perbedaan jarh wa ta'dil dalam pandangan ulama

Kena Batunya: Renungan dan Pertanyaan Bagi Yang Mentahzir Syaikh Yahya!

Sungguh kasihan melihat nasib Abdurrahman Al-Mar’i kini. Dulu karena ia lah salafiyyun Yaman dan di Indonesia berpecah belah, sebagian dari mereka ada yang memihaknya sebagian lain tetap berdiri bersama Syaikh Yahya.

Yang memihaknya menganggap apa yang ia lakukan terhadap Dammaj (mengeluarkan murid-murid Dammaj dari Darul Hadits menuju Markiz baru yang ia bangun di Fiyus) adalah sah-sah saja, justru tahzir Syaikh Yahya kepadanya itulah yang serampangan dan sesat. Bahkan ia (Abdurrahman Al-Mar’i) berhasil menggalang kekuatan dari para Masyaikh Yaman dan Saudi untuk ramai-ramai mentahzir balik Syaikh Yahya karena tahzirnya kepadanya.

Namun apa yang terjadi kini?

Roda waktu kembali berputar dengan adil! Dan menghukumi Abdurrahman dengan adil seadil-adilnya, apa yang dulu ia lakukan terhadap Syaikh Yahya dan Dammaj kini terulang kembali padanya… (kena batunya) masya Allah.

Lihatlah, kini salafiyyun yang bersamanya keluar meninggalkannya, meninggalkan markiznya dan membeli tanah yang baru di Fiyus untuk membangun markiz baru… persis seperti yang ia lakukan dulu terhadap Syaikh Yahya dan Dammaj!

Lalu apa sikap Abdurrahman atas hal ini? Apakah ia mendiamkannya?

Tidak! Ia malah mentahzir mereka dengan sangat keras!!!

Coba lihat, kejadian hari ini persis dengan kejadian di Dammaj dahulu. Lantas atas alasan apa Syaikh Yahya ditahzir balik ketika mentahzir Abdurrahman atas perbuatan hizbinya yang memecah belah salafiyyun kalau Abdurrahmanpun melakukan hal yang sama kepada para pembelot!

Berpikirlah kalian wahai orang-orang yang miskin yang bisanya hanya membebek sana sini. Bukankah karena alasan inilah kalian tetap membela Abdurrahman Al-Mar’i, lalu kenapa kalian malah melakukan hal yang serupa dengan Abdurrahman; yakni keluar dari markaznya dengan cara yang sama dengannya dan kenapa kalian salahkan Syaikh Yahya yang mentahzir Abdurrahman kalau Abdurrahman pun melakukan hal yang sama dengan Syaikh Yahya pada waktu itu dan kalian melakukan hal yang sama dengan Abdurraman pada saat ini!

Berpikirlah… karena hanya orang-orang berakallah yang dapat menerima pelajaran.

Mungkin tidaklah salah bila kiranya Syaikh Ubaid menjarhnya dengan Al-Mughaffal (dungu), karena Abdurrahman tidak pernah tahu dan paham bahwa yang ia lakukan adalah salah. Seandainya ia tahu yang ia lakukan itu keliru (seperti yang ia sangkakan saat Syaikh Yahya mentahzirnya) tentu ia tidak akan melakukan hal yang sama, yakni mentahzir salafiyyun yang keluar dari markiznya dan membangun markiz baru di Fiyus.

11 thoughts on “Kena Batunya: Renungan dan Pertanyaan Bagi Yang Mentahzir Syaikh Yahya!”

  1. Ana yakin stad seterang apapun matahari orang2 jahil itu tetap saja buta, kebenaran bukanlah untuk mereka dan mereka tidaklah pantas mendapatkannya, karena kejahilan takan bisa bersanding dengan kebenaran seperti minyak dan air.

  2. #Seandainya ia tahu yang ia lakukan itu keliru (seperti yang ia sangkakan saat Syaikh Yahya mentahzirnya) tentu ia tidak akan melakukan hal yang sama, yakni mentahzir salafiyyun yang keluar dari markiznya dan membangun markiz baru di Fiyus.#
    ________
    Ana suka kutipan ini, karena itu semakin menunjukkan bahwa yang dilakukan sy yahya saat itu adalah benar, karena kalau tidak benar tidak mungkin Sy Abdurrahman melakukan hal yg sama, sebab ialah yang memulai dan membuka fitnah ini, persis bunyi pepatah: “maling teriak maling.” Trm ksh stad antum tlh membuka hati ana.

    1. ah biasa saja lah, ana ini bukan siapa2, ustad pun bukan, bahkan tak dianggap. Trm ksh kepada Allah itulah yang utama karena hati2 kita ada di tangan-Nya. ana anggap panggilan ustad dari antum semua hanyalah panggilan keakraban saja (karena di arab, ustad sudah bermakna umum; bisa artinya pak, saudara, sobat, dll), bukan menunjukkan ustad (ahli agama) dalam artian yang sebenarnya.

  3. @admin
    Stad, @ntum ini semangat sekali membangkitkan “kenangan lama”. sudah lah stad, percuma buang-buang tenaga, sebenar apapun yang benar tetap saja orang buta takan bisa melihat. hehe

  4. ahsanta ustadz, buat pendatang baru seperti ane, blok ini memang banyak memberikan informasi dan membuka wawasa baru tentang sisi lain dari perjalanan dakwah yg khaq ini…
    syukron ustadz, semoga Allah senantiasa menjaga antum. amin.

