TOPSHOTS-IRAQ-UNREST-ARMY-EXECUTION

Turut Berbela Sungkawa, Semoga Menjadi Pelajaran Berharga bagi Segenap Salafiyyun

Assalaamu Alaikum warrahmatullaah wabarakaatuh…

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Siapa yang menyangka ini akan terjadi?

Masih ingatkah Antum semua dengan sosok F. H yang kerap bergonta-ganti nama kunyah, keluar masuk majalis ilmu salafiyah tanpa adab lalu membuat gaduh dakwah salafiyah di dunia maya bahkan hingga ke dunia nyata sana seakan ia adalah ulama yang memang punya hak dan kapasitas untuk berbicara tentang ilmu agama dan didengarkan ucapannya.

Sebelumnya, ia pernah bertamu ke sini. di Room: Apakah Lukman Ba’abduh mulai Bangkrut.

1

Bagi yang ingin berkunjung ke tempat tinggalnya di dunia maya ini, kami bisa mengantar Anda ke sana. Inilah kediamannya.

http://semogakamiselamat.wordpress.com/

https://www.facebook.com/people/Abu-Abdirrohman-Safar/100006830088088

Setelah menjadi alumni, lebih tepatnya di Drop-Out dari Madrasah Dakwah Salafiyah, ia kemudian bergabung dengan kelompok sempalan Al-Qaida, ISIS. Kemudian setelah menjadi anggota ISIS, ia lalu berkoar kesana-kemari memangsa kehormatan para ustad dan ulama baik yang pernah menjadi gurunya atau idolanya ataupun bukan, seakan mereka semua adalah makanan baginya dan kelompok ISIS yang bersamanya.

Lalu apa yang terjadi padanya sekarang ini?

DEPOK, KOMPAS.com – Puluhan warga menggerebek rumah Firman (40) di Jalan STM Mandiri, RT 4/9, Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Depok, Kamis (21/8/2014) tengah malam pukul 24.00. Warga mencurigai Firman sebagai anggota gerakan Negara Islam Irak dan Suriah atau Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), yang oleh pemerintah ditetapkan sebagai organisasi terlarang.
Kecurigaan berawal saat salah seorang warga melihat bendera hitam berlambang ISIS kerap dibentangkan di teras rumah Firman. Saat digrebek dan diinterogasi warga, Firman mengaku bahwa dirinya memang anggota ISIS. Warga lalu melaporkan hal ini ke polisi, dan Firman digelandang ke Polresta Depok, Jumat (22/8/2014) dinihari sekira pukul 02.00.

Wahyudi, salah seorang warga sekitar, menuturkan, awalnya rekannya melihat adanya bendera hitam yang dibentangkan di teras di depan rumah Firman seperti bendera ISIS. Menerima laporan rekannya itu, Wahyudi lalu mendatangi rumah Firman dan melihat bendera yang dimaksud.

“Benderanya warna hitam dan dibentangkan di teras. Awalnya saya tidak tahu dan tidak yakin itu bendera ISIS atau bukan. Makanya saya foto bendera itu dan mau saya cocokkan dengan bendera ISIS di internet,” papar Wahyudi, kepada Warta Kota, Jumat dinihari.

Setelah mengecek di internet, Wahyudi yakin bahwa bendera yang dibentangkan Firman memang bendera ISIS. Kecurigaan bahwa Firman anggota ISIS makin besar.

“Saya lalu lapor Pak RT dan Pak RW. Warga akhirnya memutuskan untuk memeriksa rumah Firman dan menanyainya,” ujar Wahyudi.

Menurut Wahyudi, saat mendatangi rumah Firman, selain melepas bendera ISIS di teras rumah, warga juga langung memeriksa ke dalam rumah Firman.

“Di dalam rumah ada bendera dan spanduk ISIS lainnya. Warga lalu menyita atribut ISIS itu,” kata Wahyudi.

Wahyudi mengatakan, Firman sempat menghalangi warga untuk mengamankan atribut ISIS itu.
“Kami lalu menanyai Firman, apakah ia anggota ISIS. Dan dia tidak membantahnya. Dia mengaku sudah menjadi anggota ISIS. Karena itu, warga lalu lapor polisi,” ujarnya.

Tak lama kemudian, kata Wahyudi, polisi datang dan menggelandang Firman ke Polresta Depok, Jumat dinihari. “Sekarang dia diperiksa di Polresta Depok,” ujar Wahyudi.

Menurut Wahyudi, kepribadian Firman sehari-hari memang agak tertutup. Dia tinggal di rumah itu bersama istri, anak dan kedua orangtuanya. “Baru sekitar 3 tahun mereka tinggal di Jalan STM Mandiri. Sebelumnya mereka mengaku tinggal di Jakarta,” ujar Wahyudi.

sumber: http://megapolitan.kompas.com/read/2014/08/22/09101901/Kibarkan.Bendera.ISIS.di.Rumahnya.Warga.Depok.Ditangkap?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

 

VIVAnews – Setelah berhasil menciduk Firman Hidayat pedagang es keliling yang diduga terkait jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan diringkus di kediamannya di kawasan Kemirimuka, Beji, Depok, Jumat dinihari tadi. Kini, warga Depok juga diresahkan dengan ajakan seminar jaringan tersebut.

Data yang berhasil dihimpun VIVAnews menyebutkan, seminar itu tertulis dalam sebuah brosur yang bertema ‘Dalam Timbangan Syariat Islam’. Tak ayal, seminar yang rencananya akan diadakan di kawasan Limo itu pun mencemaskan warga setempat.

Menyikapi hal ini, sejumlah pemuka agama menilai dalam seminar yang rencananya akan dilaksanakan Sabtu 23 Agustus 2014 di Masjid Al Muhajirin Wal Anhar itu dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Jika dilihat dari brosur dan kata-kata yang tertera seperti pro ke ISIS,” tutur Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Limo Asnawi.

Menurut Asnawi, kata-kata yang tertulis dalam brosur tersebut ialah “banyak orang salah kaprah memahami dan mengamalkan Khilafah dalam Islam. Sehingga tidak mengherankan jika yang muncul adalah kerusakan, bukan tegaknya agama Allah. Bagaimana sebetulnya khilafah dalam Islam?”

“Ini harus benar-benar dicermati sebelum acara seminar tersebut betul-betul terjadi,” kata Limo.

Sementara itu, Kepala Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Limo, Muchtar Syari, mengaku sudah menerima brosur tersebut. Menurutnya, saat ini sedang hangat dibicarakan, tapi MUI mau mengkaji isi dari seminar tersebut.

“Kami sedang mengkaji brosur tersebut. Saya sih maunya ada foto kopian isi dari seminar sebelum dilaksanakan Sabtu nanti,” katanya singkat.

Camat Limo Eri Sumantri menambahkan, belum lama ini brosur tersebut diberikan ke kecamatan sekaligus memberikan undangan. Dalam undangan tersebut, ia pun diminta hadir dan membuka acara tersebut.

“Brosur itu tidak saya tempel, sepertinya saya juga tidak hadir dalam seminar tersebut.” tambahnya.

Terpisah, Kapolsek Limo Kompol Sujanto mengatakan akan menurunkan sejumlah anggotanya dalam seminar tersebut.

“Memang dengan adanya brosur itu banyak yang mempertanyakan arahnya. Yang jelas kami akan pantau dan akan mengawasi,” tegas Sujanto.

Seperti diberitakan sebelumnya, dinihari tadi polisi berhasil menggrebek sebuah rumah di kawasan Rt 4/9 Kemirimuka, Beji Depok yang diduga terkait jaringan ISIS. Dari dalam rumah tersebut polisi berhasil mengamankan Firmah Hidayat 37 tahun, pria yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang es keliling.

Dari hasil penggeledahan, polisi juga berhasil menyita sejumlah atribut diantaranya empat bendera ISIS warna hitam. Dari keterangan Firman, dirinya hanya penggemar dan pengagum ISIS, karena dianggap membela kaum lemah yang tertindas.

“Sejauh ini belum ada arah bahwa yang bersangkutan terkait jaringan teroris. Dugaan sementara yang bersangkutan hanya menyukai saja, belum terlibat aksi radikal,” kata Kapolresta Depok Komisaris Besar Ahmad Subarkah.

Kendati demikian, pihaknya mengaku akan terus mendalami keterangan pelaku. Hingga berita ini diturunkan belum jelas apakah Firman terkait pula dengan seminar yang akan diadakan Sabtu mendatang itu.

sumber: http://metro.news.viva.co.id/news/read/531202-di-depok–beredar-brosur-ajakan-ikut-seminar-isis

Semoga hal ini tidak pernah terjadi pada kita, atau pada ikhwan kita, cukuplah ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa :

1. Belajar agama tidak boleh setengah-setengah, bila memang belum kuasai betul sebuah materi pelajaran hendaklah tetap di sana sampai benar-benar menguasainya. Jangan sampai keserakahan kita terhadap ilmu tertentu membuat kita malah melalaikan/meremehkan ilmu yang lain kemudian meloncat ke berbagai materi/ilmu yang menarik dan menyilaukan mata namun kita sendiri tidak menguasainya, sebab hal tersebut dapat membuat kita gampang goyah dan tertipu/dihasut oleh berbagai pihak yang sengaja ingin memanfaatkan kepolosan dan kebodohan kita.

2. Belajar agama bukanlah sarana untuk menunjukkan bahwa kita adalah manusia hebat karena ilmu yang kita dapatkan sehingga manusia harus mendengar ucapan kita. Tidak, justru semakin tinggi ilmu agama kita maka kita akan lebih banyak diam. Karena dengan banyak diam kita menjadi tahu ternyata kita ini masih bodoh dan ilmu agama yang kita dapatkan selama ini sejauh ini baru secuil. Belajarlah dan terus belajarlah dengan diammu.

3. Ini yang terpenting. Bila kita sudah berkeluarga, beristri, beranak-cucu, pikirkanlah! Janganlah sampai idealisme gila kita terhadap sebuah paham/ilmu baik yang kita yakini secara individu maupun kelompok malah menghancurkan keluarga yang kita bina. Sesungguhnya tanggung jawab kita di sisi Allah sangatlah besar terhadap keluarga yang kita bina ini. Keluarga ini sangat jelas kedudukakannya sementara paham yang kita geluti hanyalah bersifat “tajrib”/eksperimen keilmuan yang masih terus dikembangkan dan belum mencapai titik akhir, apakah yang jelas akan kita korbankan untuk sesuatu yang masih belum/tidak jelas rimbanya? Dimanakah akalmu wahai orang-orang berilmu?

Demikian pesan singkat yang dapat saya sampaikan semoga dapat diambil hikmahnya oleh segenap salafiyyun yang ada di sini maupun yang luar sana, di Indonesia maupun di luar negeri. Amin.

***

“Wahai Firman Hidayat, sesungguhnya jalanmu telah ditentukan oleh Allah. Bila kau tidak merubahnya maka Allah pun tidak akan merubahnya.”

Cukuplah firman Allah ini menjadi pelajaran bagi kita semua, Amin:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

 

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu individu/kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu individu/kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Ar-Ra’du: 11)

 

Wassalamu alaikum warrahmatullaah.

 

88 thoughts on “Turut Berbela Sungkawa, Semoga Menjadi Pelajaran Berharga bagi Segenap Salafiyyun”

  1. Ya Allah, ustad terima kasih, nasihat antum membuatku menangis sebagai thalibul ilmi. Ana malu pada diri ana.

  2. Ada yg yg berpendapat,, klw isis melawan syi’ah n orang kafir kita dukung,, tp klw melawan ahlussunnah kita kecam,,
    apakah ini bisa dibenarkan??
    Alasannya rosululloh mendukung romawi(kristen) ketika melawan persia (majusi) n sedih ketika romawi kalah,, tetapi ketika membunuh utusan muslim maka rosululloh menyerangnya -pada perang mu’tah-

  3. pemikiran itu sesungguhnya memiliki bangunan. ibarat bangunan ia tentu tidak bisa berdiri tegak tanpa ada dasar. dasar yang digunakan dalam setiap bangunan tentu bisa berbeda2 dan bermacam2. Yang jelas sebagai orang Islam, dasar yang harus dipakai adalah sebuah kesesuaian dan kesenimbungan. Jangan karena hanya punya dalil lantas dengan serta merta kita bisa seenaknya menggunakannya di berbagai wilayah pemikiran yang kita suka tanpa memperhatikan kesesuaian dan kesenimbungannya.

    Banyak ulama yang kami lihat menggunakan dalil hanya sebatas kesesuaian semata tanpa ada kesinambungannya. ada juga yang berani bermain dengan kesinambungannya tanpa memperhatikan kesesuaiannya.

    Intinya, ISIS bisa jadi begini karena mereka bermain dengan kesesuaian. Mereka berpikir hanya karena mereka punya kekuatan lantas mereka menganggap bahwa merekalah satunya2 proklamator kekhalifahan di dunia saat ini. Ini jelas logika amburadul. Mereka tidak memperhatikan kesinambungannya, sebab umat Islam saat ini tidak hanya ada di wilayah Irak dan Syam saja, karena Islam sudah tersebar luas di dunia.

  4. Wajib lah, karena daerah itu telah direbut oleh ISIS dari pemerintahan yang sah. Kenapa harus taat pada mereka, karena mereka (ISIS) adalah penjamin keamanan warga yang ada di sana. Seandainya Amerika membunuh warga di wilayah yang dikuasai ISIS apakah menurut antum Pemerintahan Irak/Yordan akan menyelamatkannya, tidak karena yang akan menyelamatkan antum adalah ISIS. Antum bisa lihat palestina yang bersebelahan dengan Yordan, sama2 negara muslim, namun ketika Israel membunuh warga palestina orang-orang Yordan yang bersebelahan dengannya hanya diam saja. Yang memang beginilah aturan maen bernegara.
    Bahkan ana berani katakan seandainya ISIS mampu menguasai dunia maka mau tidak mau kita wajib taat pada mereka karena mereka adalah pemimpin kita. Lain cerita kalau antum melawan mereka (berontak) sehingga mereka tidak mampu menguasai dunia. Yang begini2 sudah terjadi jauh hari, saat dinasti Abbasiyah menggulingkan dinasti Umawiyah, dst.

