Assalaamu Alaikum warrahmatullaah wabarakaatuh…

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Siapa yang menyangka ini akan terjadi?

Masih ingatkah Antum semua dengan sosok F. H yang kerap bergonta-ganti nama kunyah, keluar masuk majalis ilmu salafiyah tanpa adab lalu membuat gaduh dakwah salafiyah di dunia maya bahkan hingga ke dunia nyata sana seakan ia adalah ulama yang memang punya hak dan kapasitas untuk berbicara tentang ilmu agama dan didengarkan ucapannya.

Sebelumnya, ia pernah bertamu ke sini. di Room: Apakah Lukman Ba’abduh mulai Bangkrut.

1

Bagi yang ingin berkunjung ke tempat tinggalnya di dunia maya ini, kami bisa mengantar Anda ke sana. Inilah kediamannya.

http://semogakamiselamat.wordpress.com/

https://www.facebook.com/people/Abu-Abdirrohman-Safar/100006830088088

Setelah menjadi alumni, lebih tepatnya di Drop-Out dari Madrasah Dakwah Salafiyah, ia kemudian bergabung dengan kelompok sempalan Al-Qaida, ISIS. Kemudian setelah menjadi anggota ISIS, ia lalu berkoar kesana-kemari memangsa kehormatan para ustad dan ulama baik yang pernah menjadi gurunya atau idolanya ataupun bukan, seakan mereka semua adalah makanan baginya dan kelompok ISIS yang bersamanya.

Lalu apa yang terjadi padanya sekarang ini?

DEPOK, KOMPAS.com – Puluhan warga menggerebek rumah Firman (40) di Jalan STM Mandiri, RT 4/9, Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Depok, Kamis (21/8/2014) tengah malam pukul 24.00. Warga mencurigai Firman sebagai anggota gerakan Negara Islam Irak dan Suriah atau Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), yang oleh pemerintah ditetapkan sebagai organisasi terlarang.
Kecurigaan berawal saat salah seorang warga melihat bendera hitam berlambang ISIS kerap dibentangkan di teras rumah Firman. Saat digrebek dan diinterogasi warga, Firman mengaku bahwa dirinya memang anggota ISIS. Warga lalu melaporkan hal ini ke polisi, dan Firman digelandang ke Polresta Depok, Jumat (22/8/2014) dinihari sekira pukul 02.00.

Wahyudi, salah seorang warga sekitar, menuturkan, awalnya rekannya melihat adanya bendera hitam yang dibentangkan di teras di depan rumah Firman seperti bendera ISIS. Menerima laporan rekannya itu, Wahyudi lalu mendatangi rumah Firman dan melihat bendera yang dimaksud.

“Benderanya warna hitam dan dibentangkan di teras. Awalnya saya tidak tahu dan tidak yakin itu bendera ISIS atau bukan. Makanya saya foto bendera itu dan mau saya cocokkan dengan bendera ISIS di internet,” papar Wahyudi, kepada Warta Kota, Jumat dinihari.

Setelah mengecek di internet, Wahyudi yakin bahwa bendera yang dibentangkan Firman memang bendera ISIS. Kecurigaan bahwa Firman anggota ISIS makin besar.

“Saya lalu lapor Pak RT dan Pak RW. Warga akhirnya memutuskan untuk memeriksa rumah Firman dan menanyainya,” ujar Wahyudi.

Menurut Wahyudi, saat mendatangi rumah Firman, selain melepas bendera ISIS di teras rumah, warga juga langung memeriksa ke dalam rumah Firman.

“Di dalam rumah ada bendera dan spanduk ISIS lainnya. Warga lalu menyita atribut ISIS itu,” kata Wahyudi.

Wahyudi mengatakan, Firman sempat menghalangi warga untuk mengamankan atribut ISIS itu.
“Kami lalu menanyai Firman, apakah ia anggota ISIS. Dan dia tidak membantahnya. Dia mengaku sudah menjadi anggota ISIS. Karena itu, warga lalu lapor polisi,” ujarnya.

Tak lama kemudian, kata Wahyudi, polisi datang dan menggelandang Firman ke Polresta Depok, Jumat dinihari. “Sekarang dia diperiksa di Polresta Depok,” ujar Wahyudi.

Menurut Wahyudi, kepribadian Firman sehari-hari memang agak tertutup. Dia tinggal di rumah itu bersama istri, anak dan kedua orangtuanya. “Baru sekitar 3 tahun mereka tinggal di Jalan STM Mandiri. Sebelumnya mereka mengaku tinggal di Jakarta,” ujar Wahyudi.

sumber: http://megapolitan.kompas.com/read/2014/08/22/09101901/Kibarkan.Bendera.ISIS.di.Rumahnya.Warga.Depok.Ditangkap?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

VIVAnews – Setelah berhasil menciduk Firman Hidayat pedagang es keliling yang diduga terkait jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan diringkus di kediamannya di kawasan Kemirimuka, Beji, Depok, Jumat dinihari tadi. Kini, warga Depok juga diresahkan dengan ajakan seminar jaringan tersebut.

Data yang berhasil dihimpun VIVAnews menyebutkan, seminar itu tertulis dalam sebuah brosur yang bertema ‘Dalam Timbangan Syariat Islam’. Tak ayal, seminar yang rencananya akan diadakan di kawasan Limo itu pun mencemaskan warga setempat.

Menyikapi hal ini, sejumlah pemuka agama menilai dalam seminar yang rencananya akan dilaksanakan Sabtu 23 Agustus 2014 di Masjid Al Muhajirin Wal Anhar itu dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Jika dilihat dari brosur dan kata-kata yang tertera seperti pro ke ISIS,” tutur Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Limo Asnawi.

