Daurah Masyaikh yang digelar oleh para ustadz (asatidzah) yang “berseberangan jalan” dengan Lukman Ba’abduh yang menginjak pertengahan tahun ini memang menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para salafiyyun yang dilanda mendung di hati mereka, karena rasa bosan dan lelahnya mereka dengan (maaf) tahzir “obok-obok” yang kerap dimainkan oleh Lukman Ba’abduh cs terhadap para ustadz yang tidak sejalan dengan pemikirannya terutama terhadap hal-hal furu’ yang terbuka ruang untuk beda pendapat.

baca lebih lengkap

Advertisements

43 thoughts on “Tanggapan Atas Kritik Singkat: Syaikh Abdul Hadi Al-Umairi Terhadap Syaikh Yahya Al-Hajuri

  1. semoga tulisan antum bisa di ambil manfaatnya. ana juga nunggu artikel yg lain 🙂

  2. jaza kallohu khoiran, atas pencerahannya!

    Ba rokallohu Fik,
    jikalah sudi antum menjadikan kami murid?

    pengen belajar bersama ustadz yang terlepas dari segala tendensi yang ada?
    (kecuali hanya mengharapkan ridla alloh ‘azza wa jalla..)

    sebelumnya maaf, ini adalah no.hp ana: 0878 40404***

    1. sudahlah, yang pasti-pasti aja, kalau antum ingin diakui keilmuan antum belajarlah kepada orang yang diakui.

      Ana ini majhul, antum belajar sama ana ngga bakalan diakui ilmu antum. hehehe.

      Ana harap antum tidak usah berlebihan dalam bersikap, kalau mau baca2 di blog ini silahkan baca saja, janganlah terlalu silau hingga menganggap ana ini adalah seorang guru yang membuka pendaftaran para murid.

      Pesan ana cuma 1: Kalau yang antum ikuti itu adalah Al-Quran dan Sunnah maka teruslah berjalan sesuai bimbingannya tanpa takut celaan orang mencela, karena bukan mereka yang akan memberi antum syafaat di hari kiamat.

      Kalau yang antum ikuti itu ulama maka ulama itu tidak selalu benar, nyaris tidak ada dalam dunia Islam dari dulu hingga hari ini ulama yang selalu benar perkataannya, apalagi sampai dikesankan ikut ulama = ikut Al-Quran dan As-Sunnah, ya subhanallah… apalagi cuma seorang ustad.

      Selama perkataan ulama itu benar maka hendaknya antum ikuti, namun jika ucapannya menyelisihi Al-Quran dan As-Sunnah maka cukup tinggalkan saja.

      Menyelisihi di sini bukan mereka ingin sengaja menyelisihinya layaknya pendeta ahlul kitab yang menyelisihi kitab mereka, tapi karena hasil ijtihad yang dibangun oleh mereka lemah, karena mereka tidak tahu semua hal. oleh karena itulah kaidah: “yang tahu menjadi hujjah bagi yang tidak tahu” menjadi sangat penting dan berarti sekali di zaman ini.

      Jika ada yang tidak suka dengan sikap antum ini maka biarlah, karena burung itu selalu berkumpul bersama temannya, yang hizbi akan berkumpul sesama hizbi, yang fokus belajar akan berkumpul bersama orang yang fokus belajar, yang rajin menjarh akan berkumpul bersama orang yang rajin menjarh, yang masa bodo akan berkumpul dengan yang masa bodo, dan ini, yang mengikuti ulama akan berkumpul dengan yang mengikuti ulama, dan yang mengikuti Al-Quran dan Sunnah akan berkumpul bersama orang yang mengikuti AL-Quran dan As-Sunnah.

      mudah2an antum termasuk yg mengikuti Al-Quran dan As-Sunnah. Amin.

      1. na’am, saya mau belajar bukan untuk diakui keilmuan saya kelak …
        tapi, untuk mengangkat/menghilangkan kebodohan pada diri saya pribadi
        dan bisa bermanfaat bagi keluarga saya tentunya, insya alloh ..

        Apakah jika ustadznya maj’hul, maka muridnya juga akan maj’hul?

        Kenyataan yang ada, gurunya dikenal ..tapi muridnya maj’hul?
        wallohul musta-‘an ..

        Ba rokallohu fik-

  3. jazaakumullahu khoir.. terlepas dari siapa antum di dunia nyata sana, sekali lagi saya ucapkan jazaakumullahu khoir..

