Sebenarnya saya paling malas ikut campur dalam sebuah perdebatan sengit, hal itu disebabkan karena tujuan orang berdebat kebanyakannya adalah “cari menang”.

“Mencari kebenaran” hanyalah retorika yang penuh dengan kamuflase dari setiap pendebat. Dan ini sudah mengakar lama dari sejarah pemikiran manusia.

baca lebih lengkap

 

Advertisements

26 thoughts on “Siapa yang Benar…? Lukman Ba’abduh Vs Firanda Andirja

      1. Saya pikir website ini harusnya sesuai dengan namanya, yaitu Predator Tukpencarialhaq, bukan predator Firanda. Kalau sesuai dengan namanya maka yang salah ya pak Luqman.

  1. O gitu yah…

    saya tidak menyalahkan firanda, hanya saja dalam mendebat pak Lukman Firanda tidak tepat penyimpulannya mengenai pembelaan Pak Lukman kepada Syaikh Rabi, begitupun Pak Lukman sangat tidak paham paham kritikan Firanda pada Syaikh Rabi.

    Makanya jangan heran kalau mereka saling berkata:

    FIranda kepada Lukman:

    Tadinya saya berharap al-Ustadz Luqman membantah kritikan saya terhadap Syaikh Robi’ dengan bantahan yang ilmiyah, dan itu yang sangat saya harapkan.

    Lukman kepada Firanda:

    Kalau saja dia mau sedikit bersabar mencermati tulisan bantahan tersebut pada bagian 1 hingga 4, niscaya tidak akan memberi kesimpulan yang sangat prematur seperti di atas.

    Sikap terburu-buru seperti ini akan menyulitkan dirinya untuk bersikap ilmiah dan sportif. Tentunya sangat disayangkan jika sikap seperti ini ada pada seorang yang katanya dalam proses mendapatkan gelar “doktor”.

    OLeh karena itulah, jangan heran bila saya menyebutkan secara terang benderang pada tulisan di atas.

    Firanda: 1+5=6

    Lukman: 1+6=7

    Syaikh Rabi adalah angka 1, adapun angka kedua, 5&6 dan ketiga 6&7 adalah bikinan mereka sendiri.

    Apa yang mereka ributkan? Ngga ada! sama-sama ngga sambung!
    Dilanjutkan berapa kali juga tidak akan ada hasil yang didapat.
    Karena yang satu ingin ke Jogja dan yang satunya lagi ingin ke Jember.

    Lain halnya kalau mereka punya tujuan yang sama, mungkin mereka akan ketemu di jalan atau di tujuan mereka.

    Wallahu a’lam

    Mengenai visi dan misi, jelas kami tidak akan berhianat, kami akan terus memburu pemikiran “gila” dari http://www.tukpencarialhaq.com

    Tunggu saja, lagipula ini semua belum seberapa.

  2. asek….. lanjutkan
    saya klo ngenet habis baca-baca situsnya pro xl terus liat-liat ke hajuriyuun bis ini ke sururi mas .. hehehe. yang di facebook juga belon
    btw demen liat yang komen seru abis 🙂
    (Abu Futur Jiddan)

  3. Posting yang satu ini jelek,, sudah tahu tdk baik masuk perdebatan orang lain, masih saja mengomentarinya, komennya jelek lagi. Kalo’ bisa postingan yang satu ini di hapus aja dehh..!!!. Kalo’ saja ust. Firanda masih melanjutkan tulisannya, kita ber khusnudzon aja atas ijtihad beliau. Saya hanya berharap admin bisa menahan diri untuk komen-komen yang tidak konstruktif

    1. Tulisan di atas jeleknya dimana sih? Apa karena menghina ust Firanda, saya lihat Penulis di atas ngga melakukan demikian. Antum ini pengagum ust Firanda yah?

