goback

SISI LUAR UZUR KEJAHILAN

Pada kesempatan kali ini saya ingin sedikit membahas “sisi luar” perkara uzur bil jahl (dispensasi karena kebodohan) yang mana dengan sebab kebodohan ini si pelaku yang diduga melakukan pelanggaran syariat yang berat, seperti kekafiran/kemusyrikan diberi kelonggoran dari suatu hukum agama yang mengikatnya. Contoh: ada seorang muslim yang menyembah kubur/memberikan sesajen kepada leluhur atau melakukan tindak perbuatan kekafiran secara terang-terangan lalu bagaimanakah hukumnya, apakah dia musyrik/kafir atau tetap muslim tapi bodoh?

Perkara ambigu semacam ini sesungguhnya telah menciptakan jurang pemisah antara para ulama dan dai-dai dimanapun berada dari dulu hingga sekarang ini bahkan tak heran bila ada yang sampai berpecah belah karenanya. Di antara mereka ada yang menganggapnya; yakni si pelaku tadi adalah musyrik/kafir tulen (batal islamnnya) baik secara keyakinan ataupun tahqiq tahkimnya (penerapan hukumnya) dan adapula yang masih menganggap mereka muslim yang jahil.

Sesungguhnya para ulama ini; baik yang menjatuhkan vonis musyrik/kafir (baik dalam batas keyakinan semata maupun penerapanna) ataupun tidak, sama-sama berdalil dan berhujjah dengan nash-nash alias bukan sekedar berwacara kosong semata dalam mengurai permasalahan yang pelik ini.

Lalu pertanyaan cerdasnya di sini adalah; mengapa ketika berdalil mereka malah berselisih? Inilah point masalah yang akan sama-sama kita cari tahu. Dan bagaimanakah cara pandang yang benar dalam melihat hal ini?

Saya pribadi, dalam permasalahan semacam ini tidak ingin larut dengan berbagai macam kaidah dan pendapat para ulama salaf dan khalaf, karena saya kira hal semacam itu sudah banyak ditemui di berbagai laman web dan blog-blog atau dalam berbagai kitab dan ceramah mereka. Dan ending dari dua silang pendapat tersebut terus saja menguap dalam sebuah wacana tidak jelas, dan sampai saat ini saya tidak atau katakanlah belum menemukan ulama/ustadz salafy yang berani menjatuhkan vonis pasti (muayyan) terhadap mereka, selalu saja perkataan mereka hanya berpusat pada vonis-vonis yang berlaku umum (sebatas keyakinan), dan lagi-lagi hanya golongan yang dicap khawarij lah yang berani menyatakan secara muayyan (tegas dan mantap dalam penegakkan hukumnya) bahwa mereka adalah kafir dan musyrik dan berlaku padanya hukum sebagai musyrik dan kafir.

Dalam melihat permasalahan seperti ini adalah sebuah kekeliruan saya kira bila kita hanya membangun wacana monolog kosong semata dalam forum-forum atau majlis ilmu yang searah tanpa disertai usaha untuk berdialog dengan para pelaku tersebut agar diketahui hujjah yang menjadi dasar keyakinan mereka, karena ketiadaan komunikasi dua orang akan selalu memunculkan zhon/praduga, dan sebagian praduga itu dosa, oleh karena itulah sebagiannya perlu diclearkan dengan saling berdialog satu sama lain agar terhindar dari dosa.

Seorang terduga pun dalam sebuah majlis hukum tentu perlu dihadirkan dalam ruang persidangan untuk ditanya-tanyai dan dibuktikan pelanggarannya agar dapat diputuskan vonis yang tepat dan benar untuknya?

Bagaimanakah kiranya bila dalam sebuah ruang sidang seorang hakim menjatuhkan vonis atas seseorang yang tidak tahu rimbanya dan tidak pernah melalui proses hukum, tentu ini adalah sebuah kebodohan yang nyata, saya kira. Hanya saja ketika permasalahan semacam ini (kemusyrikan/kekafiran) telah menggurita alias terjadi dimana-mana di belahan bumi Islam dan tidak hanya satu dua orang yang berbuat tapi ratusan bahkan ribuan maka bagaimanakah menghukumi mereka? Tentu saja konyol bila hal semacam itu diadili di ruang sidang, namun hal semacam ini kerap hadir dalam majlis-majlis ilmu yang membahas tentang tauhid, disana kita temukan ada dai yang bergampang-gampangan dalam menjatuhkan vonis dan ada pula yang dai yang tidak tegas dalam menjatuhkan vonis.

Dalam mengurai permasalah semacam ini saya pribadi, lebih memilih mendakwahi objek yang disasar ketimbang menjatuhkan vonis kepadanya, seberapapun benarnya vonis tersebut, sebab karakter manhaj nabawiyah adalah berdakwah hingga Islam merata di tengah manusia; seberapapun tingginya resiko untuk gagal maka berdakwah tidak boleh berhenti sesaatpun. Penyakit cepat menyerah adalah penyakit kronis berbahaya yang menimpa dai-dai salafy sehingga mereka mudah bermain vonis terhadap objek dakwah mereka.

Padahal inti dari dakwah hanyalah sekedar menyampaikan dan sisanya diserahkan kepada Allah, bila kiranya mereka tetap tidak mendapat hidayah apakah Anda akan menyerah dari mendakwahinya?

Silahkan jawab!

53 thoughts on “SISI LUAR UZUR KEJAHILAN”

  1. 1. “dan sampai saat ini saya tidak atau katakanlah belum menemukan ulama/ustadz salafy yang berani menjatuhkan vonis pasti (muayyan) terhadap mereka, selalu saja perkataan mereka hanya berpusat pada vonis-vonis yang berlaku umum (sebatas keyakinan)”
    eEHM,
    2. “Dalam mengurai permasalah semacam ini saya pribadi, lebih memilih mendakwahi objek yang disasar ketimbang menjatuhkan vonis kepadanya, seberapapun benarnya vonis tersebut, sebab karakter manhaj nabawiyah adalah berdakwah hingga Islam merata di tengah manusia; seberapapun tingginya resiko untuk gagal maka berdakwah tidak boleh berhenti sesaatpun. Penyakit cepat menyerah adalah penyakit kronis berbahaya yang menimpa dai-dai salafy sehingga mereka mudah bermain vonis terhadap objek dakwah mereka”
    a. YA.. ANDA TELAH MEMILIH ! Tinggal kita amalkan dengan selalu memohon hidayah dan taufik dari Allah ‘Azza wa jala
    b. Kalimat “Menimpa dai – dai salafy” ATAU LEBIH TEPATNYA DIGANTI DENGAN KALIMAT “Menimpa sebagian dai- dai salafy”

    1. Ada baiknya anda memberikan pemaparan yang jernih bila ingin berpendapat bukan hanya sekedar berkomentar, karena siapa pun bisa berkomentar.