Menurut Asnawi, kata-kata yang tertulis dalam brosur tersebut ialah “banyak orang salah kaprah memahami dan mengamalkan Khilafah dalam Islam. Sehingga tidak mengherankan jika yang muncul adalah kerusakan, bukan tegaknya agama Allah. Bagaimana sebetulnya khilafah dalam Islam?”

“Ini harus benar-benar dicermati sebelum acara seminar tersebut betul-betul terjadi,” kata Limo.

Sementara itu, Kepala Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Limo, Muchtar Syari, mengaku sudah menerima brosur tersebut. Menurutnya, saat ini sedang hangat dibicarakan, tapi MUI mau mengkaji isi dari seminar tersebut.

“Kami sedang mengkaji brosur tersebut. Saya sih maunya ada foto kopian isi dari seminar sebelum dilaksanakan Sabtu nanti,” katanya singkat.

Camat Limo Eri Sumantri menambahkan, belum lama ini brosur tersebut diberikan ke kecamatan sekaligus memberikan undangan. Dalam undangan tersebut, ia pun diminta hadir dan membuka acara tersebut.

“Brosur itu tidak saya tempel, sepertinya saya juga tidak hadir dalam seminar tersebut.” tambahnya.

Terpisah, Kapolsek Limo Kompol Sujanto mengatakan akan menurunkan sejumlah anggotanya dalam seminar tersebut.

“Memang dengan adanya brosur itu banyak yang mempertanyakan arahnya. Yang jelas kami akan pantau dan akan mengawasi,” tegas Sujanto.

Seperti diberitakan sebelumnya, dinihari tadi polisi berhasil menggrebek sebuah rumah di kawasan Rt 4/9 Kemirimuka, Beji Depok yang diduga terkait jaringan ISIS. Dari dalam rumah tersebut polisi berhasil mengamankan Firmah Hidayat 37 tahun, pria yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang es keliling.

Dari hasil penggeledahan, polisi juga berhasil menyita sejumlah atribut diantaranya empat bendera ISIS warna hitam. Dari keterangan Firman, dirinya hanya penggemar dan pengagum ISIS, karena dianggap membela kaum lemah yang tertindas.

“Sejauh ini belum ada arah bahwa yang bersangkutan terkait jaringan teroris. Dugaan sementara yang bersangkutan hanya menyukai saja, belum terlibat aksi radikal,” kata Kapolresta Depok Komisaris Besar Ahmad Subarkah.

Kendati demikian, pihaknya mengaku akan terus mendalami keterangan pelaku. Hingga berita ini diturunkan belum jelas apakah Firman terkait pula dengan seminar yang akan diadakan Sabtu mendatang itu.

sumber: http://metro.news.viva.co.id/news/read/531202-di-depok–beredar-brosur-ajakan-ikut-seminar-isis

Semoga hal ini tidak pernah terjadi pada kita, atau pada ikhwan kita, cukuplah ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa :

1. Belajar agama tidak boleh setengah-setengah, bila memang belum kuasai betul sebuah materi pelajaran hendaklah tetap di sana sampai benar-benar menguasainya. Jangan sampai keserakahan kita terhadap ilmu tertentu membuat kita malah melalaikan/meremehkan ilmu yang lain kemudian meloncat ke berbagai materi/ilmu yang menarik dan menyilaukan mata namun kita sendiri tidak menguasainya, sebab hal tersebut dapat membuat kita gampang goyah dan tertipu/dihasut oleh berbagai pihak yang sengaja ingin memanfaatkan kepolosan dan kebodohan kita.

2. Belajar agama bukanlah sarana untuk menunjukkan bahwa kita adalah manusia hebat karena ilmu yang kita dapatkan sehingga manusia harus mendengar ucapan kita. Tidak, justru semakin tinggi ilmu agama kita maka kita akan lebih banyak diam. Karena dengan banyak diam kita menjadi tahu ternyata kita ini masih bodoh dan ilmu agama yang kita dapatkan selama ini sejauh ini baru secuil. Belajarlah dan terus belajarlah dengan diammu.

3. Ini yang terpenting. Bila kita sudah berkeluarga, beristri, beranak-cucu, pikirkanlah! Janganlah sampai idealisme gila kita terhadap sebuah paham/ilmu baik yang kita yakini secara individu maupun kelompok malah menghancurkan keluarga yang kita bina. Sesungguhnya tanggung jawab kita di sisi Allah sangatlah besar terhadap keluarga yang kita bina ini. Keluarga ini sangat jelas kedudukakannya sementara paham yang kita geluti hanyalah bersifat “tajrib”/eksperimen keilmuan yang masih terus dikembangkan dan belum mencapai titik akhir, apakah yang jelas akan kita korbankan untuk sesuatu yang masih belum/tidak jelas rimbanya? Dimanakah akalmu wahai orang-orang berilmu?

Demikian pesan singkat yang dapat saya sampaikan semoga dapat diambil hikmahnya oleh segenap salafiyyun yang ada di sini maupun yang luar sana, di Indonesia maupun di luar negeri. Amin.

***

“Wahai Firman Hidayat, sesungguhnya jalanmu telah ditentukan oleh Allah. Bila kau tidak merubahnya maka Allah pun tidak akan merubahnya.”

Cukuplah firman Allah ini menjadi pelajaran bagi kita semua, Amin:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu individu/kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu individu/kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Ar-Ra’du: 11)

Wassalamu alaikum warrahmatullaah.

Advertisements