Di tengah gelombang jarh dan tahzir yang dimotori oleh Hani bin Buraik terhadap para dai dan Masyaikh Salafiyyun yang ada di Indonesia maupun Yaman hingga mereka “jatuh bergelimpangan” rupanya tanpa ia sadari, ia meninggalkan “rekam jejak” yang sangat buruk sekali terhadap manhaj ini. Apa itu?

Mari pembaca, kami ajak Anda sejenak melihat perbedaan sikap yang ada pada Hani bin Buraik, dalam menyikapi dai yang telah di-jarh oleh Al-kibar yang sama (Syaikh Ubaid) antara kemarin dan hari ini.

Kemarin ia berkata:

Menyingkap Hakekat Syaikh Al Bura`I Sang Penggembos

Penanya:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بارك الله فيكم، شيخنا.

Apa nasehat Anda bagi orang yang menyebarkan kalam Syaikh Abdul Aziz Al-Bura’iy tentang bantahan terhadap Syaikh Ubaid dan terhadap tahdzir beliau kepada Muhammad Al-Imam dan Abdurrahman Al-Adany?

Dia mengatakan bahwa seharusnya kita menjauhi fitnah dan tidak saling membicarakan tentangnya.

جزاكم الله خيرا

Syaikh Hany:

Sungguh dia berbuat seperti itu ketika fitnah Abul Fitan Al-Ma’riby,

dia pertama kali yang membantah terhadap Syaikhuna Rabi’,

dan dia berfatwa untuk tidak menyebarkan peringatan-peringatan dari Syaikhuna dan menganggapnya sebagai peringatan-peringatan yang bisa mengobarkan fitnah.

Al-Bura’iy ini adalah orang yang makhdzul (terhina).

Penanya:

Syaikhuna, mereka mengatakan tidak ada tahdzir kepada Al-Imam karena para masyayikh Yaman menasehatkan untuk diam.

Syaikh Hany:

Mereka juga menasehatkan seperti itu ketika muncul fitnah Abul Hasan Al-Ma’riby

dan bahkan mereka mentazkiyahnya.

Seperti ini pula yang mereka lakukan ketika fitnah Hajury.

Tetaplah bersama ulama-ulama kibar.

Tetaplah bersama ulama-ulama kibar, engkau akan selamat.

sumber:

http://tukpencarialhaq.com/2014/11/19/menyingkap-hakekat-syaikh-al-burai-sang-penggembos/#more-7164

Sementara hari ini ia berkata:

APA SIKAP KITA TERKAIT DENGAN TAHDZIR ASY-SYAIKH ‘UBAID TERHADAP ASY-SYAIKH DR. AHMAD BAZMUL

Soal: Apa yang kita lakukan dengan kitab-kitab asy-Syaikh Ahmad Bazmul setelah adanya pernyataan dari  asy-Syaikh ‘Ubaid?

Asy-Syaikh Hani menjawab:

Aku sebutkan kepada kalian, wahai para saudaraku, bahwa asy-Syaikh ‘Ubaid berkedudukan sebagai ayah bagi kita semua dan juga bagi asy-Syaikh Ahmad Bazmul.

Asy-Syaikh Ahmad Bazmul memiliki ucapan yang bagus pada akhir pelajarannya tentang asy-Syaikh ‘Ubaid, bahwa beliau adalah ayahnya, dan Asy-Syaikh Ahmad juga mengeluarkan beberapa pernyataan yang layak disyukuri atasnya.

Insya Allah, asy-Syaikh Ahmad akan mengambil nasehat asy-Syaikh ‘Ubaid.

Asy-Syaikh ‘Ubaid tidaklah mengatakan bahwa asy-Syaikh Ahmad Bazmul bukanlah seorang salafy. Yang beliau inginkan hanyalah agar asy-Syaikh Ahmad menjauhi beberapa perkara.

Insya Allah, perkiraan kuat, asy-Syaikh Ahmad akan mendengarkan ucapan asy-Syaikh Ubaid tersebut.

Beliau (asy-Syaikh ‘Ubaid) adalah ayah kita dan ayahnya salafiyyin. Semoga Allah senantiasa menjaga beliau dan semoga Allah memberi kenikmatan kepada kita dengan keberadaan beliau, dengan memanjangkan umur beliau dan umur masyayikh kibar yang lain.”

Dari Muhadharah “DURUS WA ‘IBAR”
22 Muharram 1436 H – 14 November 2014 M

sumber:

http://tukpencarialhaq.com/2014/11/25/apa-sikap-kita-terkait-dengan-tahdzir-asy-syaikh-ubaid-terhadap-asy-syaikh-dr-ahmad-bazmul/

Dari dua fragmen dialog yang dikutip dari situs tukpencarialhaq.com tersebut setidaknya kita dapat mengambil dua kesimpulan terkait Jarh Syaikh Ubaid kepada Al-Imam dan Ahmad Bazmul.

  • Kalau Anda mengikuti Manhaj Hani bin Buraik yang kemarin maka Anda harus konsisten menjarh Ahmad Bazmul sebagaimana yang ia lakukan terhadap Al-Imam, seperti yang ia ucapkan, yaitu harus bersama Al-Kibar, yaitu Syaikh Ubaid.
  • Kalau Anda mengikuti Manhaj Hani bin Buraik yang hari ini maka ia tidak ada ubahnya dengan Dzulqarnain yang dijarh, dengan La’ab, Mutalawwin dan Makir oleh Syaikh Rabi.

Demikian yang dapat kami sampaikan semoga menjadi pelajaran bagi kaum yang berakal. Wallahu a’lam.

Advertisements