      1. Banyak sekali dijumpai ulama mengkafirkan ta’yin kepada para pelaku syirik akbar atau kufur akbae tersebut, syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab telah menuliskannya di mufiidul mustafiid. Silahkan meruju’ disana.

        justru pembaruan yang dilakukan oleh Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab dalam maslah takfir mu’ayyan ini dimana ulama di jaman beliau tidak mau mengkafirkan secara mu’ayyan

  2. metode dawah para ulama salaf lah yang menjadi rujukan,tidak di nukilkan dari mereka para salafus sholeh mengajak dialog ahli bidah dan kurafat ketika mau memberi nasihat,banyak contoh kalo ente merujuk,nyeleneh sendiri,..so mau dibilang humanis,ente masih predator kah? ..nyaman ente dengan nama itu?…ente menggelari itu dengan kemauan sendiri?

    1. hanya sedikit contoh, entah ente itu buta atau tidak, yang jelas nabi itu berdialog dengan ahli kitab dan kaum musyrikin pagan, mereka yang ente anggap paling bener apakah ada yang berdialog dengan ahli kitab dan para pelaku syirik secara face to face? adakah mereka mengajak mereka kepada Islam dan tauhid padahal nabi melakukan hal tersebut? Ibnu Abbas berdialog dengan eks pasukan Ali yang dituding khawarij maka adakah mereka yang ente anggap bener ente melakukan hal yang sama kepada golongan yang dituding khawarij di masa ini?, bahkan kalau mau ambil contoh Ibnu Taimiyah, ini orang kerjanya debat terus dengan ahlul bidah, baik secara lisan maupun tulisan. tidak cuma itu, bahkan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab itu sampai diusir dari kampungnya karena ia berani berdebat dengan orang yang ia anggap musyrik. Mereka semua ini tidak “maen belakang” tapi dakwah face to face! Itu kalau ente mau belajar…

  3. ألسلام عليكم ورحمةالله وبركاته؟
    ustadz, mohon nasehatnya bagaimana supaya para pendatang baru/yg baru kenal kajian salaf (seperti ane) tidak terseret dan larut/malah ikut2an (dg modal kejahilan) dlm perselisihan sesama salafiyyin yg (maaf) menurut pengamatan ane cukup berdampak parah dlm ukhuwah sesama salafiyyin itu sendiri pada khususnya & sesama kaum mislimin pd umumnya?
    شكرا..

    1. عليكم السلام ورحمةالله وبركاته
      yang pertama agak susah, karena dakwah salafiyah di indo ini baru tumbuh, artinya mereka (thalib/ustad) yang menyebut dirinya salafy belum lah totalitas dalam hal keilmuan, karena iklim keilmuan kita masih rendah sekali, artinya untuk beda sendiri itu sulit diterima meskipun kita benar. contoh sederhananya adalah para salafus saleh kita hampir tidak ada yang pecah belah dalam masalah furu bahkan yang hampir mendekati ushul, karena perbedaan pandangan mereka dalam melihat objek dalil sebab pada mereka ada ilmu yang bener. namun ustad2 kita di sini atau pun pembebeknya begitu mudah untuk berpecah belah karena adanya perbedaan dalam hal2 yang bersifat furu (baik pecah belah secara dingin maupun terbuka) terutama yang menyangkut objek manhaj, artinya ketika ustad2 pecah belah maka mau tidak mau pembebeknya ikut2an, itu terjadi karena mereka sama2 jahil.
      satu sisi ana melihat berkembangnya dakwah salafiyah oleh para ustad dengan cepat di masyarakat itu bagus namun disaat yang bersamaan terjadi dengan begitu mudahnya para mad’u yang menjadikan ustadnya sebagai rujukan maka ini adalah bencana dan kehancuran. lebih hancur lagi ketika mereka memusuhi siapa saja yang tidak menjadikan ustadnya sebagai rujukan, gaya beragama mereka mirip dengan ahlul kitab.
      Intinya jadikalah quran dan sunnah sebagai rujukan, ketika ustad antum salah maka otomatis antum akan meninggalkannya dan mengikuti quran dan sunnah. oleh karena itu belajar tidak cukup hanya dari satu dua orang orang ustad tapi belajarlah kepada siapa saja mengajak kepada ilmu yang bener dan juga dari diri sendiri juga, sebagaimana sabda nabi: istafti qalbak! tanyailah/minta fatwa pada hatimu, itu kalau antum bingung. Terakhir, jangan peduli apa kata orang, belajar lah hingga ke liang lahad.

  4. Al hajuri kemana y disaat seruan presiden dan panglima militerny menyeru jihad. dan beberapa ikhwah dan masyarakat menyambut seruan tersebut

  5. Gimana pandangan antum mengenai Seruan Mufti Saudi Arabia berikut ini :

    https://downloaddakwahsalafy.wordpress.com/2015/03/25/seruan-syaikh-abdul-aziz-alusy-syaikh-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-untuk-ahlussunah-di-yaman/

    زء من خطبة سماحة المفتي عبد العزيز ال الشيخ لهذا اليوم

    واختتم سماحته خطبته بالتأسف على مايجري في اليمن وقال :إخواني يؤسف كل مسلم ما يجري في اليمن السعيد من هذه الفوضويات والاضطرابات والقلاقل التي لا أول ولا آخر لها ، هذه المصائب في اليمن السعيد، إنما هي من تدبير أعداء الإسلام فليحذر المسلمون أن يستخدمهم أعدائهم، أيها الشعب اليمني المبارك ،من يحكم هذا البلد، أين العقول الجيدة ،أين العلماء وأين القادة وأين المفكرون، أن تضيع البلاد بهذا الشكل تدميراً واخلالاً للأمن وسفكاً للدماء ونهباً للأموال على أيدي المجوس وأعوانهم الذين يبغضون الإسلام وأهله، هذه الفرق الضالة هدفها القضاء على الإسلام ، ألا يكفي المسلمون مما مر بهم وان لا يمدو ايديهم مع اعدائهم ان اعدائهم المجوس لا يريدون لكم خيرا وانما يريدون افسادكم وفسادكم و سلب خيراتكم وتضليل افكاركم الى غير ذلك من آرائهم الضالة، فيا أيها الشعب اليمني ويا رجال اليمن اتقوا الله في أنفسكم ،عودوا إلى رشدكم وحكموا العقل والرأي السديد لتعلموا أن هذه الحملات السيئة المجوسية جاءت لإضلالكم واضعاف شوكتكم والقضاء على دينكم وكرامتكم وأخلاقكم، ما جاءوا حباً لكم ولا رحمة بكم ولكن جاءوا لينشروا الفساد كما يريدون ويأبى الله إلا أن يتم نوره ولو كره الكافرون، فيا إخواني في اليمن الله الله في أنفسكم وبحرماتكم وفي بلادكم أن تضيعوها في هذه الفتنة الضالة المضلة وفق الله الجميع لما يحب ويرضى إنه على كل شيئ قدير.

