Di tengah gelombang jarh dan tahzir yang dimotori oleh Hani bin Buraik terhadap para dai dan Masyaikh Salafiyyun yang ada di Indonesia maupun Yaman hingga mereka “jatuh bergelimpangan” rupanya tanpa ia sadari, ia meninggalkan “rekam jejak” yang sangat buruk sekali terhadap manhaj ini. Apa itu?

Mari pembaca, kami ajak Anda sejenak melihat perbedaan sikap yang ada pada Hani bin Buraik, dalam menyikapi dai yang telah di-jarh oleh Al-kibar yang sama (Syaikh Ubaid) antara kemarin dan hari ini.

baca lebih lengkap

Advertisements

9 thoughts on “Manhaj Hani bin Buraik Antara Kemarin dan Hari Ini Versi “Tukpencarialhaq”

    1. trus yg pintar itu bagaimana? :mrgreen:
      Pengen liat sepintar apa sih ente itu? ((mengharap katak dlm tempurung yg merindukan bulan bisa pergi ke bulan)) 😛

  1. @lewer
    NAh lo wer sampeyan itu sudah dikatain katak oleh admine, maka saran ana, sampeyan belajar lah meloncat setinggi mungkin biar bisa sampai ke BUlan. Ana doain ya.

  2. om admin
    udahlah om, jangan si lewr ini nda usah diladeni lah, orang hina dan bodoh plus ga tahu diri kayak gini hanya jatuh2in kehormatan antum.

  3. kamu klo mau ngebantah situs tukpencarialhaq yang ilmiah dong biar ga keliatan oon nya.

    1. udah banyak manusia sejenis ente di blog ini, yang terakhir adalah @lewer. Silahkan Pelajari saja gelagatnya di sini! Yah… hanya orang dungu yang sedang menyamar jadi orang pinter.

      kalau mau bantah, bantah saja, kalau cuma koment begitu anak kecil juga bisa. 😛

  4. yah benar udah dijawab sendiri ‘orang dungu yang menyamar jadi orang pintar’maka nya bahasan nya ga nyambumg trus, ksihan orang ini smoga diberikan hidayah ke jalan yang benar

  5. LUCU kalo melihat pejalanan kelompok hizbiyyah ini, disatu sisi mereka mentahdzir al sofwa dan sejenisnya serta tidak mau mengambil persaksian orang-orang yang bekerja dan belajar disana (karena mereka hizbiyyah/ ikut berteman dengan hizbiyyah), tapi disisi lain mereka mengambil persaksian dari orang mahjul ( Mahmud bin Hasan La’mam ) yang MENGAKU secara terang-terangan bekerja di lembaga hizbiyyah al-Jum’iyyah al-Khairiyyah li Tahfizh al-Qur’an al-Karim, yang mana mereka MENGAKUI lembaga tersebut tercampur baur antara hak dan batil layaknya lembaga alsofwa. *mikir* .

Comments are now closed.