    1. Bismillah. Kiranya kita ada disana dan disuruh untuk ikrarkan baiat ke Abu Bakar Al Baghdadai maka apa yg harus kita lakukan dan bagaimana pula jika kami di suruh untuk ikut perng dan bahkan yg teramat menakutkan kalau kita disuruh tuk jadi al gojo dalam eksekusi tawanan perang….

      1. jadi, pembicaraan seperti ini memang berat. kita ambil contoh para imam2 salaf, dari kasus imam malik sampai ahmad. itu mereka hidup di era pemimpin yang kejamnya gila-gilaan, abu bakar baghdadi ini baru “anak kemaren sore” dan ngga ada apa2nya dibandingkan mereka. Meski pemimpinnya kejam luar biasa mereka tetap berbaiat dan taat sebagai antitesa kalo mereka bukan pemberontak dan ingin membangun amir tandingan.
        Mereka, maksud ana para imam ini memang disuruh melakukan “maksiat intelektual” oleh para penguasa saat itu namun mereka enggan hingga akhirnya mereka disiksa. ini imam kalo orang biasa saat itu biasanya mereka pada ber-“akting” untuk menyelamatkan diri.

        intinya ini tergantung iman antum. kalo iman antum tinggi maka antum akan bersikap sebagaimana para imam tadi, tapi bila iman antum dangkal ya so pasti antum pasti akan berakting untuk menyelamatkan diri antum.

        contoh akting saat itu di zaman imam ahmad, meski antum yakin al-quran adalah kalamullah tapi dalam khotbah antum maka antum harus mengatakan al-quran adalah mahluk agar leher antum masih bisa tegak. kalo ngga ya siap-siap aja berpisah dari dunia ini. ya memang beginilah resiko jadi orang beriman. penuh dengan ujian.

        kalo mau maen akal-akalan juga boleh seperti imam syafi’i yang mengatakan al-quran adalah mahluk dengan menunjukkan jarinya sambil menghitung kitab allah mulai dari zabur, taurat, injil al-quran kemudian ia mengataka semuanya adalah mahluk! orang-orag memahami bahwa kitab2 allah adalah mahluk padahal yang imam syafii maksudkan adalah jari-jemarinya.

        Hidup di wilayah konflik yang diisi oleh penguasa tiran memang penuh dengan penderitaan. saran ana kalo antum ngga sreg dengan abu bakar baghdadi sekiranya antum ada disana maka antum bisa melarikan diri. contoh abu dzar yang melarikan diri dari wilayah kekuasaan muawiyah. silahkan saja berhijrah ke negeri lain sekiranya antum mmng mampu.

  5. minggu lalu saya bermalam di apartment kakak saya di wgp. Kakak lg nonton channel tv one, kebetulan lg tayang berita ttg FH ..

    Eksis dimana2 jadi topic pembicaraan.

    Wal hasiil yg kena imbas ahlussunnah. Contohnya kemarin2 saya kedatangan tamu dari kota k, karena tamunya salafiy ya pake atribut nyunnah abis. Sampe apartment mereka g bisa naik ke atas kecuali harus dijemput oleh salah satu keluarga saya…
    *)apartment kami satu tower sama kedubes amerika, Tambah parno security lihat tamu saya.

    Sampai di apartment kami, Alhamdulillah keluarga saya menyambut dg sambutan yg ramah, tapi tetep… ada introgasi khusus apakah tamu saya tadi ikut isis atau tidak, meskipun keluarga saya tanyanya sambil bercanda.

    Ya ahlassunnah isbir nafsakum ‘alassunnah.

  6. Bismillah. Kaif…kaif.. ustadz?
    Apakah isu isis yang nun jauh perang di tanah karomah syam, sengaja di jadikan trending topic karena isu tuduhan teroris terhadap para pengamal sunnah di indonesia sudah tidak laku lagi.
    Apakah masih ada tanda-tanda kiamat kecil yang belum terjadi, sehingga hampir semua ormas islam maupun sekuler bahkan sekaliber ulama yang berjihad al qaeda atau salaf yang tidak pergi jihad pun menolak terbentuknya khilafah di syam, bahkan HT yang gaung khilafah nya dari dulu, masyaikhnya pun menolak terbentuknya khilafah di syam.
    Tanah karomah syam ini sungguh berbeda dengan babak-babak pergolakan di kawasan timur tengah sebelumnya. Babak baru yang penuh fitnah dan huru-hara akhir zaman, di mana syiah rafidhoh laknatulloh alaih terbuka kedoknya, di mana saudi mulukiyah terbuka kedoknya.
    Apakah ini pertanda bahwa dakwah salafiyah di tanah air akan terganggu stabilitas nya karena gejolak di jazirah arab. Realita syam dan letak iman di syam: Dilema antara jalur taqwa atau jalur fatwa.
    Usulan kajian di forum ini, usul bahas dalil-dalil tentang akhir zaman dan tegaknya khilafah di zaman modern ini.

  7. Apakah kritikan terhadap isis dari situs “pencari..” boleh kita terima atw tidak? Atw antm punya kritikan tersendiri secara perinci thd isis?

    1. Ada baiknya kalo kritikan itu dibangun bukan atas kebencian tapi karena semangat persaudaraan dan keilmuan. Nabi telah menegaskan hal ini: “tolonglah saudaramu, baik ia zalim atau dizalimi.” Hal ini bisa kita lihat dari sikap para imam yang tidak memberontak kepada penguasa, karena itu adalah sikap pertolongan mereka kepada saudara mereka yang zalim. Logika sederhananya saja: bila antum punya saudara kandung yang berbuat salah apa akan antum tinggalkan hubungan persaudaraan antum dengannya hanya karena ia berbuat salah! Paling2 antum akan bersabar dengannya sampai ia meninggalkan perbuatan buruknya. Ini baru persaudaraan berdasarkan darah maka bagaimana halnya dengan persaudaraan iman yang tentu saja lebih mahal dari darah? Jangankan itu, coba lihat kasus usamah yang bunuh musuh yang berikrar syahadat (yang dianggap sebagai muslihat) yang dimarahi oleh nabi, orang itu padahal hanya mengucapkan syahadat tidak lebih dari 5 menit tapi sudah diperlakukan oleh nabi seakan2 saudara sesama muslim yang telah lama sehingga darahnya haram untuk ditumpahkan!

      ISIS bagaimanapun kejamnya dan bagaimanapun bencinya kita kepada mereka, mereka tetap saudara kita sesama muslim dan ini sebuah keniscayaan yang tak bisa ditolak. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang2 beriman itu bersaudara”.
      Bila kita kembali kepada kacamata tauhid/iman maka apa alasan kita membatalkan keislaman/keimanan mereka? apa mereka berbuat syirik? tidak! Bahkan situs2 peninggalan bersejarah yang dijadikan tempat pemujaan mereka hancurkan! atau apa karena mereka menyembelih leher manusia? betapa banyak orang Islam yang menyembelih leher manusia? apa akan kita katakan mereka kafir?
      bahkan coba lihat kasus Ali, apakah ia memerangi khawarij sekejam apapun mereka? tidak! ia tidak akan memerangi mereka sampai mereka yang memerangi Ali. kenapa begitu? karena Ali masih menganggap mereka saudara. Bahkan Ibnu Abbas diutus kepada mereka untuk apa? untuk memberikan kritikan yang didasarkan semangat persaudaraan dan keilmuan. Kalau dari awal sudah diawali dengan kebencian mungkin Ibnu Abbas tidak perlu bertele-tele lagi langsung maen sikat saja.
      Ana memang ngga setuju dengan ISIS tapi bukan serta merta ana sampai kehilangan akal ana cuman karena ana ngga setuju dengan filosofi mereka mendirikan negara khalifah.
      Banyak orang yang ana lihat sudah buta oleh kebencian sehingga melupakan persaudaraan. Padahal Allah telah menegaskan orang2 beriman itu bersaudara.

      1. Kebencian…bukankah ini adalh sikap yg harus kita nampakkan terhadap orng2 yg manhajnya sesat, sebagaimana antum dan pelajar2 di Dammaj melontrkan kritikan terhadap Luqman Cs yg mna kritikan itu membuat geram bagi yg mendengarnya dari pihak luqman…bukankah kritikan terhadap Luqman Cs adalah buah dari hasil kebencian terhdap kesesatan manhaj Luqman Cs? Dan bukankah Isis lebih sesat dari pada Luqman Cs?

      2. Dan bagaimana pula dengan pernyataan Pinpinan Ulama saudi yg mengtkn bahwa Musuh islam yg terbesar untuk saat sekarang adalah isis ..kalau kata2 ini benar adanya maka bagaimana kita bisa memusuhi orang tanpa kebencian? Mohn pncrhnnya ya Ustadz….

      3. Tidak ada musuh yang lebih besar dari umat Islam saat ini selain dari kebodohan. Apa menurut antum dengan kita menghabisi ISIS hingga ke akar2nya, katakanlah begitu, apa paham yang mereka yakini akan terkubur begitu saja bersamaan dengan jasad2 mereka yang terkubur? Antum bantai ISIS berapa miliar/triliun pun jumlahnya sesunguhnya itu takan bisa memadamkan keyakinan mereka. Hampir di setiap zaman dimana ada pemerintahan kaum muslimin di sama selalu aja kelompok yang dicap khawarij! Siklus ini terus berulang terus dari zaman Nabi hingga sekarang ini.

        Intinya ana mau bilang, kita harus bisa memahami apa yang melatar belakangi ISIS ini lahir baru dengan begitu kita bisa menumpasnya. menutup aliran air hanya akan membuang2 waktu dan tenaga, kalau mau cepat selesai maka silahkan saja tutup langsung kerannya.

        Antum tahu kerannya itu apa?

  8. سَيَخْرُجُ قَوْمٌ فِي آخِرِ الزَّمَانِ، أَحْدَاثُ اْلأَسْنَانِ سُفَاهَاءُ اْلأَحْلاَمِ يَقُوْلُوْنَ مِنْ قَوْلِ خَيْرِ الْبَرِيَّةِ لاَ يُجَاوِزُ إِيْمَانُهُمْ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُوْنَ مِنَ الدِّيْنِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ، فَأَيْنَمَا لَقِيْتُمُوْهُمْ فَاقْتُلُوْهُمْ فَإِنَّ فِي قَتْلِهِمْ أَجْرًا لِمَنْ قَتَلَهُمْ يَوْمَ الْ
    bagaimana dengan hadits ini al akh?bukankan rasululloh sendiri memerintahkan memerangi bahkan membunuh mereka,membasmi mereka?لَئِنْ أَدْرَكْتُهُمْ قَتَلْتُهُمْ قَتْلَ عَادٍkenapa terkesan antum setengah2 dan berputar2 kalimat mengenai mereka ,sebenarnya apa pendapat antum tentang isis?bukankah sesama muslim harus menasehati muslim yg lain agar tidak terjatuh pada dosa dan maksiat,apa nasehatmu buat saudaramu sesama muslim tentang fenomena isis ini,dan fitnah takfir mereka,barakallahufiikum

    1. Akhi, pemikiran itu sesungguhnya memiliki bangunan. ibarat bangunan ia tentu tidak bisa berdiri tegak tanpa ada dasar. dasar yang digunakan dalam setiap bangunan tentu bisa berbeda2 dan bermacam2. Yang jelas sebagai orang Islam, dasar yang harus dipakai adalah sebuah kesesuaian dan kesenimbungan. Jangan karena hanya punya dalil lantas dengan serta merta kita bisa seenaknya menggunakannya di berbagai wilayah pemikiran yang kita suka tanpa memperhatikan kesesuaian dan kesenimbungannya.

      Banyak ulama yang kami lihat menggunakan dalil hanya sebatas kesesuaian semata tanpa ada kesinambungannya. ada juga yang berani bermain dengan kesinambungannya tanpa memperhatikan kesesuaiannya.

      Saran ana, antum sebaiknya membuang manhaj cok gali cok atau maen cocok-cocokan dalil dengan napsu. Hadis yang antum kutip itu membatasi konteks kelompok tersebut pada akhir zaman, antum yakin ga sekarang sudah akhir zaman? mana kesinambungannya. sementara di akhir zaman nabi katakan bahwa: salah satunya : Nabi isa turun ke dunia. keluarnya ya’juj dan ma’juj, dll. Apakah sekarang Nabi Isa sudah turunkah?:mrgreen:

      oleh karena itulah berhati-hatilah kalian ini mencopy dalil, jangan di-paste sesuka kalian di banyak tempat yang membangkitkan syahwat kebencian kalian! Ini berpotensi menyimpangkan akidah kalian kepada jalan yang sesat.

      Kalau ngga suka dengan ISIS ya silahkan saja tapi jangan perbudaki dalil2 yang tidak bersalah untuk melayani napsu syahwat kita.

