Dalam membela Ahmad Bazmul dari Jarh Syaikh Ubaid, Al Ustadz Lukman Ba’abduh –sebagaimana dikutip dari tukpencarialhaq.com– berkata, (ketika ditanya)

Tetapi Para Hizbiyyun pengekor Al-Halabi, Al-Mutalawwinun, Al-La’abun, Al-Makirun (MLM) juga memanfaatkan kesempatan ini (untuk menebar syubhat):
“Ketika Syaikh Ubaid mentahdzir Muhammad Al-Imam kalian segera menyebarkannya. Sementara ketika tahdzir beliau terhadap Syaikh Ahmad Bazmul, kalian tidak berbicara dan kalian sembunyikan.”

baca lebih lengkap

Advertisements

22 thoughts on “Tanda Tanya Atas Bantahan Oplosan Lukman Ba’abduh

  1. artikel ini ko’ sepi komentator yah…..
    lewer mana lewer mana lewer mana…..
    di mana……..
    di mana…………….
    di ……………

  2. ya pasti nalar digunakan masa disamakan antara yang dinasehati ngeyel sama yang dinasehati menerima?…ya itulah yang benar, tapi ga heran namanya aja dah mengakui predator mulutnya pasti bau dan berbisa

    1. sepertinya ente ini ane lihat emang sama aja ama para pendahulu2 ente di sini, :mrgreen:

      ya… tidak lebih dari sekedar belajar bercuap-cuap.
      selamat belajar bercuap-cuap di sini ya, silahkan bercuap2 sepuasnya. :mrgreen:

  3. perhatikan orang ini,!!!..ngakunya ustadz kelakuan nya ga beda sama namanya,orang alim ga mungkin mau dinamai binatang yang kotor dan najis,

    1. iya aja deh… :mrgreen:
      sedih juga, di musim hujan seperti ini terdengar katak dalam tempurung yang mengorek-ngorek berhayal pengen keluar dari tempurungnya…
      perlu dirimu ketahui, sesungguhnya di kalangan sahabat itu terdapat berbagai macam laqab (gelar) yang masing2 disesuaikan dengan kondisi dan kepribadian mereka, di sana ada Umar bin Khatab yang dijuluki dengan Al-Faruq, ada Abu Bakar yang dijuluki dengan Ash-Shidiq, Ali dengan Abu Turab, Khalid bin Walid dengan Saifullah dan banyak lagi. Namun di tengah mereka itu terdapat juga seorang sahabat yang dijuluki dengan nama binatang buas sebangsa predator, ia adalah Hamzah paman Rasulullah yang dijuluki dengan Asadullah yaitu Singa Allah. Kalaulah gelar seperti itu tidak benar dan tidak boleh tentu hal itu sudah dilarang oleh Nabi, karena nabi paling paham syariat terlebih itu terjadi di zaman nabi.
      udah paham belum? kalau belum paham maka bukan salah matahari kalau ia tidak mampu menyinari orang buta.
      daripada ente buang2 waktu hanya untuk memamerkan kebodohan/kedunguan ente di sini mending ente belajar lagi yang giat. setelah ente jadi syaikh boleh lah ceramahi kami di sini. :mrgreen:

      1. itu kan paman Rasulullah, nah ente siapa, gelar predator, yg tidak bisa membedakan mana yg halal dan haram, ckckc menyedihkan…dasar makhluk aneh, jahil dan dungu

      2. wow makin ke sini kedungungan ente making kinclong… :mrgreen:
        berarti gelar dan laqob2 itu hanya untuk paman nabi ya? orang Islam (muslim) yang lain ngga boleh pake ya? :mrgreen: Kok Islam versi ente ini hidupnya cuman dalam tempurung? :mrgreen: pantes aja bualan ente ini ngga lebih dari isi tempurung katak! 😛

        ngomong2 ente bisa lihat sinar matahari ya? :mrgreen:

  4. haha…hallo…yg katak dalam tempurung itu siapa?? sadar diri o’on mimpi disiang bolong, ketahuan otak ente sama dengan tempurung, yg artinya tua, ingat umur, matahari mau tenggelam ente malah banyakin maksiat, sadar o’on hahaha… ustadz kok kok tdk bisa nahan hawa nafsu, ckckxkc…

    1. satu lagi, jika memang benar, ente ga usah jauh2 cari ilmu sampai ke timur tengah, cukup di indonesia saja udah bisa jadi predator dalam tempurung, ustadz dalam tempurung, spt ente, hihihi…kasihan…

      1. hmmm jadi cuma segitu balesannya? jadi dari kemaren2 mikirnya cuma sejauh itu (secetek) itu? :mrgreen: wah wah kirain omong gede mikirnya juga gede! 😛

        ngomong2 ga capek gonta-ganti @kun? :mrgreen:

    2. hmmm jadi cuma segitu balesannya? jadi dari kemaren2 mikirnya cuma sejauh itu (secetek) itu? :mrgreen: wah wah kirain omong gede mikirnya juga gede! 😛

      ngomong2 ga capek gonta-ganti @kun? :mrgreen:

  5. mudah bilang dungu ke orang lain, singa walau predator beda dengan yang lain dia pemangsa yang masih hidup bukan bangkai,klo ente predator jenis pemakan bangkai, malu-maluin mukolid nya aja, liat nih ustadz ente2, walau yang ceramah masyaikh juga klo yg diceramahi tuli,bisu dan buta kaya ente ,…wallohu alam

  6. نسب إلى الامام الشافعي أنه قال:

    يخاطبني السفيه بكل قـبـح 🌕 فأكـره أكــون لــه مجيـبـا 

    يزيـد سفاهـة فـأزيـد حلـمـا 🌕 كعـود زاده الإحـراق طيـبـا 

  7. نسب إلى الامام الشافعي أنه قال:

    يخاطبني السفيه بكل قـبـح 🌕 فأكـره أكــون لــه مجيـبـا 

    يزيـد سفاهـة فـأزيـد حلـمـا 🌕 كعـود زاده الإحـراق طيـبـا 
    .

  8. ana terjemahin ya :

    Ada laki-laki idiot memancingku agar aku mengikuti perangai jeleknya (alias ikut-ikutan menjadi idiot sepertinya)
    Ups… sayangnya aku tidak berminat meladeninya (menjadi sepertinya) hehehe
    karena yang ada; justru dia yang semakin bertambah idiot sedangkan aku… hehehe tentu saja malah bertambah lembut dan santun
    Didebat oleh orang idiot seperti ini aku seakan kayu (gaharu) loh, bila “dibakar” (alias dipanas-panasi emosinya) justru malah semakin bertambah wangi. hmmm wangiiii :mrgreen:

  9. @Ana lagi…
    yang ana sukai dari meladeni orang dungu adalah terbentuknya kesabaran.
    Diam dari orang dungu, memang benar kehormatan kita terjaga sebagaimana ucapan Imam Syafi’i di atas, tapi perlu diingat bahwa dengan meladeni orang dungu, ilmu kita tentang kesabaran pun ikut bertambah, sebab meladeni orang dungu jauh lebih sulit daripada meladeni kebo di sawah untuk membajak tanah atau meladeni domba untuk pulang kandang setelah digembalakan. :mrgreen:

    1. yang ana tahu Al-Quran itu bukan satu ayat, bukan pula satu surat tapi keseluruhan dari semua, dalam satu konteks waktu dan tempat dia bicara begini dan kadang dalam konteks yang lainnya dia bicara lain lagi.
      jadi jangan karena ayat ini dalam surat ini bicara begini lalu dipahami bahwa itulah keseluruhan prinsip Al-Quran, karena masing-masing tempat dalam Al-Quran itu punya bagiannya masing2. contoh, datang orang2 jahil berkata kepada nabi,
      وَقَالُوا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَعْدُودَةً
      Dan mereka berkata kepada Nabi: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.” (Al-Baqarah: 80)
      Lalu apa sikap Nabi? berpaling dari kebodohan mereka ini atau meladeninya?
      Lihat ayat selanjutnya…
      قُلْ أَتَّخَذْتُمْ عِنْدَ اللَّهِ عَهْدًا فَلَنْ يُخْلِفَ اللَّهُ عَهْدَهُ أَمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ (80) بَلَى مَنْ كَسَبَ سَيِّئَةً وَأَحَاطَتْ بِهِ خَطِيئَتُهُ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (81)

      Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”.
      (Bukan demikian), yang benar, barang siapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (Al-Baqarah: 81)

      Pertanyaan kritisnya kenapa nabi mau2 saja meladeni ocehan gila mereka yang mana dengan menjawab bualan mereka itu pun tidak menunjukkan bahwa mereka mendapat hidayah dari jawaban nabi? silahkan direnungkan.
      kasus-kasus semacam ini ada banyak dalam Al-Quran. Bahkan terdapat ayat yang dengan tegas menceritakan Nabi meladeni orang jahil.
      قُلْ أَفَغَيْرَ اللَّهِ تَأْمُرُونِّي أَعْبُدُ أَيُّهَا الْجَاهِلُونَ
      “Katakanlah: “Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?” (Az-zumar: 64).
      Apakah dengan nabi mengatakan hal seperti ini mereka akan sadar dari kejahilannya?
      Lalu kenapa nabi meladeninya?!
      silahkan direnungkan…

      wallahu a’lam.

  10. renungkan aja sendiri knapa ente ga mau buka jati diri klo apa yang ente bawa ini benar,sembunyi kaya katak dalam tempurung pas !!! itu buat ente, predator dari jenis cicak!! selamat merenung dalam tempurung,dan cari gelar yang lebih dahsyat selain PREDATOR, mau disamakan sama paman Rosululloh,…ente menggelari sendiri ya jelas beda,!

Comments are now closed.