila beliau kerap kali berurusan dengan banyak pihak salah satunya adalah Imam Dammaj hari ini, syaikh Yahya Al-Hajuri. Inilah yang boleh jadi menjadi “kelebihan” beliau di mata sebagian yang lain (firqah Lukmaniyah, dkk) dan juga yang menjadi kekurangan beliau di mata sebagian yang lainnya juga.

baca lebih lanjut

Advertisements

8 thoughts on “Perbedaan Syaikh Shalih Fauzan dan Syaikh Rabi dalam Meladeni “Penanya Gelap”

  1. Subhanalloh, jika sikap para gurunya seperti ini.. Bagaimana dengan sikap para muridnya.. Belum lama ini sy mendengarkan Radio Rodja, ketika itu ada penanya ibu2 yang menanyakan tentang kebingungannya, dan ibu itu mengatakan: ” ada ustadz ditempat sy melarang utk membaca buku karya ustd.Yazid, dan mengatakan klo ustd Radio Rodja itu sururi ” saat itu pengisi Radio Rodja ustd.Abu Qotadah. Beliau pun menjawab: ” bla…bla..bla… (Panjang pembahasnnya, hingga sampai pada perkataan beliau: ” mereka itu bukan ahlusunnah ” dan ucapan beliau ini berulang dan sgt jelas.) Yang ingin sy tanyakan: apakah perkataan beliau (ustd.Abu Qotadah) “mereka bukan ahlusunnah” itu bermakna kafir?” Mohon pencerahannya utk semua. Jazzakalloh..

  2. Bismillah. Ya sy tangkap dari artikel di atas_Allahu A’lam_adalah isinya tentang pencelaan terhadap ulama kibar (syaikh robi’ hafidzahullah), merendahkan ulama, dan tulisan yang dikhawatirkan membuat umat lari dan berpaling dari ulama. Bertakwalah antum kepada Allah Ta’ala.

  3. Tutup mulutmu tukang fitnah. Tulisan gak mendidik. Keluar dari hawa nafsu. Dasar penulis gelap.

Comments are now closed.