33783692f93ccb8353ec8f50bc505deb

Pemanasan: Al-Hajury Menerima Kunjungan Al-Ma’riby VS Syaikh Rabi Menolak Al-Hajury

Sebelumnya saya sudah berjanji mengeluarkan satu tulisan tentang Syaikh Rabi, namun tiba-tiba saya dikagetkan oleh sebuah kabar tentang Syaikh Yahya dari blog tukpencarialhaq sebelah.

Mudah-mudah setelah postingan ini tulisan tentang Syaikh Rabi dapat segera keluar. Anggap saja ini adalah pemanasan terlebih dahulu.

Warta berita yang dikabarkan blog tersebut menarik untuk ditanggapi, sebab ini menyangkut pelurusan dari sebuah hakikat yang ada dalam ajaran Islam.

Terutama saat blog tersebut menyampaikan berita yang isinya mengesankan bahwa berkunjungnya Al-Ma’ribi kepada Al-Hajury adalah sebuah dosa dan penolakan Al-Madkholy kepada Al-Hajury adalah sebuah amalan shalih.

Allahu Akbar! secetek inikah hasil belajar anak buah Lukman Ba’abduh ini? Atau jangan-jangan bukan anaknya buahnya tapi Lukman Ba’abduh sendiri, karena anak buahnya hanyalah pesuruhnya saja.

Lepas dari itu hal penting yang ingin kita tanyakan di sini adalah benarkah selentingan gossip yang disampaikan oleh wartawan inpotement ini bahwa berkunjungnya Al-Ma’ribi kepada Al-Hajury adalah sebuah dosa sehingga harus dijauhi dan penolakan Al-Madkholy kepada Al-Hajury adalah sebuah amalan shalih sehingga harus dilaksanakan oleh kaum beriman?  

Dalam Islam harus kita ingat dan camkan dengan benar dalam sanubari kita yang terdalam bahwa sesungguhnya hanyalah orang beriman itulah yang bersaudara sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Hujurat, ayat: 10:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

Artinya predikat persaudaraan sama tidak berlaku bagi orang-orang kafir. Sedikitpun itu tidak ada.

Dengan iman, hubungan yang tidak sedarah menjadi satu ikatan persaudaraan, dengan iman ini pula hubungan yang sedarahpun bisa menjadi terputus bila salah satunya menjadi kafir atau murtad. Dan ini tidak terjadi pada orang-orang kafir. Lihat saja keluarga mereka yang yang menganut pluralisme.

Saya sendiri pernah bertemu salah seorang guru, ia bercerita bahwa ia beragama Hindu, ayahnya katholik, ibunya Islam, anaknya ada yang budha, hindu, Islam, protestan, bahkan yang atheispun ada, sementara kakenya Budha, neneknya Hindu.

Masya Allah mereka semua hidup rukun aman damai sentosa:mrgreen: , pluralisme mereka sungguh telah mengubur hidup-hidup syariat Islam. Allahul musta’an.

Apakah mereka tidak sadar bahwa kekafiran mereka di dunia ini akan memisahkan mereka di akhirat sana selama-lamanya dan keimanan mereka kepada Allah akan mengumpulkan mereka di akhirat sana selama-lamanya, lamanya, lamanya…

Kembali ke topik, setinggi apapun tensi permusuhan yang terjadi antara kaum beriman maka itu tidak dapat menghapus persaudaraan mereka, karena mereka diikat oleh tali temali keimanan mereka, dan hanya kekafiran dan kemurtadan saja yang dapat memotong tali persaudaraan ini, tidak selainnya. Dan hal itu dapat kita lihat dari sikap Islam kepada mereka, seperti “kafir” tidak berhak menerima waris, orang murtad/kafir halal darahnya.

Kenapa jadi halal? Karena hukum asal orang kafir adalah halal darahnya. Perhatikan sabda Nabi berikut ini.

أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَيُقِيمُوا الصَّلاَةَ، وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلَّا بِحَقِّ الإِسْلاَمِ، وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ

Aku diperintah untuk membunuh manusia hingga mereka bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka melaksanakan hal tsb, maka terjagalah darah dan harta mereka kecuali dengan “hak Islam” dan hisab mereka ada pada Allah.  (Shahih Bukhari)

Dengan “hak Islam” di sini maksudnya, jika mereka enggan masuk Islam maka berlaku bagi mereka jizyah/upeti yang harus mereka bayar kepada pemerintahan muslim. Perang hanya berlaku bagi kafir yang ngotot (harbi).