      Ana ngga suka dengan ISIS tapi ana ngga heboh-heboh amat menyikapinya, ana sudah ngga kaget dengan model2 begini:mrgreen:. Lihat saja nanti, habis ISIS bubar nanti akan muncul gerakan baru lagi. Ini ngga bakalan ada habis-habisnya.😛 karena manusia sekarang hanya menutup saluran air bukan kerannya. Ingat, bila saluran itu terus ditutup dan disebabkan air itu terus mengalir maka bila mana kanal sudah tak mampu membendung arusnya maka air tersebut akan meluap-luap dan mengakibatkan terjadinya banjir dan lama-lama air akan membuat kanalnya sendiri yang terus bercabang-cabang, setiap cabang ada lagi cabangnya dan ngga ada habis-habisnya.:mrgreen:

      Dan inilah yang terjadi sekarang ini dari zaman Nabi hingga saat ini!😛

      1. @admin,..antum katane suibuuukuk banget -kata antum sendiri lho-sampe gak sempet mengkounter tukpencarialhaq…meskipun antum memasang bendera predatortukpencarialhaq tapi kalo balas balasan komen berdebat kesana kemari kok cepet dan semangat?mbok di bahas apa yg antum punyai dari keilmuan antum yang luas sampai antum berkata :
        “Banyak ulama yang kami lihat menggunakan dalil hanya sebatas kesesuaian semata tanpa ada kesinambungannya. ada juga yang berani bermain dengan kesinambungannya tanpa memperhatikan kesesuaiannya.”mafhum nya ilmu antum mendekati para ulama -masyaalloh -semoga bermanfaat bagi kaum muslimin indonesia-
        alangkah bermanfaatnya jika dibuat untuk mencerdaskan kami tentang fitnah takfir khwarij sesuai timbangan alquran dan sunnah..biar kesibukan antum kie semakin bermanfaat,..antum apa nya al ustadz abu hazim hafidzahullah?ana kurang setuju dengan toriqoh antum menyembunyikan jati diri-tapi kui yo urusanmu akh-kok gak jantan apa antum takut?setau ana ustadz abu hazim itu pemberani hafidzahulloh…..afwan minkum.

      2. ulama yg ana maksud adalah “ulama gelar-gelaran”, bukan ulama yang diceritakan dalam al-quran. kalau ulama dalam al-quran itu rasa takutnya hanya Allah yang tahu, ilmunya pun hanya Allah yang tahu. Kalo “ulama gelar-gelaran” ini sih bisa dibeli lewat pendidikan ma’had atau universitas hehehe, silahkan mau s1, s2, atau s3. Bahkan dengan cara menjilat ke sana ke mari antum bisa jadi ulama, hehehe. atau kalau mau dianggap resmi bisa dengan membuat organisasi keagamaan seperti, MUI atau apalah, dan dengan bantuan media antum bisa langsung jadi ulama.:mrgreen:

        Ingat, diakui oleh manusia belum tentu diakui oleh Allah loh!😛

        salah satu kekeliruan ulama yang tidak perlu ana sebutkan namanya adalah kasus yang antum bawa barusan, hadits itu sebelum antum pake buat mencekik golongan yang dianggap khawarij justru sudah dipake oleh para ulama terlebih dahulu untuk mencekik golongan2 yang mereka anggap sebagai khawarij padahal mana kesinambungannya dengan tanda2 akhir zaman yang lain seperti yang ana pertanyakan, artinya ulama2 tsb jelas sudah merubah dalil di luar tempatnya yang semestinya. atau yuharrifuunal kalima ‘an wamaadhi’ihi.

        lantas apakah ana ulama? menjawabnya ana cuma bisa ketawa karena ini pertanyaan lucu. ana hanya seorang thalib biasa. itu saja.

        mengenai kesibukan ana ya ana memang sibuk, menanggapi dengan menulis sebuah artikel itu beda yah.

      3. menurut antum isis sudah masuk firqoh khowarij blum?siapa ulama sunny salafy di dunia ini yang masih hidup menurut istiqro’ ant?

  9. @Ustad Predator

    Jangankan nabi Isa turun, Yesus saja yang ada di gereja masih belum turun2 dari salibnya. Ngga capek apa? hahahhaa

  10. Iya sy stj dngn ust admin bhw skrng blm akhir zaman krn tdk ada bukti lain yg menjukkan hal itu, artinya. dalil itu hanya cok gali cok sj. Kasian juga, entah sudah berapa banyak dalil2 tak bersalah diperbudak oleh orang2 yang mengklaim dirinya ustad/ulama. Ya Allah selamatkan dalil2 itu dari tangan2 yang berbakat menjadi “ahli kitab” yg suka: yuharrifunal kalima an mawadhi’ihi.
    Amin.
    Makasih buat ustad atas faidah berharganya.

  11. Mhon pencerahannya tentang fenomena isis dan bgaimana kita dalam menyikapinya? Dan apakh salah jika hati kami senang disaat dia membasmi org kafir dan benci disaat mereka menyerang ahlusunnah…

  12. Sepertinya masalah isis menurut antm tidak masuk dalam katagori”ijtihadiyah” ,atw bisa dibilang telah ijma’ atas sesatnya isis,, beda halnya dg masalah “mauqufnya ustasz luqman” mungkin antum anggap masih ijtihadiyah,,,
    tp kenapa antm kok lebih keras mengritiknya dr pd mengritik isis,, apakah ustadz lukman lebih berbahaya?

      1. Sudah gayanya kali ya seperti itu. Bermudah2 menghukumiorang tanpa merinci permasalahan.

      2. @ibnatu coh…afwan siapa yg ibu maksud?
        @admin ..oleh karena itu bantulah kami saudaramu dengan mengangkat kebodohan dari diri kami dengan bhs yang jelas dan tidak berputar putar,..

