attraction-thumb2982768

Manhaj Hani bin Buraik Antara Kemarin dan Hari Ini Versi “Tukpencarialhaq”

Di tengah gelombang jarh dan tahzir yang dimotori oleh Hani bin Buraik terhadap para dai dan Masyaikh Salafiyyun yang ada di Indonesia maupun Yaman hingga mereka “jatuh bergelimpangan” rupanya tanpa ia sadari, ia meninggalkan “rekam jejak” yang sangat buruk sekali terhadap manhaj ini. Apa itu?

Mari pembaca, kami ajak Anda sejenak melihat perbedaan sikap yang ada pada Hani bin Buraik, dalam menyikapi dai yang telah di-jarh oleh Al-kibar yang sama (Syaikh Ubaid) antara kemarin dan hari ini.

Kemarin ia berkata:

 

Menyingkap Hakekat Syaikh Al Bura`I Sang Penggembos

 

Penanya:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بارك الله فيكم، شيخنا.

Apa nasehat Anda bagi orang yang menyebarkan kalam Syaikh Abdul Aziz Al-Bura’iy tentang bantahan terhadap Syaikh Ubaid dan terhadap tahdzir beliau kepada Muhammad Al-Imam dan Abdurrahman Al-Adany?

Dia mengatakan bahwa seharusnya kita menjauhi fitnah dan tidak saling membicarakan tentangnya.

جزاكم الله خيرا

Syaikh Hany:

Sungguh dia berbuat seperti itu ketika fitnah Abul Fitan Al-Ma’riby,

dia pertama kali yang membantah terhadap Syaikhuna Rabi’,

dan dia berfatwa untuk tidak menyebarkan peringatan-peringatan dari Syaikhuna dan menganggapnya sebagai peringatan-peringatan yang bisa mengobarkan fitnah.

Al-Bura’iy ini adalah orang yang makhdzul (terhina).

Penanya:

Syaikhuna, mereka mengatakan tidak ada tahdzir kepada Al-Imam karena para masyayikh Yaman menasehatkan untuk diam.

Syaikh Hany:

Mereka juga menasehatkan seperti itu ketika muncul fitnah Abul Hasan Al-Ma’riby

dan bahkan mereka mentazkiyahnya.

Seperti ini pula yang mereka lakukan ketika fitnah Hajury.

Tetaplah bersama ulama-ulama kibar.

Tetaplah bersama ulama-ulama kibar, engkau akan selamat.

sumber:

http://tukpencarialhaq.com/2014/11/19/menyingkap-hakekat-syaikh-al-burai-sang-penggembos/#more-7164

Sementara hari ini ia berkata:

APA SIKAP KITA TERKAIT DENGAN TAHDZIR ASY-SYAIKH ‘UBAID TERHADAP ASY-SYAIKH DR. AHMAD BAZMUL

 

Soal: Apa yang kita lakukan dengan kitab-kitab asy-Syaikh Ahmad Bazmul setelah adanya pernyataan dari  asy-Syaikh ‘Ubaid?

Asy-Syaikh Hani menjawab:

Aku sebutkan kepada kalian, wahai para saudaraku, bahwa asy-Syaikh ‘Ubaid berkedudukan sebagai ayah bagi kita semua dan juga bagi asy-Syaikh Ahmad Bazmul.

Asy-Syaikh Ahmad Bazmul memiliki ucapan yang bagus pada akhir pelajarannya tentang asy-Syaikh ‘Ubaid, bahwa beliau adalah ayahnya, dan Asy-Syaikh Ahmad juga mengeluarkan beberapa pernyataan yang layak disyukuri atasnya.

Insya Allah, asy-Syaikh Ahmad akan mengambil nasehat asy-Syaikh ‘Ubaid.

Asy-Syaikh ‘Ubaid tidaklah mengatakan bahwa asy-Syaikh Ahmad Bazmul bukanlah seorang salafy. Yang beliau inginkan hanyalah agar asy-Syaikh Ahmad menjauhi beberapa perkara.