    Samahatul Mufti Syaikh Abdul Aziz Alusy Syaikh حفظه الله pada hari ini (29 Jumadil Awal 1436H / 20 Maret 2015) menutup khutbahnya dengan menyerukan nasehat atas apa yang terjadi di Yaman.

    1. Menurut ana, ulama qaum (Yaman) itu lebih tepat dalam menjawab gejolak Yaman. Syaikh Abdul Aziz Alusy Syaikh adalah ulama, itu benar. Namun bukan karena beliau ulama sehingga fatwanya mengikat orang-orang Yaman. Mungkin kasus fatwa Syeikh Muqbil semasa lasykar jihad hendaklah dilihat kembali, betapa syaikh Muqbil hanya mengikuti laporan semata. dan betapa banyak orang tidak bersalah yang harus mati konyol karena fatwa tersebut.
      Intinya, mengatasi gejolak Yaman ini perlu kekuatan bukan fatwa semata dan kasus Dammaj kemaren perlulah ditinjau kembali, sebagai salah satu negara terkuat di timur tengah, apa yang dilakukan Saudi dan beberapa koleganya ketika Dammaj diserang? sekarang apa yang dilakukan Saudi ketika yaman dilumpuhkan? ana melihat negara2 di timur tengah masih suka individualistis, belum lagi bila terdapat permasalahan politik yang ada di dalamnya, tambah makin runyam. Lain cerita kalau negara2 di sekitar yaman mau membantu mungkin fatwa jihad sudah saatnya digelorakan oleh berbagai pihak, sebab yang menyokong Hutsi itu adalah Iran dan Amerika serta koloni-koloninya. dan kekuatan tempur mereka ini ngga main2.
      kalau antum lihat ketika Hutsi menduduki berbagai distrik strategis di Yaman, apakah penduduk/militer setempat tidak melawan? mereka melawan ya akhi (kecuali beberapa yang sudah menyerah duluan seperti al-imam, al-adeni), tapi karena kekuatan mereka tak sebanding maka akhirnya mereka pun kalah. dan sekarang sudah banyak titik yang dikuasai Hutsi.
      Kalau seandainya penduduk Yaman sunni disokong kekuatan militer yang katakanlah sebanding dengan Hutsi dari negara2 sunni terdekatnya seperti saudi maka Hutsi tentu saja dapat dilumpuhkan.
      Kesimpulan: jihad untuk bela diri/nyawa maka tidak perlu lagi fatwa karena perkaranya jelas, tapi jihad untuk melawan, menyerang dan menghancurkan musuh maka tidak cukup fatwa saja tapi kekuatan. Apaklah Syaikh Abdul Aziz Alusy Syaikh sudah menghitung itu semua? wallahu a’lam.

      Update: menurut berita dr media konvensional yang ana denger sekarang, Alhamdulillah Saudi dan negara2 sunni lainnya sudah bergerak menyerang militan syiah hutsi, baru2 ini saja Saudi sudah mengerahkan 100 pesawat tempur dan 150 ribu tentara. Mudah-mudahan ini karena tujuan membela agama, bukan karena adanya tendensi politik tertentu. Amin. karena yang ana denger, ketika hustsi sudah menduduki titik2 penting dan strategis di Yaman maka negara2 yang berada di sekitar Yaman mulai kalap ketakutan karena mereka khawatir perbatasan mereka bakal dicaplok juga oleh Hutsi. Oleh karena itu sebelum Hustsi bergerak lebih jauh maka negara2 melakukan aliansi gabungan untuk menyerang HUtsi. Dan bila sudah begini maka fatwa jihad perlu digelorakan terus menerus kepada penduduk Yaman.

      Doakan saja semoga Hutsi hancur sehancur-hancurnya. Amin.

      1. Yang mau pinter, Baca ini. Biar tau Kenapa ga mudah bagi negara Islam turut membantu secara militer bagi saudaranya yang terdzalimi di negara lain

        Ditulis oleh dosen muda S2 Hukum perang Internasional, Fajri Muhammadin

        Bismillah….

        “Kenapa Saudi tidak/belum kirim pasukan ke Suriah? Jawabnya saya ndak tau, belum tanya sama Pakde Salman. Tapi dari perspektif hukum internasional bagaimana? Nah, sebetulnya banyak yang sudah tau kok: karena Presiden Yaman berdaulat dan berhak meminta bantuan melawan pemberontak, sedangkan kalo di Suriah, (sayangnya) si Assad lah yang berdaulat dan apa iya mau kirim pasukan lawan pemerintah yang sah? Tapi biar keren kita pake (1) analisis hukum, dan (2) tetep dikasih masalah untuk dipikirin hehehe.

        ANALISIS HUKUM INTERNASIONAL

        Dalam hukum internasional, tindakan agresi itu dianggap sebagai salah satu kejahatan internasional yang paling serius sampai tingkatannya sudah Jus Cogens atau Peremptory Norm (norma tertinggi dalam hukum internasional, kalo ada traktat dll yang melanggarnya maka traktat itu dianggap hapus. Silahkan lihat Konvensi Wina 1969 pasal 53, juga ILC Draft Articles on Responsibility of States for Internationally Wrongful Acts with commentaries 2001, di penjelasan Pasal 26).