Jadi “Halal dibunuh”, maksudnya di sini tidaklah dipahami sesuka hati kita, yakni ketika ia murtad langsung dibunuh begitu saja hanya karena ingin menegakkan sunnah Nabi:mrgreen:. Karena pada orang kafir itu ada “hak Islam” dan hak Islam membagi mereka menjadi tiga.

Ada kafir musta’man, kafir dzimmi dan kafir harbi. Dua dilindungi dan satu diperangi, adapun orang yang murtad tadi belum tentu ia menjadi kafir harbi. Jadi urusan darah orang kafir saja kita harus hati-hati apalagi urusan darah orang beriman.

Kembali ke topik masalah, jadi inilah yang menjadikan alasan kenapa orang-orang kafir itu tidak bersaudara, karena tidak ada tali temali keimanan yang saling mengingat batin-batin mereka kepada Allah Azza wa Jalla.

Dan terkait dengan bidah, sepanjang bid’ahnya tidak sampai merusak tauhid dan menjatuhkannya kepada kekafiran dan kemurtadan, maka imannya tidak dapat dibatalkan dan persaudarannya tidak dapat diputuskan dengan alasan apapun, apalagi cuma predikat “mubtadi’” yang ujung-ujungnya tuduhan tersebut juga tidak terbukti. Allahul Musta’an.

Apakah Abu Bakar dapat dikatakan mubtadi’ karena membukukan Al-Quran yang mana ini dilarang keras di zaman Nabi mengingat Alkitab banyak diselewengkan karena dibukukan?

Apakah Umar dapat dikatakan mubtadi karena mendawamkan shalat tarawih berjamaah di Masjid padahal Nabi sangat takut hal itu diwajibkan oleh mereka sendiri dan terbukti hingga hari ini banyak umat Islam yang mewajibkan shalat tarawih berjamaah di masjid dan senang mencela orang yang shalat di rumah sendirian?

Apakah Utsman dapat dikatakan mubtadi, karena membuat azan jumat dua kali?

Apakah Ali dapat dikatakan mubtadi’ karena membakar manusia yang mengkultuskannya sebagai Tuhan?

Dan kita semua tahu bahwa apa yang dilakukan oleh keempat khalifah ini adalah tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad dan perbuatan itu bukan tidak bisa dilakukan di masa Nabi hanya saja Nabi memang tidak melakukannya, contoh: kasus Ali membakar manusia, awalnya Nabi pernah menyuruh membakar manusia namun akhirnya tidak jadi. Namun kemudian ini dilakukan oleh Ali.  

Apakah ini semua bidah?

Dan kita semua tahu bahwa apa yang dilakukan oleh keempat khalifah ini sama-sama tidak didukung oleh dalil qathi dari Al-Quran dan As-Sunnah selain hanya sekedar ijtihad mereka saja demi kebaikan kaum muslimin saat itu.

Sekalipun ada yang menganggap ini bidah maka bidahnya tidak dapat melenyapkan persaudaraan mereka dan keimanan mereka sehingga berlaku pada mereka bara` (disloyalitas) sebagaimana yang dipraktekkan sebagian ikhwan yang keluar dari batas rel Islam dengan mentahzir dan meng-hajr saudaranya tanpa alasan yang dibenarkan syariat lebih-lebih itu dilakukan kebanyakan di atas hawa napsu, hawa napsu, hawa napsu.

Setiap muslim kepada muslim yang lainnya yang telah terikat persaudaraan karena Allah punya hak dan kewajiban sebagaimana yang disebutkan dalam banyak hadits.

Saat Utsman dikepung, seberapa tidak sukanya dan banyaknya protes yang dilancarkan Ali kepada Utsman atas kebijakannya yang merugikan banyak kaum muslimin tapi ialah yang paling gigih dan berada di front terdepan untuk melindungi Utsman dari rencana pembunuhan yang dilakukan oleh sekelompok mafia politis saat itu yang ingin menghabisi nyawa Utsman.