    *)ada yg tidak.mau berhubungan dg saya lg hanya karena saya tetap membaca blog antum. Ketika saya coba jelaskan akhirnya dia malah menyimpulkan bahwa saya admin predator. Sudahlah toh teman saya masih banyak, yg penting bukan saya yg mulai memutus hubungan.

      1. Ga ada yg salah. Yg salah kesimpulan dia yg konyol. Dia cemburu kali doalnya dia pernah bilang kalo pembaca di blognya banyak yg “NONGKRONG” disini.

        Kata nongkrong itu dari dia lho.. saya cuma mengutip.

        Nas alullohas salamah wal afiyah

  4. Dia bilang salah antum majhul.

    Sudahlah… saya tidak sesabar antum yg suka mengulang-ngulang penjelasan.

  5. maaf..kok ada videonya/bukankah termasuk gambarn bernyawa? (setau saya ngaji di salafy) tidak memakai video karena termasuk gambar bernyawa jadi dosa lho..syukran.

    1. waktu ngaji antum bawa KTP/SIM/STNK/kartu identitas lainnya yang ada fotonya dan uang yang ada gambarnya ga? atau itu semua antum tinggalkan karena termasuk gambar bernyawa dan berdosa?! :mrgreen:

  6. Sebenarnya g masalah ant sembunyikan nama ant,, lg pula banyak juga salafyin yg berprinsip spt ant,, bahkan dg tdk nama , bisa menjadi tameng dr purwito utk membantah blok ant,, sampai sekarang ana g pernah liat purwito membantah blok ini,,

  7. خطبة جمعة بعنوان: (( فضل صيام رمضان وما فيه من زيادة الإيمان )) 29 / شعبان / 1435هـ
    di
    شبكة العلوم السلفية – http://aloloom.net/

  8. Hanya 1 anehnya,,, kok masih menggunakan gambar bernyawa, apakah itu halal menurut antm?? Coba dijawab dg keterangan yg ilmiyah,, sbg pertanggung jawaban ant ttg perbuatan tsb,, bukan dg malah bertanya “kamu bawa ktp?”,, itu bukanlah jawaban yg ilmiyah, sukron,,,,,

    1. hukum ttng gambar bernyawa itu menurut ana masih terbuka ruang untuk berselisih di dalamnya, terlebih di zaman ini yang sangat bergatung pada teknologi visualisasi. Pembahasannya itu sangat panjang. Ana harus buat tulisan khusus agar bisa dipahami bukan dengan koment begini. tunggu saja waktunya, insya Allah akan ana bahas. yang jelas ana nanya begitu, karena ada sebagian salafiyyun mengharamkan gambar namun mereka sendiri menghalalkannya.

      Untuk antum pahami sebagai dasar pembolehannya adalah: Di Saudi itu terdapat kumpulan ulama kibar, apakah ada dari mereka yang mengharamkan uang kertas dengan alasan gambar padahal kita sama2 tahu bahwa di dalamnya terdapat gambar raja saudi. Hal ini sudah berlangsung sangat lama sekali semenjak dinasti Saud didirikan, lebih gila lagi, kalo antum masuk istana di Saudi maka di sana ada banyak sekali gambar raja-raja Saudi dan ulama salafy yang keluar masuk di sana diam saja, kalau lah memang mereka mengharamkannya kenapa hal ini tidak ada fatwanya dan kenapa hal ini terus dibiarkan berlangsung lama padahal terdapat opsi lain sebagai transaksi jual beli yang lepas dari gambar, yaitu dengan menggunakan dinar dan dirham seandainya ulama tersebut kekeuh berpendapat uang adalah masuk kategori darurat sebagaimana yang diyakini salafiyun kebanyakan, maka ana tanya dimana daruratnya kalo masih bisa dengan dinar dan dirham, karena dinar dan dirham itu ga pake gambar!!!!.

      menurut antum lucu ga kalo ada orang sana sini teriak gambar haram tapi setiap harinya tanpa sadar ia mengkonsumsi gambar.

      Ini sebagai alasan mendasar agar antum bisa paham hal ini.

  9. Oya,, apakah masalah musik juga demikian,,? Karena stasiun tv pemerintah saudi juga menggunakan musik sedangkan para ulama mendiamkan,,

    1. Ada bantahan “cetek” dari situs tukpencarialhaq.com

      Si Purwito mencoba membela tuannya, Lukman Ba’abduh dalam keadaan malam yang gelap, entah apa yang ia dapatkan? Kasihan, sudah gelap masih saja berani berjalan.