        Apa itu agresi? Annex pada Resolusi Majelis Umum PBB No. 3314 tahun 1974, yang kemudian dikutip di amandemen Statuta Roma pada Kampala Agreement di Pasal 8bis, menjelaskan bahwa pengertian agresi adalah:

        “…the use of armed force by a State against the sovereignty, territorial integrity or political independence of another State, or in any other manner inconsistent with the Charter of the United Nations.” (Dengan penambahan penekanan)

        Maksud dari sovereignty dan independence ini adalah kedaulatan pemerintah untuk mengambil keputusan dan memaksakan berlakunya hukum di wilayah di mana dia berdaulat itu, tanpa intervensi asing. NAH, prinsipnya itu adalah sebuah pemerintah berdaulat mah monggo aja mau mengizinkan siapapun masuk ke wilayahnya, namanya dia yang punya.

        Artinya ada dua unsur utama dari agresi: “penggunaan kekerasan bersenjata” dan “melawan kedaulatan, integritas territorial, dan kemandirian politik Negara lain”, yang keduanya harus terpenuhi.

        Maknanya ada beberapa.

        Pertama, suku Houthi tidak bisa dibilang melakukan agresi, karena bukan ‘negara lain’ yang diserang.

        Kedua, kalau Presiden Yaman sudah mengizinkan bahkan meminta bantuan kepada Negara lain (dan presiden ini masih diakui), ya artinya syarat “melawan kedaulatan” tidak terpenuhi. Jadilah statement Kemlu Iran ini tidak tepat, dan justru sangat sah serangan Saudi ini. Bagaimana dengan korban sipil yang terjadi? Itu udah beda jalur dan beda pembahasan.

        Ketiga, kalau sampai Saudi menyerang pemerintah Suriah, bisa jadi masuk ke tindakan agresi.

        Akan tetapi ada satu lagi koridor sebetulnya, namanya Humanitarian Intervention. Maksudnya adalah tindakan agresi (kekerasan bersenjata, dan melawan kedaulatan) tapi ditujukan untuk alasan kemanusiaan, misalnya untuk membebaskan suatu kaum/masyarakat dari tirani. Nah, ini menimbulkan banyak sekali perdebatan, karena di satu ada sejarah panjang tentang just war (perang untuk tujuan yang baik, misalnya membebaskan orang yang tertindas pemerintah dzalim dll) dalam doktrin abad pertengahan, tapi di sisi lain orang udah capek dengan perang setelah kedua perang dunia II.

        Nah, sebetulnya di Agresi tadi kalau semuanya memperhatikan ada satu unsur tambahan di kejahatan agresi yaitu bahwa agresi itu adalah “dengan cara yang bertentangan dengan Piagam PBB”. Piagam PBB di Pasal 2(7) mengatakan bahwa tidak boleh melanggar kedaulatan, kecuali dengan pembatasan yang diberikan di Bab VII Piagam PBB yang membuka peluang intervensi berupa sanksi termasuk otorisasi tindakan militer oleh Dewan Keamanan. Jadi di antara perdebatan yang ada, ada kesepakatan bahwa setidaknya ada satu jenis agresi yang bisa dibenarkan yaitu jika mendapatkan otorisasi dari PBB, misalnya otorisasi untuk menyerang Libya dulu itu.

        Tapi bagaimana dengan Perang Irak yang tahun 2003? Nah mayoritas Negara di dunia mengakui bahwa itu adalah hal yang salah. Tapi ya bagaimana, lah wong UK dan USA punya hak Veto jadi siapa yang mau memberi sanksi ke mereka?

        Nah, karena itu untuk amannya secara politis, lebih baik Saudi tidak mengirimkan pasukan ke sana. Nah, tapi mereka mengirimkan dana dan senjata? Itu bagaimana?

        BANTUAN SAUDI KE MUJAHIDIN SURIAH

        Statement Menlu Iran itu sangat lucu karena di satu sisi dia menuduh Saudi Arabia melanggar kedaulatan Negara, padahal dia sendiri melakukannya.

        Dalam kasus USA v. Nikaragua (1986) di ICJ,[1] USA divonis bersalah karena melanggar hukum kebiasaan internasional berupa pelanggaran kedaulatan negara yaitu Nikaragua. Bagaimanakah USA melanggar kedaulatan Nikaragua? Nih kutipannya:

        “..training, arming, equipping, financing and supplying the contra forces or otherwise encouraging, supporting and aiding military and paramilitary activities in and against Nicaragua..” (Operative Clause 3, Judgment)

        Terserah Iran mau menyangkal kayak apa, tapi ya kelihatan buanget bahwa Iran banyak sekali mensuplai berbagai macam hal kepada pemberontak Syiah Houthi. Jadi ya mereka sendiri melakukan apa yang mereka tuduhkan, dan ironisnya tuduhannya kepada Saudi justru salah. Emang unyu gemes gemeeesss pengen lempar sepatu (tapi latihan dulu jangan kayak Bush, dilempar sepatu tapi dianya berhasil menghindar).

        Nah, sekarang pertanyaannya adalah bagaimana dengan dukungan Saudi Arabia ke beberapa kelompok Mujahidin yang berperang melawan Assad? Saya tidak tahu apakah Saudi Arabia mengirimkan milisi resmi (kalau iya itu tetap masuk ke definisi agresi, silahkan lihat Pasal 2 dari Annex dari Resolusi Majelis Umum PBB No. 3314 tahun 1974), tapi yang saya tahu minimal kirim uang dan senjata. Banyak orang-orang asal Saudi yang ikut bertempur, tapi kelihatannya itu atas nama individu dan bukan atas nama Negara (ini sudah pisah personalitas hukum).

        Tindakan mendanai dll ini tidak tergolong dalam tindakan agresi tetapi masih tergolong melanggar kedaulatan. Ibaratnya keduanya dosa besar tapi satunya XL dan yang lain XXXL. Dosanya sedikit lebih kecil dibandingkan agresi langsung. Apakah ini mungkin alasan kenapa Saudi masih berani bermain di wilayah ini? Apalagi temannya banyak, sebagaimana yang kita ketahui banyak sekali pihak yang membantu FSA termasuk Barat.

        Lalu, memang ada perdebatan sengit apakah boleh menggunakan justifikasi humanitarian intervention untuk melakukan agresi. Tapi bagaimana kalau ‘hanya’ di level intervensi yang tidak sampai agresi? Kelihatannya argument pro humanitarian intervention akan punya sedikit tambahan justifikasi, apalagi ditambah dengan fakta bahwa jahatnya Assad ke Sunni sudah jauh melebihi jahatnya Nikaragua bahkan Sadam. Tapi mungkin masih belum sejahat Pemerintah Afrika Selatan zaman Apartheid dulu, dan saat itupun tidak ada intervensi langsung (kecuali sanksi-sanksi embargo ekonomi dan militer dari PBB)?