Inilah sahabat Ali, contoh terdepan dalam berbuat dan bersikap. Tidak cuma itu saja, ingatlah bagaimana saat ia sudah bersiap-siap menghabisi  Amr bin Abd Wad; musuhnya dalam perang khandaq lalu kemudian ia diludahi oleh Amr bin Abd Wad karena kesal dengan kekalahannya, maka lihatlah sikap Ali, lihatlah bagaimana ia bisa menahan membunuh musuhnya tersebut disaat gairahnya untuk menghabisinya sudah sampai ke ubun-ubun hanya karena tidak ingin membunuh musuh dalam keadaan marah.

Dan Ali adalah sosok yang mampu merinci persoalan dan memiliki ilmu yang dalam untuk membedakan sesuatu, terkait Utsman, ia tahu apa itu cinta apa itu benci, dan ia tahu apa itu pesaudaraan. Dan terkait Amr bin Abd Wad, ia juga tahu apa itu kewajiban dan apa itu kezaliman.

Ia tahu bahwa apa yang Utman lakukan itu salah namun ia juga tahu bahwa menolong saudara sesama muslim baik ia bersikap zalim atau terzalimi adalah wajib.

Adakah diantara dai salafiyyun hari ini yang berada di medan tahzir dan hajr yang bisa meniru orang ini, mampu merinci persoalan dan tidak mencampur adukkannya dengan hawa napsunya pribadi?

Ia juga tahu bahwa musuh dalam perang itu harus dibunuh dan dibunuh dengan cara yang baik dan tidak menyakitinya layaknya orang kafir yang gemar memutilasi lawannya kaum beriman, namun ia juga tahu bahwa bila ia membunuh karena amarah (saat ia diludahi) tentu ia akan membunuh musuhnya secara brutal dan melanggar kaidah yang sudah ditetapkan Islam, oleh karena itulah ia lebih memilih meninggalkan musuhnya dalam keadaan telah dipecundangi.  

Adakah diantara dai salafiyyun hari ini yang berada di medan tahzir dan hajr yang bisa meniru orang ini, mampu merinci persoalan dan tidak mencampur adukkannya dengan hawa napsunya pribadi?

Darimana ia tahu hal ini? Tentu saja dari Rasulullah, ingatkah Anda dengan kisah seorang Yahudi yang meludahi Nabi setiap kali Nabi melewatinya, apakah Nabi membalasnya, lalu siapakah yang menjenguknya ketika ia sakit? Apakah Yahudi, keluarganya yang Yahudi… tidak ada! Selain orang yang ia ludahi tadi.

Ini hanyalah contoh kecil dari kehidupan para sahabat Nabi, namun siapakah yang mau meneladaninya?

Contoh kecil saja tak sanggup diikuti bagaimana dengan contoh perikehidupan sahabat-sahabat yang lain? lebih-lebih perikehidupan Nabi Muhammad sendiri?

Merinci persolan adalah penting bagi setiap muslim yang tersadar bahwa antara benci (karena urusan sesama manusia) dan dakwah (urusan dengan Allah) adalah berbeda.

Silahkan Anda benci tapi jangan jadikan dakwah sebagai korban amukan kebencian Anda.

Bahkan beberapa gembong yang dipredikatkan dengan “khawarij”, ketika didatangi oleh Ibnu Abbas yang notabene sudah dikafirkan oleh mereka karena ia termasuk barisan Ali yang tidak berhukum kepada hukum Allah sebagaimana vonis yang sudah mereka jatuhkan masih mereka terima kedatangan Ibnu Abbas dengan tangan terbuka dan berdialog dengan Ibnu Abbas…

Lalu bagaimana halnya dengan Syaikh Rabi yang menolak kedatangan Syaikh Yahya. Padahal sama-sama kita tahu, setiap datang tuduhan dari Syaikh, Syaikh Yahya langsung mengklarifikasi dan menjelaskannya ketidak benaran tuduhan tersebut.

Lalu apa alasan Syaikh Rabi tetap menghajar/memboikot Syaikh Yahya?

Apakah tidak diterima ucapan siapapun selain dari Syaikh Rabi sendiri, meskipun orang tersebut telah menepis dirinya dari kedustaan? (lanjutannya akan dibahas setelah tulisan ini: “Apakah Syaikh Rabi adalah Rabb selain Allah?”)

Lepas dari itu untuk sama-sama kita ketahui bahwa mengunjungi saudara sesama muslim termasuk amalan yang mulya di sisi Allah, apa yang dilakukan Syaikh Yahya kepada Syaikh Rabi adalah kemuliaan dan Allah akan memuliakannya.

Sungguh merugilah syaikh Rabi hanya karena kebenciannya kepada Syaikh Yahya ia korbankan kemuliaan ini.

Diriwayatkan dalam sebuah hadits:

حَدَّثَنَا، وَكِيعٌ، عَنْ، حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنْ، ثَابِتٍ، عَنْ، أَبِي رَافِعٍ، عَنْ، أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: ” خَرَجَ رَجُلٌ مِنْ قَرْيَةٍ يَزُورُ أَخًا لَهُ فِي قَرْيَةٍ أُخْرَى , قَالَ: فَأَرْسَلَ اللَّهُ لَهُ مَلَكًا فَجَلَسَ عَلَى طَرِيقِهِ فَقَالَ: أَيْنَ تُرِيدُ؟ فَقَالَ: أُرِيدُ أَخًا لِي أَزُورُهُ فِي اللَّهِ فِي هَذِهِ الْقَرْيَةِ , فَقَالَ: هَلْ لَهُ عَلَيْكَ مِنْ نِعْمَةٍ تَرُبُّهَا؟ قَالَ: لَا وَلَكِنِّي أَحْبَبْتُهُ فِي اللَّهِ , قَالَ: إِنِّي رَسُولُ رَبِّكَ إِلَيْكَ , إِنَّهُ قَدْ أَحَبَّكَ فِيمَا أَحْبَبْتَهُ فِيهِ

Berbicara kepada kami Waqi’, dari Hammad bin Salamah dari Tsabit, dari Abu Rafi’ dan Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Beliau bercerita:

Seorang laki-laki dari suatu kampung/desa keluar untuk mengunjungi saudaranya di kampung/desa yang lain. Lanjut Nabi: Maka Allah mengutus seorang malaikat yang duduk menghalagi jalannya, si malaikat bertanya: “Mau kemana?”, jawabnya: “Aku ingin mengunjungi saudaraku di desa ini”. Apakah engkau memiliki hubungan saudara dengannya? Jawabnya: Tidak! Namun aku mencintainya karena Allah, maka malaikat tersebut menjawab: Sesungguhnya aku ini diutus oleh Allah kepadamu, sesungguhnya Allah sangat mencintaimu disebabkan kecintaanmu pada saudaramu itu.

(Riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam A-Mushannaf, bab: Ma dzukira fi siati rahmatillah, diriwayatkan juga oleh Ahmad dalam Musnadnya dengan sanad yang shahih, bab: Musnad Abi Hurairah )

Diriwayatkan dalam sebuah atsar sahabat:

وَحَدَّثَنِي مَسْلَمَةُ بْنُ عُلَيٍّ، عَنْ يَحْيَى بْنِ الْحَارِثِ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، يَرْفَعُهُ قَالَ: «مَا مِنْ عَبْدٍ يَزُورُ أَخَاهُ فِي اللَّهِ إِلَّا أَكْرَمَ رَبَّهُ

Berbicara kepadaku Maslam bin Ali, dari Yahya bin Al-Harits, dari Al-Qosim bin Abdurrahman dari Abu Umamah, ia berkata:

Setiap dari hamba yang mengunjungi saudaranya karena Allah maka Allah akan memuliakannya.

(Al-Jami Ibnu Wahab. Bab: Al-Ikha fillah)

Antara Syaikh Yahya dan Syaikh Al-Ma`ribi memang pernah terlibat perselisihan masa lalu namun perselisihan ini tidak sanggup menghancurleburkan persaudaraan mereka karena Allah, apalagi yang kami tahu Syaikh Al-Ma`riby bertemu untuk menyampaikan ucapan ta’ziyah atas putra Syaikh Yahya yang telah meninggal dunia akibat serangan Syiah Hutsy atas Dammaj, maka bagaimana halnya dengan seorang Syaikh Panutan, yang rela mengorbankan aturan Allah dalam kitab suci Al-Quran demi egonya pribadi.

Lebih-lebih, sebagaimana yang pernah kita dengar, ketika A`idh Al-Qorni (barisan di luar dakwah salafiyah) mengunjungi Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi maka apa sikap beliau, apakah beliau bersikap seperti Syaikh Rabi yang kabur ke Masjid lain karena Syaikh Yahya datang shalat di masjidnya, tidak! Syaikh Ahmad An-Najmi tetap menerima kedatangan A`idh Al-Qorni dengan tangan terbuka, namun beliau juga tidak melupakan kewajibannya untuk menasehati kekeliruan A`idh Al-Qorni. Inilah ciri orang yang bisa merinci persoalan dalam agama. Namun sepertinya sikap beliau ini adalah keliru karena bersebrangan dengan Syaikh Rabi.:mrgreen:

Pertanyaan final: Apakah pendapat Syaikh Rabi mengenai Syaikh Yahya lebih tinggi dari firman Allah yang menyatakan bahwa orang-orang beriman itu bersaudara yang berlaku pada mereka kunjung-mengunjungi antar sesama, silahkan bagi para Lukmaniyyun dan Rabi’iyyun untuk menjawabnya?

Ingat, jawaban yang cerdas. Yang kami maksud cerdas, adalah karena kalian menyatakan diri salafiyyun maka sebutkan pendahulu (salaf) Syaikh Rabi yang bersikap sama dengan syaikh Rabi dari kalangan sahabat dan tabi’in (minimalnya), sebab yang kami tahu Rasulullah tidak berperangai seperti syaikh Rabi ini dalam memperlakukan saudaranya sesama muslim.:mrgreen:

Kalau kalian tidak bisa membuktikan kebenaran sikap kalian, terutama sikap Syaikh Rabi maka kalian hanyalah “salafiyyun murahan”, mengaku paling mengikuti salaf dan paling salafy sejagat, namun sayangnya semuanya hanyalah “pepesan kosong”.:mrgreen:

Mudah-mudahan kamilah yang keliru dan Syaikh Rabi benar dengan sikapnya, karena agama Islam hanya Syaikh Rabi saja yang tahu dan kami hanyalah secuil dari manusia yang “sok tahu”.:mrgreen:

 

112 thoughts on “Pemanasan: Al-Hajury Menerima Kunjungan Al-Ma’riby VS Syaikh Rabi Menolak Al-Hajury”

  1. Salah satu yg ana suka disitus milik akh X ini adl keterbukaan dlm menampung aspirasi para pengunjung, kemudian di tanggapi pula oleh adminnya.. dan rata2 ilmiyah juga tanggapan adminnya..

    Beda dengan situs sebelah.. ana sungguh kecewa dg situs miratsul anbiya.net dan tuk pencari al haq.com.. komen ndak pernah di tampilkan.. apalagi di tanggapi.. dianggap syubhat mungkin.. (senyum sinis)

    Dear situs mirats… dan tukpen… : takut terkena syubhat, atau.. takut kalo SYUBHAT ANTUM tersumbat.. (senyum manis)

    Sekian..
    (Bersin sambil glege’en(sendawa))

    Alhamdulillah..

  2. @abdulloh ..pelita-sunnah juga tu liat tulisannya tentang musibah yang menimpa yaman,,,masyaalloh menggunakan qoulnya syaikh sholih fauzan di plintir ke maksud penulis padahal gak ada hubungannya….di komen gak berani nampilin komennya yang di tampilkan komen2 yang pro dengan pemilik blog,adapun kritik atau nasehat tentang kesalahan pemikiran pemilik blog gak di tampilkan…

      1. bismillah.

        Mengenai perpecahan ahlussunnah di Yaman (secara khusus, yang kemudian menjalar ke seantero jagad), siapakah pemicunya ? siapa yang menjadi sumbu dan pemantik apinya ? Tiada lain dialah Abdurrohman dan Abdulloh al Mar’iy beserta pendukungnya hadanalloha wa iyyahum, kemudian jadi tambah runcing lagi akibat campur tangan beberapa masyaikh YANG DITUAKAN disana, yang malah mendukung Abdurrohman mar’iy yang jelas2 berbuat tahazzub di markiz dammaj.. ditambah lagi ulah pengekor mereka yang ikut campur padahal ndak tahu permasalahan (khususnya yg di indonesia) hadanalloha wa iyyahum. Hujjah ana, Ktab al Mukhtashor al Bayan dan cerita langsung dari ustadz 2 yang pernah tholabul ‘ilm di dammaj..

        allohu ta’ala a’lam

    1. Pepatah yang cocok untuk mereka Luqmaniyyin Mar’iyyin adalah..

      “Semut diseberang, kelihatan..
      Gajah di pelupuk mata, gak kelihatan..”

      Kenapa..

      1. Mentahdzir at turotsiyyin yang TASAWWUL ke yayasan ihya’ut turots,
      tapi mereka sendiri TASAWWUL ke mad’u lewat yayasan jugak..

      2. Menjuliki Syaikh yahya al hajury dan orang2 yg bersama beliau sebagai MUTASYADDID,
      nyatanya di lapangan mereka sendiri MUTASYADDID.

      dan lain sebagainya…

      1. dedengkot kelompok Luqmaniyyun memang jelas-jelas sesat, tapi mengklaim dirinya sendiri paling bener. Mereka memang sudah bermasalah sejak lasykar jihad. Masa mereka sebagai murid-murid ulama kibar, gak tau kalo lasykar jihad itu melakukan pelanggaran besar-besaran? kita aja dulu waktu masih beberapa kali ikut majelis ta’lim, tahu kalo tindakan setipe lasykar jihad itu adl perbuatan tidak taat kepada pemerintah. Mereka memang jahat waktu itu (baca: jahat banget). Masa nyawa orang-orang dikorbankan di atas suatu (atau bahkan banyak) kesalahan dalam keadaan benar-benar tidak bisa dipercaya kalau mereka jahil soal itu?

        Terus, ketika mereka sekarang (sebenarnya dari dulu) suka bikin masalah, apa kira-kira itu cuma pengalihan isu? biar seolah-olah mereka jadi pahlawan dengan senjata TAHDZIR. Kalo bener kayak gitu, gak pantes, lah! lebih baik mereka kalo mau nyantri ya nyantri yang baik-baik sambil nangisin dosa mereka di masa lalu, daripada keterlaluan sibuknya dlm cari-cari kesalahan orang lain! LHA WONG BELUM TENTU DOSA MASA LALU MEREKA SUDAH DIAMPUNI!

  3. ana mw tanya, apa tanggapan mereka (lukmany) ttg kisah salahsatu ustadz mereka -mustofa albutoni- yg dijuluki abu abaya,???

    1. Nah, begitulah kalo terlalu sibuk mencari aib orang lain, jadinya semua jadi bersemangat nyari2 kesalahan mereka!

      1. sebagai hukuman untuk menghentikan aksi mutasyaddid mereka selama ini.
        Udah gerah aku sama ulah mereka
        Bukannya memperbaiki diri dgn serius (atas kesalahan yg pernah mereka lakukan)
        malah bikin ulah lagi……
        pokoknya kalo mereka masih eksis,
        adaaa aja masalahnya….

  4. pakde luqman ini udah ngaku sendiri kalau pemalas. Dengerin tu..ceramah
    Nya dijakarta yg isinya penuh dengan mencela, jauh dri ilmu.. pantasnya memang jadi ketua intelejen kok keliatannya. Heee heee. La wong nggawe fitnah kok ra uwis uwis . 10 thun luweh kalik….

  5. Bahkan ada yg dijuluki pakar burung jugak. Burung apa ya ……………. siapa brani jawab hayo…

    1. Saran: Akh, namanya diganti Abdulloh aja
      memang keliatan banget kalo mereka itu cuma perusuh.

      tapi kalo diprotes, mereka selalu ngasih syubhat:

      “kami sebagai pengikut salafush sholih, tetap konsisten memberantas bid’ah-bid’ah!!! Tidak peduli celaan orang yang mencela!!!!

      Bantahan:
      memberantas bid’ah? serius???
      Aku gak mau komentar soal korban celaan mereka.
      Tapi aku mau komentar soal corong mereka dlm (kata mereka) memberantas bid’ah: TUKPENCARIALHAQ
      memangnya ada salaf yang ngasih contoh memberantas bid’ah dgn cara konyol dan gak bermartabat kayak gitu???
      Ada gambar pedang, rudal, mobil, petir, kaca pembesar, sama entah apa lagi…….
      kayak situs download game strategy buat bocil aja…..
      Alur ceritanya juga….
      Kayak alur ceritanya orang frustasi…..
      Kalo situs itu dilaporkan ke lajnah Daimah, sama gambarnya yang imut-imut….
      anak-anak badung itu bisa dipanggil
      terus …………….

      1. Sampe sekarang, kalo aku ketemu orang yang semanhaj dgn mereka, seakan-akan aku lagi liat orang-orang bego dan blo’on.
        soalnya mereka belajar ke ustadz2 yg memelihara, atau mendukung, atau sekadar mendiamkan orang semacam Abdul Ghofur Al Malanji.
        Malu aku kenal sama mereka…..

  6. Dari Abu Hurairah Rhadiyallahu anhu , bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda : “ Cukuplah seseorang dikatakan buruk ketika dia merendahkan saudaranya yang muslim . (HR.Muslim. Riyadhus Shalihin 4/126)

    1. Hmmmm….sepertinya Firqoh Luqmaniyyun memang tidak menganggap kita sebagai saudara. Jadinya mereka nggak tanggung2 dalam mencari-cari masalah sampai timbul fitnah besar-besaran di kalangan sesama kaum muslimin

      1. Selama bertahun-tahun firqoh Luqmaniyyun melakukan tindakan yang meresahkan dengan segenap perendahan-perendahan mereka terhadap sesama kaum muslimin. Seolah-olah mereka adalah kelompok yang paling suci. Baiklah, kami memang punya salah. Kami sudah tahu kesalahan kami, tanpa harus menunggu mereka mencari-cari kesalahan kami. Hanya kepada Alloh kami memohon ampunan, bukan kepada mereka. Bukan kepada orang-orang yang-maaf-melakukan segenap pelanggaran pada masa lalu, yang ana tidak tega menyebutkan satu persatu di sini. Ana sebenarnya tidak mau menyerang balik mereka. Tapi, ana sudah tidak tahan bersabar selama ini.

  7. Sifat mereka (luqmaniyah) mirip sifat dukun, atau lebih jelek dri dukun, kalau dukun dapat info tdk benar dri setan langsung disebarkan. Setan kafir. Dukun thoghut. Mereka (luqmaniyah) dapat berita langsung disebarkan bahkan ditambahi dengan kebohongan, itupun tanpa ada tabayun terlebih dulu, kenapa ?mereka penakut, pengecut, braninya dri belakang, hatinya kecil sepetti yuyu. Mereka (luqmaniyah) ini permusuhannya dngan ahlussunah ( diluar kelompok mereka) lebih dahsyat dibanding dngan hisbiyun sendiri.

  8. Baca tu nasehat, udah banyak yg mau bersaksi tentang kebengisan luqman masa laskar jihat.

  9. Untuk menambahkan sedikit:
    1. Syaikh rabi sendiri dalam risalahnya menulis :بابي مفتوح لكل احد (pintuku terbuka untuk siapa saja) dan dlm prakteknya beliau menerima siapapun untuk berdiskusi. Hanya saja dg syaikh yahya beliau lain والله اعلم . Dan dg ini jg syaikh ali hasan menulis keheranannya.
    2.syaikh ali hasan menulis kronologis pertemuannya dg syaikh yahya, dimana beliau menemui syaikh yahya ketika melihat beliau didalam mobilnya, dan beliaupun masih didalam mobil dan menasehati syaikh ali hasan dg perkara yg bermanfaat, inilah yg beliau tulis, tidak seperti yg disebarkan oleh orang orang yg hasad.
    3.dan termasuk mulianya akhlaq ulama kita, syaikh yahya menasehati epada kita semua agar tidak membicarakan syaikh robi tentang sikapnya terhadap beliau. Dan syaikh yahya mengatakan, bahwa beliau memaafkan siapa saja yg memusuhi beliau kecuali rofidhoh.
    Silahkan rujuk http://www.aloloom.net