      Syaikh Abdul Hadi sudah men-jarh Lukman Ba’abduh secara jelas karena Ia memajhulkannya, lantas muncul pengakuan darinya bahwa bukan Lukman yang memajhulkannya tapi para masyaikh:

      Ini jelas sebuah lelucon yang sangat lucu. Kebodohan semacam ini sudah ada dari dulu sampai2 dibuatkan pepatahnya :

      “Jangan salahkan paku bila ia melubangi tembok tapi salahkan palu”

      muncul lagi yang gila: “jangan salahkan palu tapi salahkan orang yang memaku dengan palu”

      tambah gila lagi: “jangan salahkan orang yang memaku dengan palu tapi salahkan pembelinya”

      makin gila lagi: “jangan salahkan orang yang membelinya tapi salahkan penjualnya”

      makin stress: “jangan salahkan orang yang menjualnya tapi salahkan orang yang membuatnya”

      Lucu khan?

      Logika bodoh seperti ini malah dipakai untuk membela Lukman Ba’abduh. Bukankah jauh-jauh hari sudah dibuatkan kaidah oleh Al-Quran.

      “Apabila datang padamu orang fasiq maka cek dan kroscek dulu.”

      atau dalam bahasa jarh wa ta’dilnya: Apabila datang kepadamu orang yang majhul maka isti’lam (cari tahu) dulu, bukankah ini sering dilakukan para muhaqqiqqin dan juga para ahlul hadits.

      Mencari dan mencari tahu seseorang sebelum menjatuhkan vonis, tidak bertanya pada satu dua orang, tidak membuka satu dua kitab tapi puluhan orang bahkan puluhan kitab yang beredar.

      Apa kalian tahu kenapa Ibnu Hajar Al-Asqalani sampai disebut Amirul Muhadditsin?

      Karena ia memiliki banyak kitab yang berisi segudang informasi para perawi yang tidak dimiliki ulama lainnya. Karena muhaddits itu semakin banyak yang ia tahu maka ia semakin berhati-hati, semakin sedikit yang ia tahu maka ia gampang bertasahul baik dalam menjarh maupun menta’dil.

      Kita tentu sudah tahu kasus dimana Yahya bin Ma’in dengan gampangnya menjarh Asy-Syafi’i padahal disampingnya ada Ahmad bin Hanbal.

      Sekarang coba kita lihat Lukman Ba’abduh…

      Apakah mencari bayyinah/isti’lam itu sumurnya hanya ada pada Syaikh Rabi, Ubaid, Abdullah Al-Bukhari, berapa orang mereka ini?

      Ngga sampai dari 10 orang.

      Lantas Masyaikh Kibar di Mekah yang lebih berhak untuk menjarh dan menta’dil Abdul Hadi itu dikemanakan ?

      Inilah akibat dari menerapkan kaidah “bimbingan para ulama kibar” yang kedodoran.

      Kaidahnya sih bener, cuma dalam aplikasinya ulama kibar yang dimaksud adalah ulama yang sejalan dengan manhaj (padahal isinya hawa napsu) mereka, siapapun ulama meski ia Kibar bila tidak sejalan maka ia tidak layak dijadikan Marja/Sumber Rujukan.

      Gila khan?

      Ya salafiyyun pengekor Lukman, apa nasihat Imam Malik ini belum cukup.

      “Tidak ada seorang pun setelah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, kecuali dari perkataannya itu ada yang diambil dan yang ditinggalkan, kecuali Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.”

      Lantas apakah akan memudharatkan kalian kalau kalian tidak mengikuti Syaikh Rabi?

      1. jadi ingat dahulu, ketika ditanyakan tentang pengelola situs dammajhabibah.wordpress.com?
        pengelolanya juga maj’hul?
        kok bisa diambil atau dikutip artikelnya?

        apakah ini “efek” ketika maj’hul sudah terkenal?