        Jadi sekarang pertanyaannya begini: apakah justifikasi Saudi Arabia untuk membantu Mujahidin di Suriah memiliki dasar dalam hukum Internasional? Ataukah sebetulnya menyimpangi hukum internasional tapi kebetulan buanyak yang mendukung sehingga secara politis tidak bisa diapa-apakan?

        Nah, tadi kan saya bilang ini mau kasih masalah untuk dipikirin. Sekarang monggo difikirkan pertanyaan ini heart emotikon

        Untuk segala kekurangannya saya mohon maaf, kalau ada koreksi atau masukan monggo lho atau kalau ada pertanyaan juga silahkan smile emotikon

        Catatan Kaki:

        [1] yang putusannya tentu hanya mengikat para pihak yang bersengketa (Pasal 59 Statuta ICJ) tapi dapat menjadi sumber rujukan dalam hukum internasional (Pasal 38 Statuta ICJ), karena kontennya bisa merujuk pada sumber-sumber mengikat dalam hukum internasional misalnya hukum kebiasaan internasional (Pasal 38 Statuta ICJ)”

        https://fajrithinkingoutloud.wordpress.com/…/invasi-saudi-…/

  6. kayanya akh lewer kalo idup di yaman dah ngebacokin 1000 orang syiah pake clurit di medan perang kali ye,,! soalnye akh lewer kaya ga ada rasa hormatnye dikitpun ame syeikh yahya. mpe ngomongin syekh aje kaya manggil preman terminal.. ( afwan ustadz )

    1. afwan ya, si lewer itu agak gila.:mrgreen:
      agama hanya untuk orang berakal sehat bukan buat orang gila atau setengah gila.😛

  7. Apakah kalian mempunyai rasa hormat kepada ulama2 saudi?
    Pertanyaanya kan jelas al hajuri kemana disaat yaman pemerintahanya sedang membutuhkan rakyatnya untuk membela bangsa dan negaranya.dan ini adalah seruan waliul amr

    1. Alloh ta’ala berfirman:
      (فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا * إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا﴾ ( الشرح: 5، 6]
      “Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al Insyiroh: 5-6).

      Al Imam Ibnu Rojab Al Hanbaliy rohimahulloh dalam syaroh hadits Ibnu ‘Abbas rodhiyallohu ‘anhuma berkata: “Termasuk dari kelembutan rahasia digandengkannya faroj (jalan keluar dari kesulitan) dengan karb (kesulitan besar) dan digandengkannya yusr (kemudahan) dengan ‘usr (kesulitan) adalah: bahwasanya kesulitan besar itu jika semakin keras dan membesar serta memuncak, dan dihasilkan pada diri sang hamba rasa putus asa untuk mendapatkan penghilangannya dari arah para makhluk, dan hatinya bergantung kepada Alloh semata, dan inilah hakikat tawakkal pada Alloh, dan ini adalah termasuk sebab terbesar yang dengannya keperluan-keperluan itu diminta, karena sesungguhnya Alloh itu akan mencukupi orang yang bertawakkal kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya ta’ala:
      {ومن يتوكل على الله فهو حسبه} [الطلاق: 3]
      “Dan barangsiapa bertawakkal kepada Alloh, maka Dia akan mencukupinya.” (QS. Ath Tholaq: 3).
      (selesai dari “Jami’ul ‘Ulum Wal Hikam”/hal. 493).

      Mungkin doa Salafiyyun sewaktu jihad di dammaj dulu terkabul: “Ya Alloh lindungilah kami dari orang-orang zholim itu semua, dan jadikanlah mereka baku hantam sendiri.”

      Ada yang bertanya : alhamdulillah ahlussunnah yamman dapat bantuan dari Saudi, apakah ini hasil lobi Syeikh Yahya kepada Raja Salman? 09:54

      jawab : ana tidak tahu. Haiah Kibarul ulama dan beberapa ulama Lajnah Daimah seperti Fadhilatu Syaikh Sholih Al Fauzan memfatwakan pentingnya menumpas pemberontakan rofidhoh hutsiyyun, karena membahayakan agama dan tatanan pemerintahan di Yaman secara khusus dan seluruh wilayah Semenanjung Arob secara umum.

      Adapun Syaikhuna Yahya hafizhohulloh maka beliau bergerak secara rahasia agar para thullab di Shon’a dan Yaman secara umum tidak makin disakiti hutsiyyun. Syaikhuna Abdurroqib Al Kaukabaniy hafizhohulloh mengabari ana kegigihan Syaikhuna Yahya di Saudi untuk menghubungi pihak-pihak tertentu untuk melakukan hal-hal yang bisa menolong Ahlussunnah secara umum, dan thullab secara khusus. 09:55

      1. Alhajuri selama disaudi y ngapain y.sejak kapan kesaudi ? pihak mana yg dihubungi hajuri.

        @Aab. seandainya qadarullah akh lewer jihad ke yaman dan ketemu sama syaikh yahya, apa yang bakal antum lakuin atas beliau?
        Kok Aab nyuruh ana keyaman nemuin hajuri padahal lg disaudi

        weleh2….Tnya kenapa

  8. wuih mulai deh so! tau nya keluar da’wah di indonesia mulai tumbuh,bahasanya ck ck,..klo ada yang muji dikit aja kegirangan merasa jadi kayu gaharu wek, wek! apalagi klo yang nanya akhwat, jawabannya mendayu dayu,…

    1. tidak disebut maju meski dakwah sudah sampai ke pelosok kalau orang-orangnya masih berpikir pendek dan dangkal , ya seperti ente ini.:mrgreen: Antipati dengan kebenaran serta senang dengan kebodohan. makanya disebut mulai tumbuh, “ustadnya2” aja jahil apalagi murid2nya.
      untuk akhwat mereka adalah mahluk lembut dan harus diperlakukan dengan lembut menurut tabiat alamiahnya, sebagaimana yang diajarkan nabi. dan untuk yang dungu-dungu (komentator kosong) seperti ente dan yang lainnya biasa lah…😛

  9. ada fenomena unik dan menggelitik, dimana di sebuah daerah anak2 kecil sedang sama2 main yg kebetulan bapaknya beda manhaj, tiba2 anaknya seorang salafi sejati mengejek temennya yg sururi dengan mengatakan bil makna ” SAYA MAH SALAFI, KAMU SURURI…..!!!”
    pertanyaan buat @akh lewer & @pencari alhaq / yg semisalnya :
    – apakah seperti itu metode Rasul Shallallahu ‘alaihi Wasallam dalam mendidik anak kecil?
    – apakah kebencian antum terhadap orang2 yang tidak se-manhaj dengan antum “murni karena Allah” / karena hawa nafsu yang mengakar dan mendarah daging pada hati antum?