  13. Ulama Besar Arab Saudi, Ahli Hadits Kota Suci Madinah, Asy-Syaikh Al-‘Allamah Al-Muhaddits Abdul Muhsin bin Hamd Al-‘Abbad Al-Badr hafizhahullah berkata dalam risalah “Fitnatul Khilafah Ad-Da’isyiah Al-‘Iraqiyah Al- Maz’umah” di website resmi beliau, ﻢﻴﺣﺮﻟﺍ ﻦﻤﺣﺮﻟﺍ ﻪﻠﻟﺍ ﻢﺴﺑ ؛ﺪﻌﺑ ﺎﻣﺃ .ﻪﺒﺤﺻﻭ ﻪﻟﺁ ﻰﻠﻋﻭ ﺪﻤﺤﻣ ﺎﻨﻴﺒﻧ ﻩﺪﻌﺑ ﻲﺒﻧ ﻻ ﻦﻣ ﻰﻠﻋ ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻﻭ ﻩﺪﺣﻭ ﻪﻠﻟ ﺪﻤﺤﻟﺍ Sungguh telah lahir di Iraq beberapa tahun yang lalu, sebuah kelompok yang menamakan diri Daulah (Negara) Islam Iraq dan Syam, dan dikenal dengan empat huruf awal nama daulah khayalan tersebut yaitu [ﺶﻋﺍﺩ] (ISIS), dan muncul bersamaan dengan itu, sebagaimana yang disebutkan oleh sebagian orang yang mengamati tingkah pola dan pergerakan mereka, sejumlah nama sebagai julukan bagi anggota mereka dengan sebutan: Abu Fulan Al-Fulani atau Abu Fulan bin Fulan, kuniah (julukan) yang disertai penisbatan kepada negeri atau kabilah, inilah kebiasaan orang-orang majhul (yang tidak dikenal), bersembunyi di balik julukan dan penisbatan.
    Selang beberapa waktu terjadi peperangan di Suriah antara pemerintah[1] dan para penentangnya, masuklah sekelompok orang dari ISIS ini ke Suriah, bukan untuk memerangi pemerintah, akan tetapi memerangi Ahlus Sunnah yang menentang pemerintah dan membunuh Ahlus Sunnah dengan cara yang sangat kejam, dan telah masyhur cara membunuh mereka terhadap orang yang ingin mereka bunuh, dengan menggunakan pisau-pisau yang merupakan cara terjelek dan tersadis dalam membunuh manusia.
    Dan di awal bulan Ramadhan tahun ini (1435 H) mereka merubah nama kelompok mereka menjadi “Al-Khilafah Al-Islamiyah”. Khalifahnya yang dinamakan Abu Bakr Al-Baghdadi berkhutbah di sebuah masjid di Mosul, diantara yang ia katakan dalam khutbahnya, “Sungguh aku telah dijadikan pemimpin kalian padahal aku bukan yang terbaik di antara kalian”. Sungguh dia telah berkata benar bahwa ia bukanlah yang terbaik di antara mereka, karena ia telah membunuh orang yang mereka bunuh dengan pisau-pisau, apabila pembunuhan itu atas dasar perintahnya, atau ia mengetahuinya dan membolehkannya maka ia adalah yang terburuk di antara mereka (memang bukan yang terbaik), berdasarkan sabda Nabi
    shallallahu’alaihi wa sallam, ﻰَﻟِﺇ ﺎَﻋَﺩ ْﻦَﻣَﻭ ﺎًﺌْﻴَﺷ ْﻢِﻫِﺭﻮُﺟُﺃ ْﻦِﻣ َﻚِﻟَﺫ ُﺺُﻘْﻨَﻳ َﻻ ُﻪَﻌِﺒَﺗ ْﻦَﻣ ِﺭﻮُﺟُﺃ ُﻞْﺜِﻣ ِﺮْﺟَﻷﺍ َﻦِﻣ ُﻪَﻟ َﻥﺎَﻛ ﻯًﺪُﻫ ﻰَﻟِﺇ ﺎَﻋَﺩ ْﻦَﻣ ﺎًﺌْﻴَﺷ ْﻢِﻬِﻣﺎَﺛﺁ ْﻦِﻣ َﻚِﻟَﺫ ُﺺُﻘْﻨَﻳ َﻻ ُﻪَﻌِﺒَﺗ ْﻦَﻣ ِﻡﺎَﺛﺁ ُﻞْﺜِﻣ ِﻢْﺛِﻹﺍ َﻦِﻣ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻥﺎَﻛٍﺔَﻟَﻼَﺿ “Barangsiapa mengajak kepada petunjuk maka ia mendapat pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun, dan barangsiapa mengajak kepada kesesatan, maka ia mendapat dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” [HR. Muslim no. 6804 dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu] Dan kalimat yang ia katakan dalam khutbahnya tersebut, telah dikatakan oleh khalifah pertama dalam Islam setelah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,yaitu Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu’anhu wa ardhaahu, dan beliau adalah orang terbaik umat ini, sedang umat ini adalah umat yang terbaik di antara umat-umat yang ada, beliau mengatakan demikian dalam rangka tawadhu’ (bersikap rendah hati) sedang beliau mengetahui, para sahabat juga mengetahui bahwa beliau adalah orang yang terbaik di antara mereka berdasarkan dalil-dalil yang menunjukkannya dari ucapan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.
    Termasuk kebaikan (yang kami nasihatkan) untuk kelompok ini, hendaklah mereka
    sadar diri dan kembali kepada kebenaran, sebelum daulah mereka hilang terbawa angin seperti daulah-daulah lain yang semisalnya di berbagai masa.
    Dan sangat disayangkan, fitnah (bencana) khilafah khayalan yang lahir beberapa waktu yang lalu ini, diterima oleh anak-anak muda yang bodoh di negeri Al- Haramain, mereka menampakkan kebahagiaan dan kegembiraan terhadap khilafah khayalan ini layaknya kebahagiaan orang yang haus terhadap minuman, dan diantara mereka ada yang berkhayal telah membai’at khalifah majhul ini! Bagaimana mungkin diharapkan kebaikan dari orang-orang yang tersesat dengan ajaran takfir (pengkafiran terhadap kaum muslimin) dan pembunuhan dengan cara yang paling kejam dan sadis…?!
    Wajib atas para pemuda tersebut untuk melepaskan diri dari ikut-ikutan di belakang para provokator, dan hendaklah dalam setiap tindakan mereka kembali kepada dalil yang datang dari Allah ‘azza wa jalla dan dari Rasul-Nya shallallahu’alaihi wa sallam, karena padanya ada keterjagaan, keselamatan dan kesuksesan di dunia dan akhirat. Dan hendaklah mereka kembali merujuk kepada para ulama yang menasihati mereka dan menasihati kaum muslimin.
    Diantara contoh keselamatan dari pemikiran sesat karena merujuk kepada ulama, adalah sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahih beliau (no. 191) dari Yazid Al-Faqir, ia berkata, ُﺖْﻨُﻛ ﻰِﻨَﻔَﻐَﺷ ْﺪَﻗ ْﻦِﻣ ٌﻯْﺃَﺭ ﺎَﻨْﺟَﺮَﺨَﻓ ِﺝِﺭﺍَﻮَﺨْﻟﺍ ِﻯْﺃَﺭ ٍﺔَﺑﺎَﺼِﻋ ﻰِﻓ ٍﺩَﺪَﻋ ﻯِﻭَﺫ َّﺞُﺤَﻧ ْﻥَﺃ ُﺪﻳِﺮُﻧ َﺝُﺮْﺨَﻧ َّﻢُﺛ – ِﺱﺎَّﻨﻟﺍ ﻰَﻠَﻋ َﻝﺎَﻗ – ﺎَﻧْﺭَﺮَﻤَﻓ ﻰَﻠَﻋ ِﺔَﻨﻳِﺪَﻤْﻟﺍ ﺍَﺫِﺈَﻓ ُﺮِﺑﺎَﺟ ُﻦْﺑ ِﺪْﺒَﻋ ِﻪَّﻠﻟﺍ ُﺙِّﺪَﺤُﻳ َﻡْﻮَﻘْﻟﺍ – ٌﺲِﻟﺎَﺟ ﻰَﻟِﺇ ٍﺔَﻳِﺭﺎَﺳ – ْﻦَﻋ ِﻝﻮُﺳَﺭ ِﻪَّﻠﻟﺍ – ﻰﻠﺻ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ -ﻢﻠﺳﻭ َﻝﺎَﻗ ﺍَﺫِﺈَﻓ َﻮُﻫ ْﺪَﻗ َﺮَﻛَﺫ َﻦﻴِّﻴِﻤَّﻨَﻬَﺠْﻟﺍ – َﻝﺎَﻗ – ُﺖْﻠُﻘَﻓ ُﻪَﻟ ﺎَﻳ َﺐِﺣﺎَﺻ ِﻝﻮُﺳَﺭ ِﻪَّﻠﻟﺍ ﺎَﻣ ﺍَﺬَﻫ ﻯِﺬَّﻟﺍ َﻥﻮُﺛِّﺪَﺤُﺗ ُﻪَّﻠﻟﺍَﻭ ُﻝﻮُﻘَﻳ ) َﻚَّﻧِﺇ ْﻦَﻣ ِﻞِﺧْﺪُﺗ َﺭﺎَّﻨﻟﺍ ْﺪَﻘَﻓ ُﻪَﺘْﻳَﺰْﺧَﺃ ( َﻭ ) ﺎَﻤَّﻠُﻛ ﺍﻭُﺩﺍَﺭَﺃ ْﻥَﺃ ﺍﻮُﺟُﺮْﺨَﻳ ﺎَﻬْﻨِﻣ ﺍﻭُﺪﻴِﻋُﺃ ﺎَﻬﻴِﻓ ( ﺎَﻤَﻓ ﺍَﺬَﻫ ﻯِﺬَّﻟﺍ َﻥﻮُﻟﻮُﻘَﺗ َﻝﺎَﻗ ُﺃَﺮْﻘَﺗَﺃ َﻝﺎَﻘَﻓ َﻥﺁْﺮُﻘْﻟﺍ ُﺖْﻠُﻗ .ْﻢَﻌَﻧ َﻝﺎَﻗ َﺖْﻌِﻤَﺳ ْﻞَﻬَﻓ ِﻡﺎَﻘَﻤِﺑ ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ – ِﻪْﻴَﻠَﻋ – ُﻡَﻼَّﺴﻟﺍ ﻰِﻨْﻌَﻳ ﻯِﺬَّﻟﺍ ُﻪُﺜَﻌْﺒَﻳ ُﻪَّﻠﻟﺍ ِﻪﻴِﻓ ُﺖْﻠُﻗ .ْﻢَﻌَﻧ َﻝﺎَﻗ ُﻪَّﻧِﺈَﻓ ُﻡﺎَﻘَﻣ ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ﻰﻠﺻ- ﻪﻠﻟﺍ ﻪﻴﻠﻋ -ﻢﻠﺳﻭ ُﺩﻮُﻤْﺤَﻤْﻟﺍ ﻯِﺬَّﻟﺍ ُﺝِﺮْﺨُﻳ َﻙﺍَﺫ ُﻆَﻔْﺣَﺃ َﻥﻮُﻛَﺃ َﻻ ْﻥَﺃ ُﻑﺎَﺧَﺃَﻭ – َﻝﺎَﻗ – ِﻪْﻴَﻠَﻋ ِﺱﺎَّﻨﻟﺍ َّﺮَﻣَﻭ ِﻁﺍَﺮِّﺼﻟﺍ َﻊْﺿَﻭ َﺖَﻌَﻧ َّﻢُﺛ – َﻝﺎَﻗ – .ُﺝِﺮْﺨُﻳ ْﻦَﻣ ِﻪِﺑ ُﻪَّﻠﻟﺍ – َﻝﺎَﻗ – َﺮْﻴَﻏ ُﻪَّﻧَﺃ ْﺪَﻗ َﻢَﻋَﺯ َّﻥَﺃ ﺎًﻣْﻮَﻗ َﻥﻮُﺟُﺮْﺨَﻳ َﻦِﻣ ِﺭﺎَّﻨﻟﺍ َﺪْﻌَﺑ ْﻥَﺃ ﺍﻮُﻧﻮُﻜَﻳ ﺎَﻬﻴِﻓ – َﻝﺎَﻗ – ﻰِﻨْﻌَﻳ َﻥﻮُﺟُﺮْﺨَﻴَﻓ ُﻥﺍَﺪﻴِﻋ ْﻢُﻬَّﻧَﺄَﻛ .ِﻢِﺳﺎَﻤَّﺴﻟﺍ َﻝﺎَﻗ َﻥﻮُﻠُﺧْﺪَﻴَﻓ ﺍًﺮْﻬَﻧ ْﻦِﻣ ِﺭﺎَﻬْﻧَﺃ ِﺔَّﻨَﺠْﻟﺍ َﻥﻮُﻠِﺴَﺘْﻐَﻴَﻓ ِﻪﻴِﻓ َﻥﻮُﺟُﺮْﺨَﻴَﻓ ُﻢُﻬَّﻧَﺄَﻛ .ُﺲﻴِﻃﺍَﺮَﻘْﻟﺍ َﺝَﺮَﺧ ﺎَﻣ ِﻪَّﻠﻟﺍَﻭ َﻼَﻓ ﺎَﻨْﻌَﺟَﺮَﻓ -ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ- ِﻪَّﻠﻟﺍ ِﻝﻮُﺳَﺭ ﻰَﻠَﻋ ُﺏِﺬْﻜَﻳ َﺦْﻴَّﺸﻟﺍ َﻥْﻭَﺮُﺗَﺃ ْﻢُﻜَﺤْﻳَﻭ ﺎَﻨْﻠُﻗ ﺎَﻨْﻌَﺟَﺮَﻓ ٍﻢْﻴَﻌُﻧ ﻮُﺑَﺃ َﻝﺎَﻗ ﺎَﻤَﻛ ْﻭَﺃ ٍﺪِﺣﺍَﻭ ٍﻞُﺟَﺭ ُﺮْﻴَﻏ ﺎَّﻨِﻣ “Aku pernah terpengaruh oleh satu pemikiran Khawarij, maka kami beberapa orang pergi untuk berhaji, kemudian kami ingin memberontak, kami pun melewati kota Madinah, ternyata ada sahabat Jabir bin Abdullah radhiyallahu’anhuma sedang duduk di sebuah sudut, beliau sedang menyampaikan hadits dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, ketika itu beliau
    telah menyebutkan tentang al-jahannamiun (orang-orang yang dibebaskan dari neraka setelah diazab, lalu dimasukkan ke surga). Maka aku berkata kepadanya: Wahai sahabat Rasulullah, mengapa engkau menyampaikan ini padahal Allah telah berfirman, ُﻪَﺘْﻳَﺰْﺧَﺃ ْﺪَﻘَﻓ َﺭﺎَّﻨﻟﺍ ِﻞِﺧْﺪُﺗ ْﻦَﻣ َﻚَّﻧِﺇ “Sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia.” (Ali Imron: 192) Dan firman Allah ta’ala, ﺎَﻬﻴِﻓ ﺍﻭُﺪﻴِﻋُﺃ ﺎَﻬْﻨِﻣ ﺍﻮُﺟُﺮْﺨَﻳ ْﻥَﺃ ﺍﻭُﺩﺍَﺭَﺃ ﺎَﻤَّﻠُﻛ “Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya.” (As-Sajadah: 20) Maka apa yang bisa engkau katakan?
    Beliau berkata: Apakah kamu membaca Al-Qur’an?
    Aku berkata: Ya.
    Beliau berkata: Apakah kamu pernah mendengar ayat tentang kedudukan (syafa’at) Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam yang akan Allah bangkitkan beliau dalam kedudukan ini?
    Aku berkata: Ya.
    Beliau berkata: Sesungguhnya itu kedudukan (syafa’at) Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam yang terpuji, yang dengan itu Allah mengeluarkan sebagian orang dari neraka.
    Kemudian beliau menyebutkan tentang peletakan jembatan (shiroth) dan lewatnya manusia di atasnya –aku khawatir menyampaikannya karena aku tidak menghapalnya dengan baik, yang pasti beliau menyebutkan tentang satu kaum yang keluar dari neraka setelah mereka diazab di dalamnya, mereka keluar dalam bentuk seperti biji wijen yang terbakar sinar matahari- Beliau berkata: Mereka lalu masuk ke salah satu sungai di surga, mereka mandi padanya, lalu mereka keluar dalam bentuk seperti kertas-kertas putih.
    Kami pun kembali, lalu kami berkata kepada rombongan kami, celaka kalian apakah kalian menganggap Asy-Syaikh (Jabir bin Abdullah) berdusta atas nama Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam (beliau tidak mungkin berdusta)?! Maka kami pun kembali, demi Allah (setelah itu) tidak ada seorang pun dari kami yang keluar (mengikuti Khawarij) kecuali satu orang –atau seperti yang dikatakan oleh Abu Nu’aim-.” [HR. Muslim] Abu Nu’aim adalah Al-Fadhl bin Dukain, beliau adalah salah seorang perawi hadits ini. Dan hadits ini menunjukkan bahwa kelompok ini telah tertipu dengan pemikiran Khawarij dalam mengkafirkan pelaku dosa besar dan meyakini kekalnya di neraka, dan dengan pertemuan bersama sahabat Jabir radhiyallahu’anhudan penjelasan beliau, maka mereka kemudian mengikuti bimbingan beliau, meninggalkan kebatilan yang mereka pahami dan tidak jadi memberontak yang sudah mereka rencanakan akan dilakukan setelah melaksanakan haji, maka ini adalah faidah terbesar yang akan didapatkan oleh seorang muslim apabila ia merujuk kepada ulama.
    Dan yang menunjukkan bahaya ghuluw (berlebih-lebihan) dalam agama dan menyimpang dari kebenaran serta menyelisihi pendapat Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, dari hadits Hudzaifah radhiyallahu’anhu, ﻪﻨﻣ ﺦﻠﺴﻧﺍ ،ﻡﻼﺳﻺﻟ ًﺍﺀﺩﺭ ﻥﺎﻛﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﺘﺠﻬﺑ ﺖﻴﺋُﺭ ﺍﺫﺇ ﻰﺘﺣ ،ﻥﺁﺮﻘﻟﺍ ﺃﺮﻗ ﻞﺟﺭ ﻢﻜﻴﻠﻋ ﻑﺎﺧﺃ ﺎﻣ َﻑﻮﺧﺃ َّﻥﺇ ﻲﻣﺍﺮﻟﺍ :ﻙﺮﺸﻟﺎﺑ ﻰﻟﻭﺃ ﺎﻤﻬُّﻳﺃ !ﻪﻠﻟﺍ َّﻲﺒﻧ ﺎﻳ :ﺖﻠﻗ ،ﻙﺮﺸﻟﺎﺑ ﻩﺎﻣﺭﻭ ﻒﻴﺴﻟﺎﺑ ﻩﺭﺎﺟ ﻰﻠﻋ ﻰﻌﺳﻭ ،ﻩﺮﻬﻇ ﺀﺍﺭﻮﻫﺬﺒﻧﻭ ﻲﻣﺍﺮﻟﺍ ﻞﺑ :ﻝﺎﻗ ؟ﻲﻣﺮﻤﻟﺍﻭﺃ “Sesungguhnya yang aku takuti menimpa kalian, adanya orang yang membaca Al- Qur’an, sampai apabila telah terlihat sinarnya dalam dirinya dan menjadi benteng bagi Islam, maka ia pun berlepas diri darinya dan membuangnya di belakang punggungnya, lalu ia memerangi tetangganya dengan pedang dan ia menuduh tetangganya itu telah melakukan syirik. Aku (Hudzaifah) berkata: Wahai Nabi Allah, siapakah yang lebih pantas dihukumi syirik, apakah yang menuduh atau yang tertuduh? Beliau bersabda: Bahkan yang menuduh.” [Diriwayatkan Al- Bukhari dalam At-Tarikh, Abu Ya’la, Ibnu Hibban dan Al-Bazzar, lihat Ash- Shahihah karya Al-Albani no. 3201] Anak muda, umumnya buruk pemahaman, yang menunjukkan hal itu adalah sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari dalam Shahih beliau (no. 4495) dengan sanadnya kepada Hisyam bin ‘Urwah dari bapaknya, bahwa beliau berkata, :ﻰﻟﺎﻌﺗﻭ ﻙﺭﺎﺒﺗ ﻪﻠﻟﺍ ﻝﻮﻗ ِﺖﻳﺃﺭﺃ :ِّﻦﺴﻟﺍ ﺚﻳﺪﺣ ﺬﺌﻣﻮﻳ ﺎﻧﺃﻭ ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ ِّﻲﺒَّﻨﻟﺍ ﺝﻭﺯ ﺔﺸﺋﺎﻌﻟ ﺖﻠﻗ ﻰﻠﻋ ﻯﺭﺃ ﺎﻤﻓ ،ﺎَﻤِﻬِﺑ َﻑَّﻮَّﻄَﻳ ﻥَﺃ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﺡﺎَﻨُﺟ َﻼَﻓ َﺮَﻤَﺘْﻋﺍ ِﻭَﺃ َﺖْﻴَﺒْﻟﺍ َّﺞَﺣ ْﻦَﻤَﻓ ِﻪَّﻠﻟﺍ ِﺮِﺋﺂَﻌَﺷ ﻦِﻣ َﺓَﻭْﺮَﻤْﻟﺍَﻭ ﺎَﻓَّﺺﻟﺎَّﻧِﺇ ،ﺎﻤﻬﺑ ﻑَّﻮﻄﻳ ﻻ ﻥﺃ ﻪﻴﻠﻋ ﺡﺎﻨﺟ ﻼﻓ :ﺖﻧﺎﻛ ﻝﻮﻘﺗ ﺎﻤﻛ ﺖﻧﺎﻛ ﻮﻟ !َّﻼﻛ :ﺔﺸﺋﺎﻋ ﺖﻟﺎﻘﻓ ،ﺎﻤﻬﺑ ﻑَّﻮﻄﻳ ﻻ ﻥﺃ ًﺎﺌﻴﺷﺪﺣﺃ ﻦﻴﺑ ﺍﻮﻓَّﻮﻄﻳ ﻥﺃ ﻥﻮﺟَّﺮﺤﺘﻳ ﺍﻮﻧﺎﻛﻭ ،ﺪﻳﺪﻗ ﻭﺬﺣ ﺓﺎﻨﻣ ﺖﻧﺎﻛﻭ ،ﺓﺎﻨﻤِﻟ ﻥﻮُّﻠﻬُﻳ ﺍﻮﻧﺎﻛ ،ﺭﺎﺼﻧﻷﺍ ﻲﻓ ﺔﻳﻵﺍ ﻩﺬﻫ ﺖﻟﺰﻧﺃﺎﻤَّﻧﺇ ﺎَﻔَّﺼﻟﺍ َّﻥِﺇ ﻪﻠﻟﺍ ﻝﺰﻧﺄﻓ ،ﻚﻟﺫ ﻦﻋ ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ ﻪﻠﻟﺍ ﻝﻮﺳﺭ ﺍﻮﻟﺄﺳ ﻡﻼﺳﻹﺍ ﺀﺎﺟ ﺎَّﻤﻠﻓ ،ﺓﻭﺮﻤﻟﺍﻭﺎﻔﺼﻟﺍ ﺎَﻤِﻬِﺑ َﻑَّﻮَّﻄَﻳ ﻥَﺃ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﺡﺎَﻨُﺟ َﻼَﻓ َﺮَﻤَﺘْﻋﺍ ِﻭَﺃ َﺖْﻴَﺒْﻟﺍ َّﺞَﺣ ْﻦَﻤَﻓ ِﻪَّﻠﻟﺍ ِﺮِﺋﺂَﻌَﺷ ﻦِﻣَﺓَﻭْﺮَﻣْﻝﺍَﻭ “Aku berkata kepada Aisyah istri Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dan aku ketika itu masih berumur muda: Apa pendapatmu tentang firman Allah ta’ala, “Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah termasuk syi’ar-syi’ar Allah, maka barangsiapa yang melakukan haji ke kakbah atau umroh, maka tidak ada dosa baginya untuk thawaf (sa’i) pada keduanya.” Maka aku berpendapat bahwa tidak ada dosa atas seorang pun yang tidak melakukan sa’i antara Shofa dan Marwah?
    Aisyah berkata: Tidak, andaikan seperti yang engkau katakan maka ayatnya akan berbunyi, “Maka tidak ada dosa baginya untuk ‘tidak’ thawaf (sa’i) pada keduanya”. Hanyalah ayat ini turun ada sebabnya, yaitu tentang kaum Anshor, dulu mereka berihram untuk Manat, dan Manat terletak di Qudaid, dahulu mereka merasa berdosa untuk melakukan sa’i antara Shafa dan Marwah, maka ketika datang Islam, mereka bertanya kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tentang itu, lalu Allah menurunkan (firman-Nya),“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah termasuk syi’ar-syi’ar Allah, maka barangsiapa yang melakukan haji ke kakbah atau umroh, maka tidak ada dosa baginya untuk thawaf (sa’i) pada keduanya”.” [HR. Al-Bukhari] Padahal ‘Urwah bin Az-Zubair termasuk sebaik-baik tabi’in, salah seorang dari 7 Fuqoha Madinah di masa tabi’in, beliau telah menyiapkan ‘udzurnya pada kesalahan beliau dalam memahami, yaitu keadaan beliau yang masih berumur muda ketika bertanya kepada Aisyah, maka jelaslah anak muda umumnya jelek pemahaman, dan bahwa kembali kepada ulama adalah kebaikan dan keselamatan.
    Dan dalam Shahih Al-Bukhari (no. 7152) dari Jundab bin Abdullah radhiyallahu’anhu, ia berkata, ﻝﺎﺤُﻳ ﻻ ﻥﺃ ﻉﺎﻄﺘﺳﺍ ﻦَﻣﻭ ،ﻞﻌﻔﻴﻠﻓ ًﺎﺒِّﻴﻃ َّﻻﺇ ﻞﻛﺄﻳ ﻻ ﻥﺃ ﻉﺎﻄﺘﺳﺍ ﻦَﻤﻓ ،ﻪُﻨﻄﺑ ﻥﺎﺴﻧﻹﺍ ﻦﻣ ﻦﺘﻨﻳ ﺎﻣ ﻝَّﻭﺃ َّﻥﺇ ﻞﻌﻔﻴﻠﻓ ﻪﻗﺍﺮﻫ ﻡﺩ ﻦﻣ ٍّﻒﻛ ﺀﻞﻤﺑ ﺔَّﻨﺠﻟﺍ ﻦﻴﺑﻮﻬﻨﻴﺑ “Sesungguhnya bagian tubuh manusia yang pertama kali membusuk adalah perutnya, maka siapa yang mampu untuk tidak makan kecuali yang baik hendaklah ia lakukan, siapa yang mampu untuk tidak dihalangi antara dirinya dan surga dengan sepenuh genggaman darah yang ia tumpahkan hendaklah ia lakukan.”[HR. Al-Bukhari] Al-Hafizh berkata dalam Al-Fath (13/130), :ﻪﻈﻔﻟﻭ ،ﺏﺪﻨﺟ ﻦﻋ ،ﻦﺴﺤﻟﺍ ﻦﻋ ،ﻢﻠﺴﻣ ﻦﺑ ﻞﻴﻋﺎﻤﺳﺇ ﻖﻳﺮﻃ ﻦﻣ ًﺎﻀﻳﺃ ﻲﻧﺍﺮﺒﻄﻟﺍ ﺪﻨﻋ ًﺎﻋﻮﻓﺮﻣ ﻊﻗﻭﻭ ) ﻮﻫﻭ ﺔَّﻨﺠﻟﺍ ﻦﻴﺑﻭ ﻢﻛﺪﺣﺃ ﻦﻴﺑ َّﻦﻟﻮﺤﻳ ﻻ :ﻝﻮﻘﻳ ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ ﻪﻠﻟﺍ ﻝﻮﺳﺭ ﺖﻌﻤﺳ ﻲِّﻧﺃ ﻥﻮﻤﻠﻌﺗ ﻪِّﻠﺣ ﺮﻴﻐﺑ ﻪﻗﺍﺮﻫﺃ ﻢﻠﺴﻣ ﻦﻣ ﻡﺩ ِّﻒﻛ ُﺀﻝﻡﺎﻫﺍﺮﻳ ( ﻢﻠﺴﻤﻟﺍ ﻞﺘﻘﻟ ﺪﻳﺪﺷ ﺪﻴﻋﻭ ﻮﻫﻭ ،ﻱﺃﺮﻟﺎﺑ ﻝﺎﻘُﻳﻻ ﻪَّﻧﻷ ؛ﻉﻮﻓﺮﻤﻟﺍ ﻢﻜﺣ ﻲﻓ ﻥﺎﻜﻟ ﻪﻌﻓﺮﺑ ًﺎﺣَّﺮﺼﻣ ﺩِﺮﻳ ﻢﻟ ﻮﻟ ﺍﺬﻫﻭ ، ٍّﻖﺣ ﺮﻴﻐﺑ “Hadits ini secara marfu’ terdapat dalam riwayat Ath-Thabrani juga dari jalan Ismail bin Muslim, dari Al-Hasan, dari Jundab dengan lafaz: Kalian mengetahui bahwa aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, ﻮﻫﻭ ﺔَّﻨﺠﻟﺍ ﻦﻴﺑﻭ ﻢﻛﺪﺣﺃ ﻦﻴﺑ َّﻦﻟﻮﺤﻳ ﻻ :ﻝﻮﻘﻳ ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ ﻪﻠﻟﺍ ﻝﻮﺳﺭ ﺖﻌﻤﺳ ﻲِّﻧﺃ ﻥﻮﻤﻠﻌﺗ ﻪِّﻠﺣ ﺮﻴﻐﺑ ﻪﻗﺍﺮﻫﺃ ﻢﻠﺴﻣ ﻦﻣ ﻡﺩ ِّﻒﻛ ُﺀﻞﻣﺎﻫﺍﺮﻳ “Janganlah terhalangi antara seorang dari kalian dan surga dengan sepenuh genggaman darah seorang muslim yang ia tumpahkan tanpa alasan yang benar, padahal ia sudah melihat surga.”
    Lafaz ini tidak secara tegas sampai kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam (marfu’) akan tetapi ia dihukumi marfu’ karena tidak mungkin dikatakan berdasarkan pendapat (mesti berdasarkan wahyu), sebab di dalamnya ada ancaman yang keras terhadap dosa membunuh seorang muslim tanpa alasan yang benar (ini tidak mungkin dari pendapat Jundab, mestilah beliau pernah mendengarkan dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam).”
    Dan hadits-hadits serta atsar-atsar ini sebagiannya telah aku sebutkan dalam risalah, ﺏﺎﺒﺷ ﺎﻳ ﺍﻮﻘﻴﻓﺃ ﻢﻜﺤﻳﻭ !؟ﺍﺩﺎﻬﺟ ﺮﻴﻣﺪﺘﻟﺍﻭ ﺮﻴﺠﻔﺘﻟﺍ ﻥﻮﻜﻳ ﻦﻳﺩﻭ ﻞﻘﻋ ﻱﺄﺑ “Dengan akal dan agama apakah hingga pengeboman dan penghancuran dianggap jihad?! Kasihan kalian, sadarlah wahai para pemuda”
    Dalam risalah ini terdapat beberapa ayat, hadits dan atsar yang banyak tentang haramnya bunuh diri dan membunuh orang lain tanpa hak. Risalah ini telah dicetak secara terpisah pada tahun 1424 H, dan dicetak pada tahun 1428 H bersama risalah lain yang berjudul, ﺮﻴﺠﻔﺘﻟﺍﻭ ﺮﻴﻔﻜﺘﻟﺎﺑ ﻦﻴﻧﻮﺘﻔﻤﻟﺍ ﺎﻳﺎﻘﺒﻟ ﺮﻴﻛﺬﺘﻟﺍﻭ ﺢﺼﻨﻟﺍ ﻝﺬﺑ “Mengerahkan nasihat dan peringatan untuk sisa-sisa orang yang tertipu dengan pengkafiran dan pengeboman” termasuk dalam kumpulan kitab-kitab dan risalah- risalahku juz ke 6 hal. 225-279.
    Dan untuk para pemuda yang telah ikut-ikutan di belakang penyeru kelompok (ISIS) ini, hendaklah mereka mengoreksi diri, kembali kepada kebenaran dan jangan berfikir untuk bergabung dengan mereka, yang akan menyebabkan kalian keluar dari kehidupan dengan bom bunuh diri yang mereka pakaikan atau disembelih dengan pisau-pisau yang telah menjadi ciri khas kelompok ini, dan (kepada para pemuda Arab Saudi) hendaklah mereka tetap konsisten dalam mendengar dan taat kepada pemerintah Arab Saudi yang mereka hidup di bawah kekuasaannya, demikian pula bapak-bapak dan kakek-kakek mereka hidup di negeri ini dalam keadaan aman dan damai. Negeri ini, dengan kebenaran (aku berkata) adalah sebaik-baiknya negeri di dunia ini, meskipun masih terdapat banyak kekurangan, diantara sebab kekurangan tersebut adalah bencana para pengikut Barat di negeri ini yang latah terhadap Barat, ikut-ikutan dalam perkara yang bermudarat.
    Aku memohon kepada Allah ‘azza wa jalla agar memperbaiki kondisi kaum muslimin di setiap tempat, memberi hidayah kepada para pemuda kaum muslimin baik laki-laki maupun wanita kepada setiap kebaikan, menjaga negeri Al-Haramain baik pemerintah maupun masyarakat dari setiap kejelekan, memberitaufiq kepada
    setiap kebaikan dan melindungi dari kejelekan orang-orang yang jelek dan makar orang-orang yang buruk, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan. ﻪﺒﺤﺻﻭ ﻪﻟﺁ ﻰﻠﻋﻭ ﺪﻤﺤﻣ ﺎﻨﻴﺒﻧ ﻰﻠﻋ ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻﻭ

  14. Realita syam dan letak iman di syam:

    Dilema antara hidupnya di tuduh takfiri dan mati syahid dalam keadaan tersenyum.

    Babak baru di syam, membingungkan para penuntut ilmu: antara jalur taqwa dan jalur fatwa.

    Adakah contoh ulama yang kehidupannya penuh fatwa terus di akhir hidupnya meninggal sukses dengan tersenyum.

    1. tuk kang deny taqwa itu apa ya?
      ingat perkataan imam bukhory : ‘ilmu dulu sebelum berkata dan berbuat’

      1. Afwan, ini abu nafiisah, temannya robi. yang pernah kami kritisi konsep khilafah tholabun nusroh nya. Yang sempat marah-marah ketika kami bilang melihat sejarah dari dulu yang selalu nolak konsep khalifah yang terbentuk cuma orang syiah.

  15. Sekian lama org muslim di hina ‘dan sekian banyak kaum muslimin di bantai’dan di remdahkan oleh orang kafirdan munafik’dan sekian juta org muslim di dunia menyaksikan dg dg diam !pertanyaan bg yg ada di blog ?apa yg sudah dan akan anda lakukan untuk saudaramu di suriah’afganistan’irak’dan di negara lain yg tdk lbh menderitanya mereka!adakah selain caci maki’menghujad dan mengkafirkan para saudara kita yg tlh rela meninggalkn keluarganya tuk menolong saudara seimannya’kl memang para mujahid itu salah’apakah dg cara debat di blog seperti ini caranya?sudahkah kalian prnh bergabung dg bnyk fraksi di suriah sehingga kalian bs memberi kesaksian yg tdk membuat bingung kaum muslimin?