        Nas alulloha as-salaamah wal ‘afiyah …

    1. Ya bisa. Buktinya banyak masyaikh kibar yang tidak satu paham dalam menghukumi ihya turats. ada yang boleh dan ada yang tidak dan tidak ada dari mereka yang saling mencela kecuali syaikh2 baru-baru yang sedang naik daun saja. 😛 apalagi salafiyun yang baru belajar, baik yg ekstrim boleh, maupun ekstrim tidak boleh, padahal tahu pasti masalahnya juga ngga, sudah maen “fatwa” aja. :mrgreen:
      permasalahan ihya turats itu bagusnya dijadikan selingan saja, itu bukan bagian dari ushul yang ada dalam Islam yang wajib bagi seorang muslim salafy untuk memilikinya, kalau lah ada yang ngeyel (pokoke harus) dalam hal ini itu berarti ia sama saja membatalkan manhaj orang2 terdahulu sebelum kedtangan ihyaturats karena ia menyangka ihyautrats adalah permasalahan ushul dan tentu saja ini adalah kebodohan di atas kebodohan.
      Ana ngga yakin mereka yang sering koar-koar tentang ihya turats ((baik yang melarang dan yang membolehkan)) itu mengenal Allah dengan sesungguhnya…
      saran ana, kalau antum misalkan tiba2 ada hubungan dengan ihya turats maka barulah boleh kiranya bicara/membahas tentangnya. kalo ngga sebaiknya jangan buang waktu antum yang antum gunakan untuk menuntut ilmu dengan hal2 seperti ini.
      kalo ihyaturats ngga punya urusan dengan antum, antum juga ga punya urusan dengan ihyauturats lantas ngapain antum nyibukin diri antum dengan ihyauturats? Pentingnya apa? padahal di sana terdapat hal-hal penting lainnya (yang mana ia terkait dengan antum dan antum terkait dengan ia dalam kapasitas antum sebagai thalib) yang harus antum jalani terlebih dahulu sebagai thalibul ilm.
      Lain cerita kalo antum sudah punya urusan dengannya bolehlah dibahas di sini karena antum tidak bisa diam saja darinya…

  10. ustadz, bisa dipetakan ‘fraksi-fraksi salafy’ yg bertikai di indonesia? semakin lama semakin eneg aja padahal sdh sekian lama saya menarik diri dg tidak berafiliasi ke manapun, yg penting belajar aja, makanya ademm rasanya liat2 disini

  11. Faktor ap yg mendorong ant ut mengkritisi org2 yg mentahdzir syaikh yahya, n ant g mengkritisi syaikh yahya ktk mentahdzir syaikh ubaid ,abul hasan, ali hasan, abdurrahma adeni, luqman baabduh,dll,,?

    1. @muhammad : serius ga tau faktor2 pendorong admin mengkritisi apa yg anda tanyakan?
      Masa sih ga bisa nangkap kenapa…?

      Padahal jelas banget lho beda (maaf) tahdzir “obok-obok” sama jarh yg dibangun di atas bayyinaat.

      Yang dikritisi di sini kan tahdzir yg dibangun di atas pemahaman yg sakit, bahkan yg parahnya lagi dibangun di atas ketidaksukaan pada orang yg ditahdzir. Berhubung tahdzir Syaikh Yahya hafidzohullohu ta’alaa dibawakan berdasarkan bayyinaat… maka apa lagi yang harus dikritisi? (Bagi orang2 yg faham realita, apa yg disampaikan Syaikh Yahya ttg vonis beliau atas hizbiyyahnya ibna’i mar’i dkk itu sudah cukup.. sudah terlalu kenyang untuk diulang2, waktu terlalu berharga utk mengulang pembahasan yg sama. Ga mau deh ikut2an ketinggalan pesawat).

      Yang jelas Syaikh Yahya sebagaimana yg dikatakan oleh Al Ustadz Asnur -hafidzohulloh dalam salah satu posting di situs darul-ilm.com, “…bahwasannya Syaikhuna Yahya Hafizhohullaahu Ta’ala tidak pernah memulai pada suatu perkara kecuali pembelaan. Dan hal ini tidaklah tercela sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala :
       “Allah tidak menyukai Ucapan buruk (*), (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(QS An-Nisa’ : 148)
      (*) Catatan : Yang dimaksud “ucapan buruk”, contohnya adalah mencela orang, memaki, menerangkan keburukan-keburukan orang lain, menyinggung perasaan seseorang, dan sebagainya.”

      Wallahu ta’alaa a’lam bishowab,

      Nas’alulloh an’yahdiyanaa ilal haq.