  10. Makasih mas adurrohman. Namanya salah ketik. Saya mohon ampun pada allah.

  11. Berkata syeikh Mubil bin Hadi Al Wadi`i :
    Pandanglah pujian dan celaan itu sama bagimu
    Jangan sampai pujian itu membuatmu sombong
    Dan jangan sampai celaan itu membuatmu putus asa dari sesuatu
    Jangan engkau sandarkan ilmu itu pada kehebatan ustadzmu dan kepandaian akalmu
    Tapi sandarkanlah ilmu pada Allah semata
    Bertakwalah niscaya Allah akan menolongmu
    Jangan takut pada ancaman duniawi jika engkau diatas prinsip al-haq
    Karena dunia itu akan menghampirimu
    Mohonlah kesabaran dalam mencari ilmu, mengamalkannya, dan mendakwahkannya
    Berdo`alah agar tetap istiqomah di atas al haq
    Mintalah keberkahan atas ilmumu karena semua kembali pada niat-niat mu
    Sesungguhnya Allah maha mengetahui isi hati
    Engkau akan merasakan manisnya ilmu tatkala engkau beramal dengan ilmu tersebut
    Berusahalah, niscaya dimudahkan dan di luruskan niatmu dalam mencari ilmu
    Sandarkan segala permasalahan hidupmu pada Allah ta`ala!!!

    1. Yang ini ada teks terjemahannya…

      Syaikh Yahya Khalifah Syaikh Muqbil – Kalam Syaikh Muhammad al Imam دماج – YouTube – http://m.youtube.com/watch?v=ZzE2spg1UCA

      Sy.Muhamad al-imam ada yg salah ucap, tapi langsung di ingatkan oleh hadirin pada saat itu juga…

  12. Afwan admin,, ana mau tanya… kalau salah ngetik nama tapi e- mail nya sama, commentnya masuk spam atau ke mana ya…? Syukron
    Tadi ana ngirim comment tapi belum muncul, yang isi nya :

    بســــم الله الرحمن الرحيم

    نصيحة للمسلمين حول العناية بهذا الدين | الموقع الرسمي لفضيلة الشيخ يحيي بن علي الحجوري – http://www.sh-yahia.net/show_sound_4974.html

    Barangkali ikhwah/akhowat sekalian ada yg mau mendengarkan…

    1. Alhamdulillaah.. jadi ada 2 comment nya…

      @admin
      Jazaakumullaahu khoiroo
      Laa ba`sa thohuurun insyaAllah

      Semoga Allah mudahkan menulis tulisan baru

  13. @ jami`
    السلام عليكم و رحمة الله و بركاته –
    Sepiiiiiii yah…..
    Ada yang baru, ana baru dengarkan tadi…
    كلمة لشيخنا الناصح الأمين حفظه الله تعالى حين وصوله إلى مسجد الفتح بصنعاء بعد أدائه للعمرة | الموقع الرسمي لفضيلة الشيخ يحيي بن علي الحجوري – http://www.sh-yahia.net/show_sound_4980.html

  14. و الآن إذا صار للواحد رغبة في شيء قال “هذا أفتى به فلان” دون نظر إلى مستنده من الكتاب و السنة. تقول له “هذا الفتوى خطأ” يقول “ما علي ما دام قد أفتى بها فلان”

    شرح مسائل الجاهلية 9 للشيخ العلامه صالح بن فوزان الفوزان – YouTube – http://m.youtube.com/watch?v=7WkWOAGy_z4&list=PLlX1sKIV4qu_WLGFO5kz5FERwqSkA_tpL

  15. Tonton “Syaikh Dr Shaleh Bin Fauzan hafidzohullah – Nasehat Untuk Para Pelajar dan Pengajar” di YouTube

  16. @admin:Mudah-mudahan cepat sehat.semoga Allah mengampuni dosa-dosamu.
    Yaaah jangan buru2 mau nulis dulu,istirahat aja.sambil menimati sakit,bahwa badan dan fikiran tidak bisa diforsir,ada batasnya,maka diberilah sakit,supaya bisa istirahat jasmani rohani dan merenung dosa apa yang telah dilakukan.admin.ini mah nasehat pengalaman orang sepuh.he..he

  17. Watch “Syaikh Yahya al-Hajuri – Tahdzir (Waspada/Peringatan) dari ‘Kejahatan’ Luqman Baaduh si Hizbi Hina” on YouTube

  18. @admin,hanya inikah artikelnya ?,nama predator kayaknya terlalu berlebihan,,,,jadi ajang jidal ,mo dibawa kemana min ?ittaqillah

Comments are closed.