Insya Allah, perkiraan kuat, asy-Syaikh Ahmad akan mendengarkan ucapan asy-Syaikh Ubaid tersebut.

Beliau (asy-Syaikh ‘Ubaid) adalah ayah kita dan ayahnya salafiyyin. Semoga Allah senantiasa menjaga beliau dan semoga Allah memberi kenikmatan kepada kita dengan keberadaan beliau, dengan memanjangkan umur beliau dan umur masyayikh kibar yang lain.”

Dari Muhadharah “DURUS WA ‘IBAR”
22 Muharram 1436 H – 14 November 2014 M

sumber:

http://tukpencarialhaq.com/2014/11/25/apa-sikap-kita-terkait-dengan-tahdzir-asy-syaikh-ubaid-terhadap-asy-syaikh-dr-ahmad-bazmul/

Dari dua fragmen dialog yang dikutip dari situs tukpencarialhaq.com tersebut setidaknya kita dapat mengambil dua kesimpulan terkait Jarh Syaikh Ubaid kepada Al-Imam dan Ahmad Bazmul.

  • Kalau Anda mengikuti Manhaj Hani bin Buraik yang kemarin maka Anda harus konsisten menjarh Ahmad Bazmul sebagaimana yang ia lakukan terhadap Al-Imam, seperti yang ia ucapkan, yaitu harus bersama Al-Kibar, yaitu Syaikh Ubaid.
  • Kalau Anda mengikuti Manhaj Hani bin Buraik yang hari ini maka ia tidak ada ubahnya dengan Dzulqarnain yang dijarh, dengan La’ab, Mutalawwin dan Makir oleh Syaikh Rabi.

Demikian yang dapat kami sampaikan semoga menjadi pelajaran bagi kaum yang berakal. Wallahu a’lam.

9 thoughts on “Manhaj Hani bin Buraik Antara Kemarin dan Hari Ini Versi “Tukpencarialhaq””

    1. trus yg pintar itu bagaimana?:mrgreen:
      Pengen liat sepintar apa sih ente itu? ((mengharap katak dlm tempurung yg merindukan bulan bisa pergi ke bulan))😛

  1. @lewer
    NAh lo wer sampeyan itu sudah dikatain katak oleh admine, maka saran ana, sampeyan belajar lah meloncat setinggi mungkin biar bisa sampai ke BUlan. Ana doain ya.

  2. om admin
    udahlah om, jangan si lewr ini nda usah diladeni lah, orang hina dan bodoh plus ga tahu diri kayak gini hanya jatuh2in kehormatan antum.

  3. kamu klo mau ngebantah situs tukpencarialhaq yang ilmiah dong biar ga keliatan oon nya.

    1. udah banyak manusia sejenis ente di blog ini, yang terakhir adalah @lewer. Silahkan Pelajari saja gelagatnya di sini! Yah… hanya orang dungu yang sedang menyamar jadi orang pinter.

      kalau mau bantah, bantah saja, kalau cuma koment begitu anak kecil juga bisa.😛

  4. yah benar udah dijawab sendiri ‘orang dungu yang menyamar jadi orang pintar’maka nya bahasan nya ga nyambumg trus, ksihan orang ini smoga diberikan hidayah ke jalan yang benar

  5. LUCU kalo melihat pejalanan kelompok hizbiyyah ini, disatu sisi mereka mentahdzir al sofwa dan sejenisnya serta tidak mau mengambil persaksian orang-orang yang bekerja dan belajar disana (karena mereka hizbiyyah/ ikut berteman dengan hizbiyyah), tapi disisi lain mereka mengambil persaksian dari orang mahjul ( Mahmud bin Hasan La’mam ) yang MENGAKU secara terang-terangan bekerja di lembaga hizbiyyah al-Jum’iyyah al-Khairiyyah li Tahfizh al-Qur’an al-Karim, yang mana mereka MENGAKUI lembaga tersebut tercampur baur antara hak dan batil layaknya lembaga alsofwa. *mikir* .

Comments are closed.