goback

Satu Kata Untuk Kalian: Bodoh!

Siapa yang dapat membayangkannya, Syaikh yang dulunya mereka puja puji dan bela mati-matian dari vonis hizbi yang “dilemparkan” oleh Al-Hajuri karena kejelekkan perangainya di Dammaj kini malah berbalik mencampakkan dan menelantarkan mereka…

Aduhai pepatah: “habis manis sepah dibuang” temanilah mereka dalam keterasingan mereka, temanilah mereka dalam jeruji penjara dimana mereka mendekam di dalam kesunyiannya agar mereka dapat mengambil pelajaran berharga dari peristiwa ini.

Siapa yang menyangka Abdurrahman Al-Mar’i Al-Adeni yang dulunya mereka gelari dengan Al-Allamah, Al-Faqih dan segudang gelar lainnya kini malah terjungkir balik dengan gelar barunya yang sangat memalukan nan memilukan, yaitu Al-Mughaffal (Versi Jarh Ubaid Al-Jabiri), “Dhaaarrrr” bagai petir di siang bolong, tak ada angin tak ada hujan, ia datang mengagetkan manusia, tapi tidak bagi kami, sebab perkara Abdurrahman Al-Mar’i Al-Adeni telah jelas bagi kami.

Ada apa ini ya ikhwah?

Sedikit high lights ke belakang, wahai pembaca sekalian, apa Anda tahu apa yang menjadikan hubungan Syaikh Rabi, Madhakhilah Cs, murid-muridnya dan Syaikh Yahya Al-Hajuri menjadi rusak? Hubungan Masyaikh Yaman dengan Syaikh Yahya menjadi hancur? Syaikh Ubaid dan mengumpat Syaikh Yahya tanpa hujjah yang jelas? Dan yang menjadikan barisan salafiyyun baik dari kalangan para ustadz (asatidzah) ataupun para santri (thalabah) porak poranda di Indonesia dan Yaman?

Apalagi jawabannya kalau bukan Abdurrahman Al-Mar’i Al-Adeni dan saudaranya.

Miris dihikayatkan memang, tapi bagaiamanapun perihnya, kenyataan tetap saja tak dapat ditutup-tutupi, karena sepandai-pandainya menyimpan bangkai pasti akan tercium juga, karena yang namanya tabiat sekalipun tak terlihat oleh mata tapi ia akan memperlihatkan dirinya suatu saat nanti.

Entahlah, sulit digambarkan memang; bagaimana bisa? Bagaimana bisa? Dan segudang pertanyaan lainnya…

Allahul musta’an, Allahul musta’an, Allahul musta’an. Hanya itu jawabannya.

Apa yang terjadi saat ini, kira-kira seperti itulah gambaran yang dilakukan oleh Abdurrahman Al-Mar’i Al-Adeni semasa ia di Dammaj dahulu dan apa yang dilakukan para “salafiyyun” yang berteriak-teriak dalam kepedihan mereka saat ini seperti inilah gambaran yang dilakukan Syaikh Yahya dalam memperingati mereka dari Abdurrahman Al-Adeni mengenai kehizbiyahannya yang nyata, tapi apa lacur?

Apakah mereka mendengar peringatan dari Syaikh Yahya? Tentu saja tidak! Semua orang tahu hal itu. Karena saat itu pikiran mereka semua telah disusupi oleh makar Abdurrahman Al-Adeni hingga mereka mereka membela buta Abdurrahman Al-Adeni di tengah kegelapan yang pekat dan kini mereka merasakan lezatnya buah dari benih yang mereka tanam. Aduhai malangnya nasib mereka.

Memang, di tengah memanasnya pergolakan yang dilakukan Syiah Hutsi dalam melawan pemerintahan Yaman dari semenjak Kasus Serbuan Maut mereka atas Dammaj hingga mereka terus melebarkan sayap pemberontakan mereka ke berbagai wilayah lainnya, ada banyak varian berita yang datang kepada Penulis dari berbagai penjuru Yaman terutama dari Aden terkait tindakan yang dilakukan oleh Syaikh Abdurrahman Al-Adeni baru-baru ini terhadap para santrinya.

Namun di sini di sini Penulis biaskan dan nihilkan itu semua, penulis tetap memegang berita dari para “salafiyyun” sejati ini terkait fitnah yang terjadi pada Syaikh Abdurrahman Al-Adeni agar dapat menjadi pelajaran bagi mereka terhadap ulah yang dilakukan mereka dahulu.

Betapa mereka dahulu telah diperingati oleh Syaikh Yahya mengenai kejelekan kehizbiyahan Abdurrahman Al-Adeni, namun mereka malah memungkirinya dan balik menyerang Syaikh Yahya dengan mendirikan blog-blog abal-abal untuk menyerang Syaikh Yahya dan Dammaj dan kini mereka mereka akhirnya memetik buah “karma-nya” (meminjam kritikan mereka terhadap Dzulqarnain)

#Tegaknya Vonis Hizbi Atas Abdurrahman Al-Adeni

Telah turuannya laporan dari para salafiyyun sejati mengenai diusirnya para Ajaniba (santri Asing) yang belajar di Ma’had Fuyush ini semakin menguatkan kehizbiyahannya Abdurrahman Al-Adeni. Betapa ia membeda-bedakan (menghizbikan) Antara Santri Yaman dan santri Asing, padahal Islam adalah satu, dan ini pulalah yang ia lakukan secara terang-terangan di Dammaj dahulu, dimana ia membeda-bedakan (menghizbikan) para santri yang loyal padanya dengan santri Dammaj secara keseluruhan yang bernaung di bawah kepemimpinan Syaikh Yahya (yang merupakan khalifah resmi yang  ditunjuk Syaikh Muqbil sepeninggalnya untuk memimpin para santri yang datang dari penjuru dunia) yang mana kemudian ia (Abdurrahman) menyeret santri yang ia anggap loyal padanya menuju Ma’had Fuyush yang ia bangun.