  4. Asy-Syaikh Shaalih Al-Fauzaan dan Jarh Asy-Syaikh Rabii’ Al-Madkhaliy hafidhahumallah

    Diposkan oleh Abu Al-Jauzaa’ : di 00.34
    Label: Fatawa
    Seseorang yang bernama Faaris pernah bertanya kepada Asy-Syaikh Shaalih Al-Fauzaan hafidhahullah : “Apakah Asy-Syaikh Rabii’ merupakan pembawa panji/bendera al-jarh wat-ta’diil ?”
    Beliau menjawab : “Al-jarh wat-ta’diil hanya dalam (ilmu) hadits, yaitu dalam riwayat dan dirayah saja”.
    Penanya berkata : “Wahai Syaikh, mereka menggunakan perkataan Al-Albaaniy bahwa ia (Asy-Syaikh Al-Albaaniy) mengatakan tentang diri Asy-Syaikh Rabii’ adalah pembawa panji/bendera al-jarh wat-ta’diil”.
    Asy-Syaikh Al-Fauzaan berkata : “Apa yang dikatakan Al-Albaaniy atau selain Al-Albaaniy bukan menjadi urusan kami”.
    Penanya berkata : “Wahai syaikh, di sisi kami terdapat orang-orang yang menggunakan perkataan Asy-Syaikh Rabii’ (sebagai timbangan) : ‘Jika engkau tidak men-tabdi’ orang yang di-tabdi’ Asy-Syaikh Rabii’, maka engkau akan di-tabdi’ atau di-hajr”.
    Beliau berkata : “Tidak ada urusannya kalian atas mereka. Anggaplah mereka seperti tidak ada. Sibukkanlah diri kalian dengan dakwah kepada Allah, dan ajarkanlah manusia kebaikan”
    [selesai penterjemahan – abul-jauzaa’, ciomas permai, ciapus, ciomas, bogor – 23121434/28102013 – 00:35 – sumber : sini].
    Komentar : Mari kita sibukkan diri kita untuk berdakwah mengajak manusia kebaikan !
    Teks asli :
    سألت الشيخ العلامة الفوزان – حفظه الله هل الشيخ ربيع حامل لواء الجرح والتعديل
    فقال الجرح والتعديل في الحديث يعني في الراوية والرواة فقط
    فقال السائل يا شيخ هم يحتجون بكلام الألباني أنه قال في الشيخ ربيع حامل لواء الجرح والتعديل
    قال الشيخ الفوزان : ما علينا من الألباني ولا غير الألباني
    فقال السائل يا شيخ عندنا أناس يحتجون بأقوال الشيخ ربيع ، وإن لم تبدع من بدعه الشيخ ربيع قد تبدع أو تهجر
    قال ما عليك منهم اعتبرهم غير موجودين ، واشتغلوا بالدعوة إلى الله ، وعلموا الناس الخير

  5. sebagai amanah ilmiah kenapa nama penulis tidak ada di artikel ini TAKUT?? takut apa bukankah kita hanya boleh takut kepada ALLAH Subhanahuwata’ala….PENTING INI

    1. Pentingkah hal itu?
      Maaf saya bukan artis… 🙂
      Kalau Anda tidak mengangggap penting tulisan kami di sini maka tinggalkan saja web ini.

      Urusan orang mukmin itu mudah.

  6. Afwan, bagaimana kalau dialognya begini:
    Firanda: 1+5=6, Bukankah demikian?
    Lukman: 1+6=7

    Pertanyaan dengan model kalimat “bukankah demikian”, jawabannya adalah “Ya” atau “Tidak”.
    Jawaban “Ya” berarti membenarkan pernyataan si penanya, jawaban “Tidak” berarti menyalahkan pernyataan si penanya.
    Nah… Kalau dijawab dengan selain salah satu dari dua jawaban di atas, berarti si penjawab ….

  7. Ini tulisan untuk menambah panas suasana. mending penulis bersabar dan menahan diri… tapi gimana… namanya juga predator –

  8. Klo menurut sy, apa yang dijabarkan si Predator ini bisa dijadikan bahan pertanyaan kepada setiap ustadz dimana antum semua belajar.. (Ambil positipnya aja) .. Dan menurut sy, bener itu apa yg dikatakan sang predator mengenai ” tinggalkan blog ini klo ndak sreg (kurang lebih bgitu) ” .. Tapi jangan lupa utk sang predator ” dalilnya juga harus ada setiap pernyataan antum ” .. Itu lebih baik.

  9. saya baca bolak balik, ust. firanda tidak mengatakan syaikh rabi negatif. Dia cuma mengutip perkataan syaikh lain tentang syaikh rabi’

Comments are now closed.