  16. Kalimat Pembelaan Ulama Kelahiran Palestina untuk Daulah Islamiyyah (ISIS)

    YORDANIA (voa-islam.com) – Pembicaraan tentang Daulah Islamiyyah (ISIS) masih terus digulirkan, mulai dari agresi militer rezim Suriah, Irak, Kurdi dibantu oleh negara barat hingga ‘agresi” media pun masih terus dilancarkan.

    Namun ada hal yang menarik yang dijadikan renungan dari seorang ulama. Syaikh Nadir As’ad Buyudh At-Tamimi, melalui halam resminya di jejaring sosial facebook pada hari Senin (01/09/14) mengomentari kondisi sekarang terjadi.

    “Wahai umatku, apa pendapat kalian? berkumpulnya negara-negara kafir dari segala penjuru, terutama orang-orag murtad, melawan Daulah Islam. Bukankah ini mirip seperti kondisi muslimin yang dikeroyok dunia setelah wafatnya rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari negara-negara adidaya dan pembela mereka dari kalangan orang murtad? Tidakkah ini menunjukkan kebenarang Daulah Islamiyyah sebagaimana generasi pertama. Dan bahwasanya ia dimenangkan di atas musuh-musuh Islam sebagaimana sahabat yang muliah dahulu dimenangkan (oleh Allah). Karena keduanya memiliki kekuatan yang bersandar kepada kekuatan Allah yang tidak pernah dikalahkan” tutur ulama kelahiran Hebron Palestina.

    Syaikh Nadir yang pernah mengajar di Uiversitas Raja Saud itu menambahkan, “Sesugguhnya agama Allah akan menang sebagaimana Allah kabarkan kepada rasul-Nya. Dan Maha Benar Allah yang Maha Agung, di mana Ia berfirman (Dialah yang mengutus rasul-Nya dengan al-Huda dan Dinul Haq agar memenangkannya di atas segala agama meski orang-orang musyrik membencinya” [Ash-Shaff:9] tegas Syaikh.[usamah/dbs]
    – See more at: http://www.voa-islam.com/read/world-news/2014/09/02/32623/kalimat-pembelaan-ulama-kelahiran-palestina-untuk-daulah-islamiyyah-isis/#sthash.g0ni8k2T.dpuf

    1. Bergabungnya Arab Saudi, Amerika Serikat Israel,Iran, eropah,Bangsa Kurdi,Lebano untuk mengahancurkan IS ? Tolong bagaimana pencerahannya ya Ustad atau ahli ilmi ?

  17. Maka datanglah abu nafiisah dari dunia nyata ke dunia maya, maka untuk melanjutkan pertanyaan baik dari orang yang baik, sebelumnya kang denny marten mengajaknya makan, aku yang traktir abu nafiisah.

    1. afawan antum maksud abu nafiisah mana ya?
      ada berapa abu nafiisah, ada berapa muhammad…

      alhamdulilah ana dianggap baik dan bertanya dengan pertanyaan yang baik, maka mohon dijawab dengan baik pertanyaan yang baik itu….

      untuk acara makan, afwan ana juga termasuk orang yang “sibuk” di dunia nyata jadi agak susah mencari waktu…
      tapi ana ucapkan jazaakallahu khoiron…

      1. Andaikan kita mau membaca kisah para shohabat dan berusaha meniru nya. Pertanyaan baik ini pernah di contohkan dalam satu riwayat, di sebutkan bahwa Umar bin Khottob rodhiyallohu anhu bertanya kepada Ubai bin Ka’ab rodhiyalohu anhu tentang taqwa. Ubai rodhiyallohu anhu menjawab,
        “Bukankah anda pernah melewati jalan yang penuh duri?”
        “Ya”, jawab Umar rodhiyallohu anhu.
        “Apa yang anda lakukan saat itu?”
        “Saya bersiap-siap dan berjalan dengan hati-hati.”
        “Itulah taqwa.”

  18. Pembicaraan khalifah ibrahim bin awwad di syam, tampak berat di kalangan neo salafi penganut sekte mulukiyah (sekte terbaru di fase mulkan jabriyan)-catatan bagi yang merasa. Karena ketika menampakan dukungannya maka siap-siap di tangkap oleh aparat seperti yang terjadi pada kasus firman tersebut di atas.
    Nasehat terbaik dari guru kami (tak perlu saya sebutkan namanya karena majhul bagi kalian):
    “Lebah mengunjungi jutaan bunga untuk menghimpun seratus gram madu”
    Kokohkan hatimu dengan menghimpun informasi dan membahasnya antara hadist Rosululloh SAW dan realita syam langsung dari yang ikut berperang di sana.

      1. Ente predator saya nanya ttg is dan ana posting voa islam ente lansung ente pendukung ISIS ya?
        yang saya tanyakan adalah ” Bergabungnya Arab Saudi, Amerika Serikat Israel,Iran, eropah,Bangsa Kurdi,Lebano untuk mengahancurkan IS ? Tolong bagaimana pencerahannya ya Ustad atau ahli ilmi ? kalau ente tidak mencerahkan kami yang awam ya jawab saja tidak bisa kan tidak perlu malu. Sorang ahli ilmu kalau dia tidak bisa jawab ya dia jawab memang tidak bisa jawab selesaikankan ? Kalau saya tanya ente predator ” ente mata-mata ya ?

      2. maksudnya apaan?😛

        apa salah ketika ana tanya: ente pendukung ISIS ya? kalau bukan khan tinggal jawab ngga, selesai! kenapa jadi runyam begini.

        kalau ISIS itu saudara kita tentu sebagaimana yang difirmankan ALlah: apabila saudaramu bertengkar maka damaikan. sabda nabi: tolong saudaramu baik ia zalim atau dizalimi.

        Pertanyaan finalnya di sini adalah: ISIS saudara kita atau bukan?

        Kalau ISIS bukan saudara kita tentu pertanyaannya apakah halal menumpahkan darah mereka yang saat ini sedang menegakkan kalimatullah? dan apa yang menjadi legalisasi kemurtadan mereka sehingga halal dibunuh?

        KAlaulah alasan pemurtadan mereka karena mereka membunuh/menyembelih umat Islam yang tak berdosa, tentu hal ini sudah sering terjadi dalam sejarah Islam dari dahulu kala dalam setiap episode perebutan kekuasaan, dimulai dari Abu Bakar yang memerangi orang yang tidak bayar zakat, Ali dan Muawiyah, Dinasti Abbasiyah dan Umawiyah dst. Mereka semua umat Islam dan saling bantai satu sama lain, lantas apakah karena mereka maen bunuh pantas kita kafirkan? kaidah dari mana ini?!

        ana ngomong begini jangan dipahmi sebagai pendukung ISIS ya, cuma sekedar mencoba menghentikan aliran darah yang terus mengalir dari leher2 umat ISLAM, sebab inilah nilai yang dijunjung Al-Quran damaikanlah! harga darah orang beriman itu mahal. kalau ISIS maen bunuh tanpa haq Islam maka biarlah Allah yang mengazabnya, kalau mau memeranginya ya silahkan saja asal punya kekuatan.

        Intinya kita ambil yang sederhana saja, ISIS ini masih ideologi yang sedang berkembang. Awalnya berasal dari Al-Qaidah kemudian berkembang menjadi ISIS, tinggal kita lihat lagi nanti akan jadi apa lagi setelah ISIS? Apakah mereka akan gugur di tengah jalan? atau terus berlanjut mencari bentuk yang sempurna! wallahu a’lam.

        Sebagai orang Indonesia ana sarankan ente tidak usah ikut-ikutan menjadi ISIS kalaulah ente pengen jadi ISIS, cukuplah ente jadi warga negara Indonesia yang baik. Ngga usah ISIS yang jauh2 dulu, lihat dulu tetangga ente atau orang2 di sekitar ente, sudahkah ente menolong mereka ketika susah atas nama kalimatullah? menurut ana ini lebih urgen dibanding ISIS. karena dalam ISLAM yang dekat itu lebih wajib dibanding yang jauh. buktinya adalah adanya hukum karib kerabat dan tetangga dalam Islam. Kalaupun ente ingin kebaikan bagi ISIS cukup doa saja. Mudah-mudahan ente paham maksud ana.

        bagi yang masih bingung ana jelasin aja biar clear, ana bukan ISIS ataupun pendukung ISIS ana hanya muslim biasa. cuman kalau mengkiritik, alangkah indahnya dengan hujjah bukan dengan kebencian siapapun objeknya tidak cuma ISIS.

      3. Penyakit ummat akhir zaman sekarang:
        Orang yang sholat di komentarin sama orang yang tidak sholat.
        Orang yang bersedekah di komentarin sama orang yang bersedekah.
        Orang yang shaum di komentarin sama orang yang tidak shaum.
        Orang yang berjihad qital di komentarin sama orang yang tidak ikut jihad qital bahkan menyelewengkan makna jihad.

        Yang sudah hijrah dan jihad kesana orang priangan seperti abu sabrina sekeluarga, dan sudah berbaiat dan bahkan menjadi muasykar muqotil daulah khilafah islamiyah, bisa menjadi rujukan di medan pertempuran. Kalau media di indonesia (kami tidak sebut nama stasiun tv nya kan cuma pembawa kayu bakar aja), gak pernah memberitakan kebiadaban syiah.
        Di irak, ahlu sunnah di siksa karena tidak mau melaknat ummul mukminin aisyah rodhiyallohu anha, terus anak kecil di siksa di putar di penggilingan semen sampai mati cuma karena anak ini bernama umar.
        Di suriah perempuan sunni di perkosa di mesjid dengan mikropon di nyalakan hingga semua orang dengar teriakannya.
        Kenapa syiah bersatu dalam membunuh ummat islam, tapi umat islam gak mau bersatu membunuh syiah rafidhoh laknatulloh alaih.

      4. Ok. Maksudnya sandaran nya kepada ulama tsughur yang lebih paham tentang kondisi ummat dan penderitaannya di medan tempur. Karena ulama tsughur telah merasakan ketika ada ajakan perang untuk berderma dengan darah dan nyawa , baik di musim dingin atau pun musim panas.
        Karena keberadaan isis, harus kita lihat sejak tahun 2003 ketika amerika menginvasi irak (penyiksaan, pembunuhan, pemenjaraan dan pelecehan seksual yang di lakukan tentara salibis amerika terhadap rakyat irak), yang mana ketika itu tidak terdengar celaan terhadap amerika dari ulama neo salaf. Dan ketika pemerintahan boneka amerika yaitu nouri al maliki seorang syiah shofawiyah, yang mengeluarkan statemen ingin memindahkan kiblat umat islam dari kabah kota suci mekah, di pindah ke karbala irak, yang sontak membuat marah kabilah-kabilah sunni di irak.
        Bukankah sebelum marak current issue isis ini, ketika kita mengikuti beberapa kajian tentang kesesatan syiah di sertai video, kita lihat kekejaman syiah di irak, suriah, yaman dan libanon).
        Bukankah kita pernah menerima sms bahwa markas di damaj di kepung oleh syiah houtsi, tak kita lihat bantuan berupa tentara dari kerajaan saudi untuk membela ahlu sunnah. (Kerajaan tidak menjadi solusi, biidzillah khilafah yang akan menjadi solusi permasalahan ummat muslim yang di tindas).
        Apakah karena bukan jagoan dari golongan nya menang di pertempuran irak dan suriah, maka hilanglah celaan kita terhadap syiah rafidhoh laknatulloh alaih.

  19. Bismillah.

    Saya coba kasih link, semoga bisa bermanfaat. Mudah-mudahan bisa faham apa itu skala prioritas dalam islam. Biar kita bisa fokus sama amalan yg hadir, amalan yg di depan mata. Kalo amalan yg hadir sudah bisa dijalani dg sebaik-baiknya InsyaAllah ketika datang waktunya Alloh anugerahkan kita amalan yg lebih besar (katakanlah jihad) kita sudah siap menjalaninya dengan sebaik-baiknya.

    Al Qowaidul Hisan litafsiril qur’an karya Syaikh Abdurrohman bin nashir As-Sa’di Rohimahullah.

    Qoidah ke 39:

    http://sunniysalafiy.blogspot.com/2013/12/bimbingan-islam-dalam-sistem-tata.html?m=1

    Qoidah ke 41:

    http://sahabatdimanapun.blogspot.com/2013/07/bimbingan-robbul-alamin-kepada-hamba.html?m=1

    *)link nya memang dr situs yg berbeda tapi masih pada dars dan pengajar yg sama. Al Ustadz Abu Ubaidah Rully Jakarta.

  20. 💥💥💥

    Beberp hari yg lalu, Al Ustad Asykari Hafidhohullah, akh salman, akh andi dan beberapa ikhwah lainnya menjemput tamu di bandara Hasanudin.

    Ternyata diwaktu bersamaan Ali Basuki besama rombongn timur tengah dijemput oleh dzulqornain, mustamin dan bbrp orang ring 1 baji rupa dibandara yg sama dan waktu yg sama.

    Semuanya berjalan begitu cepat! Pertemuan salafy sejati dg MLM dibandara Hasanuddin tak terelakkan lagi.

    Dzul dkk mendapat Pelajaran berharga dari akh salman.

    Dulu Dzulqornain dkk mentarbiyah ikhwah Makassar bgm brsikap kpd org2 yg bermasalah dalam manhaj.

    Namun sekarang justru ikhwah yg mengajari “ustadznya” bgm bersikap kpd org yg mrusak manhaj yg mulia ini.