Inilah yang membuat Syaikh Yahya geram terhadapnya lebih-lebih hal ini tidak pernah terjadi di masa Syaikh Muqbil, bagaimana bisa tanpa izin dari seorang pimpinan yang ditunjuk resmi oleh Syaikh Muqbil, seorang staff pengajar biasa (Abdurrahman) berani melakukan hal yang tidak terpuji seperti itu, seakan-akan Syaikh Yahya ini tidak teranggap sebagai pengganti Syaikh Muqbil yang mana ia bebas berbuat sesukanya di Dammaj, padahal Syaikh jelas-jelas menunjukk Syaikh Yahya sebagai penggantinya. Bukankah dalam salah satu hadisnya Nabi tegas mengatakan,

اسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَإِنِ اسْتُعْمِلَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حَبَشِىٌّ

“Dengar & taatlah kalian kepada pemimpin kalian, walaupun dia seorang budak Habsy.” (HR. Bukhari)

Lalu apa yang membuat Abdurrahman tidak menghormatinya sebagai pemimpin (Syaikh Dar) dan nekat melakukan perbuatan hizbi seperti itu, apakah karena kefaqihan dan ke-allamahan-nya? wallahu a’lam.

Apakah ia tidak bisa mengikuti jejak Syaikh Muqbil tatkala membangun Markas Dammaj di awal-awalnya? Yang Mana beliau membangunnya dari satu dua orang terlebih dahulu hingga lembah Dammaj menjadi penuh dan sesak.

Apakah Syaikh Muqbil menyeret para santrinya yang ada ada di Saudi untuk belajar di Dammaj?

Lantas apa yang menghalangi Abdurrahman untuk membangun Ma’had Fuyush dari NOL? Apalah tidak ada manusia di Fuyush yang bisa ia dakwahi? Kenapa pula ia harus menyeret murid-murid Dammaj ke Ma’hadnya? Bukankah hal ini dapat memancing perselisihan dan permusuhan dan perpecahan antar santri!

Apakah demi sebuah popularitas yang mana itu dihitung dari banyaknya pengikut dan murid-murid yang banyak?! Wallahu a’lam. Yang jelas semua telah terjadi dan tak dapat diulang kembali.

Bayangkan kalau Ma’had Jember yang dikelola oleh Al-Ustadz Lukman bin Muhammad Ba’abduh itu pecah kongsi (terhizbikan) akibat salah satu ustadnya menyeret keluar banyak santri yang loyal padanya menuju Ma’had yang ia bangun tanpa seizin Lukman Ba’abduh.

Apakah salah kalau seandainya Lukman Ba’abduh menjatuhkan vonis Hizbi atas ustad tersebut atas ulah nakalnya tersebut yang memecah belah barisan para santri?

Lantas apakah bisa dibenarkan kalau ada anggapan yang mengatakan: “Masa orang bangun Ma’had di dihizbikan, kaidah dari mana itu?”

Demikianlah tulisan ringkas ini mudah-mudahan dapat diresapi. Bagi yang tidak menerima silahkan dibantah dengan ilmiah.

 Wallahu a’lam

4 thoughts on “Satu Kata Untuk Kalian: Bodoh!”

  1. #Masa orang bangun Ma’had di dihizbikan, kaidah dari mana itu?”#

    kalo ndak salah ini premis dr al ustadz umar sewed, ini kayak maling yang ngeles/cari alasan saat ditangkap krn mencuri makanan.

    si maling ditanya: kenapa kamu mencuri makanan orang?

    lalu dijawab si maling: masa orang lapar ndak boleh makan? masa orang lapar harus mati? masa ngambil makanan untuk mengganjal perut dibilang maling? masa mengambil dibilang mencuri? masa gituh aja harus dipermasalahkan? masa dan masa?

    semua orang tahu orang lapar ya harus makan, dll. Tapi bukan itu intinya, karena intinya adalah kamu jelas2 mengambil hak orang lain! Mau pake alasan apapun tetap saja kamu mengambil hak orang lain dengan cara yang batil!

  2. Sungguh indah rencana Allah dalam memperlihatksn kebenaran kepada hambanya..Allahu akbar….

  3. Dulu, diawal ditahzirnya syekh Al Imam oleh Syekh Ubaid! Kalau ini adalah awal dari terbongkarnya kebobrokan2 para penghina Dammaj …..dan kita memohon kepada Allah agar penghina yg lain segera bertaubat sebelum Allah bongkar juga aib mereka…

  4. Smg Allah menjaga hati kita d tetap istiqomah sampai ajal menjemput.AAMIIIIIIIN

Comments are closed.