  5. Firman Alloh ta’ala:

    فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ

    Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan.

    Masih ingat kejadian sekitar 3 tahun lalu. Saat harus pahit berpisah dengan sahabat terbaik karena fitnah ini.

    Kami adalah santri di sebuah mahad kecil di pelosok desa. Ketika ana pertama kali ke sana, santrinya hanya satu. Kemudian datang ana, jadilah 2 orang. Selang beberapa waktu bertambah satu, satu, hingga menjadi beberapa orang.

    Perpisahan kami terkait dengan kepergian ana yang sengaja ke mahad yang notabenenya berlawanan dengan mahad yang menjadi pusat dakwah salafiyah “katanya” ketika itu. Dengan niatan mengumpulkan sumber2 dari yang terdekat dengan Dammaj dan syaikhnya dari dua sisi. Sisi yang membela dan mencela.

    Pun demikian ana lakukan di mahad pusat komando dakwah di kota J dengan menemui ketika itu al Ustadz R.

    Simpel saja, ingin tahu bagaimana gambaran yang bisa mereka gambarkan kepada ana dari apa yang terjadi di Dammaj mulai dari sebelum adanya fitnah sampai kondisinya yang membuat kita yang disini ikut resah.

    Dengan tahu backround dan sudut pandang dari masing-masing kubu inilah, ana bisa meneliti untuk kemudian menyikapi. Khususnya mana yang lebih detil menggambarkan latar belakang semuanya dan menyebutkan sumber2 ‘OTENTIK’ yang dengannya ana bisa mendapatkan lebih banyak informasi terkait ‘PENYEBAB SEMUANYA’. krn kaidahnya yang ana tau ‘ AL MUTASABBIB LAHU HUKMUL MUBASYIR’… hehehe..

    Sebatas usaha yang Alloh mudahkan. klo langsung ke Dammaj rasanya gak mungkin… walhamdulillah ala kulli hal.

    Dengan proses itu semua, tentunya banyak pelajaran berharga yang bisa ana dapatkan.

    Ana ndak ingin berpanjang lebar mengisahkannya… baarokallohufiik. Dari beberapa pelajaran yang ana ikuti, satu hal yang ingin ana sampaikan:

    Selama Robbul Alamin menghendaki kebaikan untuk seorang hamba (muslim ataupun kafir), terkadang Ia akan mengulang-ulang kejadian yang sama dari apa yang telah lalu yang membuatnya tersesat/terjatuh, tujuannya hanya satu: TARBIYAH ILAHIYAH untuk membuatnya menjadi berakal, kemudian berfikir kemudian dengannya dia bisa memilih, yang dengan ini semua tegaklah HUJJAH atas dirinya nanti dihadapan Alloh.

    إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا

    Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir. (Al Insan 3)

    DAn perlu kita semua pahami, jika telah berakhir ujian yang satu, akan datang ujian yang lainnya.. sehingga jangan pernah merasa aman, tetap semangat belajar, talim, isi waktu dengan dengarkan kajian2 klo mungkin jauh dari majelis ilmu.. karena ujian-ujian Alloh hanya bisa dihadapi dan sikapi dengan ilmu. (klo kita sekolah dulu aja harus banyak belajar sebelum ada ujian2, atau harus selalu belajar u menghadapi ujian yang sifatnya mendadak, ya nggak??? klo ingin dapat nilai yang bagus dan naik tingkatannya, hehehe. …. wa lillahil matsalul a’laa. )

    مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا

    Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya), (al ahzab 23)

    Wallahualam bisshowab.. walillahilhamdu wal minnah.

  6. Assalamualaikum warahmatullahi wa barokaatuh.
    Untukmu para Ustadz2 (admin,dan yg memberi komentar) smg Allah azaa wa jalla merahmati antum sekalian. Dengan memohon perlindungan dan taufik kepada Allah Tabaroka wa Ta a’la bahwa tulisan ini InsyaAllah benar adanya Syeikh Al Alamah Yahya al Hujariy Hafidzuhullah yg mengajar di Darula Hadist yg senantiasa menegakan al haq smg Allah melindunginya dr sgl fitnah. Allahuma Saliim Saliim.Aamin Allahuma Aamiin. Spt yg telah qt ketahui bahwa Bahwa keberadaan Darul hadist yg awalnya di Dammaj Yaman karena kebiadaban kaum houtsi laknatullah kemudian hijrah ke Sha’na yg hingga blm dpt kita ketahui keadaannya. Smg Kelak Yamman dpt dikuasai kembali oleh orang2 yg senantiasa menegakan al haq. Aamiin.
    ana mohon kpd Antum sekalian untuk merapatkan barisan.menjalin ukhuwah…mendakwahkan yg haq…memerangi ahlul bathil. Bersama dan membantu para tholub ilmi murid syeikh Yahya yg kini tlh pulang ke Indonesia. Yg sedikit skli orang orang mengenalnya. Untuk menyebarkan Dakwah ini..

    Anna ummu qonitah rohayati bintu bachir al sundawiy.

    Jazaakumullahu khoiron. Barookallohufiikun

Comments are closed.