    Mungkin masih ingat ustadz arsyad menolak salaman dg khidir? Ya Khidir, manusia berlisan kotor, yg tdk sungkan merendahkn Asy syaikh Robi’ bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah atau tdk malu utk berdusta demi menutupi kerdilnya kerajaan alu sunusi?

    Kali ini akh salman makassar menolak salaman dgn dzulqornain, walaupun Dzulqornain telah menyodorkan tangan 3 kali.

    Malunya bukn main!
    Tdk hnya disaksikan oleh hulubalangnya, tp jg para tamu serta pengunjung bandara lainnya.

    Sebuah pelajaran berharga bg murid ” syaikh sholeh Al Fauzan” dari murid dai lokal tak bersertifikat.

    Bukankah asy Syaikh Hani Al Braik hafidzohullah telah berkata utk meninggalkan dzulqornain?

    Sebuah isyarat buruk bahwa Dzulqornain org yg belum beres walaupun telah mengumumkan surat rujuknya (yang sekarang surat tersebut telah dihapus dari situsnya,
    http://dzulqarnain.net/kalimat-rujuk-dan-penjelasan.htmllihat loker kosongnya di sini ) dan kita tentu mempercayai penilaian ulama terhadapnya.

    Tdk hanya Dzulqornain, tp Ali Basuki, Lc & Mustamin, Lc ( keduanya Alumni SAUDI ARABIA ) mendapatkan tarbiyah singkat bagaimana seharusnya bersikap kpd manusia mutalawwin, la’ab dan pembuat makar busuk! Yang telah bermain-main dengan manhaj salaf!

    Unik dan lucu walau tidak akan membuat orang tertawa, karena keadaannya terba

  21. Unik dan lucu walau tidak akan membuat orang tertawa, karena keadaannya terbalik.

    Murid mengajari guru!

    Atau siapakah yg lebih pantas jd guru?

    〰〰〰〰〰〰
    Contoh baik apa tidak,sikap para ust itu diatas,
    Sikap tidak menerima salam =telah memutuskan persaudaraankah?
    Ooooooh……..Lqmnyuuuuun ……mau kmn kaaaaau?

    1. Sama dengan syeikhnya DR.Robbi tidak mau menerima kedatangan Syeikh yahya di rumahnya sama saja syeikh dgn muridnya sama-sama memutuskan habungan.
      Orang kafir saja kalau datang kerumah kita tentu kita terima bgmn sesama Islam .Aneh dan ajaib orang Dzulkarnaen dan Luqmaniyun sama saja.

  22. Ya mas Predator ente menampilkan gambar ttg penembakan masal di Irak itu apakah termasuk manhajnya ahlusunnah ? terus bgmn ente gampang menuduh orang kalau orang memberikan link ttg isis langsung menuduh pendukung isis atau yg sejenisnya .kenapa ngak ente tunjuk langsung bahwa situs VOA Islam itu pendukung isis ? kenapa media 2 sekuler dan kafir ente percaya 100 % contoh gambar penembakan masal di Irak tsb. Ente kalau mau tahu jawabannya ini dia :
    semua ikhwah harus nonton ya

    Sekali lagi saya tanya apakah ente mata-mata Yahudi atau Syi’ah ya

      1. Situ yang diatas adalah penyeimbang dari media2 kafir dan sekuler + ocehan sipredator ente pendukung syi’ah ya

      1. Wahai Predator camkanlah ini :

        Firman Allah ta’ala yang artinya

        “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS Al Maaidah [5]:8)

        “….dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran (permusuhan). Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya.” (QS Al Ma’idah [5]:2)

        Janganlah bahu-membahu dengan Zionis Yahudi Amerika dan Zionis Yahudi Isrel dan kaum Syiah Rofidhoh.

        Dalam syarah Shahih Muslim, Jilid. 17, No.171 diriwayatkan Khalid bin Walīd ra bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tentang orang-orang seperti Dzul Khuwaisarah at Tamimi an Najdi dengan pertanyaan
        “Wahai Rasulullah, orang ini memiliki semua bekas dari ibadah-ibadah sunnahnya: matanya merah karena banyak menangis, wajahnya memiliki dua garis di atas pipinya bekas airmata yang selalu mengalir, kakinya bengkak karena lama berdiri sepanjang malam (tahajjud) dan janggut mereka pun lebat”
        Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjawab : camkan makna ayat ini : qul in’kuntum tuhib’būnallāh fattabi’unī – Katakanlah: “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. karena Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”

        Khalid bin Walid bertanya, “Bagaimana caranya ya Rasulullah ? ”

        Nabi shallallahu alaihi wasallam menjawab, “Jadilah orang yang ramah seperti aku, bersikaplah penuh kasih, cintai orang-orang miskin dan papa, bersikaplah lemah-lembut, penuh perhatian dan cintai saudara-saudaramu dan jadilah pelindung bagi mereka.”

        Indikator atau ciri-ciri atau tanda-tanda orang yang mencintai Allah dan dicintai oleh Allah sehingga menjadi wali Allah (kekasih Allah) adalah:

        1. Bersikap lemah lembut terhadap sesama muslim

        2. Bersikap keras (tegas / berpendirian) terhadap orang-orang kafir

        3. Berjihad di jalan Allah, bergembira dalam menjalankan kewajibanNya dan menjauhi laranganNya

        4. Tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela

        Abu Musa al-Asy’ari meriwayatkan dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda , ‘Allah akan mendatangkan suatu kaum yang dicintai-Nya dan mereka mencintai Allah”. Bersabda Nabi shallallahu alaihi wasallam : mereka adalah kaummu Ya Abu Musa, orang-orang Yaman’.

        Firman Allah ta’ala yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (QS Al Ma’iadah [5]:54)

        Dari Jabir, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ditanya mengenai ayat tersebut, maka Rasul menjawab, ‘Mereka adalah ahlu Yaman dari suku Kindah, Sukun dan Tajib’.

        Ibnu Jarir meriwayatkan, ketika dibacakan tentang ayat tersebut di depan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau berkata, ‘Kaummu wahai Abu Musa, orang-orang Yaman’.

        Dalam kitab Fath al-Qadir, Ibnu Jarir meriwayat dari Suraikh bin Ubaid, ketika turun ayat 54 surat al-Maidah, Umar berkata, ‘Saya dan kaum saya wahai Rasulullah’. Rasul menjawab, ‘Bukan, tetapi ini untuk dia dan kaumnya, yakni Abu Musa al-Asy’ari’.

        Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani telah meriwayatkan suatu hadits dalam kitabnya berjudul Fath al-Bari, dari Jabir bin Math’am dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata, ‘Wahai ahlu Yaman kamu mempunyai derajat yang tinggi. Mereka seperti awan dan merekalah sebaik-baiknya manusia di muka bumi’

        Dalam Jami’ al-Kabir, Imam al-Suyuthi meriwayatkan hadits dari Salmah bin Nufail, ‘Sesungguhnya aku menemukan nafas al-Rahman dari sini’. Dengan isyarat yang menunjuk ke negeri Yaman”. Masih dalam Jami’ al-Kabir, Imam al-Sayuthi meriwayatkan hadits marfu’ dari Amru ibnu Usbah , berkata Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, ‘Sebaik-baiknya lelaki, lelaki ahlu Yaman‘.

        Dari Ali bin Abi Thalib, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Siapa yang mencintai orang-orang Yaman berarti telah mencintaiku, siapa yang membenci mereka berarti telah membenciku”

        Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah menyampaikan bahwa ahlul Yaman adalah orang-orang yang mudah menerima kebenaran, mudah terbuka mata hatinya (ain bashiroh) dann banyak dikaruniakan hikmah (pemahaman yang dalam terhadap Al Qur’an dan Hadits) sebagaimana Ulil Albab

        Telah menceritakan kepada kami Abul Yaman Telah mengabarkan kepada kami Syu’aib Telah menceritakan kepada kami Abu Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Telah datang penduduk Yaman, mereka adalah orang-orang yang berperasaan dan hatinya paling lembut, kefaqihan dari Yaman, hikmah ada pada orang Yaman.” (HR Bukhari 4039)

        Dan telah menceritakan kepada kami Amru an-Naqid dan Hasan al-Hulwani keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Ya’qub -yaitu Ibnu Ibrahim bin Sa’d- telah menceritakan kepada kami bapakku dari Shalih dari al-A’raj dia berkata, Abu Hurairah berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Telah datang penduduk Yaman, mereka adalah kaum yang paling lembut hatinya. Fiqh ada pada orang Yaman. Hikmah juga ada pada orang Yaman. (HR Muslim 74)

        Apa yang diikuti oleh ahlul yaman dapat kita telusuri melalui para ulama dari kalangan ahlul bait, keturunan cucu Rasulullah.
        dari al fakir

      2. trus yang sudah ente lakuin atas dakwaan ente itu opo toh?:mrgreen:😛
        Kalo cuman ngomong, copas sana copas sini semua juga bisa, anak SD pun bisa.😛

        ente ini menurut ana ngga paham isi trit ini.

        coba baca lagi tulisan ini.

        1. Belajar agama tidak boleh setengah-setengah, bila memang belum kuasai betul sebuah materi pelajaran hendaklah tetap di sana sampai benar-benar menguasainya. Jangan sampai keserakahan kita terhadap ilmu tertentu membuat kita malah melalaikan/meremehkan ilmu yang lain kemudian meloncat ke berbagai materi/ilmu yang menarik dan menyilaukan mata namun kita sendiri tidak menguasainya, sebab hal tersebut dapat membuat kita gampang goyah dan tertipu/dihasut oleh berbagai pihak yang sengaja ingin memanfaatkan kepolosan dan kebodohan kita.

        ente sudah silau oleh ISIS.😛

  23. Waspadai Orang Yang Menjalin Ukhuwah dengan Syiah

    ente predator berfaham syiah rofidhoh ya ?

    1. lha sekarang malah ana dituduh menjalin ukhuwah denga syiah…😛 makin keliatan isi otak ente!:mrgreen:
      ente itu pembeli yang polos gampang banget ditipu ama sales “mata duitan”!😛
      kasian.
      Denger ya, ini bukan blog yg berafiliasi ke ISIS, percuma aja ente menghinggap di sini karena ente ngga akan ketemu sesama ente di sini.😛

      1. Ente baru begitu aja langsung otak ente miring, ketahuan ente berfaham syiah rofidhah. Kalau orang berilmu tentunya kata-katanya terjaga dari kata2 kotor dan kasar.
        Ente pura-pura atau taqiyah ala syi’ah seolah-olah situs ente melawan kezholiman yang dibuat oleh musuh-musuh syeikh yahya yaitu dari kalangan luqmaniyun atau dzulkornaen padal hal aslinya ente pendukung syi’ah rofidhah kelihatan dari tulisan ente ttg isis. ha 3 x

        Ente pemaham syi’ah rofidhah ya ? hati -hati taqiyah dari si predator ya ikhwah

  24. Inilah babak baru pertempuran di syam jauh di sana sampai ke indonesia. Ketika membicarakan isis maka akan datanglah dunia nyata tidak hanya neo salaf, neo salafi jihadi, hti, nu, kua, mui, sarkub, aswaja, syekhermania, pagar nusa, pemuda pancasila, densus 88, bnpt, bahkan yang datang itu pak rt, pak rw, preman, masyarakat, lurah, camat, bupati, polisi, tentara, syiah rafidhoh yang dongkol karena muqtada al sadr mati terhina di bunuh dengan di penggal, syiah ghullat yang hobi taqiyah, jil, ahmadiyah, salibis, hindu, budha, nasionalis, sekuler, komunis.

    Pengantar kepada fase terakhir mendekati akhir zaman: fitnah dan huru-hara.
    Semakin panas saja menggenggam bara api sunnah bagi para pengamal sunnah di zaman fasad ini.