  10. Ketika kondisi dammaj lg panas2nya vonis serampangan yg ditebarkan hajuri. tiba2 anak anak yg sdng bermain dr keluaraga seorang salafi hajuri mengejek ha sifulan hizbi sialan hizbi

    apakah kebencian antum terhadap orang2 yang tidak se-manhaj dengan antum “murni karena Allah” / karena hawa nafsu yang mengakar dan mendarah daging pada hati antum?
    apakah seperti itu metode Rasul Shallallahu ‘alaihi Wasallam dalam mendidik anak kecil?

    Gunakanlah kaca yg dapat memantulkan sejauh mana keadaan yg mengaca jangan belakang cermin yg tdk dpt memantulkan apa yg diinginkan yg sedang berkaca

  11. (afwan ustadz admin)
    – kalo misalkan akh lewer ngisi sebuah kajian dan ketika sesi tanya jawab pertanyaan ma jawaban muter2 kaya contoh pertanyaan ane diatas, kira2 jamahnya gimana ya?
    – contoh satu pertanyaan lagi buat @akh lewer ( pengen tau jawabannya kaya gimana )
    seandainya qadarullah akh lewer jihad ke yaman dan ketemu sama syaikh yahya, apa yang bakal antum lakuin atas beliau?

    1. hehehe….
      ane mau curhat :
      الحمدلله
      ane kenal dakwah sunnah setelah qadarullah ane dengerin radio rodja. selama ikut kajian, tak pernah ane denger ustadz2 melarang ikut kajian fulan/fulan (ustadz manhaj salaf) bahkan menyarankan untuk mencari ilmu dengan ustadz siapapun tanpa taqlid dengannya.
      singkat cerita, setelah kenal dumay ane pun kaget karena ternyata salaf berselisih.

      pertanyaan buat @akh lewer :
      – apakah ane mesti pindah jalur kajian untuk menjadi salafi sejati?

  12. ente bilang ustadz nya aje jahil2,sapa yang ente maksud,ustadz luqman dah dikenal di dunia salafy,ente?!! ustad kokok,….tampil dong klo bener alim cuma koarkoar dalam tempurung aja dasar ko. ko. kok

  13. Maaf,

    Klo ISIS dengan BERBAGAI GABUNGAN MILISI SYIAH perang, bolehkah kita mendoakan kemenangan untuk ISIS ? karena ketika ROMAWI dan PERSIA dulu perang, Rosululloh suka kalau yang menang adalah ROMAWI.. dan setau saya ISIS jauh lebih baik daripada MAJUSI SYIAH. Wallahualam

    Trimakasih.. mohon pencerahan.

    1. jawabnya ada di ayat ini : Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

  14. Terimakasih…

    Di tunggu artikel2 nya…

    Walaupun artikel2 nya tidak sebanyak blog2 lain, tapi sangat membantu saya keluar dari kebekuan dan kejumudan berfikir tentang dakwah salaf/tauhid yang saya ketahui di awal2 dulu dan individu2 ummat yang beragam.

    Saya salut admin tidak menanggapi banyak hal dari blog rival, krn klo semua di tanggapi, yah admin sama saja kualitas berfikirnya dengan pengelola blog tsb (tukpencari***)

    TAPI ALHAMDULILLAH TIDAK.

  15. Mas lewer coba sekali sekali lihat video video nya dr. Zakir naik dari youtube… Insyalloh cara cara nya dlm menjawab, menyampaikan argumen, kepada awam, non muslim dgn berbagai latar belakang intelegensianya akan sangat membantu. Beliau pd bulan maret kemarin dpt penghargaan dari raja salman saudi sbg dai yg sangat berpengaruh dan punya andil besar dalam menyampaikan islam ke seluruh dunia terkhusus eropa dan Amerika. Ceramah ceramahnya melalui peace tv yg beliau kelola banyak berpengaruh terhadap cara pandang masyarakat Barat Tentang islam.

    Beliau org india. Dgn wasilah bhs inggris dakwahnya sangat bermanfaat untuk masyarakat d Eropa dan Amerika…

    Klo gak bs bhs inggris, ada bbrp yg ada terjemah bhs ibu pertiwi tercinta… Baarokallohufiik.

    Saya lagi belajar bhs arab, Klo bhs inggris sdh sjak sekolah dulu. Alhamdulillah bs ngikuti.

    Klo mau Chanel nya langsung dari sini http://www.youtube.com/drzakirchannel
    Tp brbhs inggris.

    Semoga bermanfaat

  16. Cara jawab beliau tentang menyikapi dan menilai seseorang, isu terorisme, osama bin Laden, sunni syiah, karbala pd awam sangat bagus sekali.. Cocok untuk anda dan kita semua insyaalloh…

    Smg bs jd masukan yg bermanfaat

  17. @smua

    Ketika saya jenuh dan kadang merasa turun iman ini, video2 dr. Zakat Naik dgn berbagai diskusnya dan tanya jawabnya serasa jd obat.. Bgmn tidak, dgn berbagai kekurangan saya dlm memenuhi hak2Nya, Dia menyelamatkan saya dgn mengenalkan saya pd dakwah salahnya ini.. Sebuah metodologi yg senantiasa berusaha mencocoki petunjuk Alloh dan RosulNya, sementara d luar sana masih banyak org2 yg mencari kebenaran non blm mendapatkannya…

    Ada Atheis, kristen, Hindu, syiah, dll…

    Membandingkan mrk yg ada di video2 itu dgn saya, sy hanya bsa berkata sungguh tdk ada puncak kebahagiaan hidup di dunia ini kecuali mengikuti petunjuk Alloh dan RosulNya, Alquran dan hadits2 nabi yg shahih…

    Sbuah kesimpulan yg bs saya dptkan knp dr. Zakir naik lbh fokus mengajak manusia kpd islam drpd frontal membantah syiah, ikhwanul muslimin, ht, ji, dll… Brngsiapa mengenal agama ini dari Alquran dan hadits2 nabi yg shahih, otomatis dia akan selamat dr yg berlawanan dgn keduanya..

    Ujian hidup ini tdk lah seberapa, d banding kebahagiaan d selamatkan dlm bahtera Al quran was sunnah ash shahihah.

  18. @smua

    Ketika saya jenuh dan kadang merasa turun iman ini, video2 dr. Zakir Naik dgn berbagai diskusnya dan tanya jawabnya serasa jd obat.. Bgmn tidak, dgn berbagai kekurangan saya dlm memenuhi hak2Nya, Dia menyelamatkan saya dgn mengenalkan saya pd dakwah salah ini.. Sebuah metodologi yg senantiasa berusaha mencocoki petunjuk Alloh dan RosulNya, sementara d luar sana masih banyak org2 yg mencari kebenaran dan blm mendapatkannya…

    Ada Atheis, kristen, Hindu, syiah, dll…

    Membandingkan mrk yg ada di video2 itu dgn saya, sy hanya bsa berkata sungguh tdk ada puncak kebahagiaan hidup di dunia ini kecuali mengikuti petunjuk Alloh dan RosulNya, Alquran dan hadits2 nabi yg shahih…

    Sbuah kesimpulan yg bs saya dptkan knp dr. Zakir naik lbh fokus mengajak manusia kpd islam drpd frontal membantah syiah, ikhwanul muslimin, ht, ji, dll… Brngsiapa mengenal agama ini dari Alquran dan hadits2 nabi yg shahih, otomatis dia akan selamat dr yg berlawanan dgn keduanya..

    Ujian hidup ini tdk lah seberapa, d banding kebahagiaan d selamatkan dlm bahtera Al quran was sunnah ash shahihah.

  19. @smua

    Ketika saya jenuh dan kadang merasa turun iman ini, video2 dr. Zakir Naik dgn berbagai diskusnya dan tanya jawabnya serasa jd obat.. Bgmn tidak, dgn berbagai kekurangan saya dlm memenuhi hak2Nya, Dia menyelamatkan saya dgn mengenalkan saya pd dakwah SALAF ini.. Sebuah metodologi yg senantiasa berusaha mencocoki petunjuk Alloh dan RosulNya, sementara d luar sana masih banyak org2 yg mencari kebenaran dan blm mendapatkannya…

    Ada Atheis, kristen, Hindu, syiah, dll…

    Membandingkan mrk yg ada di video2 itu dgn saya, sy hanya bsa berkata sungguh tdk ada puncak kebahagiaan hidup di dunia ini kecuali mengikuti petunjuk Alloh dan RosulNya, Alquran dan hadits2 nabi yg shahih…

    Sbuah kesimpulan yg bs saya dptkan knp dr. Zakir naik lbh fokus mengajak manusia kpd islam drpd frontal membantah syiah, ikhwanul muslimin, ht, ji, dll… Brngsiapa mengenal agama ini dari Alquran dan hadits2 nabi yg shahih, otomatis dia akan selamat dr yg berlawanan dgn keduanya..

    Ujian hidup ini tdk lah seberapa, d banding kebahagiaan d selamatkan dlm bahtera Al quran was sunnah ash shahihah.

    1. ada baiknya kekaguman antum kepada dr zakir tersebut diproporsionalkan, kalo ngga biasanya nanti omongan orang lain akan antum remehkan, yang antum liat cuman dr zakir saja, inilah awal dari fanatisme buta, tapi tak selalu jadi fanatisme sih, tergantung orangnya saja, ana hanya mengingatkan.
      pada prinsipnya belajar pada siapa saja itu perlu, karena tak semua hal satu dua orang itu tahu, dengan catatan : metodologi untuk meraih kebenaran sudah kita kuasai sehingga kita bisa menimbang/membedakan dengan benar antara benar dan salah. jadi kalo dia salah kita tinggalkan ucapannya kalo bener kita ambil, sederhana bukan.
      ana lihat antum itu masih ada di… ibarat buku di mukadimahnya, salafy itu merupakan salah satu bab dalam buku tersebut dalam banyak babnya, perbab-nya punya bahasan masing2… di sini ana hanya menjelaskan perbedaan salafy dengan paham di luar sana, salafiah sebagai paham memiliki visi, yaitu mengikuti Al-Quran dan hadits, misinya banyak dan beragam tergantung kelompok (baca: kubu) mana, semua salafy mengikuti Al-Quran dan Hadits tapi mereka kerap pecah belah, ini terjadi karena misinya berbeda… terkadang di antara mereka ada yang menjadikan syaikh A,B,C,D,E, dst sebagai marja/rujukan mereka masing2 untuk menuju Al-Quran dan Hadits tersebut, padahal ini tak sepenuhnya benar, karna syaikh adalah manusia dan manusia itu bisa saja berbuat salah dan buktinya banyak sekali. Kitab rudud merupkan contoh kecil dari hal semacam ini.
      Perbedaan misi adalah keniscayaan manusiawi yang bisa disangkal, karena manusia itu diberi akal pikiran yang beragam, ayah dan anak yg satu darah saja saja belum tentu sama dalam berpikir apalagi orang lain dengan orang lain?! Oleh karena itu perbedaan itu perlu dipelajari dan dipahami dengan benar. Kebanyakan orang hanya berkutat di objek dari perbedaan bukan pada “perbedaan” itu sendiri, karena tak semua perbedaan itu buruk dan tak semua perbedaan itu baik, semua tentu perlu ditimbang dengan timbangan yang adil.
      pada dasarnya ulama-ulama salaf terdahulu pun suka berbeda-beda dalam menyoal sebuah permasalahan yang sama, namun mereka mampu untuk berada dalam satu barisan yang sama karena pemahaman mereka tentang perbedaan itu sangat mendalam, sehingga pecah belah itu sulit terjadi, sementara orang zaman sekarang, mereka sangat dangkal dengan perbedaan, mereka lebih suka menafsirkan perbedaan dalam satu makna saja, yaitu kesesatan. dan inilah kiranya awal dari kehancuran umat Islam.
      Intinya belajar dan terus belajar adalah proses cleaning kerak-kerak kejahilan yang menempel kuat yang ada di diri kita, dan sebagai sebuah proses tentu ia perlu waktu dan masing2 orang berbeda-beda masanya tentunya untuk meluruhkan kerak-kerak tersebut… wallahu a’lam.

  20. “Intinya belajar dan terus belajar adalah proses cleaning kerak-kerak kejahilan yang menempel kuat yang ada di diri kita, ”

    “dan sebagai sebuah proses tentu ia perlu waktu dan masing2 orang berbeda-beda masanya

    “tentunya untuk meluruhkan kerak-kerak tersebut ”

    Terima kasih nasehatnya…

    وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

    Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (an Nahl 78)

  21. “Intinya belajar dan terus belajar adalah proses cleaning kerak-kerak kejahilan yang menempel kuat yang ada di diri kita,

    dan sebagai sebuah proses tentu ia perlu waktu dan masing2 orang berbeda-beda masanya

    tentunya untuk meluruhkan kerak-kerak tersebut ”

    Terimakasih nasehatnya… Membuka pandangan saya lagi.

    وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
    Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.

  22. “Perbedaan misi adalah keniscayaan manusiawi yang bisa disangkal”

    Apa maksudnya : Perbedaan misi adalah keniscayaan manusiawi yang bisa “TIDAK BISA” disangkal ..

    “Kebanyakan orang hanya berkutat di objek dari perbedaan bukan pada “perbedaan” itu sendiri, karena tak semua perbedaan itu buruk dan tak semua perbedaan itu baik, semua tentu perlu ditimbang dengan timbangan yang adil.”

    untuk yang ini saya masih dangkal.. Semoga ada yang membimbing saya.

    Maaf boleh tanya :

    Apa yang terjadi di Suriah, dan Yaman, dimana Alloh kuasakan musuh2 Islam pada mereka, apakah karena mereka melakukan kemaksiatan pada Alloh ??? Krn menurut saya di sana pusatnya Islam.. orng2 disana yang termasuk lebih awal menerima Islam daripada di Indonesia..

    Mohon pencerahannya… krn di Al Quran yang pernah saya lewati bahwa Tidaklah Alloh hendak menghancurkan suatu kaum kecuali dengan menguasakan pd mereka Org2 yg dzalim.. namun saya yakin semua terjadi dengan sebab. Saya kurang tau yang terjadi di Suriah maupun Yaman sebelum ini.. klo admin tau, tolong beri pencerahan.. apakah benar adanya jamaah2 jihad dan pergerakan yg sporadis turut berperan membuat muslimin semakin ditekan dan lemah??

    maaf terlalu panjang.

    1. “Kebanyakan orang hanya berkutat di objek dari perbedaan bukan pada “perbedaan” itu sendiri, karena tak semua perbedaan itu buruk dan tak semua perbedaan itu baik, semua tentu perlu ditimbang dengan timbangan yang adil.”

      untuk yang ini saya masih dangkal.. Semoga ada yang membimbing saya.

      misal si fulan x oleh ulama A dia dianggap baik, oleh ulama B dia dianggap buruk. gara2 perbedaaan ini masing2 pengikut ulama ini saling caci mencaci satu sama lain. padahal kalau mereka paham apa yang diperbedakan dari si fulan tadi niscaya mereka akan menuju satu pandangan yang sama. Alias tidak saling caci maki satu sama lain sebagaimana ulama A dan B tadi. meski mereka berbeda mereka tidak saling caci maki.

      Maaf boleh tanya :

      Apa yang terjadi di Suriah, dan Yaman, dimana Alloh kuasakan musuh2 Islam pada mereka, apakah karena mereka melakukan kemaksiatan pada Alloh ??? Krn menurut saya di sana pusatnya Islam.. orng2 disana yang termasuk lebih awal menerima Islam daripada di Indonesia..

      Mohon pencerahannya… krn di Al Quran yang pernah saya lewati bahwa Tidaklah Alloh hendak menghancurkan suatu kaum kecuali dengan menguasakan pd mereka Org2 yg dzalim.. namun saya yakin semua terjadi dengan sebab. Saya kurang tau yang terjadi di Suriah maupun Yaman sebelum ini.. klo admin tau, tolong beri pencerahan.. apakah benar adanya jamaah2 jihad dan pergerakan yg sporadis turut berperan membuat muslimin semakin ditekan dan lemah??

      maaf terlalu panjang.

      masalah semacam ini sangat kompleks dijawab, semuanya bermuara pada takdir Allah, karena tidak ada yang terjadi melainkan dari kehendaknya. tapi kalau dianalisis tentu perlu banyak komponen2 untuk merangkainya menjadi jawaban ilmiah. salah satunya penyebab yaman seperti ini karena disana terlalu banyak umat Islam sunni yang mudah pecah belah sehingga kekuatan mereka menjadi sangat lemah, sementara syiah yang berbeda2 malah bersatu. dan juga karena muncul hasutan politik dari iran dimana ia mengingkan syiah hutsi serupa hizbullah di libanon, dll.

  23. “Perbedaan misi adalah keniscayaan manusiawi yang bisa disangkal”

    Apa maksudnya : Perbedaan misi adalah keniscayaan manusiawi yang “TIDAK BISA” disangkal ..

    Trimakasih

    1. khan sudah dijelaskan, hal itu seumpama ayah dan anak yang berbeda dalam memutuskan satu perkara padahal mereka masih satu darah/sel, seperti ayah ingin anaknya sekolah kedokteran anaknya malah pilih yang lain. padahal keduanya sama2 menghendaki kebaikan dari pilihan tersebut. siapa yang bisa menyangkal perbedaan semacam ini, lalu siapa yang bisa menyangkal adanya ulama yang saling berbeda pemahaman satu sama lain? padahal mereka sama2 merujuk Quran dan Sunnah?

  24. Maaf, apa masih ada pembimbing yang rabbani di sekitar kita ? Kebanyakan ustadz sudah modern sekarang. Gak pake kitab, tapi cukup bawa tablet kemana-mana… Kita yang awam rasanya malu dan minder klo dekat dekat.. apalagi banyak yang sudah masuk TV.

    Kesehariannya pun kita jarang bisa mengambil teladan. Beri petunjuk saya masih adakah ust/alim yang rabbani ? Apa yang harus saya lihat pertama kali dari kesehariannya sebelum bearazam untuk belajar sama dia.

    Trimakasih.

    1. ustad yang bener biasanya tidak ada aura selebnya (merasa di atas yang lain), mereka mau bergaul dengan siapa saja dan rendah hati bahkan terhadap orang dungu sekalipun. orang seperti ini memang jarang ada, tapi kalau dicari insya Allah ketemu.

  25. Ringan sekali admin jawabnya. Saya fikir akan panjang lebar dgn ciri2 dan syarat2 yg banyak..

    Mudah2an bisa saya dapatkan.

    Terimakasih jawabannya.

  26. Admin…
    Bisa tlg infokan pondok setingkat smp yg baik tuk anak saya….
    Trrima kasih atas infonya

  27. Kita doakan semoga saudara2 kita di yaman,suriah dllnya mendapat pertolongan allah,selayaknya kita membantu apa yang kita mampu amiin

Comments are closed.