daftar-isi

Daftar Isi

Serius Atau Tidak? Monolog Atau Dialog? Mencermati Diskusi Antara Firanda dengan Eks Alumni Dammaj

Berita Duka, Datang Dari Syaikh Yahya Al-Hajuri… “Innaalillaahi wa Innaa Ilaihi Raa’jiuun”

Akan Kemana Dialog Ini menuju? Mencermati Diskusi Antara Ust Firanda dengan Ust Lukman dan Ust Dzulqarnain Dalam Arena Dakwah Salafiyah di Tanah Air.

Kemana Mereka Semua di Saat Syaikh Rabi Ditikam? Menguji Kesetiaan Lukman Ba’abduh dan Firqahnya Terhadap Syaikh Rabi bin Hadi Al-Madkhali

***

Tulisan bersambung…

3. Point-Point Bantahan (Bag 4)

2. Mengkaji Sastra Melalui Medium Agama: Bagaimana Membaca Nalar Sastra Sayyid Quthb? Upaya Meletakan Sebuah Vonis yang Tercecer Pada Tempatnya Semula. (Bantahan Atas Syaikh Rabi dan Lukman Ba’abduh. Bag 3)

1. Kritik Terbuka Syaikh Albani Terhadap Syaikh Rabi. Benarkah Syaikh Rabi Murid Syaikh Albani? (Bag 2)

“Masyarakat Jahiliyah” Versi Sayyid Quthb; Antara Syaikh Albani Vs Syaikh Rabi dan Firanda Vs Lukman Ba’abduh (Bag 1)

***

Akankah Syaikh Rabi dan Syaikh-Syaikh Lain bernasib Seperti Syaikh Yahya?

Siapa yang Benar…? Lukman Ba’abduh Vs Firanda Andirja

Perbedaan Syaikh Shalih Fauzan dan Syaikh Rabi dalam Meladeni “Penanya Gelap”

Ghuluw Gaya Baru: Fenomena Syaikh Rabi bin Hadi Al-Madkhali Dengan Gelarnya yang Berlimpah.

Bantahan Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i Terhadap Lukman Ba’abduh Dalam Perkara Kategorisasi Akidah dan Manhaj: Benarkah Lukman Ba’abduh Murid Syaikh Muqbil?

Apakah Penulis Dammaj Habibah Cerdas?

Kerancuan Bapak Lukman bin Muhammad Ba’abduh dalam Memahami Kategorisasi Akidah

Update 1.1: Ada Apa Ini?

8 thoughts on “Daftar Isi”

    1. urusann rodja dengan antum itu apa? Apa ia memberi antum faidah atau tidak?

      Pesan ana cuma 1: Kalau yang antum ikuti itu adalah Al-Quran dan Sunnah maka teruslah berjalan sesuai bimbingannya tanpa takut celaan orang mencela, karena bukan mereka yang akan memberi antum syafaat di hari kiamat.

      Kalau yang antum ikuti itu ulama maka ulama itu tidak selalu benar, nyaris tidak ada dalam dunia Islam dari dulu hingga hari ini ulama yang selalu benar perkataannya, apalagi sampai dikesankan ikut ulama = ikut Al-Quran dan As-Sunnah, ya subhanallah… apalagi ini cuma seorang ustad.

      Selama perkataan ulama itu benar maka hendaknya antum ikuti, namun jika ucapannya menyelisihi Al-Quran dan As-Sunnah maka cukup tinggalkan saja.

      Menyelisihi di sini bukan mereka ingin sengaja menyelisihinya layaknya pendeta ahlul kitab yang menyelisihi kitab mereka, tapi karena hasil ijtihad yang dibangun oleh mereka lemah, karena mereka tidak tahu semua hal. oleh karena itulah kaidah: “yang tahu menjadi hujjah bagi yang tidak tahu” menjadi sangat penting dan berarti sekali di zaman ini.

      Jika ada yang tidak suka dengan sikap antum ini maka biarlah, karena burung itu selalu berkumpul bersama temannya, yang hizbi akan berkumpul sesama hizbi, yang fokus belajar akan berkumpul bersama orang yang fokus belajar, yang rajin menjarh akan berkumpul bersama orang yang rajin menjarh, yang masa bodo akan berkumpul dengan yang masa bodo, dan ini, yang mengikuti ulama akan berkumpul dengan yang mengikuti ulama, dan yang mengikuti Al-Quran dan Sunnah akan berkumpul bersama orang yang mengikuti AL-Quran dan As-Sunnah.

      mudah2an antum termasuk yg mengikuti Al-Quran dan As-Sunnah. Amin.

      1. amin
        saya mengenal manhaj salaf dari ustadz-usadz rodja dan di makassar ini saya sering dengar kajian ustad dzunqarnain juga

      2. amin
        saya mengenal manhaj salaf dari ustadz-usadz rodja dan di makassar ini saya sering dengar kajian ustad dzulqarnain juga

  1. Mantap banget tu ustadz admin ana merasa kan banget tu jadi salafiyah merdeka bebas dari ketundukan pada makhluk kita hanya tunduk kepada ALLAH melalui kalamullah (alquran) yang diterangkan rasulullah melalui hadist2 yg shahih yang dipahami oleh salafushshalih (sahabat,tabi’in,tabi’ut tabi’in serta orang2 yang mengikuti mereka dalam kebaikan hingga kiamat)
    Maaf bukan mau mengajar cuma curhat aja
    Satu orang yang awam salafiyun bisa mengalahkan ulama nya ahlul bid’ah kalau manhaj kokoh tapi kalau ta’ashub apa bedanya kita dengan ahlul bid’ah

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Forum Komunikasi Salafiyyun Indonesia

%d bloggers like this: