698851221

Kontradiksi Manhaj Lukman Ba’abduh Dkk: Menuduh Syaikh Rabi La’ab, Mutalawwin, Wa yamsyi ala Thariqatil Halabi

Sebenarnya para pelaku (objek kritikan) dalam catatan ini ada banyak, namun sasaran tulisan ini hanya mengarah pada satu nama, yaitu Lukman Ba’abduh. Kenapa?

Karena orang inilah yang pertama kali menyalakan api isykal atas apa-apa yang menimpa Dzulqarnain dari tahziran Syaikh Rabi kepadanya. Jadi wajarlah bila wajahnya lah yang pertama kali terlihat oleh sinarannya. Adapun yang lain maka mereka biasalah hanya sebatas ikut-ikutan saja. Toh karena memang kenyataannya demikian, kalau Lukman Ba’abduh tidak memulai duluan mereka pun takan berani berkoar-koar…

Masih hangat dalam ingatan kita bersama bagaimana Asy-Syaikh Rabi mengeluarkan tahzir kepada Dzulqarnain, seorang dai asal Makasar dengan menyebutnya: suka main-main, berwarna-warni dalam sikap dan yang tragis, yaitu berjalan di atas jalannya Ali Al-Halabi, yaitu tokoh yang sering dikritik Dzulqarnain sendiri.

Jujur, baru kali ini saya menemukan ada dai, dimana ia sering kedapatan mengkritik Syaikh fulan namun oleh “ulama” yang juga mentahzir syaikh fulan tersebut malah diserupakan dengan syaikh fulan yang ia kritik. Tentu kita bertanya-tanya, lelucon apa ini? sebab baru muncul hal yang semacam ini dalam kancah dakwah salafiyah.

Lepas dari itu bukan ini yang sebenarnya dibahas dalam tulisan ini, karena yang akan Penulis angkat di sini adalah mengenai kontradiksi manhaj Lukman Ba’abduh.

Dalam tulisannya yang berjudul: Catatan Kecil untuk Sebuah “Ucapan Syukur” Dzulqarnain bin Sunusi

Lukman Ba’abduh berkata seraya mengkritik Dzulqarnain:

Ini benar-benar sangat disayangkan dari Dzulqarnain. Sehingga hakekat sebenarnya dia bukan bersyukur terhadap tahdzir asy-Syaikh Rabi’, namun dia tidak terima dengan tahdzir tersebut, seraya menuduh ada ikhwah (baca: asatidzah) yang menyampaikan berita-berita dusta kepada asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah. Sekaligus di sini secara tersirat ada tuduhan kepada asy-Syaikh Rabi’ bahwa beliau menegakkan fatwanya di atas berita-berita dusta, dan fatwa tersebut adalah fatwa yang terburu-buru. 

Di samping ucapan Dzulqarnain tersebut, berkonsekuensi bahwa asy-Syaikh Rabi’ dikitari oleh para pendusta, dan beliau tidak melakukan tatsabbut dalam fatwa-fatwanya, serta mudah diarahkan oleh orang-orang di sekitarnya. Ini sebenarnya bentuk celaan yang biasa dilakukan oleh para Halabiyyin dalam menjatuhkan kredibilitas ‘ulama sunnah, terutama dalam hal ini adalah asy- Syaikh Rabi’. Di antara yang sangat demonstratif dalam melakukan cara seperti ini adalah Firanda Andirja.

Padahal sebagaimana dipersaksikan oleh murid-murid dekat asy-Syaikh Rabi’ bahkan beberapa ulama’ dan masyaikh, bahwa beliau adalah orang yang paling kuat dalam bertatsabbut sebelum berucap dan menghukumi, dan tidak gampang-gampang menerima berita dari seseorang.

Perlu diingat, tuduhan dusta oleh Dzulqarnain tersebut, tidak hanyak mengenai para ikhwah (baca : asatidzah) saja, tapi itu juga mengenai asy-Syaikh Hani’ hafizhahullah! La haula wala quwwata illa billah

Baik Lukman maupun Dzulqarnain, keduanya adalah dai yang sama-sama pernah ditahzir oleh Syaikh Rabi. Hanya saja perbedaannya…

Sebagaimana yang kita tahu, Syaikh Rabi tidaklah terjun langsung ke Indonesia sini dan mengamati sepak terjang dakwah para dai yang bersamanya. Dan juga tidak mengetahui rincian dan detil-detil dakwah mereka karena Syaikh memang tidak bisa berbahasa Indonesia.

Penyimpangan ust Fulan, alan, dll takkan diketahui oleh Syaikh Rabi sampai ada seseorang yang memberitahukannya. Oleh karena itu, Syaikh jelas membutuhkan perantara agar dapat menangkap realita yang terjadi di depannya.

Inilah corong permasalahannya bahwa Syaikh sangat bergatung dengan informan-informan (intel) yang ada di sekelilingnnya sebelum memutuskan atau mengeluarkan sebuah fatwa.

Dulu semasa Laskar Jihal, saat Dzulqarnain dkk berada di sekeliling Syaikh Rabi maka ialah yang menjadi informan atas dakwah yang terjadi di Indonesia. Jadi, vonis tahzir Syaikh Rabi atas penyusupan dan keikhkanul musliminan Lukman adalah bersumber dari informasi-informasi yang disampaikan oleh Dzulqarnain dkk.

Sekarang, saat Lukman Ba’abduh beserta kaki tangannya berada di sekeliling Syaikh Rabi maka ialah yang menjadi informan Syaikh Rabi atas setiap realita dakwah yang terjadi di Indonesia.

Jadi, vonis tahzir Syaikh Rabi atas ke- La’ab, Mutalawwin, Wa yamsyi ala Thariqatil Halabi-an Dzulqarnain adalah bersumber dari informasi-informasi yang disampaikan oleh Lukman beserta kaki tangannya.

Kalaulah bukan dari mereka ini, maka boleh jadi Syaikh mendapat informasi dari para jin… sudah barang tentu ini adalah hal yang sangat mustahil.

Dan dari apa yang terjadi ini ada semacam “snapshot” yang bisa kita tangkap dari tahzir yang dikeluarkan Syaikh Rabi atas Dzulqarnain.

  1. Lukman Ba’abduh menuduh Syaikh Rabi menegakkan fatwanya di atas berita-berita dusta, dan fatwa tersebut adalah fatwa yang terburu-buru. Asy-Syaikh Rabi’ dikitari oleh para pendusta, dan beliau tidak melakukantatsabbut dalam fatwa-fatwanya, serta mudah diarahkan oleh orang-orang di sekitarnya. Karena memang kenyataannya tak dapat dipungkiri lagi bahwa pada akhirnya Lukman Ba’abduh yang dulunya divonis “penyusup ikhwani” dibatalkan oleh Syaikh Rabi sendiri dari vonis tersebut bahkan sekarang menjadi sejenis “anak kesayangan” Syaikh Rabi di Indonesia. Sebab kalau tidak begitu maka itu sama saja menuduh Syaikh berdusta. Bagaimana bisa beliau mengatakan Lukman penyusup ikhwani padahal ternyata predikat itu tidak ada padanya.
  2. Lukman Ba’abduh menuduh Syaikh Rabi la’ab, mutalawwinun, berjalan di atas jalan Ali Al-Halabi. Sebab pada point 1 ia menuduh Syaikh Rabi menegakkan fatwanya di atas berita-berita dusta yang datang dari Dzulqarnain dkk padahal sebagaimana dipersaksikan oleh murid-murid dekat asy-Syaikh Rabi’ bahkan beberapa ulama’ dan masyaikh, bahwa beliau adalah orang yang paling kuat dalam bertatsabbut sebelum berucap dan menghukumi, dan tidak gampang-gampang menerima berita dari seseorang. Lalu mengapa pada akhirnya Syaikh Rabi malah menerima khabar dari Dzulqarain yang pada akhirnya khabar tersebut tidak benar. Dan terbukti bahwa Lukman Ba’abduh sudah bebas dari vonis “Penyusup Ikhwani”. Bukankah ini adalah sesuatu yang la’ab, mutalawwinun, berjalan di atas jalan Ali Al-Halabi?

158 thoughts on “Kontradiksi Manhaj Lukman Ba’abduh Dkk: Menuduh Syaikh Rabi La’ab, Mutalawwin, Wa yamsyi ala Thariqatil Halabi”

  1. Hei “mbak” bro. ente kalo mau tahu … “penulis2” yang gue kenal. mereka orang terpelajar. mereka mengenyam SD, SMP,- ato bahkan sampe S2 dengan subject umum, mereka tempuh luar biasa cerdasnya. gak ada istilahnya “mencontek” di kelas. mereka para jawara di kelas…. dan mereka itu “penuntut ilmu diin”….kalo ente mau lihat “anak2 UGM” di pogung dengan mata kepala sendiri, ente akan merasakan sendiri. Mereka kuliah sambil ngaji. dan ilmunya pun tidak kalah dibanding dengan alumni univ. madinah… apalgi dibanding dengan ente. dan yang di atas keilmuwan abul jauza’ itu ada beberapa. kalo tidak mau dikatakan “banyak’. mereka masuk di forum2 diskusi internasional (baik dengan bahasa arab, inggris, ibrani, dll). ada yang menekuni membantai syiah, yahudi, nasrani, JT, IM, dll….jadi bukan disukusi bahasa indonesia kayak gini lagi …yang “muter2” kayak ente.

    1. ente ini orang suruhan abuljauza ya? hihihi
      Maksud ente ini apa sih, kalau mau ngritik tolong jelaskan ke ana kesalahan si admin ini, biar ana ngga suuzhon sama kedunguan ente. kalo ga bisa berarti emang ente ini sudah dungu dari soononya. hahaha
      dan tolong jelaskan bahasn yang “muter” yg ente tuduhkan ke si admin blog ini.

  2. @mas ahmd
    percuma mas, ga bakalan bisa, si hindun itu pake ilmu kebal otaknya terbuat dari batu yang sangat keras, bakal sulit buat diajak bicara… (beo kaleee)

  3. to ahmad
    maaf, saya tidak berminat menaggapi koment kamu. Silakan cermati, rasakan,…..tulisan2 “mbak” admin ini.

  4. @mas ahmd lg

    liat mas sudah saya bilang khan, otak si hindun ini terbuat dri batu yang sangat keras jadi jngn heran kalo dia ga bisa ngeluarin apa2 dari otaknya…

    @hindun

    dasar sampah ente, otak ent ga ada isinya. hhehe

    1. tahzir ana ke si hindun cuma sampe “beo”,:mrgreen: tapi ente kayaknya lebih alim dari ana, sampe ngeluarin tahzir, “sampah” dan “otaknya terbuat dr batu yang sangat keras” “otak ga ada isi”.:mrgreen:
      ga nyangka ternyata bukan ana saja yang mentahzir si hindun ini.

  5. @predator
    ini bukan tahzir min, tapi fakta. si hindun otaknya terbuat dari batu, dan batunya sangat keras dan tidak bisa mengeluarkan apapun darinya adalah fakta. Ana bingung sama ente, kenapa batu bisa ente ajak bicara. haha

  6. udhlah min jangan ditanggepin orang kayak gitu lagi, udah jelas dongonya. Ente terus aja lanjutin blog ini, kalo ada setan2 yang suka caci maki, biar ana balas dengan caci maki biar tau rasa aja tuh orang.

    1. sepertinya ente semua sudah jahat sama si hindun. liat sekarang, dia udah ga nongol2 lagi. sepertinya ia tersinggung dengan kata2 ente semua. Sebodoh apapun si hindun, setidak berakal apapun ia, tolong jangan menyebutnya sampah.:mrgreen:

  7. @all: Oke, guys. Let’s stop talking about mpok hindun. She’s just a little bite mad.

    Saya tunggu tulisan terbaru yang antum janjikan: “Cengkeraman Hawa Napsu dalam Dakwah Salafiyah: Apakah Syaikh Rabi’ Rabb selain Allah?”

    *)Tragis skali kalau saya yg merasa sudah menemukan agama yg lurus tapi ternyata tanpa sadar secara amalan tiada beda dengan agama popo saya.

    1. @ibnatu.

      sabar ya, agama ini seni dan keindahan, ga bisa instant… semuanya butuh waktu, tunggu saja insya Allah tulisan tsb akan keluar.

      *)Tragis skali kalau saya yg merasa sudah menemukan agama yg lurus tapi ternyata tanpa sadar secara amalan tiada beda dengan agama popo saya.

      even anti keluar dari agama (menjadi atheis pun) karena sudah ga percaya agama karena ulah pengikutnya yang ga bener itu tidak menjadikan anti lebih baik. karena kebanyakan atheis hidupnya tak tentu arah, dihadapannnya hanyalah : antara banyak jalan atau tidak ada jalan sama sekali…

      karena inilah manusia… yang memang beginilah karakter mereka. hingga ketika mereka menganut Islam pun tidak menjadikan hal itu akan menyelamatkan mereka, perhatikan wasiat Nabi kita:

      “Janganlah kalian berlebih- lebihan dalam memujiku, sebagaimana orang- orang Nasrani telah berlebih- lebihan memuji ‘Isa putera Maryam. Aku hanyalah hamba- Nya, maka katakanlah, “’Abdullaah Wa Rosuuluhu (hamba Alloh dan Rasul- Nya”. [HR. al- Bukhori]

      jadi anti tetap sabar saja dalam menjalani agama ini. jangan terlalu risaukan amalan penganutnya yang di luar batas, berpeganglah kepada Al-Quran dan Hadis insya Allah anti ga akan sesat selama-lamanya.

  8. @ibnatuchoh @preda
    jangan2 Hindun itu istrinya abul jauza, ngambek kale dia liat suaminya dibantai di sini. hiii seremmm. istirnya aja begitu gimana suaminya. hihihi

  9. Mbak bro, ente (admin) memang konyol kalo gak mau dibilang si unzu : “dungu”….Sudah banyak tulisan ente yang “ngambang” kalo gak mau dikatakan sesat pemahaman. alqur’an dan assunnah ente pahami dengan akal filsafat ente semata. Qoul ulama, ente rendahkan. jauh2 ente sudah diminta nulis artikel ilmiah …eh muter2 malah nyalahkan orang lain. dengan mengatakan “tulisan copi paste”….ente nulis copy paste saja kagak laku jual…., apalagi nulis yang ilmiah. gak bakalan bisa.
    Pasti ente jawab lagi “muter2″…sekali lagi gue pengin lihat tulisan ente yang ilmiah …dengan tanpa enbte tambahi dengan otak atik filsafat ente.
    Sekalipun shohibunaa Ust. Luqman ba’abduh (yang ente katakan firqoh luqmaniyun), beliau tetap mengedepankan bimbingan para ulama ahlus sunnah dalam banyak hal.
    lha ente pakek bimbingan ulama siapa ?
    ente ini bicara agama “mbak” bro ! harus butuh bimbingan ulama !

    1. Bimbingan ulama apanya????na’udzubillahi min musibatillati usiiba ‘ala hadzihirrojul….

  10. Bimbingan ulama apanya????na’udzubillahi min musibatillati usiiba ‘ala hadzihirrojul….

  11. Saya tidak akan menaggapi abu summayah…(@ abu sumy :dalam masalah sholat, puasa, zakat, menuntul imu, qurban, aqidah, dll … sekalipun dalam sisi lain ada masalah ta’ashub) …
    gue tetep fokus pada Mbak bro.

  12. Ketika ente (admin) bicara agama “yang rumit” dengan pemahaman otak atik akal filsafat ente …’seolah2′ tanpa qoul ulama hakikatnya adalah kultus individu (ta’ashub binafsihi) terhadap dirinya sendiri dan ini lebih berbahaya ….jauh lebih berbahaya dibanding dengan memahami agama dengan ta’ashub tokoh tertentu (seperti ta’ashub pada madzhab imam ashlus sunnah). mengapa ? karena kebaikan mereka (para imam ahlus sunnah) sangatlah banyak.

  13. inilah ‘ilmiah’ Islam. tatkala berbicara sesuatu … pasti ada ulama ahlus sunnah yang membicarakannya. Semakin penting perkara tersesbut, maka akan semakin banyak ulama yang berbicara.
    jadi ketetika ente berbicara mengenai :
    – bolehnya menasehati pemerintah secara terang2an- mana qoul ulama ente ?
    – ketika ente bicara penshahihan hadist , kitab apa yang ente gunakan ?
    – ketika ente bicara mengenai “masalah zina, pelaku maksiyat yang dikatkan dengan keimanan” (sebagaimana tulisan ente, mana qoul ulama ente ?
    – dll
    saya ingat teman saya, seorang Doktor (alumni S3 di NTU/nanyang technogical university of singapore) mengatakan bahwa dalam tulisan ilmiah harus ada pendahulunya (stand with one leg in earth) … itu ilmu umum, apalagi ilmu diin.

  14. Ketika ente menyembunyikan identitas ente. Ente ini mengalami penyakit kejiwaan yang disebut dengan dissociated personality (kepribadian terpecah). Ente lebih bangga menjadi orang lain, memerankan orang lain, atau memodelkan orang lain dari pada menjadi dirinya sendiri (karena kekurangan yang ada pada dirinya sendiri). Dengan ente menjadi orang lain, ente merasa dapat difigurkan/ditokohkan, dapat dihargai pendapatnya, karena ketika ente mengenalkan jati diri ente, maka ente takut tidak bisa menjadi yang ditokohkan . Oleh karenanya wajar, jika blog ente , menjauhi kultus individu…yang hakikatnya…ente sendiri ingin dikultus individukan, namun ente menyadari kekurangan ente selama ini. (Jika orang tahu ane …pasti pendapat gue gak digubris)
    ini adalah akibat trauma masa kecil ente….ente merasa gagal jika ente menjadi dirinya sendiri. Trauma psikologis telah ente alami selama jenjang perjalanan hidup ente. dan anehnya … penyakit ini sulit disembuhkan, karena dirinya merasa tidak bersalah…karena kepribadiannya terpecah.
    trauma psikologis di masa kecil yang mungkin adalah ketakutan terhadap fisik. fisik yang lemah, kegagalan dalam pendidikan, kegagalan dalam pekerjaan telah menambah penyakit pada dissociated personality (kepribadian terpecah).
    oleh karenanya pula, wajar jika ente dikritik (dan yakin ente bakalan akan dikritik), namun ente gak merasa dikritik secara fisik, karena itu bukan jati diri ente sebenarnya. hanya saja ….pada kejiawaan …
    rasa takut terus menyelimuti pikiran ente pada sebuah kegagalan. ketakutan demi ketakutan akan ente alami …sekalipun ente “dapat tersenyum”.

    1. To hindun
      Ya ukhti,, hati-hati jk berbicara tentang seseorang,
      Jika yang anti katakan (dissociated personality) ternyata tidak didapati pada diri akhi admin… ana khawatirkan ucapan itu kembali kepada anti sendiri, shg anti lah yang memiliki kepribadian terpecah….

  15. Anehnya 2 penyebab orang yang mengalami dissociated personality adalah kembali kepada kekarasan, bahkan bisa dikatakan (hanya berkisar dari 2 hal ini) Kekerasan yang dialami berupa : kekerasan seksual dan kekerasan fisik (terutama pernah mendapat pukulan yang mengenai wajah). Sehingga dirinya memberontak dari rasa ketakutan fisik. Sehingga pribadinya menjadi seorang penakut. Tidak jarang penderita ini merasa sakit manakala melihat orang yang dizolimi. Kemudian orang yang dizolimi tadi tidak membela diri. Oleh karenanya tak ayal manakala ente membela “Syaikh Yahya” dari tikaman tukpencarialhaq.com.
    Penderita dissociated personality akan mengalami ketakutan “besar” dari orang yang mendzolimi. Sehingga orang awam akan melihat bahwa ketakutan ente,adalah pada pembawa situs tukpencarialhaq.com dan ust. Luqman ba’abduh. Seakan takut terhadap ular yang berbisa. Yang sejatinya, ular – ular tersebut tidak menyerang ente. Situs trsbt (sampai) saat ini, apakah merespon tulisan ente ? atau ente ditahdzir dari ust. Luqman ? Tidak….karena ente di mata mereka adalah blog dungu.
    Ketahuilah hakikatnya, penderita DP hanya takut “terhadap ketakutan terhadap kegagalan dirinya” sendiri.
    Pernahkan ente melihat film superman 3, spiderman 3, dll. Ya, dia hebat ketika tidak menjadi dirinya sendiri. Di saat menjadi figure, ia bisa melawan segala bentuk kejahatan. Namun dibalik itu, ia begitu lemah, tatkala yang menjadi musuhnya adalah dirinya sendiri.
    Kenapa ? karena ia ingin orang lain membelanya, membantunya dari kedzoliman, namun tidak ada yang membantunya.
    Ada hal yang menarik, bahwa penderita DP ini memiliki kepuasan di saat ada orang yang memujinya, membelanya, menokohkannya,…., ia menjadikan pembelaan terhadap orang lain sebagai sarana untuk memuaskan dirinya.
    Penderita DP ini bertingkat2 sebanding dengan rasa takutnya dan rasa puasnya akan hal2 yang gue sebutkan di atas.

  16. Lihatlah tulisan2 para masyayekh ahlus sunnah…JELAS.. identitas mereka. Mereka berdakwah di tengah manusia, membantah penyimpangan2 dengan jelas melalui lisan – lisan dan tangan2 mereka…tanpa takut celaan orang yang mencela. nama mereka dikenal dalam kitab2 mereka di setiap zamannya. bahkan mereka selalu berbicara keikhlasan di awal setiap tulisan mereka.
    Yang menulis di website pun, jelas diketahui …mana fatwanya Syaikh bin baz, Syaikh Utsaimin, dll…bukan “blog majhul”. Mengapa ? karena mereka mengamalkan firman Allah. Q.S Yusuf 108.
    Tafsir as sa’di :
    يقول تعالى لنبيه محمد صلى الله عليه وسلم: { قُلْ } للناس { هَذِهِ سَبِيلِي } أي: طريقي التي أدعو إليها، وهي السبيل الموصلة إلى الله وإلى دار كرامته، المتضمنة للعلم بالحق والعمل به وإيثاره، وإخلاص الدين لله وحده لا شريك له، { أَدْعُو إِلَى اللَّهِ } أي: أحثُّ الخلق والعباد إلى الوصول إلى ربهم، وأرغِّبهم في ذلك وأرهِّبهم مما يبعدهم عنه.

    ومع هذا فأنا { عَلَى بَصِيرَةٍ } من ديني، أي: على علم ويقين من غير شك ولا امتراء ولا مرية. { وَ } كذلك { مَنِ اتَّبَعَنِي } يدعو إلى الله كما أدعو على بصيرة من أمره. { وَسُبْحَانَ اللَّهِ } عما نسب إليه مما لا يليق بجلاله، أو ينافي كماله.

    { وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ } في جميع أموري، بل أعبد الله مخلصا له الدين.
    tafsir ibnu katsir
    يقول تعالى لرسوله صلي الله عليه وسلم إلى الثقلين الجن والإنس آمرا له أن يخبر الناس أن هذه سبيله أي طريقته ومسلكه وسنته وهي الدعوة إلى شهادة أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له يدعو إلى الله بها على بصيرة من ذلك ويقين وبرهان وكل من اتبعه يدعو إلى ما دعا إليه رسول الله صلي الله عليه وسلم على بصيرة ويقين وبرهان عقلي وشرعي; وقوله ” وسبحان الله ” أي وأنزه الله وأحله وأعظمه وأقدسه عن أن يكون له شريك أو نظير أو عديل أو نديد أو ولد أو والد أو صاحبة أو وزير أو مشير تبارك وتقدس وتنزه وتعالى عن ذلك كله علوا كبيرا ” تسبح له السموات السبع والأرض ومن فيهن وإن من شي إلا يسبح بحمده ولكن لا تفقهون تسبيحهم إنه كان حليما غفورا “.
    jadi jelas jalannya ketika mereka berda’wah.
    tatkala kita hendak nikah, bukan kah harus mengenal dulu siapakah pasangan kita ? lebih2 dalam belajar agama. Karena agama itu dibawa hingga mati.

    1. Ya hindun

      *

      curhatlah

      curhatlah Hindun…

      curhatlah di sini…

      agar kami semua dapat melihat

      “sampah” yang selama ini tersembunyi ada pada dirimu

      karena yang “ini”, sepertinya baru sedikit dari apa yang engkau tampakkan

      sepertinya masih banyak yang ada padamu yang belum kau keluarkan lagi

      keluarkan ia, agar kami dapat melihat sekotor apakah ia, dan senajis apakah ia…

      sesungguhnya dirimu adalah persoalan bagi dirimu sendiri

      sesungguhnya dirimu adalah jawaban bagi dirimu sendiri

      Jadi, salah jalan kalau engkau menjadikan kami

      sebagai sasaran pelampiasan kegilaanmu

      selama ini

      **

      Blog manakah yang mau dan rela menampung pikiran anti

      yang sudah terkena “schizophrenia” akut 

      kalo bukan blog ini…

      Bisa dikatakan, inilah satu-satunya blog yang berani 

      menampung curhatan para salafiyyun 

      seluruh Indonesia tanpa pandang bulu

      Blog yang berafiliasi para pemikiran ansich

      kritis, terbuka, bernash

      dan tidak tersandera oleh

      hizbiyah person, jamaah tertentu,

      tapi murni karena Allah

      bukan pula “jamaa’aaaaaaah oooo jam’aaaaaaah”,

      karena kami tidak merekrut orang untuk dijadikan pengikut

      tak ada keuntungan duniawi yang kami cari dari ini!

      Bandingkan dengan para ustadz (Asatidzah) enti di luar sana

      yang merekrut banyak jamaah agar bisa membuka

      bisnis travel umroh, haji, sekolah/pesantren, dll

      bagi kami kebenaran hanya datang dari Allah

      ulama/masyaikh hanya membimbing dan mengarahkan ke arah sana

      bila mereka keliru, maka tidak mengikuti mereka bukanlah aib,

      karena tidak semua manusia tahu segala hal,

      sebab hanya Allah yang Maha mengetahui

      Oleh karena itu, agama ini murni milik Allah,

      bukan milik perorangan manusia

      ***

      Bi blog lain mungkin enti sudah ditotal banned karena dianggap troll,

      namun di sini…. sama sekali tidak berlaku,

      karena kami senantiasa membimbing dan memaafkan manusia

      bagaimanapun ia. 

      **

      curhatlah…

      ana akan selalu menjadi pendengar setia.

      semoga dengan curhat di sini

      beban kejiwaan anti semakin menurun…

      dan RSJ yang sudah sesak tidak terbebani lagi

      oleh kedatangan anti.

      *

      Aminkan ya ikhwan

      N/B: ngomong-ngomong anti pernah ga ngajak ngomong beo waktu dia salam ke anti: “clamu lekum” (baca: Assalamu ‘Alaikum), gimana rasanya? Nyambung ga?:mrgreen:

      1. bingung gw ama yg punya ini blog,

        katanya ngikutin salafushalih,

        salafushalih yang mana yg akhlaqnya kayak begini?

        salaf mana yang ditiru?

        apakah Rasulullah Sallallahu’alaihiwasallam kelakuannya juga begini terus elo tiru kayak gitu?

        apalagi dia tau yang komennya wanita!!

        orang gak beragama aja tau kalo wanita itu lemah,

        trus ngku-ngaku orang islam!!

        salafi lagi!!!

        pake ngomong ana antum ana antum ana antum

        ga tau malu lo!

        gw orang awam tapi gw yakiin bahwa orang-orang kayak elo dan yang mirip kayak elo dan orang-orang yang mendukung elo ini adalah ORANG-ORANG YG GA BENER

      2. Untuk orang yang ngaku awam (mohamad):
        Nabi itu kerap dimintai oleh ummahat untuk meluangkan waktunya agar mengajari mereka di masjid dan Nabi pun melakukannya. dan Nabi pun kerap dimintai fatwa oleh ummahat/shahabiyat.
        Apakah nabi salah bila berbincang dengan wanita dalam perkara keilmuan?!
        Ketika bertemu di jalan nabi menyapa mereka dengan salam mereka pun demikian.
        So masalahnya dimana?
        Dengar akhi, Kalo iman itu ada di dada ente, maka ga ada celah sedikitpun untuk setan masuk!

        Ini blog terbuka, bukan blog tertutup, pembicaraan ana bisa dibaca siapa saja, kalo memang ada salah kritik saja, kalo mau nyari2 kesalahan dan menghina ya lakukan saja, siapa yang bisa larang ente? ga ada khan?!:mrgreen:

        Tolong dicatat di otak ente: “orang beriman itu bersaudara” kata Allah dalam Alquran dan itu mencakup perempuan juga bukan cuma laki-laki, artinya perempuan/akhwat yang masuk di blog ini adalah saudara-saudara ana, sekarang ana tanya: ajaran Islam mana yang menharamkan berbicara dengan perempuan terutama itu adalah saudaranya?😛

        perlu dicamkan juga ana dan akhwat berkumpul disini karena disatukan oleh tali temali keimananan bukan karena kepentingan hawa napsu karena ana ga ngejar apa-apa dari blog ini kecuali ridho Allah.

        tolong jangan melempar ajaran sesat di blog ini!😛

  17. Ikut nyimak makin seru aj para komentatornya,nyampe mana ya kr2 kesimpulan pembahasanya nanti,saya sendri bingung ngikutinya,tp sll pengen buka lg blog ini, terus..dan teruss..

  18. @admin ana heran begitu taa’assubnya ikhwah2dengan asatidz2 mantan lj kita2yg mengenal mereka sejak th 90an akan mengerti insyaalloh betapa seringnya beliau2jatuh terjerembab dalam masalah yg sama berkali2 lha kok diikuti terus to kesalahannya….nas’alullohal ‘afiyah,tabdi’ dan hajr yg tergesa2 terhadap kaum muslimin,,,ana sendiri saksi ustadz kibar mereka dari sidayu mensifati ustadz aun al furqon yg notabene gurunya sendiri “panser2tua hizbiyyiin” ,ust yg disifati ini haqiqatnya lebih baik dr dia,,,,kami pernah mengundang taklim beliau masa kami kuliah dulu ,,,beliau datang dengan menyopir mobil tuanya sendiri ke semarang ketika dikasih panitia hadiah uang karena mengisi taklim ,beliau menolak seraya berkata “kalo antum lakukan ini lgi ana gak akan mau hadir kesini…” masyaalloh!! Allahuakbar!!! Bndingkan dengan ustadz kibar sidayu ini berdasarkan kesaksian al akh santri nya ustad kibar yg gak betah liat perilaku aneh ustad kibar tadi;beliau udzur tidak mengajar santrinya karena sakit tetapi ketika didatangi oleh orang2kaya untuk ngisi di petrokimia malah berangkat dalam keadaan sakit meninggalkan taklim di mahad ….masyaalloh… Ajiiib ,dengan bangganya beliau dulu mengaku2murid syaikh yahya al hajury di spanduk2ketika baru pulang dari dammaj ,memuji syaikh komputer berjalan masyaaalloh sekarang mencela habis2an gurunya itu,,,dengan mengatakan syakh yahya hasad,,,,,,mang dia dukun ngerti isi hati syakh yahya,,,kami bukan anak kecil yg bodoh tadzsss,,,…yg bisa antum bodoh bodohi dengan nahnu ma’aal kibaaar,,,,

      1. @admin iye kali akhi…ditunggu artikel2 bermutunya yang lain…mohon yg lembut dalam menasehati sebagaimana nukilan antum dari syaikh al albani rahimahullahuta’ala “hidayah itu berat jangan ditambah berat dengan uslub yang kasar”.afwan minkum sekedar saran…

  19. Iya memang benar, penyakit DP , dia akan seakan “luar biasa” ketika tidak menjadi dirinya sendiri. Dia takut menampakkan batang hidungnya, tatkala dirinya hanyalah seorang sarjana filsafat almuni UIN syarif Hidayatullah.
    Ketakutan tatkala dirinya akan bertemu para fanatikus tukpencarialhaq.com. takut dibredel IPK nya,,,, yang lebih “Ngeri”, manakala takut akan “dirinya sendiri” ketika mendapat cercaan…untuk menunjukkan batang hidungnya. Dirinya memberontak karena keterpecahan hati dirinya. yang satu pengin menampakkan, tapi yang satu pengin menyembunyikan.
    tampaklah di muka “seakan-akan” menjadi pahlawan bahwa hanya blognya saja yang menjadi satu2nya tempat curahan “hati”…..kembali ke istilah “pepesan kosong”
    Mbak “bro” oleh karenanya cukuplah ente belajar memasak, mencuci baju, latihan menyeterika, dll…sehingga dikau kelak akan menjadi wanita idaman di hadapan suami ente.
    alhamdulillah, kami mengenal saudara2 kami, ust fauzan, ST, Lc , Ust. Abu Mushlih Ari Wahyudi, ust Abu Yazid Nurdin , dan para thulab/ asatidz lainnya….saat masih bersama ketika masih belajar di UGM. dakwah mereka jelas. Jelas namanya sejelas perjuangan mereka menggapai ilmu. Bukanlah seperti yang ente “maukan” terakhir….(sifat hasad yang ente maukan)

    1. @mas/mbak hind mang antum kie sopo perkenalkan diri to biar gak majhul dan jelas,…kalo admin salah ya di jelasin terperinci agar ant juga bukan pepesan kosong,,,,barakallahu fiikum

    2. teruskan kicauannya hindun ya…:mrgreen:
      Ana akan terus mendengar keluh kesah ente lho.:mrgreen:

      sedikit catatan:

      dari cara bicara si Hindun ini ana lihat dia ini seakan mengenal ana pribadi di dunia nyata sana. ia dan gerombolannya menyangka ana sarjana filsafat uin syarif hidayatullah sampai2 ia tahu nilai IPK ana. lebih parah lagi ia menyangka ana ada dengki dengan ikhwan ugm yang sama2 juga mendalami manhaj salaf.
      demi Allah ini 100 % hoax, selain pandai berkicau layaknya beo yang tak bisa diajak bicara, hindun juga ternyata tukang dusta dan sudah banyak kedustaannya di sini tentang diri ana yang mana hal itu tidak ada pada ana.
      ana masih ga mengerti mengenai tuduhan si hindun ini perihal bahasan ana yang dituduhnya “muter2”, yang ana tahu ketika dimintai penjelasan si hindun ini ga bisa, persis ketika ente nanya burung beo, “namanya siapa”? hanya karena ia bisa menyapa anda dengan clamu lekum (Assalamu Alaikum dan anda pikir ia bisa bicara) namun ternyata si beo ga bisa jawab, karena ia memang ga punya akal pikiran sebagaimana manusia yang bisa saling berkomunikasi dengannya.:mrgreen:

      @All
      Hindun hanyalah teko kosong, ga ada guna antum meminta penjelasan darinya, karena teko kosong tak mungkin bisa mengeluarkan air. mohon dimaklumi.:mrgreen:

  20. Maaf saya “sekali lagi” tidak ada perlu dengan abu sumayyah ato komentr lain. Ente (AS) minta aja ke admin (mbak bro), untuk jelasin beberapa hal yang sudah saya tuliskan dan permintaan artikel ilmiah para komentator lain terdahulu (hingga) yang mereka bosan karena mbak “bro” ini muter2….COBA ENTE(AS) cermati

  21. Maaf nih hindun, kebetulan dulu juga ana punya teman dari UGM…tapi koq dia pas udah ikut ngaji sering nangis ya…katanya sih ga bisa ngikutin pelajaran….ga paham gitchu loh…menghapal Al-Qur’an aja kesulitan… gimana tuh… anti kenal ga sama orangnya…?

    1. @hindun blog adalah urusan pribadi ,biar mas admin yang menanggung hisab dari amal perbuatannya ,jika ant pingin nasehatin nasehatin saja dimana letak tulisannya yang menyimpang ,dan nasehat tidak dapat dipaksakan ,anti saja g bisa memaksa anak anti-kalo ant perempuan siiii ,ana ragu afwan

  22. بســـــم اللــه الرحمن الرحيم
    الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

    ”Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’du ayat 28)

  23. DOA PENAWAR HATI YANG DUKA & KESEDIHAN YANG MENDALAM
    KUMPULAN DO’A
    120- اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ.
    120. “Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu (Adam) dan anak hamba perempuanMu (Hawa). Ubun-ubunku di tanganMu, keputusan-Mu berlaku padaku, qadhaMu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepadaMu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diriMu, yang Engkau turunkan dalam kitabMu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu atau yang Engkau khususkan untuk diriMu dalam ilmu ghaib di sisiMu, hendaknya Engkau jadikan Al-Quran sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.” [137]

     
    121- اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ.
    121. “Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.” [138]
    ———————————
    [137] HR. Ahmad 1/391. Menurut pendapat Al-Albani, hadits tersebut adalah sahih.
    [138] HR. Al-Bukhari 7/158. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam senantiasa membaca doa ini, lihat kitab Fathul Baari 11/173.
    35- DOA UNTUK KESEDIHAN YANG MENDALAM
     
    122- لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ اْلأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمُ.
    122. “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Agung dan Maha Pengampun. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai arasy, yang Maha Agung. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai langit dan bumi. Tuhan Yang menguasai arasy, lagi Maha Mulia.” [139]
    123- اَللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ.
    123. “Ya Allah! Aku mengharapkan (mendapat) rahmatMu, oleh karena itu, jangan Engkau biarkan diriku sekejap mata (tanpa pertolongan atau rahmat dariMu). Perbaikilah seluruh urusanku, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.” [140]
    124- لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ.
    124. “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku tergolong orang-orang yang zhalim.” [141]
    125- اللهُ اللهُ رَبِّي لاَ أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا.
    125. “Allah-Allah adalah Tuhanku. Aku tidak menyekutukanNya dengan sesuatu.” [142]
    ———————————

    [139] HR. Al-Bukhari 7/154, Muslim 4/2092.
    [140] HR. Abu Dawud 4/324, Ahmad 5/42. Menurut pendapat Al-Albani, hadits di atas adalah hasan dalam Shahih Abu Dawud 3/959.
    [141] HR. At-Tirmidzi 5/529 dan Al-Hakim. Menurut pendapatnya yang disetujui oleh Adz-Dzahabi: Hadits tersebut adalah shahih 1/505, lihat Shahih At-Tirmidzi 3/168.
    [142] HR. Abu Dawud 2/87 dan lihat Shahih Ibnu Majah 2/335.

  24. @All: Oke guys. be patient, mpok hindun just one of immoderate speaker. She’ll stop at nothing. So please, listen to her as one listens to the rain. not attentive, not distracted…

    Itu porsi yang menurut saya pas untuk menanggapi dia.

    Perhatikan Jarh “mufassar” versi dia atas admin tidak kita dapati qoul ulama yang mendukung perspektifnya. Yang ada hanya “permainan filsafat” dia pribadi (pinjam istilah dia).

    Belum lagi analogi lucunya tentang spiderman dan superman.
    Allohu akbar..
    Hayo, Imam Jarh wa ta’dil mana yang menjadikan Spiderman&Superman sebagai analogi untuk menjelaskan kebenaran???
    Sekalian saja saya recommended buku-buku fiksi “le petit prince” atau “Mr. God, this anna, prayer on my pillow” atau “little survivor” yang bisa mendukung argumen mpok hindun -agar lebih spekta jedarr- untuk menunjukkan betapa mengenaskannya keadaan psikologis admin.
    (Jangan difahami saya gandrung dg bacaan2 seperti itu ya, itu sisa2 masa lalu).

    Tapi ternyata nggak bisa begitu lho.. Meskipun mungkin apa yg dikemukakan orang-oran kafir itu secara maknanya shohih tapi tetap disini kita punya petunjuk sendiri.
    “Fainna khoirol haditsi kitabulloh wa khoirol hadiy hadiy muhammadin rosulillah”.
    (Tapi nggak tahu kalau mpok hindun petunjuk ini berlaku atau tidak bagi dia)

    Perlu diingat juga bagi setiap orang yg ingin mengkritik bahwa apa yang menjadi niatnya adalah kebaikan. Jadi tujuan kritiknya adalah agar yang dikritik menjadi baik. Bukan melampiaskan hawa naPsu dengan melisankan kata-kata yang justru menggambarkan kadar ilmu si pemilik lisan. Kalau belum sampai ilmu kritik-mengkritik, jangan coba-coba memasukinya.
    Ada sebuah qoidah yang sangat penting dalam AlQowaidhul hisan litafsiril Qur’an karya Syaikh As Sa’di:
    Yaitu sebuah kaidah pokok dalam menuntut ilmu atau dalam setiap urusan..
    “Wa’tul buyuuta min abwaabiha”.
    Agar setiap urusan berjalan dengan baik dan sampai kepada yang dimaksud yaitu dengan mendatangi setiap urusan tadi dari pintu-pintunya, jalan-jalannya, tahap demi tahap.
    Setiap hal membutuhkan proses, bertahan dalam menjalani proses setahap demi setahap sehingga menjadi kuat dan kokoh.
    Jadi jika sebuah kritikan itu dibangun secara spontanitas tanpa analisis, tanpa ilmu, maka yang demikian itu keadaannya seperti apa yang dikatakan Abul Faroj dalam kitab beliau “as sirrul mashun” bahwa hatinya itu di ujung lisannya, apa saja yg terbetik di hatinya langsung diucapkan oleh lisannya. Dan ini termasuk alamat ahmaq-nya seseorang.
    begitu pula apa saja urusan yang dibangun secara instan maka dia itu kalbaitil ankabuut. Seperti sarang laba-laba yang kelihatan kuat dan rapih namun sangat mudah dihancurkan.
    ((Pelajaran dari Ustadz yg kukenal dr sahabat yg baik hati. SemogaAlloh membaguskan segala urusannya))

    Jadi mpok hindun wajib menegakkan jarhnya secara terperinci dan tentu saja harus didukung dalil-dalil qod’i. Dan yang seperti ini tidak dijumpai dalam tulisan-tulisannya.
    Padahal salah satu poin utama yang membuat mpok hindun memulai hiwar dg admin (yang makin kesini makin out of topic) ialah karena dia merasa admin meremehkan qoul ulama.

    Padahal dia sendiri lho yang bilang:
    “saya ingat teman saya, seorang Doktor (alumni S3 di NTU/nanyang technogical university of singapore) mengatakan bahwa dalam tulisan ilmiah harus ada pendahulunya (STAND WITH ONE LEG IN EARTH) … itu ilmu umum, apalagi ilmu diin”.

    Untuk yang seperti ini cuma bisa bilang:

    “And everyone claims to have drawn close to Maria, but Maria does not affirm this for any of them” . Atau telah popular dalam sebuah sya’ir tentang orang yang suka mengaku-ngaku: كلٌ يدعي وصلاًً بليلى **** وليلى لا تقرّ لهم بذاك “Semua orang mengaku memiliki hubungan dengan Laila Namun Laila tidak mengakui (tidak merasa memiliki hubungan) dengan mereka” .

    blog ini BUKAN SARANA UTAMA untuk mendapatkan ilmu. Saya pribadi menjadikannya sebagai “selingan”.
    Contohnya saya dapat faedah tentang kategorisasi akidah dan manhaj. Dan bahwa keduanya itu berbeda lho. Kalau saya nggak percaya dengan ucapan Ustadz admin, saya bisa dengan mudah merujuk ke kitab yang disebutkan admin atau saya bisa tanya ke mustafiddun indonesia yang ada di shon’a. Dan yang seperti itu memang benar-benar saya lakukan. Walhamdulillah Alloh mudahkan kita dengan teknologi komunikasi yang canggih di zaman ini.
    Sebenarnya masalah ini sudah dibahas secara jelas oleh al akh Abdulloh dan admin sendiri. Sehinggal tidak perlu pengulangan.Tinggal setiap orang yang berkunjung silahkan BACA, FAHAMI, dan RASAKAN sebelum kalian marah-marah nggak jelas…
    Saya katakan ini bukan bermaksud membela atau mengatakan bahwa setiap yang ditulis admin selalu benar. Tapi silahkan difahami, jika ada kebenarannya maka itu berhak untuk kita ambil dan jika ada salahnya silahkan ditinggalkan. Kalau mampu silahkan diluruskan. Kalau nggak mampu, dari pada marah-marah nggak jelas silahkan tinggalkan saja blog ini.

    Urusan orang mu’min itu mudah..

    Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy -wafaqoniyalloha wa iyyah memberikan faedah :Syaikhul Islam rohimahulloh berkata:
    من يتحر الخير يعطه ومن يتوق الشر يوقه.
    “Barangsiapa bersungguh-sungguh mencari kebaikan, Alloh akan memberinya. Dan barangsiapa menghindari kejelekan, Alloh akan melindunginya darinya.” (Iqtidhoush Shirothil Mustaqim/2/hal. 270).
    Al-Imam Al-Hafizh Al-Mujaddid As-Salafiy Muhammad bin Ibrohim Ibnul Wazir Al Hasaniy rohimahulloh (wafat 840 H):
    علمت بالتجربة الضرورية في نفسي وغيري أن أكثر جهل الحقائق إنما سببه عدم الاهتمام بتعرفها على الإنصاف لا عدم الفهم, فإن الله وله الحمد قد كمل الحجة بالتمكين من الفهم, وإنما أتي الأكثر من التقصير في الاهتمام.
    “Aku tahu dengan pengalaman yang pasti pada diriku dan orang lain bahwa kebanyakan ketidaktahuan manusia terhada hakikat-hakikat itu sebabnya hanyalah tidak seriusnya perhatian dia pada upaya untuk mengetahuinya secara objektif (adil), bukan karena tidak adanya pemahaman, karena sesungguhnya Alloh, dan hanya utk-Nya sajalah pujian, telah menyempurnakan hujjah dengan memberikan kemampuan pada manusia untuk memahami. Hanya saja kebanyakan manusia mengalami kegagalan dikarenakan dia kurang serius utk berusaha mengetahui.” (Itsarul Haqq ‘Alal Kholq/hal. 28/Ibnul Wazir).

    Jadi bukan kecerdasan intelektual semata yang mengantarkan seseorang pada apa yang disebut al haq. Apalagi sekedar pengakuan punya teman yang lulusan S3 “NANYANG TECHNOLOGICAL UNIVERSITY OF SINGAPORE” untuk mencitrakan dirimu adalah bagian dari Civitas aCademiCa.

    ALLAHU YUTSABBITANAA ALATS TSABAAT WA IYYAKUM HATTAL MAMAAT

    Wallohu a’lam wa ahkam.

  25. katanya..? lebih baik jadi ekor tapi kebenaran/sunnah daripada jadi kepala pemilik dua tanduk tapi kesesatan/dholal

    akan tetapi kalam lebih tepat untuk bapak lukman ba’abduh dkk adalah

    ‘AKU LEBIH MEMILIH JADI EKOR WALAUPUN ITU KESESATAN (ekor bisa disembunyikan) DARIPADA KEPALA PEMILIK DUA TANDUK (susah disembunyikan) YANG JUGA KESESATAN

    akhirnya; bapak dzulqarnaen dkk dapat kepala
    bapak lukman ba’abduh dkk memilih ekor

  26. Hajuriyyun VS Luqmaniyyun VS Dzulqorniyyun VS Halabiyyun (aka Turotsiyyun, Roja’iyun) = Wahabi VS Wahabi VS Wahabi VS Wahabi
    ????

    1. Allahua’alam inilah akibatnya dari perpercahan salafyyun sehingga orang diluar ahlussunnah bergembira ria seperti tulisan si durrotun ini (pengikut Gusdur ya ?)

  27. silet pitek. luqmaqn tidak lulus dari damaj. diusir sam syeikh di dmaj. gaweane krengan.

  28. Teguran Buat Da’i yang Bersembunyi Dalam Menyeru Dakwah ini

    Jangan Bersembunyi
    Wahai Orang Yang Sunyi
    بسم الله الرحمن الرحيم، الحمد لله، وأشهد أن لا إله إلا الله، وأشهد أن محمدا عبد الله ورسوله، أما بعد:
    maka sesungguhnya telah kami dapati sebagian para pencinta da’wah atau para simpatisan da’wah bahkan para da’i yang memiliki semangat tinggi dalam menebar da’wah, namun ada dari mereka yang lemah dalam berprinsip ketika sedang memikul da’wah, terkadang mereka tidak berani menampakan secara terang-terangan nama mereka dalam menyampaikan da’wah.

    Ini adalah suatu kelemahan mereka dan penyelisihan terhadap perwujudan prinsip-prinsip al-haq dalam berda’wah, hal ini terjadi karena dua faktor:

    FAKTOR PERTAMA:

    Adanya rayuan syaithon yang dibisikan ke dalam hati mereka: ”Jangan kalian munculkan terang-terangan siapa nama kalian, sembunyikanlah supaya kalian lebih ikhlas dan terbebas dari riya (ingin dilihat) dan sum’a (ingin didengar)”.
    Bisikan seperti ini terkadang membuat orang tertipu, padahal hakekatnya dia terseret ke dalam perbuatan syaithon, yaitu menyembunyikan diri dalam menyampaikan al-haq, sebagaimana hal ini dijelaskan di dalam hadits dari Abu Huroiroh, ketika beliau mendapati orang yang tidak dikenal mencuri harta zakat, maka beliau menangkapnya, dan kisah hal ini diriwayatkan oleh Asy-Syaikhon, pada penutup kisahnya, orang yang tidak dikenal itu kemudian menyampaikan al-haq kepada Abu Huroiroh, ketika beliau sampaikan kepada Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam tentang al-haq itu, maka Nabi berkata kepadanya:
    “صدق وهو كذوب“
    “Dia telah benar, dan dia itu adalah paling pendusta”.

    FAKTOR KEDUA:

    Mereka berjiwa penakut sehingga tidak memunculkan nama-nama mereka, dan ini adalah penyelisihan yang sangat jelas terhadap wasiat Nabi Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam:

    “وقد أمر رسول الله صلى الله عليه وسلم أبا ذر رضي الله عنه أن لا يخاف في الله لومة لائم“.
    “Dan sungguh Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam telah memerintahkan Abu Dzarr Rodhiyallohu ‘Anhu untuk tidak takut karena Alloh terhadap para pencela”. Ma’na ucapan ini sebagaimana telah diriwayatkan oleh Ahmad di dalam “Musnad”nya.

    Hendaknya mereka menjadikan diri-diri mereka sebagai pemberani dalam menyeruakan al-haq, dan janganlah mereka mengkhianati dan menyelisihi al-haq yang mereka serukan. Terkadang sebagian mereka menyerukan untuk terang-terangan dan menyebutkan adab dalam menerima al-haq adalah menyebutkan sumber dan asalnya namun pada waktu yang lain sering menyelisihi hal demikian itu:

    “لم تقولون ما لا تفعلون“.

    “Kenapa kalian mengatakan terhadap apa yang kalian tidak melakukan(nya)”.
    Barang siapa melakukan atau menyebarkan suatu da’wah baik berupa menulis atau menterjemahkan kemudian tidak memperjelas namanya maka sungguh dia telah mencontoh perbuatan syaithon semoga Alloh melindungi kita dari godaan-godaanya, dan dia juga telah mengikuti metode para hizbiyyin semisal Luqman bin Muhammad Ba’abduh, Muhammad As-Sarbiniy, Muhammad Afifuddin As-Sidawiy, Askariy, Usamah Faishol Mahri, Qomar Su’aidi, dan jaringan mereka, karena pada awalnya mereka takut menampakan pemikiran mereka dan makar mereka terhadap Darul Hadits Dammaj namun ketika sudah ketahuan bahwa mereka membuat makar, merekapun menampakan diri-diri mereka, karena sudah terlanjur cemplung maka mereka semuanya sekalian cemplungkan diri-diri mereka.

    Ditulis oleh: Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy.
    http://at-takalariy.blogspot.com/2014/04/teguran-buat-dai-yang-bersembunyi-dalam.html

  29. Identitas samaran

    Ditulis Oleh:

    Abu Fairuz Abdurrohman bin Sukaya
    Al Qudsi Al Indonesi ‘afallohu ‘anhu
    Di Markiz Induk Pusat Dakwah Salafiyyah
    yang Murni Sedunia
    Darul Hadits Dammaj Yaman
    -harosahalloh-

    بسم الله الرحمن الرحيم

    Kepada: Seluruh kelompok atau individu yang memerangi kebatilan
    namun tanpa memakai identitas asli.
    di manapun mereka berada.
    Dari: Al Faqir Ilalloh Abu Fairuz Abdurrohman bin Sukaya Aluth Thury Al Qudsy Al Indonesy
    ‘afallohu ‘anhu
    di Di Markiz Induk Pusat Dakwah Salafiyyah yang Murni Sedunia
    Darul Hadits Dammaj Yaman
    -harosahalloh-

    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
    إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله.
    ﴿ يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون﴾ .
    ﴿يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوا الله الذي تساءلون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا﴾
    ﴿ يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما .﴾
    أما بعد: فإن خير الحديث كلام الله وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وعلى آله وسلم وشر الأمور محدثاتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار.
    Yang pertama, ana menyatakan kegembiraan atas kecemburuan Antum semua demi agama Alloh ini. Semoga hal ini sebagai salah satu alamat kuatnya iman, rasa cinta dan kesetiaan Antum pada Alloh ta’ala. Alloh ta’ala berfirman:
    ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ ﴾ [المائدة/54]
    “Wahai orang-orang yang beriman, barangsiapa murtad dari agamanya dari kalian, maka nanti Alloh akan mendatangkan suatu kaum yang Alloh mencintai mereka, dan mereka juga mencintai Alloh. Mereka lembut terhadap orang mukminin dan keras terhadap orang-orang kafir, dan mereka berjihad di jalan Alloh dan tidak takut pada celaan orang yang mencela. Yang demikian itu adalam karunia Alloh yang diberikannya pada orang yang Dia kehendaki. Dan Alloh itu Wasi’ (Mahaluas) lagi ‘Alim (Maha Mengetahui)”. (QS Al Ma’idah 54)
    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahulloh- berkata:
    فمن المعلوم ان من احب الله المحبة الواجبة فلا بد ان يبغض أعداءه ولا بد ان يحب ما يحبه من جهادهم كما قال تعالى : ﴿إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفّاً كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ﴾ ، والمحب التام لا يؤثر فيه لوم اللأئم وعذل العاذل بل ذلك يغريه بملازمة المحبة
    “Maka termasuk perkara yang telah diketahui bersama bahwasanya barangsiapa mencintai Alloh dengan kecintaan yang wajib, maka haruslah bagi dirinya untuk membenci musuh-musuh-Nya, dan harus mencintai perkara yang dicintai-Nya, yaitu jihad memerangi mereka, sebagaimana firman Alloh ta’ala: “Sesungguhnya Alloh mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya secara berbaris rapi seakan-akan mereka adalah bangunan yang kokoh.”
    Dan orang yang cinta dengan sempurna tak akan terpengaruh celaan orang yang mencela, ataupun cercaan orang yang mencerca. Bahkan yang demikian itu mendorong dirinya untuk komitmen dengan cinta tersebut.” (“At Tuhfatul ‘Iroqiyyah” 1/hal. 50)

    Ibnu ‘Aqil -rahimahulloh- berkata:
    فَأَيْنَ رَائِحَةُ الْإِيمَانِ مِنْكَ وَأَنْتَ لَا يَتَغَيَّرُ وَجْهُكَ فَضْلًا عَنْ أَنْ تَتَكَلَّمَ، وَمُخَالَفَةُ اللَّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى وَاقِعَةٌ مِنْ كُلِّ مُعَاشِرٍ وَمُجَاوِرٍ فَلَا تَزَالُ مَعَاصِي اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالْكُفْرُ يَزِيدُ، وَحَرِيمُ الشَّرْعِ يُنْتَهَكُ، فَلَا إنْكَارَ وَلَا مُنْكِرَ، وَلَا مُفَارَقَةَ لِمُرْتَكِبِ ذَلِكَ وَلَا هِجْرَانَ لَهُ. وَهَذَا غَايَةُ بَرَدِ الْقَلْبِ وَسُكُونِ النَّفْسِ وَمَا كَانَ ذَلِكَ فِي قَلْبٍ قَطُّ فِيهِ شَيْءٌ مِنْ إيمَانٍ؛ لِأَنَّ الْغِيرَةَ أَقَلُّ شَوَاهِدِ الْمَحَبَّةِ وَالِاعْتِقَادِ. (“الآداب الشرعية “ج 1 ص 178)
    “Maka manakah aroma iman darimu sementara engkau tidak berubah wajahmu –lebih-lebih lagi untuk mau berbicara- dalam keadaan penyelisihan terhadap Alloh subhanahu wa ta’ala dilakukan oleh keluarga dan tetangga. Terus-menerus kedurhakaan pada Alloh azza wa jalla dan kekufuran bertambah, garis batas syariat dilanggar, tapi tiada pengingkaran dan tidak ada orang yang mengingkari, dan tiada pula perpisahan diri dari orang yang melanggar syariat. Dan ini adalah puncak dari kebekuan hati dan diamnya jiwa. Dan tiada lagi tersisa iman dari dalam hati, karena kecemburuan adalah alamat cinta dan keyakinan yang paling kecil.” (“Al Adabusy Syar’iyyah” 1/hal. 178)

    Yang kedua, ana juga menyampaikan jazakumullohu khoiron atas upaya Antum semua untuk menegakkan al haq di muka bumi, dan memberantas kebatilan. Semoga hal itu menjadi alamat tingginya derajat Antum semua di sisi Alloh ta’ala. Alloh ta’ala berkata:
    ﴿كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ﴾
    “Kalian adalah umat yang terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Alloh.” (QS Ali Imron 110)
    Yang ketiga adalah bahwasanya ana ingin menyampaikan nasihat kepada Antum semua, sebagai bentuk realisasi dari sabda Rosululloh -shalallohu ‘alaihi wa sallam-:
    المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضًا
    “Seorang mukmin dengan mukmin yang lain adalah bagaikan satu bangunan, sebagiannya memperkuat bagian yang lain.” (HSR Al Bukhory/2314 dan Muslim/2585 dari Abu Musa Al Asy’ary rodhiyallohu ‘anhu)
    Ana ingin mengingatkan bahwasanya Islam itu sudah sempurna, baik secara aqidah, manhaj, fiqh, akhlaq, dakwah sampai juga metode membantah ahli batil.
    Dan bukanlah termasuk manhaj Salaf membikin tulisan untuk memerangi ahli bida’ dan para penyeleweng secara gelap (tanpa menyertakan identitas sama sekali, atau berusaha mengaburkan jati diri).
    Rosululloh -shalallohu ‘alaihi wa sallam- dalam surat-suratnya beliau menyebutkan nama, dan tidak takut kemarahan para raja yang disurati.
    Demikian pula para Salaf dalam nasihat dan kitab-kitab bantahan mereka, dalam keadaan mereka tahu bahwasanya kebanyakan ahlul bid’ah punya hubungan dengan penguasa, tapi Ahlul Haq tidak takut akan resiko dakwah dan menegakkan kebenaran.
    Justru yang menulis secara gelap dia akan dicap sebagai orang yang majhul dan tidak diterima beritanya. Dan juga hal itu termasuk tasyabbuh (penyerupaan) dengan para hizbiyyin. Dan kita dilarang untuk menyerupai seluruh orang fasiq ataupun golongan yang cacat dan kurang secara agama.
    Alloh ta’ala berfirman:
    ﴿وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ ﴾ [الحشر/19]
    “Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang melupakan Alloh, sehingga Alloh menjadikan mereka lupa terhadap diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasiq.” (QS Al Hasyr 19)

    Dan masing-masing mendapatkan balasan sesuai dengan amalannya dan tidaklah sama orang sholih dan orang fasiq. Maka untuk apa mengikuti jalan mereka?
    Alloh ta’ala berfirman:
    ﴿أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ ﴾ [القلم/35]
    “Maka apakah Kami jadikan muslimin itu sama dengan mujrimin?” (QS Al Qolam 35)

    Alloh ta’ala berfirman:
    ﴿أَمْ نَجْعَلُ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَالْمُفْسِدِينَ فِي الْأَرْضِ أَمْ نَجْعَلُ الْمُتَّقِينَ كَالْفُجَّارِ﴾ [ص/28]
    “Apakah Kami jadikan orang-orang yang beriman dan beramal sholih itu seperti orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi? Apakah Kami jadikan orang yang bertaqwa itu seperti orang yang fajir?” (QS Shod 28)

    Dan juga berfirman:
    ﴿أَفَمَنْ كَانَ مُؤْمِنًا كَمَنْ كَانَ فَاسِقًا لَا يَسْتَوُونَ﴾ [السجدة/18]
    “Maka apakah orang yang beriman itu seperti orang yang fasiq? Tidak sama.” (QS As Sajdah 18)

    Dan para ahli bid’ah dan hizbiyyah adalah orang fasiq dan kurang agamanya.
    Termasuk dari trik-trik hizbiyyin dalam memerangi ahlissunnah adalah penulisan dengan menyembunyikan identitas asli.
    Fadhilatusy Syaikh Robi’ bin Hadi Al Madkholy – hafidzahulloh – berkata pada sebagian penulis gelap yang ikut membela Abul Hasan Al Mishry dalam memerangi ahlussunnah:
    فسم نفسك ولا تحارب من وراء الجدر. وكفى أبا الحسن ومنهجه ودعوته شراً أن تكون أنت وأمثالك من أنصاره
    “Maka sebutkanlah namamu, dan jangan berperang dari balik tembok. Dan cukuplah bagi Abul Hasan dan manhajnya serta dakwahnya sebagai suatu kejelekan bahwasanya engkau dan yang semisal denganmu adalah termasuk dari penolongnya.” (“Baro’atu Ahlissunnah” hal. 234)

    Beliau juga berkata:
    أن الدعوة السلفية قد نكبت بفئة من المجهولين الجبناء، لا ندري ما هي ديانتهم ولا أخلاقهم، ويبدو أن بينهم تناسباً مع أبي الحسن أخلاقياً ومنهجياً وقد يكون حالهم أسوأ من حاله لكنهم وجدوا في الانضمام إليه ما ينصر ما هم عليه من الضلال ويشفي ما في قلوبهم من الغل على المنهج السلفي وأهله وعلى كل حال فالتشابه والتوافق هو سر هذا التعاون والتناصر . قال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم: ((الأرواح جنود مجنده ما تعارف منها ائتلف وما تناكر منها اختلف)) فهذا واقعهم الأليم وهذا سره، إلخ (“براءة أهل السنة” ص233-234)
    “Sesungguhnya dakwah Ahlussunnah telah tertimpa musibah dengan sekelompok orang tak dikenal yang pengecut. Kita tak tahu keadaan agama ataupun akhlaq mereka. Dan yang nampak adalah adanya kecocokan antara mereka dengan Abul Hasan baik secara akhlaq dan manhaj. Dan bisa jadi keadaan mereka lebih jelek daripada keadaan dirinya. Akan tetapi mereka mendapati bahwasanya dengan bergabung dengannya akan mendapatkan sesuatu yang bisa menolong kesesatan mereka, dan mengobati dendam hati mereka terhadap manhaj salafy dan para pembela manhaj salafy. Pokoknya, keserupaan dan kesesuaian merupakan rahasia adanya saling menolong dan membantu. Rosululloh -shalallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Ruh-ruh itu adalah tentara yang berkelompok-kelompok. Yang saling mengenal akan saling mendekat. Yang tidak saling mengenal akan saling berpisah.” Maka inilah kenyataan mereka yang menyakitkan, dan inilah rahasianya” dst (“Baro’atu Ahlissunnah” hal. 233-234)

    Beliau juga berkata tentang ciri-ciri Al Haddadiyyah yang kedua:
    السرية الشديدة في واقعهم وموقعهم في الشبكة المعروفة بـ: “الأثري”، بدرجة لا يلحقهم فيها أي فرقة سِرِيَّة حيث يكتبون تحت أسماء مجهولة مسروقة فإذا مات أحدهم فلا يُعرف له عينٌ ولا أثر؛ وبهذا العمل فاقوا الروافض فإنَّهم معروفون وكتب التاريخ والجرح والتعديل مشحونة بأسمائهم وأحوالهم وإن كانوا يستخدمون التقية والتستر بحيث لا يظهر كثير من أحوالهم .(“خطورة الحدادية” ص9)
    “Kerahasiaan yang ketat di dalam kenyataan mereka, dan di situs mereka di internet yang ma’ruf dengan nama “Al Atsary”, sampai pada derajat tiada satu firqohpun yang bisa menyamai mereka, yang mana mereka membuat tulisan di bawah nama yang tidak dikenal dan nama curian. Jika salah seorang dari mereka mati, tidak diketahui jasadnya ataupun bekasnya. Dan dengan perbuatan ini mereka mengungguli rowafidh, karena sesungguhnya mereka (rowafidh) itu dikenal, dan kitab-kitab tarikh dan jarh wat ta’dil penuh dengan nama-nama dan keadaan mereka, meskipun mereka mempergunakan taqiyyah dan penyamaran, sehingga kebanyakan dari keadaan mereka itu tidak dikenal.” (“Khuthurotul Haddadiyyah” hal. 9)

    Wahai para penulis, – hafidzakumulloh –
    Maka ana nasihatkan pada Antum sekalian untuk menjunjung tinggi kejujuran dan keberanian di jalan Alloh ta’ala.
    Rosululloh -shalallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
    شر ما في رجل شح هالع وجبن خالع
    “Sejelek-jelek sifat yang ada pada seorang lelaki adalah sifat pelit yang penuh dengan keluhan, dan sifat penakut yang amat sangat.” (HSR Ahmad dan At Tirmidzy dari Abi Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu. Lihat “Al Jami’ush Shohih” 5/131 karya Imam Al Wadi’y -rahimahulloh-)

    Juga Syaikh Robi’ Al Madkholi -hafidhahulloh- berkata:
    فهذا من أهم مواطن الصدق والإقدام والرجولة والشجاعة ، ولا ينبغي للشجعان أن يتواروا عن مواجهة هذه الفتنة.
    “Dan ini termasuk posisi kejujuran, kemajuan, kejantanan, dan keberanian yang paling penting. Dan tidak pantas bagi para pemberani untuk bersembunyi dari menghadapi fitnah ini.” (“Jama`ah wahidah”/ Syaikh Robi’ Al Madkholi)

    Adapun buat orang atau kelompok yang menamakan dirinya “Anti Luqman” atau yang semisal dengan itu, maka ana ucapkan jazakumullohu khoiron atas partisipasi kalian. Ana dan teman-teman ana di sini belum mengenal kalian. Bisa jadi kalian memang orang-orang yang memendam dendam lama pada Luqman, atau tidak menutup kemungkinan kalian itu mata-mata aparat. Atau mungkin juga kalian adalah kawanan hizbiyyun yang memanfaatkan kekeruhan untuk menghantam Luqman. Atau mungkin juga kalian adalah kawan Luqman sendiri yang pura-pura menyerang Luqman dari balik tembok alam maya, sehingga apabila Ahlussunnah menyerang anak buahnya Luqman yang berperang membela dirinya dengan nama palsu, Luqman bisa berkata pada Ahlussunnah,”Kalian juga sama saja.” Atau mungkin juga kalian adalah Ahlussunnah yang ingin beramal baik akan tetapi belum paham akan salahnya cara tersebut.
    Maka ana katakan: Ana tidak bermaksud menghina ataupun merendahkan kalian. Hanya saja karena kalian tidak memperkenalkan diri, dan juga menempuh cara yang tidak benar, dan juga karena saratnya hizbiyyun dengan makar, maka jangan salahkan kaum muslimin jika berbagai dugaan itu muncul, sesuai dengan beranekaragamnya kemungkinan, tanpa adanya qorinah yang kuat.
    Yang pasti kami berlepas diri dari setiap penulisan yang tidak menyertakan jati diri yang benar, setelah dan sebelum nasihat ini ditulis. Bukan berarti kita harus menyertakan nama kecil kita meskipun sudah dirubah karena tidak Islamy. Tapi yang diinginkan adalah jati diri yang dengannya dia dikenal oleh orang yang dia bantah, dan dikenal oleh ahlussunnah yang lain, sehingga memudahkan untuk diketahui dari pihak manakah si penulis tersebut? Dan agar mudah untuk dimintai pertanggungjawaban secara syariah. Dan perkara terakhir ini yang amat ditakuti oleh para hizbiyyun.
    Dan ana juga sudah menulis bantahan secara agak terperinci terhadap Luqman Ba Abduh di dalam risalah(1) yang insya Alloh sudah tersebar, sudah diperiksa oleh beberapa masyayikh dan diidzinkan oleh Fadhilatusy Syaikh Yahya -hafizhahulloh- untuk disebarkan. Dan tentu saja masih banyak kebatilan Luqman yang belum tertulis di dalamnya. Jika antum semua hendak melengkapinya dengan tulisan yang terpisah, maka itu adalah hak antum, tapi dengan adab-adab yang diajarkan oleh Salafush Sholih. Antum semua terlalu mulia untuk mengikuti jalan seorang hizby hina yang menamakan dirinya Abu Mahfudh Ali bin Imron dst. Beraninya membikin kedustaan dan memutarbalikkan fakta, sambil berusaha mengadu domba para pejuang fi sabilillah dan mengaburkan hakikat, tapi tak berani dengan jujur menampakkan identitas aslinya pada kami. Mengaku ada di Dammaj tapi tak kami temukan batang hidungnya. Kami ingin mengunjunginya dan memperkenalkan dirinya pada Syaikh Yahya – hafidzahulloh -. Tapi sampai sekarang tak berani unjuk pantat.
    Sementara itu dia dengan bangga berkata: “Tak akan membahayakan diriku orang yang tidak mengenalku. Cukuplah teman-temanku mengenalku, dan yang tahu adalah hujjah terhadap yang tidak tahu.”
    Bagaimana jadi hujjah sementara para komplotannya juga tak berani mengaku kenal akan dirinya!? Seperti inikah thoriqotus Salaf dan penerapan kaidah Salaf?
    Inilah nasihat yang bisa ana sampaikan pada kesempatan ini, semoga Alloh senantiasa mengokohkan kita di atas tauhid dan sunnah, dan tegar di atas manhaj Salaf. Bisa jalan ini pahit secara lahiriyyah tapi manis secara batiniyyah. Mungkin awalnya berat tapi akhirnya adalah kebahagiaan dan ketentraman serta istirahat yang abadi dan nyaman di Jannah. Penatnya perjuangan di dunia pasti akan mencapai garis akhir.
    Imam Al Murrudzy -rahimahulloh- berkata:
    سَمِعْت أَبَا عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ لِشُجَاعِ بْنِ مَخْلَدٍ يَا أَبَا الْفَضْلِ إنَّمَا هُوَ طَعَامٌ دُونَ طَعَامٍ وَلِبَاسٌ دُونَ لِبَاسٍ ، وَإِنَّهَا أَيَّامٌ قَلَائِلُ .
    “Aku mendengar Abu Abdillah (Ahmad bin Hanbal) berkata pada Syuja’ bin Makhlad: “Wahai Abul Fadhl, sesungguhnya (dunia) ini hanyalah makanan yang bukan makanan sejati, dan pakaian yang bukan pakaian sejati. Dan dia itu hanyalah hari-hari yang singkat belaka.” (“Al Adabusy Syar’iyyah” 2/hal. 350)

    Imam Ibnul Qoyyim -rahimahulloh- berkata:
    يا أقدام الصبر احملي بقى القليل تذكر حلاوة الوصال يهن عليك مر المجاهدة قد علمت أين المنزل
    “Wahai tapak-tapak kesabaran, pikullah, tinggal sedikit lagi. Ingatlah manisnya perjumpaan, maka dengannya akan menjadi enteng bagimu pahitnya perjuangan. Engkau telah mengetahui di manakah tempat beristirahat (di Jannah)” (Al Fawa’id 1/hal. 78)
    Ana sampaikan jazakumullohu khoiron buat Akhuna Abu Abdurrohman Irham Al Maidany, dan Abu Sholih Dzakwan Al Maidany, serta Abu Dujanah Amin Al Ambony – hafidzahumulloh – atas seluruh fasilitas dan bantuan yang diberikan.
    والحمد لله رب العالمين
    والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    Selesai ditulis:
    pada tanggal 8 Shofar 1430 H
    oleh:
    Abu Fairuz Abdurrohman bin Sukaya
    Al Qudsi Al Indonesi ‘afallohu ‘anhu
    Di Markiz Induk Pusat Dakwah Salafiyyah yang Murni Sedunia
    Darul Hadits Dammaj Yaman
    -harosahalloh-

    http://aloloom.net/vb/showthread.php?t=2728

  30. Nasihat yang baik.. Kalaulah berkenan menjawab, ada sedikit pertanyaan dari saya terkait postingan nasihat tersebut : Apakah maksud dari “Pusat Dakwah Salafiyyah yang Murni Sedunia?”

  31. Subhanallah, nasihat yang baik.. Ada sedikit pertanyaan dari saya terkait postingan nasihat tersebut : Apakah maksud dari : “Pusat Dakwah Salafiyyah yang Murni Sedunia?”

  32. Kamu kira mereka itu bersatu padu dalam memusuhi dakwah ahlussunnah ,padahal mereka sendiri berpecah belah (tahsabuhum jamian wa qulubuhum syatta)kalian gak bakaal menang,semoga allah membuka pintu hati kalian yg telah tertutup

Comments are closed.