    1. begini ya deni, kita ini sudah menjadi bangsa yang berdaulat. untuk bisa seperti sekarang ini ngga gampang, butuh beratus -ratus tahun untuk merdeka dari penjajah yang kafir. ente mah tinggal menikmati sambil berleha-leha, koar sana koar sini.
      perjuangan ente untuk tanah sendiri itu perlu dipertanyakan terlebih dahulu sebelum ente memperjuangkan tanah yang lain di luar sana karena ente lahir dan tumbuh besar di tanah ini, Indonesia! bahkan kalo ente mati di sini ente mau dikubur dimana coba kalo bukan di sini! ente pikir mayat ente bisa jalan sendiri ke Irak atau ke syam untuk dikubur secara massal di sana?😛
      Dan juga perjuangan ente untuk muslim di sini perlu dipertanyakan terlebih dahulu sebelum ente memperjuangkan muslim yang lain di luar sana karena ente hidup bersama dan terikat hukum dengan kaum muslimin di sini secara langsung, ente pikir ente mati di sini orang2 Irak dan Syam (ISIS) akan datang ke sini menguburkan ente apa?😛 pikir dong pikir!:mrgreen:
      sementara Irak itu negara konflik, kalau landscape Irak di bawa/dicopy ke Indonesia bisa bubar jalan negara ini, nikmat yg kita rasakan selama 69 tahun menguap seketika. Fa biayya aala irabbikuma tukadzziban?

      makanya model orang kayak ente2 ini adalah orang2 yang polos gampang banget ditipu!

      kalau kalian semua mau berjihad di Iraq silahkan saja tapi ngga usah banyak koar-koar di media online, langsung saja berjihad. karena ngga ada sahabat Nabi maen koar-koar, semuanya langsung berjihad. Do it dont say it. Just it.
      Koar2 di media ttng jihad tidak menunjukkan ente semua lebih mulia daripada orang yang tidak koar-koar. lagipula ana ngga yakin mereka yang suka koar-koar itu berani terjun bebas di medan jihad.
      Asal ente tahu, di zaman Nabi orang2 munafik itu paling seneng koar2 tentang jihad tapi ngga ada buktinya sedikitpun kalo mereka berjihad! Plis jangan jadi manusia munafik.
      kalaulah salafy dicap murjiah karena diam dalam persoalan jihad maka yg suka koar2 ini lebih layak dicap munafik!😛

      COba lihat si firman hidayat, @ABu MUhammad atau manusia2 yang sejenis dengannya (mungkin ente juga) apa kerjaan mereka? Berjihad kah?! Tidak! Kerjanya cuma koar2 ttng jihad, gayanya udah seperti orang yang berjihad padahal realitanya ngga ada. Muslim di luar sana berjihad terkadang tidak tidur untuk mempertahankan agamanya dari serangan musuh sementara si firman hidayat atau yang sejenisnya malah tidur asyik2kan di atas kasurnya setelah bangun baru berkoar2 lg ttng jihad. apa ngga gila tuh?!

      orang2 macam ini kalau diseret kembali ke zaman Nabi jatuhnya ke kelompok munafiqun!😛

  25. Yap copas lagi :

    Ahmad dan Ath-Thabrani dari Abdullah bin Amru, ia berkata; Pada suatu hari saat matahari terbit aku berada di dekat Rasulullah saw., lalu beliau bersabda:

    «يَأْتِي قَوْمٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ نُورُهُمْ كَنُورِ الشَّمْسِ، قَالَ أَبُو بَكْرٍ: نَحْنُ هُمْ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: لاَ وَلَكُمْ خَيْرٌ كَثِيرٌ وَلَكِنَّهُمْ الْفُقَرَاءُ وَالْمُهَاجِرُونَ الَّذِينَ يُحْشَرُونَ مِنْ أَقْطَارِ اْلأَرْضِ، ثم قَالَ: طُوبَى لِلْغُرَبَاءِ، طُوبَى لِلْغُرَبَاءِ، قِيْلَ مَنْ الْغُرَبَاءُ؟ قَالَ: نَاسٌ صَالِحُونَ فِي نَاسِ سَوْءٍ كَثِيرٍ مَنْ يَعْصِيهِمْ أَكْثَرُ مِمَّنْ يُطِيعُهُمْ»

    Akan datang suatu kaum kepada Allah pada hari kiamat nanti. Cahaya mereka bagaikan cahaya matahari. Abu Bakar berkata, “Apakah mereka itu kami wahai Rasulullah?” Rasulullah bersabda, “Bukan, tapi kalian mempunyai banyak kebaikan. Mereka adalah orang-orang fakir yang berhijrah. Mereka berkumpul dari berbagai penjuru bumi.” Kemudian beliau bersabda, “Kebahagian bagi orang-orang yang terasing, kebahagiaan bagi orang-orang yang terasing.” Ditanyakan kepada beliau, “Siapakah orang-orang yang terasing itu?” Beliau saw. bersabda, “Mereka adalah orang-orang shalih, yang jumlahnya sedikit di antara manusia yang buruk. Orang yang menentang mereka lebih banyak dari pada orang yang menaatinya.” (Al-Haitsami berkata hadits ini dalam Al-Kabir mempunyai banyak sanad. Para perawinya shahih).

    تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّا فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ (أحمد)

    “Kalian akan mengalami babak Kenabian selama masa yang Allah kehendaki, kemudian babak kekhalifahan mengikuti manhaj Kenabian selama masa yang Allah kehendaki, kemudian babak Raja-raja yang menggigit,selama masa yang Allah kehendaki, kemudian babak para penguasa yang memaksakan kehendak selama masa yang Allah kehendaki, kemudian kalian akan mengalami babak kekhalifahan mengikuti manhaj Kenabian, kemudian Nabi diam.” (HR Ahmad)

    Kalau kita renungan, dengan memperhatikan surat an nur 55, ali imran 100, kemudian tentantg hadits peperangan, Rasulullah shallahualaihiwaslam berkata di yaman ada perang, di syam ada perang dan di iraq ada perang, sahabat bertanya ya rasulullah, kalau kami ada di saat itu kemana kami pergi? Rasulullah shallalallahualaihiwasalam berkata pergilah ke syam. Kalau kita disuruh pergi ke syam ke siapa kah kita bergabung?
    Barakallahufikum.

    Tolong predator jawab pertanyaan diatas ?

    1. Tidak ada situasi segawat seperti sekarang ini. Semua kekuatan global dari koalisi Uni Eropa, Amerika, Rusia dan Negara-Negara Arab, bersatu padu, saling bahu-membahu, tujuan hanya satu, bagaimana ISIS harus dari muka bumi. Berapapun harga yang harus mereka bayar, dan dengan apapun yang dibutuhkan untuk menghancurkan ISIS akan didukung mereka. Mereka bergerak bersama-sama sesudah bertemu di Wales, Inggris.

      Selamanya kafir musyrik dan kaum munafiq tidak akan pernah ridha atas tegaknya al-haq dan sistem Islam. Pasti mereka akan memerangi dengan menggunakan seluruh kekuatan mereka. Ini sudah menjadi sifat dan watak orang-orang kafir musyrik dan munafik sejak zaman Rasul Shallahu alaihi wassalam.

      Mereka saling tolong-menolong dalam memerangi orang Mukmin. Sekecil apapun bentuk kekuatan Islam yang lahir, pasti akan mereka hancurkan. Bersiaplah wahai para pejuang al-haq. Wallahu’alam.

      orang2 macam predator inilah kalau diseret kembali ke zaman Nabi jatuhnya ke kelompok munafiqun

      1. wow gawatnya…
        ana cuma bisa berkata pada antum akh…

        ولا تقف ما ليس لك به علم

        “Janganlah kamu berucap terhadap apa-apa yang tidak ada bagimu ilmu tentangnya”

        antum mudah menuduh orang dengan tuduhan yang tidak benar, atau belum tentu tidak benar….
        antum menganggap orang kufar takut dengan islam yang ente yakini…, bisa jadi kaum kufar tertawa karena betapa lemahnya iman dan pengetahuan ‘ilmu terhadap keyakinan yang ente yakini… sehingga mereka menjadi berani…, boleh jadi mereka (ISIS) atau semacamnya dijadikan alat bagi mereka kaum kufar untuk menghancurkan islam dari dalam menghancurkan segi beragama, manhaj, sendi ‘ilmu dengan diangankan dengan jihad yang kurang atau tidak terbangun dengannya ‘ilmu…

        jika antum mencintai Allah dan RosulNya…, tunjukkanlah…. jangan cuma berkoar…
        siapa tahu jika ada perintah jihad yang syar’i antum malah kabur lagi….

  26. Jika, sementara ini, akhirnya ISIS dapat dihancurkan oleh koalisi global yang terdiri dari Amerika, Uni Eropa, Rusia, dan Liga Arab, tidak berarti berakhirnya pejuangan bagi orang-orang Mukmin menegakkan nilai-nilai Islam, sampai tidak ada lagi ‘fitnah’ dari kafir musyrik di bumi. Memang, mereka harus diperangi, seperti perintah Allah Rabbul Alamin.

    Kematian hanyalah sarana ujian bagi orang-orang Mukmin. Apakah ia benar-benar mencintai Allah, Rasul, dan dinul haq (al-Islam)? Kehidupan di dunia semua hanyalah sarana ujian. Bukti cinta kita kepada Allah, Rasul, dan dinul haq (al-Islam), itu menuntut pengorbanan (tadhiiyah).

    Pengorbanan itulah kelak yang dipersembahkan kepada Allah Azza Wa Jalla, ketika kita menghadap. Semua akan kembali menghadapi Rabbul Alamin dengan wajah tersenyum. Jika benar-benar ikhlas. Dalam meniti perjuangan tidak ada motif yang lain. Bukan menginginkan aksesoris kehidupan dunia, yang bakal punah. Allah Rabbul Alamin tidak akan menyelisishi janji-Nya kepada orang-orang Mukmin. Wallahu’alam.

    1. @ABu MUhammad
      Allah tidak melihat omong kosong ente, karena semua orang bisa mengeluarkan omong kosong! kalo ente berani sana pergilah berjihad ana di sini ikut mendoakan, semoga ente mendapatkan syahid di sana!😛. Pergi dengan badan pulang dengan nama!😛 , itu baru namanya mujahid! Kalo cuman ngomong doang jatuhnya munafik!:mrgreen:
      semakin ente banyak ngomong maka semakin banyak kenifakan yang muncul dari hati ente!

      Ngomong2 ente ini firman Hidayat bukan?😛

      1. Orang munafik seperti predator ini kalaupun Imam Mahdi telah turun tetap aja dia tdk percaya.

        Sekarang, kalau semua panah tertuju kepada daulah, baik dari orang kafir, yahudi, syiah, amerika,musyrikun dan munafikun, semua masyarakat muslim diluar khilafah sudah bersatu padu menghadapi khilafah. Maka siapakah diatas kebenaran? Apakah golongan yg banyak dianggap tanda suatu kebenaran?

  27. Satu lagi nih kelompok munafikun di suriah :

    Setelah diproklamirnya negara khilafah di Syam oleh para mujahidin, membuat tentara oposisi FSA yang bercita-cita mendirikan negara demokrasi berang, namun kalah jumlah, keberanian, dan kurangnya dukungan dari rakyat suriah membuat FSA terdesak. Kini FSA bermanuver dengan bekerjasama dengan tentara komunis kurdi (YPG). Tentara YPG juga mengalami hal yang sama, melebarnya kekuasaan khilafah di wilayah utara suriah mempersempit wilayah yang telah dikuasai YPG selama belasan tahun diperjuangkan.

    Tercatat sejak 22 Agustus telah dilakukan serangkaian pertemuan untuk membahas pertahanan sebagaimana yang diberitakan Hawar News Agency. Kabarnya, kedua belah pihak telah sepakat untuk melawan Khilafah di Aleppo dan daerah sekitarnya. Presiden Dewan Pertahanan YPG, Abdo Ibrahim, menyatakan bahwa YPG dan FSA membahas apa yang bisa dilakukan olh kedua belah pihak mengenai pelebaran kekuasaan Khilafah di Aleppo. Ia menyatakan bahwa ide kerjasama ini datang dari FSA. YPG diduga menerima bekerjasama dalam memerangi Khilafah dengan syarat wilayah Kurdi dan terutama Otonomi Demokrat Rojava diakui oleh Oposisi Suriah.

    Maka siapakah diatas kebenaran? Apakah golongan yg banyak dianggap tanda suatu kebenaran?
    Jawablah wahai munafikun ?

    1. 😛:mrgreen:
      @ABu MUhammad
      Allah tidak melihat omong kosong ente, karena semua orang bisa mengeluarkan omong kosong! kalo ente berani sana pergilah berjihad ana di sini ikut mendoakan, semoga ente mendapatkan syahid di sana!😛. Pergi dengan badan pulang dengan nama!😛 , itu baru namanya mujahid! Kalo cuman ngomong doang jatuhnya munafik!:mrgreen:
      semakin ente banyak ngomong maka semakin banyak kenifakan yang muncul dari hati ente!

      Ngomong2 ente ini firman Hidayat bukan?😛

      1. Yap copas kata predator

        (Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.

        Berhati-hatilah dengan rasa senang atas gempuran para salibis dan murtadin kepada Daulah atau pasukannya. Seorang Muslim yang berakal, yang berpegang pada al-wala’ wal bara’ tidaklah gembira dengan hal itu ketika melihat tipu daya musuh. Barangsiapa yang tidak berbuat demikian, akan mengalami penyesalan ketika dia mengatakan, “Kamu makan di hari dia makan lembu putih.”

        Boleh jadi hari ini Daulah dibumi hanguskan dan besok Nushrah dan , kemudian lusa setiap kelompok yang mengangkat bendera Tauhid dan menolak bendera-bendera tandingannya maka salibis dan konco-konconya akan menghancurkannya.

        Wahai kaum muslimin, jadilah orang-orang yang jelas.. Jangan sampai kalian terang-terangan tidak menolong mereka, walaupun dengan berdoa untuk kaum muslimin, siapapun dari mereka yang melawan tentara Salibis dan murtadin. Sebagaimana kalian terang-terangan menolak atas tindak kezaliman, tindakan ghuluw dan permusuhan , terkhusus yang membisiki diantara kalian atas kezaliman Daulah dan kekerasan ghuluwnya. Akan tetapi yang benar dalam hal ini adalah menolong kaum muslimin, walaupun mereka termasuk bughat yang zalim atau ghulat, berbeda dari para murtadin dan salibis. Baik itu dengan ikut berperang, memberi penjelasan/keterangan, dengan mendoakan, dan dengan lisan. Berhati-hatilah dengan syamatah (gembira atas penderitaan orang lain) dan gembira atas permusuhan para salibis dan murtadin kepada mereka{muslim}. Ini adalah sebuah kerusakan menurut timbangan Al Wala’ wal Bara’, tidak sejalan dengan orang yang menyeru dengan hukum syariat dan keadilan. Di dalam Shahih Bukhari dari Anas RA berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Tolonglah saudaramu yang menzalimi dan terzalimi.” Maka seorang laki-laki berkata: Wahai Rasulullah SAW, aku menolongnya ketika dia terzalimi, bagaimana menurutmu jika dia itu berbuat zalim, bagaimanakah cara menolongnya? Beliau bersabda: tahanlah atau laranglah dia dari berbuat zalim, maka itulah cara menolongnya
        Cukup Sampai disini mohon maaf kepada kaum muslimin dan saya pamit. Barakallahufikum

Comments are closed.