    2. pernah dengan premis yang dilontarkan salaf: “Kenalilah kebenaran maka anda akan tau siapa saja orang2nya”, tapi jika anda sudah meyakini orang2 tersebut benar maka anda tidak akan pernah kenal dengan kebenaran karena yang ada dalam batok kepala anda bahwa yang benar cuma orang2 tadi!”

      premis ini ana balik sekarang agar semua pembaca di sini sadar: “Jika anda tidak kenal kebatilan maka anda tidak akan tahu siapa saja orang-orangnya”, yah inilah kenyataan yang terjadi, bahwa banyak salafiyyun berjalan bersama orang-orang batil, karena mereka tidak punya ilmu ttng kebatilan sehingga yang mereka tahu ustad/syaikh mereka selalu benar dan tidak ada batilnya sama sekali meski ia manusia biasa!!!! Lihat, betapa terlantarnya mereka dari ilmu yang benar.

  12. Klw memang semua jarh syekh yahya itu tepat, apakah boleh kiya katakan “syekh ubaid, ali hasan, abul hasan, abdurrahman adeni, lukman cs, dll yg ditahdzir syekh yahya adl hizby” walaupun itu masalah ijtihadiyah?

    1. yang ente tau ttng jarh itu apa sih… pengen tau ana. :mrgreen:

      Apa ente ngga baca kasus: Yahya Bin Ma’in yang menjarh Syafi’i dengan sebutan tasyayyu/rafidhah lantas apa Ahmad setuju dengan hal itu, lalu apa Ahmad membalas dengan menjarh balik Yahya bin Ma’in karena ia menjarh gurunya Asy-Syafi’i… seperti yang sering dilakukan salafiyyun pada hari ini? 😛

      tapi ngomong2 ente tahu ga siapa Yahya bin Main, orang ini adalah maestro dalam bidang jarh wa ta’dil!

      Kalau salaf saja ngga ada yang begitu kenapa salafiyyun begitu, ngomong2 mereka ini ngikut siapa? katanya… dikit-dikit Imam Ahmad… belum apa-apa Imam Ahmad, bahkan Imam Ahmad diletakkan di atas 3 Imam lainnya. 😛

      Intinya sepanjang jarhnya itu benar kita dukung (kita tidak dukung orang tapi mendukung kebenaran yang ia bawakan, sebab klo sudah dukung orang… maka meski ia salah tetap kita dukung), kalo salah tinggalkan (kita ngga meninggalkan orang/person tapi kesalahannya, makanya orang itu dimuliakan karena ilmunya/kebenaran yang ia pegang bukan karena orangnya, karena kita semua sama-sama orang, tapi tidak semua kita berilmu makanya yang berilmu lebih mulia dari yang tidak berilmu). Sederhana khan. cuman salafiyyun hari ini ngga mau yang sederhana maunya yang ribet bin rempong bin gampang emosian mulu. 😛

  13. Dalam permasalahan syaikh Yahya vs syaikh Rabi’ maka saya melihat syaikh Yahya di atas kebenaran, namun dlm permaslahan syaikh Yahya vs syaikh Ali, syaikh ABul Hasan cs maka saya melihat syaikh Ali di atas kebenaran so, saya -insya Alloh- terbebas dari taklid membuta kpd seorang syaikh, merek asemua masyaikh ahlussunnah yg wajib dihormati… bukan begitu ustadz admin?

      1. Merinci permasalahan itu sangat penting sekali.. #pointing

        jazaakumullahu Khoir admin

      2. iya, masa Yahya bin Main mau kita hantam rame2 hanya karna menjarh syafi’i dengan rafidhoh. Masa Malik mau kita hantam juga karena menjarh Ibnu Ishaq dengan Dajjalnya para Dajjal. Masa HUzaifah mau kita hantam habis kayak syiah ((yang menjarh kebanyakan sahabat)) hanya karena ia menjarh Abu Musa dengan munafik.

        tapi kenapa Syaikh Yahya dihantam rame-rame karena karena menjarh Abdurrahman Al-Mar’i dengan Hizbi? :mrgreen:

        Kalau ana ngikutin manhaj-nya salafiyun zaman sekarang udah habis kali Imam-imam salaf ana jarh juga. :mrgreen:

    1. @Ikmal: perkataan anda, “… namun dlm permaslahan syaikh Yahya vs syaikh Ali, syaikh ABul Hasan cs maka saya melihat syaikh Ali di atas kebenaran…”

      Serius tanya ya, bukan nge-tes. Bisa dijelaskan kenapa anda berkesimpulan demikian?

  14. bismillah. afwan ustadz admin, ana ingin tau. apakah menurut antm ketika Syaikh Yahya menjarh Syaikh Abdurrahman dengan hizbi sudah sesuai dengan kaidah? ana ingin tau penjelasan dan rinciannya. jazakallohukhoiron

Comments are now closed.